15 Tahun Mengubah Segalanya

15 Tahun Mengubah Segalanya
Kabur nya sang Antagonis dan sesuatu yang terlewat kan.


__ADS_3

Di waktu yang sama dengan tempat berbeda, di sebuah cafe terdapat seorang wanita dan pria sedang duduk saling berhadapan di pojok ruangan cafe tersebut dengan beberapa orang asing yang mengawasi mereka.


Ran mengamati di sekitarnya lalu berbisik kepada Hika yang sedang duduk di hadapannya dengan menutupi mulut “aku merasakan bahwa kita sedang di awasi."


Hika lalu melirik ke seluruh ruangan cafe dan berbisik sambil berpura-pura minum kepada Nash “diamlah, aku juga tahu kalo kita sedang di awasi. Tidak bisakah kamu untuk tetap tenang, jangan terlalu mencolok jika kita mengetahui mereka.”


“Kenapa orang-orang asing mengawasi kita” kata Nash dengan heran.


“Aku juga tidak mengerti, apa hubungan mereka dengan kita” jawab Hika


“Apa ini ulah Ista?, sejak kapan ia memiliki bawahan!. Seperti tidak aman berada di sini untuk sementara waktu,” pikir Ista sambil melirik dengan berpura-pura sedang minum.


“Berikut foto-foto orang yang termasuk dpo dari pihak kepolisian,” suara berita televisi.


Hika terkejut melihat bahwa ia dan nash masuk dalam dpo tersebut, tetapi Nash tidak mengetahuinya karena televisi tersebut berada di belakangnya.


Hika tiba-tiba mengeluarkan buku dan alat tulis lalu menulis sesuatu.


Nash yang melihat Hika sedang menulis sesuatu lalu berbisik “kamu sedang melakukan apa?”


Hika selesai menulis lalu menyodorkan tulisannya ke hadapan Nash.


“Ayo kita pergi” kata Nash yang membaca tulisan tersebut.


Nash kebingungan dengan tulisan Hika dengan berbisik “kenapa terburu-buru? kita belum membahas masalah pak Zar dan Raka.”


Hika mendengarnya menahan emosinya saat ini lalu berkata “apa kamu ingin memberitahukan kepada mereka, bahwa kita memiliki suatu hubungan dengan mereka.”


Nash kemudian menyadari bahwa ia sedang di awasi lalu berkata “benar juga.”


Nash dan Hika berjalan keluar dari cafe lalu meninggalkan lokasi tersebut memakai mobil milik Nash, bersama beberapa orang masih mengikuti mereka.


...****************...


Matahari mulai sedikit terbenam menandakan bahwa hari sudah senja.


Di sebuah perempatan lampu merah terdapat seorang wanita yang sedang memasuki sebuah cafe dengan dua orang pria saling bertatapan penuh emosi di depan pintu cafe tersebut.


“Siapa kamu!?” tanya Ran dengan keras sambil melihat ke arah Aka .


Aka yang mendengar suara Ran menambah emosinya meluap-luap yang mengingatkannya akan kejadian malam hari di cafe dulu.


Aka langsung mengcekram kerah baju dari Ran dan mendorongnya ke tembok cafe yang berada di depannya lalu berkata “jangan pernah tunjukan mukamu, kepadanya!”

__ADS_1


Ran tidak mengetahui bahwa sewaktu di cafe dulu orang yang memukulnya tersebut adalah Aka sambil memegang tangan Aka yang berada di kerah bajunya berkata dengan marah “apa urusanmu, boleh dan tidaknya diriku!"


Ista yang sedang mengambil bekal yang tertinggal di dalam cafe kemudian keluar dari cafe tersebut dengan buru-buru.


Saat Ista berada di luar ia melihat bahwa Aka sedang mencekram kerah dari Ran.


Ista kemudian berjalan menghampiri mereka dan berkata “Aka, lepaskan.”


Ran dan Aka melihat bahwa Ista sudah keluar dari cafe, Aka kemudian melepaskan cekramannya.


Ista langsung menyodorkan bekal di tangannya ke arah Aka dan berkata dengan nada kesal “ambil ini!”


Aka lalu mengambil sesuatu yang di berikan oleh Ista dan berkata sambil melihatnya “apa ini?”


Ran yang melihat bahwa Ista membawa bekalnya untuk di berikan kepada Aka lalu menarik lengan kiri Ista dan berjalan ke arah motornya dengan berkata “ayo, kita pulang.”


Aka sedang melihat barang yang di berikan oleh Ista menyadari bahwa di tarik oleh Ran, lalu menarik lagi lengan kanan Ista dengan berkata kepada Ran “biar aku yang mengantarkannya.”


Ran kembali menarik lengan Ista dan berkata kepada Aka “aku yang membawanya, jadi aku yang akan mengantarkannya.”


Aka lalu menarik Ista kembali ke sisinya dan berkata kepada Ran “kenapa, kamu yang harus mengantarkannya.”


Ista merasa bahwa dirinya kembali ke tarik kedua sisi lagi, menahan amarahnya lalu berteriak “aku pulang sendiri!!”


Ran dan Aka yang mendengar teriak Ista serentak melepaskan tangannya lalu memegang kuping mereka masing-masing.


Ran dan Aka melihat Ista masuk kedalam taxi, merekapun berjalan ke masing-masing kendaraannya.


Aka membuka bagasi mobilnya lalu menaruh barang di berikan oleh Ista, Aka melihat terdapat sebuah topeng pesta dan mengambilnya sambil berkata “bukankah ini topeng punyaku?.”


Aka kemudian menutup bagasi mobilnya dan berjalan ke pintu depan.


Brrremmmmmm brrreeeemmmm bbbbrrreeemmm.


Ran sedang menggeber-geber kan motornya saat Aka yang sedang memasuki mobil.


“Orang itu, mencari masalah!” kata Aka yang sudah berada di dalam mobil sambil melihat Ran.


Lalu Aka mengalihkan pandangannya ke topeng yang ia pegang dan memasukannya ke dalam laci mobil.


“Apa aku pergi ke studionya? ....sudahlah, besok saja,” pikir Aka.


Di waktu yang sama di sebuah jalan utama.

__ADS_1


Nash sedang menyetir, mengingat hal yang penting lalu melihat ke arah Hika yang berada di sampingnya dan berkata “hey, Hika. Apa yang kamu lakukan terdahap mereka berdua?”


“Aku mengganti identitasku yang merupakan anak asuk dari pak Andy kepada Raka, oleh sebab itu polisi tidak mengetahui kita” jawab Hika.


Lalu Hika berpikir “kenapa kita masuk dalam daftar dpo? Apa jangan-jangan kita sudah di awasi sejak lama.”


“Oleh sebab itu kamu meminta identitas kita?” tanya Nash sambil menyetir.


Hika menghiraukan pertanyaan Nash dan melihat ke belakang lalu berpikir “siapa yang menyuruh mereka, apakah Ista?”


Nash yang sedang menyetir menyadari bahwa pertanyaan di hiraukan lalu melihat Hika yang sedang melihat ke arah belakang dan bertanya “ada apa ?”


Hika lalu kembali melihat ke depan dan berkata “tidak ada.”


“Untung saja aku sudah menduga hal ini” pikir Hika.


Hika lalu berkata kepada Nash yang sedang menyetir “apa kamu masih menyukaiku?”


Nash yang sedang menyetir mobil terkejut mendengar apa yang di katakan oleh Hika lalu menjawab “kenapa kamu tiba-tiba, menanyakan hal seperti itu.”


“Jawab saja pertanyaanku” kata Hika.


“Apa kamu masih meragukanku?” ucap Nash yang sedang menyetir.


Nash melihat ke arah spion bahwa terdapat beberapa mobil dari kejauhan sedang mengikutinya lalu berkata “sepertinya kita masih di ikuti oleh mereka.”


“Jika kamu masih menyukaiku, turunkan aku di gang itu dan alihkan mereka” kata Hika sambil menunjuk ke gang tersebut.


“Apa!” ucap Nash yang terkejut.


Nash kemudian menenangkan diri lalu berkata dengan melihat ke arah Hika sambil menyetir dengan satu tangan “tunggu dulu, maksudmu kamu mencoba untuk kabur dan meninggalkanku?”


Kemudian Hika melihat ke arah Nash dan kembali bertanya “kamu menyukaiku apa tidak?”


Nash kemudian kembali melihat ke jalan dengan menyetir dengan kedua tangannya lalu menundukan kepalanya dan berkata ”baiklah, aku akan melakukannya untukmu."


“Bagaimana kamu akan melarikan diri?” tanya Nash sambil melihat ke arah Hika kembali.


Hika melihat ke luar jendela yang berada di sampingnya dan berkata “aku akan melakukannya dengan caraku.”


Nash kemudian mengantarkan Hika ke gang yang di tunjuk olehnya.


Hika lalu turun dari mobil dan berkata “cepatlah pergi, jangan sampai mereka melihatku turun.”

__ADS_1


kemudian Hika berjalan membelakangi mobil dan meninggalkan Nash yang berada di dalam mobil tersebut.


Nash yang melihat punggung Hika lalu berkata dengan pelan “hati-hati, jika aku berhasil lolos dari mereka. aku akan mendatangimu kembali.”


__ADS_2