15 Tahun Mengubah Segalanya

15 Tahun Mengubah Segalanya
Jesica Investment


__ADS_3

...****************...


Ista melihat ke langit yang gelap dan menyadari bahwa hari sudah malam, langsung memesankan kamar hotel yang tidak jauh dari lokasi bandara.


Ista kemudian menunggu Jesica di pintu keluar bandara.


Jesica keluar dengan keadaan berantakan dari pintu keluar.


Melihat Jesica yang berantakan Ista langsung mengarahkannya ke hotel yang sudah Ista pesan sebelumnya.


Sesampainya di kamar, mereka berdua duduk di kursi kamar hotel tersebut.


“Karena bath runtuh, seluruh Asia akan berada dalam ancaman” kata Jesica sambil beristirahat.


“Jadi, berapa banyak keuntungan kita?” kata Ista.


“Di saat... ,penutupan keuntungan kita menurun” kata Jesica yang berjalan menuju kasur dan tiduran di sana.


“Cepat katakan, berapa keuntungan kita??” kata Ista dengan kesal.


Jesica menunjukan angkat 3 dan berkata “30 milliar dollar.”


“Hahaha,” kata Jesica dengan ketawa.


“Jesica, tenangkan dirimu dan kembali berkerja. ancaman di Asia belum ber akhir sampai di sini” kata Ista dengan serius.


“Selanjutnya negara Mutiara Timur” kata Ista.


“Oke, oke. Aku akan melakukan apa yang kamu katakan,” kata Jesica yang sedang berada di atas kasur.


Ista berpikir dalam benaknya sambil duduk "krisis yang terjadi sekarang, sedikit menyebabkan masalah pada keluarga konglomerat di negara ini, lebih baik aku membantunya."


“Dan aku ingin kamu melakukan sesuatu, Jesica,” kata Ista.


“Kamu ingin aku melakukan apa?,” kata Jesica yang berada di atas kasur.


“Aku ingin kamu membantu perusahaan Ka Grup” kata Ista dengan duduk di kursi.


“Bukankah itu merupakan salah satu konglomerat di negara ini?” kata Jesica.


“Karena krisis ini membuat keluarga konglomerat mempunyai sedikit masalah, aku ingin kamu membantu mereka” kata Ista sambil berjalan menuju kasurnya.


“Untuk apa ?, mereka memiliki banyak dana cadangan,” kata Jesica dengan penasaran.


“Kamu tidak akan membantu pemimpin keluarga itu,” kata Ista yang sudah berada di atas kasur.


"Terus?,kamu menyuruhku untuk membantu siapa?,” kata Jesica dengan binggung.

__ADS_1


“Kamu cari pria bernama Aka, di perusahaan tersebut dan bantulah dia,” jawab Ista yang duduk di atas kasur.


“Seorang pria?, apakah dia pasanganmu?” kata Jesica dengan menggoda Ista.


“Tidak, aku memiliki suatu alasan untuk membantunya” kata Ista yang melirik Jesica.


Ista langsung tiduran dengan menatap ke langit-langit kamar hotel dan berkata dalam benaknya "kenapa aku mengkhawatirkan nya."


......................


keesokkan harinya


Ista dan Jesica yang sedang memakai pakaian tidur, memesan sarapan untuk di bawakan ke kamar mereka.


Sesampainya makanan tersebut, Ista dan Jesica mulai sarapan pagi.


Selesai mereka makan bersama, Ista berkata “kamu mungkin sudah mengetahuinya, Jesica. Kalo aku tidak ingin keberadaan ku terpublikasikan.”


“Apakah kamu memiliki sebuah masalah?. Ingin, aku membantumu menyelesaikannya,” jawab Jesica yang sedang merapikan mulutnya dari sisa makanan.


“Tidak perlu, aku bisa menyelesaikannya sendiri. Lebih baik kamu melakukan yang aku katakan kemarin,”kata Ista sambil minum air.


“Tetapi dengan ketenaran ini akan membantu kita , tidak peduli ...,” kata Jesica dengan serius di depan Ista.


Sebelum Jesica menyelesaikan perkataannya, Ista langsung berkata “Jesica Investment.itu akan menjadi nama perusahaan kita.”


Mendengar perkataan Jesica yang tidak bisa menerima nama perusahaan, Ista berkata dalam hati dengan tersenyum "sama seperti di kehidupanku sebelumnya. kamu masih memiliki hati nurani mu ya, Jesica. Sebab itulah aku memilihmu sekarang."


"Itu hanya sebuah nama, sudah seharusnya memakai namamu, Jesica. Anggap lah itu sebagai bayaran untukmu, karena bekerja sangat keras dan mendengarkan perkataan ku” kata Ista kepada Jesica


“Lebih baik kita mandi terlebih dahulu, badanku terasa tidak enak” kata Jesica.


Selesai Ista dan Jesica mandi mereka kembali berdiskusi di meja kamar hotel yang mereka tempati.


“Jesica, kita akan berinvestasi tanah,” kata Ista yang duduk di depan Jesica.


Mendengar apa yang di katakan oleh ista, Jesica langsung berdiri dan berkata “tanah??, untuk apa. Kamu memiliki Indeks pasar saham kenapa harus ke tanah.”


“Perumahaan akan menjadi bagiannya karena krisis saat ini,” kata Ista sambil memainkan pulpennya di atas meja.


“Apa tidak akan terjadi pada kita berdua nantinya?,” kata Jesica yang kembali duduk.


“Tenanglah, aku sudah ada rencana. Pertama, kamu carilah pasar sebagai suatu keamanan dan membagi perusahaan kita, jika kamu menginginkannya kamu bisa berinvestasi sebanyak yang kamu mau,” ucap Ista dengan serius ke arah Jesica.


“Di mana kita akan memecahkan perusahaan,” kata Jesica dengan penasaran.


“Di tempat yang sangat rumit bahkan seorang ahli pun sangat sulit untuk mencari siapa yang mereka tangani, ayo kita buat Paper Company,” kata Ista sambil minum air yang ada di atas meja.

__ADS_1


*Papper company adalah perusahaan yang ada hanya nama (tetapi berbeda dengan ghost company)*


“Apakah kamu serius, melakukan ini Ista?,”kata Jesica dengan kaget.


“Aku sangat serius,percayalah padaku. Sebelum kamu memasuki negara Mutiara Timur, buat lah desk Jesica. Aku tidak peduli dengan Skill dan kepintaran mereka, yang terpenting mereka harus setia dan dapat di percayai” kata Ista dengan serius.


*Desk adalah suatu departemen yang mengacu kepada suatu jabatan tertentu*


“Jika kamu tidak ingin memeriksa skill nya, aku memiliki banyak teman yang bagus untuk di pekerjakan.” kata Jesica.


“Baiklah, aku serahkan semuanya kepadamu” ucap Ista.


Seketika.


“Tetapi ingat!, kamu jangan memberi hak kepada meraka untuk mengetahui apa yang sedang terjadi pada perusahaan,” kata Ista dengan menatap Jesica dengan serius.


“Baiklah, aku akan menuruti perkataan mu,” kata Jesica.


“Ayoo, Jesica ini bukan saatnya kita untuk bersenang-senang menghabiskan uang kita, jika kita menginginkan semua uang di dunia” kata Ista dengan tersenyum.


“Sepertinya, aku harus pergi ke salon terlebih dahulu, karena rencana liburanku tertunda,” kata Jesica dengan kecewa.


Ista melihat ke arah langit dan berkata “sepertinya kita sudah mulai mempercayai satu sama lain.”


“Jesica apakah kamu ingin tinggal di sini?” kata Ista dengan serius.


Mendengar perkataan Ista yang mengajaknya tinggal di negara seribu pulau, Jesica berkata kepada Ista yang berada di depannya “sepertinya tidak bisa, banyak hal yang harus aku lakukan di sana. tenang saja, aku akan membantu pria tersebut.”


Selesai mereka berbicara, Ista pulang ke rumahnya.


...****************...


Di waktu yang sama saat Ista berada di hotel.


Aka yang berada di dalam mobil sedang melepas perban yang membungkus tangan kanannya.


“Bos, kenapa kemarin datang ke sana?, lihatlah apa yang terjadi dengan tanganmu bos,” tanya supir kepada Aka yang sedang menyetir.


Mendengar apa yang di tanyakan oleh supirnya, Aka berkata “ tidak apa-apa, ke sana hanya ingin membuat suatu perjanjian bisnis.”


“Oh, iya bos. Saya baru ingat, sepertinya permasalahan perusahaan itu dengan lintah darat agak mencurigakan” kata supir yang sedang menyetir.


Mendengar apa yang di katakan supirnya, Aka berpikir dan berkata “jika seperti itu, kamu terus awasi mereka.”


Sesaat kemudian, Aka berkata dengan kesal “kenapa kamu selalu memanggilku, bos? aku masih muda.”


“Aku di suruh sama nyonya, bos,” kata supir yang sedang menyetir.

__ADS_1


Mendengar jawaban supirnya, Aka pun melihat ke luar jendela mobilnya.


__ADS_2