15 Tahun Mengubah Segalanya

15 Tahun Mengubah Segalanya
Fight and Sing 2


__ADS_3

...****************...


Hari mulai gelap.


Di ruangan kamar Ista sedang tiduran memandang langit-langit kamarnya memikirkan perubahan yang sudah terjadi saat ini.


“Aka adalah satu-satunya hal yang aku tahu, tetapi di kehidupanku sebelumnya. Aku mengenal dirinya saat aku mengerjakan proyek perusahaan ku di kehidupan sebelumnya. ”kata Isya di kasurnya.


“Sepertinya aku memang harus mengawasinya. Ini sudah sangat berbeda saat di kehidupanku sebelumnya,” kata Ista yang sedang tiduran di kasur kamarnya.


Dddrrriiinnnggg.


Dddrrriiinnnggg.


Dddrrriiinnnggg.


Mendengar suara handphone miliknya, Ista segara mengambilnya dan mengangkatnya.


"Siapa?” kata Ista.


“ISTA KAMU MELAKUKANNYA LAGI!” kata Jesica dengan berteriak!


“Aduh!” kata Ista yang kesakitan telinganya mendengar Jesica berteriak.


“Pelan kan suaramu, Jesica. Kenapa, setiap kali kamu nelfon, selalu berteriak. Telingaku bisa-bisa bermasalah!” kata Ista di teleponnya.


“Kita mendapatkan semua ,Ista. Kamu memang yang terbaik!” kata Jesica dengan pelan.


“Apa kamu masih menyimpan buku besarnya, itu seperti inti dari semua uang yang kita peroleh,” kata Ista dengan pelan.


“Tenang lah, buku itu ada di ruangan rahasiaku,” kata Jesica.


“Jesica, sekarang waktunya kita untuk tenang. Jangan menjadi pusat perhatian dunia” kata Ista dengan pelan.


“Iya, aku tahu. Pemburu perusahaan sialan itu, jika aku tidak menutup mulutku rapat-rapat, upaya kita sia-sia,” kata Jesica dengan pelan.


“Pemburu perusahaan?, apa maksudmu , Jesica,” tanya Ista.


“Kamu, tidak tahu soal itu?. Semenjak kita turun langsung ke dunia bawah, kita mulai di awasi oleh mereka.” Kata Jesica dengan pelan.


“Ista, apa masalahmu sudah selesai?. Jika belum, kamu jangan pernah muncul ke permukaan. Kita sedang di incar oleh mereka” kata Jesica dengan nada gemetaran.


“Baiklah, Jesica.” Kata Ista dengan pelan.


“Bbeeeppp.


Telepon di matikan oleh Jesica.


“Cuman perusahaan ku yang berjalan dengan lancar. Hhhuuufftt” kata Ista lalu menghembuskan nafasnya.


Kemudian Ista menaruh handphonenya dan berjalan keluar jendela lalu berpikir ( pemburu perusahaan dunia bawah?, sepertinya aku sudah terlalu mencampuri urusan para elite global).


Hhhuuuffftt


Suara hembusan nafas Ista.


Ddrriinngg.


Ddrriinngg.


Ddrriinngg.


Suara handphone Ista kembali berbunyi.


“Siapa yang menelfon ku kembali?” kata Ista dengan melihat Handphonenya.


Melihat yang menelfon adalah Ran, Ista berkata “Pas, sekali. Aku sedang sakit kepala, apakah dia mau untuk menyanyikan aku sebuah lagu?.”


Kemudian Ista mengangkatnya.


“Hallo?,” kata Ista.


“Ini aku Ran,” kata Ran.


“Iya, aku tahu ini kamu,”kata Ista.


“Ternyata kamu menyimpan noku” kata Ran dengan tersenyum.


“Hey, Ran,” kata Ista.


“Iya, ada apa?” tanya Ran.

__ADS_1


“Apakah kamu bisa menyanyikan sebuah lagu?” tanya Ista.


“Kebetulan sekali, aku menelfon mu, untuk menilai lagu ku,” kata Ran.


“Baiklah,” kata Ista.


Kemudian Ran mulai memainkan lagu untuk Ista.


♬♬♬♬♬♬♬♬♬♬


♬♬♬♬♬♬♬♬♬


......................


Di saat yang sama di belakang rumah Ista.


Aka yang memakai jaket di belakangnya ada supir yang sedang membawa bungkusan sedang berpatroli di sekitar rumah Ista.


“Bos, bukankah ini rumah wanita itu?” kata supirnya.


“Memang, ini rumahnya,” jawab Aka.


“Kenapa kita datang ke sini?” kata supirnya yang berada di belakang Aka.


“Bukankah sudah ku katakan kemarin.”kata Aka.


“Apa kamu membawa makanan kucing yang aku suruh?,” tanya Aka kepada supirnya.


Supir yang sedang membawa bungkusan pun berkata sambil mengangkatnya “bos, apakah kamu akan memakan ini??.”


“Tidaklah, aku membawa itu untuk kucing, kamu mau?,”kata Aka dengan melirik kepada supirnya.


“Bos, aku bukan kucing,”jawab supirnya.


Kemudian Aka dan supirnya berjalan ke pinggir rumah Ista lalu bersandar di tembok.


Miieuww.


Miiiueww.


Suara Meli.


“Iya, berikan itu padanya,”kata Aka dengan menunjuk bungkusan di tangan supir.


“Bos, apakah tanganmu tidak apa-apa?” kata supir dengan memberi makan Meli.


“Oh, ini. Tidak apa-apa,” kata Aka dengan merenggangkan tangan kanannya.


Mmiiuuueww.


“Bos, kita akan di sini semalaman?,” kata supirnya yang sedang memberi makan Meli.


“Sampai mereka tiba,” kata Aka yang sedang bersandar di tembok dengan memasukan tangannya di saku jaket.


Supir kemudian berhenti memberi makan Meli lalu berdiri dan berkata “Bos lawan 2 aku satu kan?.”


“kemarin ada 3 orang yang datang, jadi aku lawan 2 kamu sisanya” kata Aka dengan senyuman.


“Baiklah, akan ku tunjukan. Kemampuan bertarung ku, kepadamu bos,” kata supirnya sambil meragakan pukulan tinju.


Dari kejauhan tampak 5 orang sedang berjalan.


Supir yang melihatnya langsung berkata “Bos, itu mereka.”


“Mana?,” kata Aka kemudian berdiri ke samping supirnya.


“Tunggu, 1,2,3,4,5. Bos mereka ada 5” kata supirnya dengan kaget.


“Ingat, aku 2, kamu sisanya” kata Aka yang melihat ke arah supirnya.


“Bos, saya tunggu di mobil,” kata supirnya kemudian berbalik badan untuk berjalan menuju mobil.


Sebelum supirnya berjalan Aka sudah memegang pundaknya dan bertanya “katanya mau menunjukan ilmu bertarung mu?.”


“tapi mereka ber..,” kata supirnya kemudian.


Bak


Sebelum supirnya menyelesaikan perkataan, Aka memukul kepalanya.


“Aduh,” kata supirnya lalu memegang kepalanya.

__ADS_1


“Bos, buat apa kita di sini, lebih baik pulang ajah,” kata supirnya.


“Ayolah, ini tidak akan lama,” kata Aka sambil melemaskan kedua tangannya dan kepalanya.


Mendengar apa yang di kata Aka, supir tersebut mencari sebuah kayu dan berkata “Baiklah, aku ikut denganmu bos.”


“Lihat itu dia, sepertinya dia mengajak seseorang” kata salah satu dari kelima orang tersebut.


“Baiklah, tunjukan padanya. Siapa yang berani mereka lawan,” kata salah satu dari kelima orang tersebut.


“Serang!” kata kelima orang tersebut dengan bersamaan.


Di waktu yang sama di kamat Ista


Ista sedang mendengarkan suara dari Ran dengan handphonenya.


Bak.


♬♬.


Bak.


♬♬.


Suara pertarungan dan suara musik dari Ran saling berkaloborasi.


Seketika.


BAM.


Suara dari salah satu kelima orang terlempar ke tembok oleh Aka.


Ista yang mendengar suara tersebut dengan kaget berkata “Suara apa itu.”


“Ran ada sesuatu yang harus ku lakukan,”kata Ista kepada Ran melalui handphone.


Beeepppp.


Ista mematikan teleponnya.


Di luar rumah Ista


Melihat rekannya terkapar di tanah, mereka kemudian melarikan diri dengan membawanya.


“Bos, mereka kabur” kata Supirnya sambil menunjuk.


“Biarkan, saja mereka.” Kata Aka


Kemudian Aka dan supirnya dalam keadaan yang berantakan dengan luka-luka di wajah mereka berjalan ke belakang rumah Ista kemudian duduk bersandar.


“Aduh,buat apa kamu peduli dengan wanita itu bos, dia tidak peduli dengan kondisimu” kata supirnya yang sedang duduk bersandar.


“Lihatlah, kondisi kita. Bos..,” kata supirnya dengan melihat ke badannya


“Karena itulah, aku menjaganya.” kata Aka yang sedang duduk bersandar di sampingnya.


“Kamu benar-benar aneh bos, ” kata supir.


“Bos, apakah kita ke tempat pak Zar.


Ista kemudian keluar dari rumahnya dan mendatangi sumber suara yang di dengar nya.


Ista hanya melihat di bawah ada terdapat darah tetapi tidak ada siapapun di sana.


Ista kemudian berjalan perlahan ke belakang rumah tempat Aka dan supirnya sedang beristirahat.


Aka melihat Ista sedang berjalan ke arahnya kemudian berkata kepada supirnya “pelanku suaramu.”


Saat Ista hampir mendekati Aka dan supirnya tiba-tiba Meli bertengkar dengan kucing liar.


Mmmiiieeeuuuwww.


Ista yang melihat kejadian tersebut langsung mengambil Meli dan berkata “ternyata itu kamu, Meli.”


“Kenapa kamu selalu keluar dari rumah, apa kamu sering bertengkar dengan kucing lain?”kata Ista yang memegang kucingnya dan berjalan pulang ke rumah.


Hahaha.


“Sepertinya,aku akan di marahi lagi olehnya,” kata Aka dengan tertawa melihat ke arah langit malam yang penuh dengan bintang.


Melihat Ista sudah berjalan ke rumahnya , Aka dan supirnya kemudian angkat kaki dari daerah rumah Ista.

__ADS_1


__ADS_2