
...****************...
Ista yang melihat Ran sedang memainkan gitarnya sambil bernyanyi dengan melo membuat Ista terkagum di buatnya.
Dengan suaranya yang merdu di tambah genjrengan gitar menambah pesona dari Ran yang berada di atas panggung.
Kemudian di akhir lagunya, Ran menghampiri Ista dengan bernyanyi sambil memainkan gitarnya.
“Dia melakukannya lagi!,” kata Ista yang melihat Ran sedang menuruni tangga panggung.
Ran yang berada berdiri melihatnya membawa nya naik ke atas panggung dengan menarik tangan Ista.
Saat tangannya di tarik oleh Ran, Ista berbisik “sekarang, apa yang ingin kamu lakukan?.”
Ran tersenyum mendengar bisikan dari Ista.
Sesampainya di atas panggung, Ran kemudian melepas handset di telinganya dan memasangkannya ke Ista, lalu Ran melirik Ista untuk bernyanyi di mikrofon yang sudah tersedia di atas panggung.
“Ikuti liriknya di telingamu” bisik Ran di samping Ista yang sedang memainkan gitar.
“Kamu menyuruhku bernyanyi??” tanya Ista yang berada di atas panggung dengan menunjuk ke diri sendiri.
Ran yang sedang memainkan gitar, menganggukkan kepalanya.
“Apakah kamu serius?” tanya Ista dengan kaget.
“Cepatlah, bentar lagi liriknya masuk,” bisik Ran yang sedang memainkan gitarnya.
Mendengar apa yang di bisikan Ran, Ista mau ngga mau harus bernyanyi. Kemudian Ista berjalan ke arah mikrofon yang sudah tersedia di atas panggung.
Ista yang mendengar lirik di telinganya melalui handset yang di pasang oleh Ran, mulai mengikutinya.
Ista langsung bernyanyi di atas panggung.
Mendengar Ista bernyanyi di atas panggung, Ran pun kaget mendengarnya lalu memainkan gitarnya mengikuti nada yang Ista nyanyikan.
Penonton yang mendengar Ista bernyanyi langsung mengangkat tangannya ke atas dan bergoyang ke kiri dan ke kanan sesuai irama.
Di waktu yang sama saat Ran memainkan gitar nya
...****************...
.
Aka pulang dari kantor langsung ke rumah Ista dan berjalan memutari rumahnya dengan memakai jaket bertudung sambil memasukan tangannya di saku jaket.
Kemudian melihat se ekor kucing berwarna hitam, putih dan oranye lalu Aka menghampirinya dan bersandar di tembok samping rumah Ista.
“Kucing manis, sedang apa kamu di sini?,” kata Aka dengan membelai Meli.
Tidak lama kemudian terdapat 3 orang yang sedang melihat-lihat rumah Ista tidak jauh dari posisi Aka bersandar.
Aka melihat ketiga orang tersebut, lalu mendatangi nya dan berkata “sedang apa kalian!.”
Ketiga orang tersebut saling menoleh dan mengangguk.
Ketiga orang tersebut tiba-tiba mendatangi Aka.
Melihat ketiganya menghampirinya, Aka kemudian memasang kuda-kuda untuk siap bertarung.
Pertarungan pun terjadi.
......................
♬♬♬♬♬♬.
Bak.
__ADS_1
♬♬♬♬♬.
Buk..
Saat pertarungan Aka terjadi dan di dalam Stadion terdapat Ista yang sedang bernyanyi.
Pertarungan dan kemerduan saling melengkapi satu sama lain.
Selesai Ista bernyanyi, penonton bersorak.
Wwowowoww.
Ista dan Ran kemudian berjalan menuruni tangga dan kembali ke ruang vvip.
Sesampainya di ruangan vvip, kemudian Ista memukul punggung Ran dan berkata “kamu ngga waras!!.”
“Aduh,” kata Ran kemudian tersenyum kepada Ista.
“Bagaimanapun suaramu bagus,” kata Ran yang dengan melihat ke arah Ista.
“Itu karena ulahmu!” kata Ista dengan kesal.
Ran tersenyum kepada Ista dan bertanya “apa kamu mau membuat lagu bersamaku.”
Ista tidak menjawab pertanyaan Ran kemudian melihat bahwa hari sudah gelap, Ista berjalan dan berkata “aku pulang.”
Melihat Ista ingin pulang, Ran langsung menaruh memberikan gitar ke panitia acara yang lewat, kemudian menyusul Ista dengan berteriak “Tunggu, aku akan mengantarkan mu.”
Kemudian Ista dan Ran angkat kaki dari stadion lalu mengantarkan Ista pulang.
......................
Kembali ke pertarungan di saat yang sama selesai Ista bernyanyi.
“Aahhh” teriak Aka dengan memegang lengan atas kanannya.
“Sepertinya lukaku belum sembuh,” kata Aka dengan pelan.
Bak.
Buk.
Pertarungan Aka selesai dengan ketiga orang tersebut melarikan diri yang meninggalkan Aka yang berpenampilan berantakan dengan darah keluar di mulutnya.
Aka mengusap darah di mulutnya kemudian duduk sambil bersandar di tembok samping rumah Ista.
Seketika.
Miieuw.
Miieuw.
Suara Meli yang menghampiri Aka.
Melihat kucing tersebut, Aka berkata dengan merangkul kucing tersebut “Apa kamu peliharaan dari rumah ini.”
Miieuw.
Suara Meli.
Bbrreeemmm.
Seketika Ran dan Ista datang menaiki motor Ran.
Ran mengantarkan Ista sampai di depan rumahnya.
Ista kemudian turun dari motor lalu melepaskan helmnya dan berkata “terima kasih atas waktunya, aku menikmatinya.”
__ADS_1
“sama-sama,” kata Ran yang berada di atas motornya
“Besok aku akan mengembalikan baju ini” kata Ista dengan melihat ke badannya.
“Tidak usah, pakai saja” kata Ran yang berada di atas motornya.
Aka yang berada di samping rumah Ista yang sedang duduk bersandar melihat ke arah mereka berdua dan berkata dengan tersenyum ”sepertinya dia habis bersenang-senang.”
“lebih baik aku tidak mengganggunya” kata Aka dengan pelan sambil menundukan kepalanya.
Kemudian Ran pergi meninggalkan rumah Ista.
Aka kemudian berusaha berdiri dan seketika Aka terjatuh.
Brak.
Ista yang berada di depan rumahnya mendengar suara tersebut, langsung berkata “Siapa di sana!.”
Ista langsung mendatangi sumber suara tersebut.
Melihat bahwa Ista sedang menghampirinya, Aka langsung berdiri lalu bersembunyi di belakang rumah Ista.
Ista berada di samping rumahnya berkata “Siapa, keluar!.”
Mmieuww.
Suara Meli.
Melihat bahwa itu kucingnya Ista berkata dan merangkul meli “oh, itu kamu Meli, sedang apa kamu di sini. Ayo pulang.”
“Ternyata itu kucingnya, sepertinya aku harus membawa makanan kucing besok” kata Aka yang berada di belakang rumah Ista dengan mengintip Ista dengan kucingnya di samping rumah Ista.
Ista kemudian memasuki rumahnya bersama Meli.
Aka melihat Ista memasuki rumahnya, kemudian berjalan pulang dengan memasang tudung jaketnya ke kepala Aka lalu memasukan kedua tangannya ke saku jaket.
...****************...
Aka berjalan melihat sebuah Caffe masih buka lalu memasukinya.
Di dalam Caffe tersebut terdapat Ran yang habis menganter Ista sedang minum di depan kasir bersama temannya yang merupakan pemilik caffe tersebut.
saat Aka memasuki ruangan melihat terdapat seorang pria yang sedang duduk lalu berpikir "bukan itu pria yang bersamanya".
Lalu Aka berjalan ke kasir dan berkata “tolong 1 yang sedang.”
Melihat Aka yang sedang memesan minuman pemilik tersebut berkata “baik lah, tunggu sebentar.”
“Ran, kita lanjut nanti pembicaraannya. Aku akan menyiapkan pesanan terlebih dahulu,” kata pemilik tersebut kepada Ran.
“Baiklah,” kata Ran.
Kemudian pegawai tersebut membuat 1 minuman dengan takaran sedang kepada Aka.
Mendengar pemilik tersebut memanggil pria di sebelahnya,Aka berpikir (ternyata namanya Ran).
Aka menghirau kan Ran, lalu menunggu pesanannya.
Tidak lama kemudian Pemilik tersebut membawa pesanan Aka dan memberikan kepada Aka lalu berkata “ini minumannya.”
Aka langsung mengeluarkan uang di sakunya dan memberikannya kepada pemilik caffe lalu berkata “ini uangnya.”
Pemilik tersebut kemudian mengambil uang yang di berikan Aka kemudian mendatai Ran dan berkata “apa maksudmu, kamu sedang bersama wanita akhir-akhir ini?.”
“Iya,” kata Ram yang sedang memainkan sedotan di minumannya.
“Apa itu sekarang menjadi hobimu?,” tanya pemilik caffe kepada Ran.
__ADS_1
Haha.
“Bisa, di bilang seperti itu,” kata Ran dengan tertawa kepada temannya yang merupakan pemilik caffe.