
......................
Di waktu yang sama saat Aka baru saja sampai yang tidak jauh dari mereka.
di depan rumah Aka
Beberapa orang sedang menggotong Ista dan membawanya ke arah mobil jeep hitam lalu berkata sambil menunjuk ke arah Ista yang sedang di gotong “bos, di dalam rumah hanya terdapat wanita ini.”
Raka yang berada di dalam mobil berkata dengan gembira dan menyuruh anak buahnya “bagus, cepat masukan dia ke dalam mobil.”
Kemudian Ista di bawa oleh sekelompok tersebut memasukan Ista yang tidak sadarkan diri ke dalam bagasi mobil lalu meninggalkan rumah Aka.
Brreeemmmm.
Suara sekelompok mobil sedang melaju dengan sangat cepat.
Awan mulai menangis yang di iringi dengan kegelapan malam hanya bintang-bintang yang menemani dengan sinarnya.
Tik.
Tik.
Brrrreeemmmm.
Suara mobil yang di kendarai Aka sedang melewati tangisan awan.
Aka kemudian mengikuti mereka di belakangnya
Mereka menuju sebuah gudang terbengkalai dengan kondisi yang mengenaskan yang banyak sekali lubang di dindingnya bersama bunyi tik-tik dari atap gudang yang terkena air hujan.
Raka yang berada di dalam gudang berkata kepada anak buahnya untuk segara memindahkan Ista ke dalam gudang dan mengikat nya di kursi.
Kemudian Ista di bawa orang sekelompok orang dengan di gotong karena tidak sadarkan diri ke dalam gudang lalu mengikat nya di kursi.
Hika melihat anak buah Raka sedang mengikat Ista di sebuah kursi di tengah gudang lalu berkata dengan keras “tunggu!.”
Kemudian Hika menggeledah Ista yang sedang duduk tidak sadarkan diri.
“Apa yang kamu lakukan,” kata Nash yang melihat Hika sedang menggeledah.
Hika yang sibuk mengeledah Ista Mendengar apa yang di katakan oleh Nash lalu menjawab “diamlah, aku sedang mencari file tersebut!!.”
Tetapi Hika hanya menemukan sebuah handphone seluler milik Ista, berada di dalam saku celana milik Aka yang di pakai oleh Ista.
Kemudian Hika menyalakan Handphone tersebut lalu Hika tersenyum melihat banyak sekali panggilan Ran tidak terjawab oleh Ista dan berkata sambil tersenyum jahat “Ini semakin menarik.”
“Kamu melakukannya lagi!!,” kata Nash dengan merinding melihat Hika tersenyum sambil melihat k handphone milik Ista.
Kemudian Hika menelfon panggilan yang tidak terjawab tersebut.
Drriiinnnggg.
Kemudian Dan menjawab panggilan dari Hika melalui handphone Ista.
Seketiak suara teriakkan terdengar dari panggilan itu “Ista, di mana kamu!!.”
__ADS_1
Hika yang tahu bahwa panggilan tersebut dari Ran lalu berkata dengan nada menghina “hoho, ternyata ini musisi terkenal.”
Ran menyadari bahwa suara yang keluar dari no Ista bukanlah dia melainkan orang lain lalu berkata dengan nada marah “siapa kamu, dan dimana Ista!.”
Hika yang memiliki sebuah ide untuk menunjukan sesuatu kepadanya lalu berkata “jika kamu menginginkan dia, datang lah kemari.”
Kemudian Hika memberitahu dimana posisinya kepada Ran.
Raka yang tidak jauh dari Hika mendengar bahwa Hika sedang memberitahukan keberadaan mereka kemudian berkata kepadanya dengan kaget “hey!, kenapa kamu memberitahukan posisi kita.”
“Diamlah, kamu tidak akan mengerti,” kata Hika dengan tersenyum jahat.
Nash melihat Hika kembali tersenyum jahat itu membuat nya merasa tidak enak dan berkata sambil memeluk dirinya sendiri “kamu melakukannya lagi!!.”
beberapa saat kemudian.
Suara loteng gudang terus terdengar akibat tangisan dari awan.
Tidak jauh dari gudang tersebut terdapat Aka yang sedang memantau situasi dengan mengendap-endap di temani oleh tangisan awan.
Kemudian Aka melihat Ista sedang duduk terikat di dalam gudang, tetapi Aka tidak memunculkan diri karena ingin mengetahui maksud mereka menculik Ista.
Hika merasa sudah waktunya Ista untuk sadar dan berteriak “bangunkan dia!.”
Hika merasa handphone milik Ista tidak di butuhkan kembali lalu membuangnya.
Prang.
Suara handphone yang di lempar Hika terkena dinding gudang.
Hika ingin Ista tahu kondisinya sekarang lalu berkata kepada Nash “iya, aku menginginkan dia sadar akan posisinya agar tidak banyak melawan untuk menyerahkan file yang disembunyikannya.”
Nash merasa sekarang bukanlah waktu yang tepat untuk menunjukan jati diri mereka kepada Ista kemudian berkata “tapi bukanlah sekarang waktunya, masalah kasus pak Zar masih belum terselesaikan. Bagaimana dia bisa mengetahuinya,”
“Apa kamu bodoh!!, file untuk pembelaan diri ayahnya tidak dapat di temukan. Kita harus menanyakan nya langsung,” jawab Hika dengan marah mendengar penjelasan dari Nash.
“Bodoh!!” kata Raka di sebelahnya kepada Nash dengan menghina.
Nash yang merasa dirinya dihina oleh Raka berkata “apa katamu!!.”
“B.O.D.O.H, bodoh. Apa kamu tidak mengerti kata itu,” teriak Raka dengan menghina Nash.
Bak.
Nash kemudian memukul Raka hingga terjatuh ke samping.
Bak.
“Kamu berani memukulku, tangkap dia” kata Raka kepada anak buahnya yang tidak jauh dari mereka.
Hika melihat bahwa mereka bertengkar lalu berteriak “diamlah!!!."
“Sekarang bukan waktunya untuk kalian terus bertengkar,” ucap Hika dengan merah melihat mereka berdua.
“Cepat bangunkan dia,Raka.” Kata Hika kepada Raka.
__ADS_1
Kemudian Raka menyuruh anak buahnya untuk menyiram air kepada Ista yang sedang tidak sadarkan diri.
Bum.
“Ah,uh” suara nafas Ista yang terbangun akibat di guyur air oleh anak buah Raka.
“Dimana kamu menyimpan file tersebut,” teriakan Hika dengan nada mengancam kepada Ista yang sedang duduk terikat di depannya.
Ista yang merasa dirinya terikat melihat ke arah mereka dengan kaget berteriak “Hika!!!.”
Ista sudah mengetahui jika ini semua perbuatan dari Hika tetapi Ista tidak menyadari dari awal bahwa ini perbuatannya dan menuduh Aka melakukan semua itu.
Ista melihat ke sampingnya dan berteriak “Nash!!.”
Dan terakhir di sebelahnya Ista berteriak “Siapa kamu!.”
Haha.
“Dia tidak mengenalimu!” kata Nash yang tertawa mengetahui bahwa Ista tidak mengenalnya dengan menghina Raka sambil menunjuknya.
Seketika Ista mengingat siapa orang tersebut lalu berkata dengan keadaan terikat “kamu, kamu, yang menagih hutang!.”
“Bukankah dia bersekongkol dengan Aka?” pikir Ista dengan posisi duduk terikat di kedua tangannya kebelakang.
“Jangan-jangan aku telah salah faham terhadap Aka waktu itu dan apakah mulai saat itu dia menjagaku?” pikir Ista dengan posisi duduk terikat di kedua tangannya kebelakang.
“Hey hey hey, sedang pikir apa kamu!” kata Nash dengan membungkukkan badannya ke arah Ista duduk yang membuat kedua wajah mereka saling berhadapan.
“Dasar makhluk jahat!!” Teriak Ista dalam benaknya yang mengingatkan Ista dengan kejadian di kehidupan sebelumnya.
Seketika.
Cuih.
Ista meludahi wajah Nash karena tepat di depan wajahnya.
Nash dengan kaget mundur sambil mengelap wajah yang terkena air ludah Ista lalu berteriak “jlang!.”
Nash kemudian menghampiri Ista yang sedang duduk terikat lalu menamparnya.
Bak.
Aka yang sedang mengamati mereka sudah tidak lagi bisa menahan amarahnya karena Nash telah menampar Ista lalu Aka berlari dan menendang pintu gudang.
Bam.
Suara pintu depan gudang yang di dobrak oleh tendangan Aka.
Ista kaget melihat Aka yang berada di pintu gudang lalu berpikir “apa yang di lakukan nya, kenapa dia kemari!”.
Nash melihat terdapat seorang pria dengan baju pasien berada di pintu kemudian memasukan kedua tangan ke dalam saku celananya dengan berjalan perlahan ke arah pintu lalu berkata dengan menghina “hoy hoy hoy, lihat pahlawan kita sudah datang.”
Aka dengan memakai baju pasien dengan memegangi perut nya melihat ke arah Ista yang sedang terikat lalu berteriak “Ista!.”
Jangan lupa VLR (Vote,Like and Rate) nya yah.
__ADS_1