
...****************...
Beberapa hari kemudian.
Ista melakukan rutinitasnya dan hampir setiap malam mendengarkan Ran bernyanyi di handphonenya, dan Aka pergi ke dokter untuk memeriksa tangan kanannya.
Di sebuah villa di pinggiran kota.
Pak Andy menyuruh mereka untuk mendatanginya.
Hika datang bersama Nash dengan sebuah mobil sport milik Hika, dan Raka datang di belakangnya dengan mobil jeep hitam.
Mereka bertiga keluar dari mobil dan berjalan menuju villa kediaman pak Andy.
Nash melihat ke belakang terdapat Raka yang sedang berjalan dan berkata “Lintah, kamu datang. Kirain kamu tidak datang, karena gagal dalam mengurusi Ista.”
“Hey Tikus, apa maksudmu. Aku lebih baik ketimbang perbuatan mu yang hanya mengikuti seseorang,” kata Raka dengan nada mengejek kepada Nash.
“Haah, katakan sekali lagi,” kata Nash dengan marah.
Hika yang berada di depannya mendengar pertengkaran mereka, seketika.
Bak
Bak.
Hika memukul kepada belakang mereka berdua.
“Aduh” kata Nash dan Raka secara serentak.
“Apa kalian tidak bisa berhenti untuk terus bertengkar?” kata Hika yang berada di samping mereka.
“Ayoo, sepertinya pak Andy sangat membutuhkan kita” kata Hika kepada mereka berdua.
Mereka bertiga datang ke villa tersebut dan memasukinya.
Pak Andy yang sedang menyiram tamannya melihat mereka bertiga dan berkata dengan menunjuk ke arah tempat duduk di taman “kalian, duduk lah terlebih dahulu di sana.”
Mendengar apa yang di katakan pak Andy, mereka bertiga duduk saling berlawanan.
Selesai pak Andy menyiram bunga kemudian mendatangi mereka lalu duduk.
“Ada yang harus aku sampaikan kepada kalian” pak Andy kepada mereka bertiga.
“Aku sudah menekan perusahaan pak Zar, tetapi tidak di sangka mereka bermitra dengan Ka grup” kata pak Andy dengan kecewa.
“Bagaimana dengan kalian?,” tanya pak Andy kepada mereka bertiga.
“Aku masih belum bisa menekan mereka” kata Raka.
Mendengar apa yang di katakan Raka, pak Andy berkata “jika tidak bisa menakan dari luar, seperti nya kita harus menghancurkannya lewat dalam.”
Nash yang mendengar perkataan pak Andy, berkata “bagaimana caranya?, jangan bilang bapak menyuruh kami untuk menyamar sebagai karyawan di sana.”
Haha.
“Kamu menyamar sebagai karyawan??,” kata Raka kepada Nash dengan tertawa.
“Hey, ngajak ribut?” kata Nash dengan nada marah kepada Raka.
__ADS_1
“Kalian berdua, bisa diam tidak!” kata Hika.
Lalu Hika mengalihkan pandangannya dan berkata kepada pak Andy “Tenang pak, semua sudah aku atur sejak lama”
Nash dan Raka yang mendengar apa yang di katakan Hika serentak berkata “Aahhhh.”
“Apa maksudmu?,” kata pak Andy kepada Hika.
“aku sudah menyuruh seseorang untuk bekerja di perusahan pak Zar sejak awal.” kata Hika dengan tersenyum.
“Hika,sejak kapan kamu melakukannya, kenapa tidak berbicara denganku?,” kata Nash yang berada di sisi berlawanan dengan marah.
“Hey, kenapa kamu tidak bilang seperti itu, sejak awal kita bertemu!,” kata Raka kepada Ista yang berada di sampingnya dengan marah.
“Kalo aku memberitahu kalian??, bisa-bisa rencana ku gagal”kata Hika dengan sinis.
“Yang satu hanya modal muka dan satu hanya modal tangan, apa yang bisa kalian lakukan!” kata Hika dengan kesal.
Mendengar penjelasan dari Hika , Nash dan Raka kemudian berdiri dan berkata dengan keras “hey!.”
Haha.
Hahaha.
“Tidak sia-sia aku mengurus mu” kata pak Andy sambil tertawa.
“Kamu tidak mengecewakanku” kata pak Andy sambil tersenyum dengan wajah gembira.
Kemudian pak Andy berdiri dan berkata “baiklah, lakukan apa yang Hika katakan, semua keperluan aku yang tanggung.”
“Kalian bisa pergi atau bisa bersantai di sini terlebih dahulu,” kata pak Andy yang sedang berdiri lalu berjalan meninggalkan mereka bertiga.
Melihat pak Andy sudah tidak ada, Nash kemudian duduk lalu bersandar ke kursi dan berkata “Apa seh yang di lakukan gendut itu, dia cuman mencari koneksi saja.”
“Semakin banyak koneksi, semakin menguntungkan kita,” kata Hika.
Hika kemudian berdiri dan berkata “ ayoo pergi dari sini.”
“Benar, berlama-lama di sini tidak bagus untukku,” kata Nash
Kemudian mereka bertiga meninggalkan vila dan pergi ke tempat masing-masing.
...****************...
Keesokan harinya.
Ista sedang menunggu Aka di kantor ayahnya untuk melanjutkan pembicaraan bisnis dengannya.
Melihat bahwa hari mulai Siang, Ista berkata dengan marah “kemana orang itu?, kenapa selalu saja tidak tepat waktu!.”
Tok.
Tok.
Kreeek.
Aka memasuki ruangan kantor.
Melihat Aka masuk, Ista mengambil dokumennya dan berjalan keluar ruangan sambil berkata “ayoo, ikuti aku.”
__ADS_1
Aka yang masih berada di pintu dan berkata “kemana?, aku baru saja sampai. Tidak bisakah kita duduk terlebih dahulu?.”
Ista berhenti berjalan lalu melihat ke arah Aka dan berkata“Cepatlah, aku tidak ingin berdebat denganmu,”
“kenapa dia selalu saja marah terhadapku?,” kata Aka yang berada di depan pintu.
Kemudian Aka menyusul Ista setelah berada di sampingnya, Aka berkata “kita mau kemana?.”
“Melihat bahan-bahan yang di perlukan,” kata Ista yang sedang berjalan.
Mereka menuju tempat penebangan pohon yang di olah menjadi kayu yang memiliki bermacam-macam ukuran untuk keperluan bangunan.
Mereka sampai ke tempat proyek, di sana mereka di suruh memakai perlengkapan keamanan.
Aka dan Ista memakai perlengkapan keamanan.
Haha.
Suara tertawa Aka.
“Kenapa kamu tertawa!” ucap Ista dengan marah kemana Aka.
“Apa kamu serius, anak yang mempunyai tempat ini?”kata Aka dengan tersenyum.
“Kenapa!” bentak Ista.
Bam.
Aka memukul helm bangunan yang di pakai Ista.
“Aduh,Sakit!” teriak Ista kepada Aka.
“Kenapa kamu memukul kepalaku!” teriak Ista kepada Aka.
“Kamu memakainya dengan salah” kata Aka dengan tersenyum.
Aka langsung melepaskan helm yang di pakai Ista dan memasangkannya kembali dengan benar.
Aka dan Ista berjalan dengan memutari tempat proyek dengan di temani mandor dari pekerja karena para pekerja yang lain sedang memotong pohon-pohon besar menjadi kecil.
“Ayoo, lihat lebih dalam,” kata Aka kepada Ista yang berada di sebelahnya.
Ista yang sedang berbicara dengan mandor dan mengecek daftar kayu berserta ukurannya pun teralihkan dengan perkataan Aka lalu berkata “kamu mau ngapain ke sana?.”
“Aku ingin tahu, ada apa di dalam sana” kata Aka.
Mandor yang mendengar perkataan Aka berkata “di dalam sana itu adalah hutan.”
“Menarik, aku sudah lama tidak pernah masuk ke hutan lagi. Ayoo ke sana,” kata Aka.
“Apa kamu tidak mendengar apa yang di katakan nya?, di sana itu hutan!” kata Ista dengan marah sambil memegang dokumennya.
Aka menghiraukan perkataan Ista kemudian berjalan ke arah hutan.
Ista yang melihat Aka berjalan berkata “kalo bukan karena papa!.”
Lalu Ista menyusul Aka.
Aka yang melihat Ista menyusulnya kemudian tersenyum.
__ADS_1
“Jangan terlalu lama, sebentar lagi waktu kerja selesai,” teriak mandor pekerja tersebut.
Mereka menghiraukan perkataan dari mandor dan memasuki hutan