15 Tahun Mengubah Segalanya

15 Tahun Mengubah Segalanya
sepulang pesta


__ADS_3

...----------------...


Perayaannya pun berakhir.


Ista langsung berlari ke kamar mandi wanita.


Ista memasuki kamar mandi wanita kemudian melihat ke kaca kamar mandi.


Melihat dirinya di kaca Ista langsung memegangi bibirnya dan berkata dengan pelan “ciuman pertamaku.”


Dag.


Dig.


Dug.


Ista yang memikirkan kejadian saat berciuman hatinya berdetak kembali.


“Ada apa dengan diriku?,”kata Ista dengan melihat kaca di depan yang mana terdapat pantulan wajahnya sambil memegangi dadanya.


Kemudian Ista melepas topengnya dan melihat topeng di tangannya dan berkata “kenapa aku memakai topeng ini, bukankah ini milik pria itu?.”


Ista kemudian memasang kembali topeng pria yang menciumnya dan berkata dengan kesal “ini kebesaran!.”


Aka kemudian berjalan keluar dari aula perayaan.


Aka menunggu supirnya.


Sesaat kemudian supirnya datang dan langsung membukakan pintu untuknya.


Aka lalu memasuki mobilnya.


...----------------...


Ista yang berada di kamar mandi kembali memasang topeng yang agak kebesaran.


Jesica yang berada di luar menunggu Ista.


“Hey” kata Ista dengan memukul pundak dari Jesica.


“Lho, ini kamu,” kata Jesica dengan kaget melihat Ista sudah berada di sampingnya.


“Iya, ini aku, Ista siapa lagi” kata Ista dengan memegangi topeng yang sedikit longgar.


“Punya siapa topeng itu?. Perasaan aku tidak memberikan topeng yang kamu pakai” kata Jesica dengan curiga.


“Sudahlah, aku sedang tidak ingin membahasnya. Ayoo cepat kita pulang,”ucap Ista sambil menarik Jesica yang berada di sampingnya.


...----------------...


Hahaha.


Haha.


Hahaha.


Suara ketawa Aka di dalam mobil yang sedang melaju.


Mendengar Aka tertawa, supirnya bertanya “bos, ada apa denganmu?.”


“Ternyata itu dia, ternyata dia” ucap Aka.


Haha.


Haha.


Haha.


Aka kembali tertawa terbahak-bahak.

__ADS_1


...****************...


Ista dan Jesica berada di dalam mobil.


Ista melepas topeng pria tersebut dan menyimpannya di tas dan berkata “nanti topeng mu yang hilang, aku gantikan.”


Mendengar apa yang di katakan Ista, Jesica berkata dengan menggoda Ista “tidak usah di gantikan, itu memang khusus buatmu, ngomong-ngomong bagaimana rasanya berciuman?.”


“Apa yang kamu bicarakan!,” kata Ista dengan kaget mendengar apa yang di katakan oleh Jesica.


"Aku tahu, tadi di aula, pasangan yang mendapatkan kesempatan untuk berciuman. Itu kamu kan?," kata Jesica dengan menggoda Ista.


“Apakah saat itu terjadi hatimu ini berdetak” kata Jesica dengan menggoda sambil menyentuh dada Ista.


Ista langsung memukul tangan Jesica dan berkata “sudahlah jangan bahas itu lagi, bagaimana kondisi perusahaan?.”


“Aduh, Jangan mengalihkan pembicaraan, Ista.” Kata Jesica dengan menggoda sambil memegangi tangannya yang di pukul.


Sesaat kemudian.


“Kondisi perusahaan sekarang masih stabil,” kata Jesica kepada Ista dengan melirik.


“Apa kamu menyimpan buku besar itu?” kata Ista dengan serius.


“Tenanglah, buku itu tersimpan dengan rahasia.” Jawab Jesica.


“Jika kita kehilangan buku itu....,” kata Ista dengan cemas.


“Yap, jika seseorang menemukan buku itu dan melaporkannya, kita akan dalam bahaya,” kata Jesica.


“Jesica, lebih baik. Kamu jangan terlalu sering datang ke sini,” kata Ista.


“kenapa, apa masalahmu belum selesai?,” tanya Jesica dengan serius.


“Iya, masalahku lebih rumit dari yang kamu pikirkan,” jawab Ista.


“Baiklah, aku akan menuruti perkataan mu. Jika terjadi masalah yang tidak bisa kamu atasi, hubungi aku,” kata Jesica dengan melihat ke arah Ista dengan serius.


“Haha, sama seperti kriminal,” ucap Jesica dengan tertawa.


“Seperti jutawan asli.” kata Ista dengan senyuman.


“Bagaimana dengan dirimu?” tanya Jesica.


“Tenanglah, aku sudah menyuruh seseorang untuk mengambil uang yang telah di cuci perusahaan, kemudian mentransferkan nya kepadaku.” Kata Ista.


“Hihihi, aku telah memutar uang sebanyak 700 juta dollar. Jadi tidak mungkin untuk melacak uang tersebut.” Kata Jesica sambil ketawa sinis.


“Bagaimana kamu melakukannya?,” tanya Ista dengan penasaran.


“Para akuntan yang sangat membutuhkan uang.” Jawab Jesica.


“Sekarang, bagaimana kondisi di negara Mutiara Timur?” tanya Ista kepada Jesica.


“Tenangkan dirimu, Ista. Selesaikan terlebih dahulu masalahmu. Biar aku yang urus masalah perusahaan di negara Mutiara Timur,” kata Jesica.


sesaat kemudian.


Ista sedang berpikir "apakah Aka yang merencanakan ini semua?. Jika benar dia, aku akan menyuruh Jesica berhenti melakukan transaksi dengannya. Tetapi ini keterbalikan dari kehidupanku sebelumnya. Aka tidak memiliki hubungan dengan Hika dan Nash".


Tiba-tiba.


“Aaaahhh” teriak Ista di dalam mobil yang sedang melaju.


“Aahh, ada apa. Jangan membuatku kaget” kata Jesica yang berada di sebelah Ista.


“Maaf” kata Ista yang berada di samping nya.


“Hey, Jesica. Apakah kamu akan langsung meninggalkan negara ini?” tanya Ista kepada Jesica.

__ADS_1


“Aku tidak bisa berlama-lama di sini, ada banyak dokumen yang harus aku tinjau, karena karyawan yang lain tidak boleh tahu kegiatan perusahaan.” Jawab Jesica.


“Benar juga. Apakah tidak masalah, aku tidak bisa membantumu,?” tanya Ista.


“Ya ampun, seperti baru kenal kemarin sore saja, tenanglah masalah ini masih bisa aku selesaikan,” jawab Jesica dengan sedikit senyuman.


“Terima kasih,” kata Ista dengan sungguh-sungguh.


“Semestinya, aku yang berterima kasih kepadamu. Jika bukan karena dirimu yang menghubungi ku terlebih dahulu, mungkin sekarang aku sedang meminta-minta” jawab Jesica dengan serius.


Jesica dan Ista kembali berbicara dan bercanda di dalam mobil hingga Jesica berangkat ke negara Mutiara Timur.


...****************...


Sesampainya Ista di rumah kemudian memasukinya.


Melihat Ista yang baru pulang bu Ris berkata “baru pulang kamu nak?.”


“Iya, maa.” kata Ista dengan pelan.


“Kenapa mama belum tidur?” tanya Ista.


“Mama sedang menunggu papamu pulang,” jawab bu Ris.


Mendengar perkataan ibunya, Ista bertanya “papa jam segini masih belum pulang??.”


“sepertinya papamu kembali lembur di kantornya” jawab bu Ris.


“ya sudah mama, tidur saja terlebih dahulu. Papa paling tidur di kantornya,” kata Ista.


Ibunya Ista langsung memasuki kamarnya dan Ista juga memasuki kamarnya yang berada di atas.


Ista yang sedang berbaring di atas kasurnya dengan memegang topeng yang tertukar.


“Siapa pemilik topeng ini?,” kata Ista dengan memutar-mutarkan topeng yang di pegang nya.


“Ahhhhh, aku sangat malu, memikirkan kejadian tadi,” kata Ista yang menaruh topeng itu di kasur kemudian menutupi wajahnya.


...****************...


Di waktu yang sama.


Di sebuah toko kue, yang tidak jauh dari tempat perayaan, terdapat Hika dan Nash sedang berbicara.


“Hika, apa orang gendut tadi itu pak Andy?,” kata Nash sedang duduk di seberang Hika dengan sebuah kue di atas meja yang Hika pesan.


“Iyaa, itu adalah pak Andy,” jawab Hika sambil memakan kuenya.


“Dia memiliki ambisi yang besar,” kata Nash yang berada di depannya.


“Bukankah itu bagus,” jawab Hika yang sedang mengunyah kue nya.


“Apakah tidak masalah, kita berhubungan dengan orang seperti itu?,” tanya Nash yang berada di depan Hika dengan melihatnya sedang memakan kue.


“Tidak masalah. Kenapa, kamu takut?,” jawab Hika.


“Bagaimana kita bisa mendapatkan hati Ista” kata Nash.


Hika menghiraukan perkataan Nash dan memakan kuenya.


Nash yang merasa dirinya di hiraukan langsung membentak Hika “Berhenti lah memakan kue mu, aku sedang bicara serius!.”


“Kamu bodoh!,”kata Hika yang menghiraukan perkataan Nash dan memakan kuenya kembali.


Brak.


Suara Nash yang memukul meja dengan berkata dengan marah “Apa maksudmu!.”


“Kenapa, kamu selalu saja marah dengan situasi kita?. Kamu jangan melihat dari sudut pandang kita berdua,” jelas Hika.

__ADS_1


“Dari sudut pandang apa maksudmu??” kata Nash yang sedang berdiri.


“Duduklah, terlebih dahulu,” kata Hika yang selesai memakan kuenya sambil memesan minuman.


__ADS_2