15 Tahun Mengubah Segalanya

15 Tahun Mengubah Segalanya
Pengakuan Aka dan Trauma Ista


__ADS_3

Ista berhasil keluar dari jendela dengan melompatinya.


seketika.


“Itu di sana!!” teriak seseorang.


“Ista, ayoo lari!” teriak Aka dengan mengandeng tangan Ista.


Ista melihat Aka memegangi bagian perutnya yang mengeluarkan darah berkata “Apa yang telah terjadi padamu!.”


“Hey, aku bertanya kepadamu!” teriak Ista sambil berlari.


“Ini tidaklah penting, lebih baik kita lari terlebih dahulu,” kata Aka yang menarik tangan Ista dan memegangi perutnya.


Ista dan Ak berlari melewati pintu pagar belakang.


Brrreeeemmm.


“Bos, cepat naik!” kata supir Aka.


Ista dan Aka berhenti berlari dan melihat bahwa itu mobil supir Aka, lalu mereka memasuki mobil tersebut.


“Cepat Jalan!!” teriak Aka.


Bbrreeemmm.


Mobil yang mereka naikki melaju dengan kecepatan tinggi.


Di depan rumah Aka.


“Bos, mereka berhasil melarikan diri,” kata anak buah Raka dengan ngos-ngosan kepada Raka yang berada di dalam mobil.


“Sedang apa kamu di sini, cepat kejar mereka!!,” kata Raka dengan marah di dalam mobilnya.


“Baik, bos,” kata anak buah tersebut.


Bbrreeemmm.


suara sekumpulan mobil mengejar.


Kemudian Raka ikut mengejar Ista dan Aka yang mana di dalam mobil Raka terdapat Nash dan Hika.


Di dalam mobil Aka.


Aka melihat ke belakang bahwa mereka masih di ikuti lalu berkata kepada supirnya “Pergi ke arah pelabuhan!.”


“Baik!,” kata supir dengan keras.


“Bantu aku menekan ini,” kata Aka kepada Ista dengan menunjukan perutnya.


Kemudian Ista menekan perut Aka yang terkena pisau dan berkata “apa yang telah terjadi!.”


Aka mengacuhkan Ista dan menyobek celana nya lalu mengikat perutnya sehingga menutupi lukanya.


“kamu bisa melepaskannya” kata Aka kepada Ista


Kemudian Ista melepas tangannya yang berada di perut Ak dan berpikir "Aka yang melindungi ku?, kapan, dimana, dan bagaimana dia melakukannya!, ini sama sekali tidak ada di kehidupanku sebelumnya".


"Aka yang aku kenal saat di kehidupanku sebelumnya adalah type yang mencari keuntungan. kenapa dia seperti ini sekarang, aku benar-benar tidak mengerti apa yang telah ku lakukan di kehidupanku yang sekarang" pikir Ista di dalam mobil dengan darah di tangannya.


Beberapa saat kemudian.

__ADS_1


Breeem.


Mobil yang di kendarai supir Aka sampai di sebuah pelabuhan.


“Bos, apa mereka masih mengejar,” kata supir.


“Sepertinya mereka kehilangan kita,” kata Aka.


“Kenapa!” teriak Ista dengan sedih melihat kondisi Aka yang banyak darah di badannya.


Aka yang melihat tatapan, Ista kemudian keluar dari mobil dan berjalan ke arah laut.


Aka kemudian berhenti di tepi pelabuhan.


Ista kemudian turun dari mobil melihat ke arah Aka yang kondisi berumuran darah di seluruh badannya sedang berdiri di tepi laut dengan hembusan angin yang menimpanya di tambah cahaya matahari sore yang menyinari nya.


Kemudian Ista berjalan mendatanginya.


Saat Ista sampai di samping Aka kemudian berhenti dan berkata “Kenapa lukisan ku ada padamu!.”


“Aku membelinya” ujar Aka dengan pelan.


“Kenapa jaket mu banyak noda darah? Apa kamu melindungi ku!” bentak Ista dengan keras.


“Apa aku seperti anak kecil bagimu?, aku tidak membutuhkan penjagaan dan perhatian darimu.” Kata Ista yang berada di samping Aka.


“Bukan itu maksud dari perbuatan ku,” kata Aka kepada Ista.


“Apa aku terlihat lemah di matamu?,” teriak Ista kepada Aka.


Aka mendengar pertanyaan Ista yang berada di sampingnya kemudian melihat ke arah Ista dan berkata “apa kamu membutuhkan penjelasan dariku?.”


“Coba jelaskan kepadaku” kata Ista.


“Kenapa kamu peduli kepadaku?” tanya Ista.


“Karena aku menyukaimu,” kata Aka dengan pelan.


Seketika suasana menjadi hening yang membuat Aka dan Ista saling bertatapan, dengan hembusan angin laut menerpa mereka dan cahaya matahari sore menyinarinya.


Ista kemudian berpikir "aku benar-benar mengubah segalanya dalam kehidupanku yang sekarang. Apa yang harus aku lakukan?, aku masih tidak mempercayai yang namanya Cinta."


“Kenapa kamu menyukaiku, untuk apa, bu.....”kata Ista


Sebelum Ista menyelesaikan perkataannya Aka langsung berjalan ke arah Ista, dan menarik dagu Ista ke atas dengan tangan kanannya yang berlumuran darah lalu mengarahkan bibir Ista ke bibir nya.


Ista yang merasa bibirnya telah menyentuh bibir Aka yang masih terdapat darah seketika menutup kedua matanya dengan tangan yang mengepal.


Supir nya sedang melihat ke arah mereka berdua sedang berciuman dengan angin laut yang menerjang keduanya nampak membuat rambut keduanya melambai dengan sinar matahari sore menyinari mereka.


Supir yang berada di luar mobil melihat keduanya dari kejauhan lalu berkata “bos, kamu sudah melakukan yang terbaik, tapi cinta tetap membutuhkan perjuangan dan pengakuan, seperti yang kamu lakukan sekarang.”


Seketika.


Gedebuk.


Suara tubuh Aka yang terjatung ke pundak Ista.


Ista kemudian membuka matanya melihat bahwa Aka tidak sadarkan diri di pundaknya kemudian menepuk wajahnya dan berkata“hey, bangun!!!!.”


“Aka bangun!!!,” teriak Ista.

__ADS_1


Ista kemudian perlahan duduk dan Aka berada di pundaknya.


Ista melihat kondisi Aka yang berumuran darah, perlahan menangis dan berteriak “panggil ambulan!!.”


Kemudian supir mendengar teriak an Ista langsung memanggil ambulan untuk datang.


Wiuwiwuwiuwiwu.


Mobil ambulan mendatangi mereka dan membawa Aka ke rumah sakit terdekat.


Di sebuah rumah sakit


Ista sedang berjongkok di depan pintu ruang operasi dengan darah di tangannya dan terdapat noda darah dan tanah di seluruh pakaiannya, Ista melihat ke arah sepatu yang masih memakai sepatu Aka.


“Ada apa denganku?, kenapa aku menangis untuknya,” kata Ista dengan menunduk kan kepalanya melihat ke arah sepatu yang Ista pakai.


“Aku sama sekali tidak percaya kembali yang namanya cinta sejak kehidupanku sebelumnya,” ucap Ista dengan pelan.


“Sekarang bukan waktuku untuk bersedih, ada pekerjaan yang harus aku lakukan, benar aku harus melakukannya!,” ucap Ista untuk menyakinkan dirinya.


Ista kemudian mencari handphonenya di saku celananya.


Ista kemudian berjalan menjauh dari ruang operasi sambil mencari no Jesica kemudian menghubunginya.


Ddrriingg.


Ddrriinngg.


Ddrriinngg.


Jesica mengangkat telepon dari Ista.


“Hallo,” kata Jesica.


“Jesica!, aku butuh bantuan mu” kata Ista.


"kalian sudah berani bermain kasar. Baik, aku akan melayani mereka," pikir Ista sambil memegang handphone di telinganya.


“Tumben sekali, kamu membutuhkan bantuan dariku. Bantuan seperti apa?,” kata Jesica.


“Bisakah kamu mencarikan 4 orang untukku” kata Ista.


"Jika aku bisa membawa salah satu dari the prime evils, maka masalahku bisa ter atasi," pikir Ista dalam benaknya.


The Prime Evils adalah sebuah sebutan untuk orang yang berhasil di dunia ekonomi dengan cara yang tidak di ijinkan alias ilegal, di kehidupan Ista sebelumnya mereka terdapat 4 orang.


“Coba sebutkan, nanti akan aku suruh orang mencari mereka,” jawab Jesica.


Kemudian Ista menyebutkannya satu-satu nama kepada Jesica.


“Cepat ambilkan aku pulpen,” kata Jesica kepada karyawannya.


“Dan carikan beberapa orang yang pandai bertarung,” kata Ista


“Untuk apa kamu membutuhkan mereka?,” tanya Jesica kepada Ista.


“Aku membutuhkan tenaga mereka di sini, sebagai kesatria ku,” jawab Ista.


“Apa kamu akan membentuk pasukan mu sendiri, Ista,”ucap Jesica.


“Jesica, kita sudah masuk ke dalam dunia bawah, sudah sewajarnya kita mempunyai pasukan sendiri.”jelas Ista.

__ADS_1


“Baiklah, aku akan menuruti perkataan mu,” jawab Jesica.


Jangan lupa VLR (Vote,Like and Rate) nya yah.


__ADS_2