
Ista dan Jesica masih berbicara di dalam teleponnya.
“Ista, apa kamu akan menyuruhku membuka cabang di negaramu?” tanya Jesica
“Betul, aku ingin kamu membuka cabang di sini Jesica.” Jawab Ista yang berada di dalam rumah sakit.
Jesica heran kenapa Ista membutuhkan sekelompok orang kemudian bertanya kepada Ista “untuk apa orang-orang itu, bukankah lebih baik mencari orang yang berpengalaman dalam bidang ekonomi."
“Dari sebab itu Jesica. Aku menyuruhmu mencari 4 orang tersebut.” kata Ista dengan serius.
Jesica binggung dengan apa yang di maksud oleh Ista, kemudian membiarkannya karena permasalahan yang terjadi di perusahaan kemudian berkata kepada Ista "tapi, di sini aku sedang sedikit mengalami permasalahan."
mendengar pernyataan Jesica, Ista seketika mengingat sesuatu "ah, iya. Aku belum memberikan sesuatu yang penting kepada Jesica."
kemudian Ista berkata kepada Jesica mengenai rencananya “kamu tetap suruh seseorang mencari mereka semua, untuk masalah perusahaan kamu bisa datang ke negaraku. Aku akan memberimu sesuatu ,Jesica.”
Jesica terus mencatat nama-nama yang di sebutkan boleh Ista dan bertanya kepadanya “baiklah, aku percaya padamu. Jadi kapan aku ke sana?."
“3 hari lagi." Jawab Ista.
Jesica langsung berdiri di dalam ruangan nya dengan kaget berkata kepada Ista “3 hari ?,”
Ista ingin mengakhiri ini semua dengan cepat kemudian berkata kepada Jesica “lebih cepat, lebih baik Jesica."
“Baiklah,” kata Jesica dengan melihat ke arah nama-nama yang di sebutkan Ista sambil berdiri.
Saat Jesica melihat sebuah nama, kemudian berteriak “tunggu!!,”
Ista yang sedang memegang handphone di telinganya mendengar Jesica berteriak lalu berkata "ada apa?."
“Aku tahu nama ini, dia sekarang sebagai sekretaris ku,” kata Jesica dengan melihat salah satu nama yang di sebutkan Ista.
Ista kemudian berpikir "kenapa di antara mereka ber empat sekarang menjadi sekretaris?, sepertinya perbuatanku sudah merubah nasib seseorang di kehidupanku sebelumnya."
Ista senang jika seseorang dari mereka, sudah berhasil ia dapatkan lalu berkata kepada Jesica “benarkah, kalo begitu bawa dia bersamamu.”
Jesica menyadari bahwa Ista tidak boleh mempublikasikan dirinya karena masalah yang terjadi di Perusahaan lalu berkata “hey, Ista. Apa kamu serius ingin menunjukan dirimu kepadanya?.”
Ista mendengar suara Jesica yang sedikit khawatir lalu berkata “tenanglah, Jesica. Kamu hanya perlu mengaturnya sebagai Pemimpin perusahaan di negaraku atau sebagai nya dan aku akan memberi perintah secara diam-diam kepadanya,”
Jesica heran apa maksudnya lalu bertanya “bagaimana kamu melakukannya?”
Ista kemudian berkata “lewat studio seni ku."
“Studio Seni...., sejak kapan kamu membukanya? Tanya Jesica dengan binggung.
“Aku membuatnya diam-diam hanya untuk mengisi waktu luang ku, karena uang yang mengalir dari perusahaan terus menumpuk di tabunganku” ucap Ista dalam panggilan handphone nya.
“Baiklah, aku akan mengunjungi studio mu” ucap Jesica.
Bbeeeppp.
Ista mematikan handphone nya.
__ADS_1
Ista kemudian memasukan kembali handphone nya ke dalam saku celana kemudian berkata kepada diri sendiri “sekarang aku tinggal membuat dokumen, yang berisi ringkasan ilmu dari kehidupanku yang sebelumnya!”
"aku tidak bisa menggunakan pengetahuanku di kehidupanku sebelumnya karena banyak yang telah berubah. Tetapi ilmu-ilmu dari massa depan tetap tidak akan berubah" pikir Ista dalam benaknya.
Ista menyadari bahwa badannya sudah tidak nyaman lalu berkata “sepertinya aku harus pergi mandi terlebih dahulu,”
kemudian Ista mengingat sesuatu yang sangat penting lalu berkata dengan terkejut “file yang di bicarakan papa!!.”
Ista mengetahui bahwa file tersebut berada di rumah Aka kemudian Ista segera pergi dari rumah sakit.
Supir yang berada tidak jauh dari Ista melihat bahwa Ista sedang ingin pergi lalu menyusulnya.
Supir tersebut kemudian menepuk pundak Ista lalu bertanya “kamu mau kemana?,”
Ista merasa bahwa pundaknya ada yang menyentuh lalu melihat ke arah orang yang menyentuh nya kemudian berkata “oh, kamu supirnya Aka??."
“Iya, benar,” jawab supir.
Ista menyadari kenapa tidak naik mobil saja, bukankah ada dia , lalu berkata kepada supir Aka “antar aku ke rumah Aka."
Supir tersebut kaget mendengar pernyataan Ista padahal Aka berada di rumah sakit lalu bertanya kepadanya “mau ngapain kamu kesana?, apa kamu tidak ingin menunggunya.”
“Aku ingin mengambil file yang berada di rumah Aka. Ayo antar aku." jawab Ista
Supirnya tidak bisa meninggalkan Aka sendiri di rumah sakit lalu berkata kepada Ista "tapi, bos tidak ada yang menjaganya."
Ista berkata dengan kesal padahal Ista sedang terburu-buru “kalo begitu serahkan kunci mobilmu!."
“Ini.....,” kata Supir tersebut dengan menyerahkan kunci kepada Ista.
Ista kemudian memasuki mobil Aka dan menyalakan mobilnya.
Brreeemmm.
Ista melaju dengan cepat ke rumah Aka
Lalu Ista yang sedang menyetir melihat di kursi belakang mobil terdapat banyak noda darah melalui kaca depan mobil.
“Untuk apa kamu melakukan hal yang tidak berguna seperti itu. asal kamu tahu, aku sama sepertimu Aka, di kehidupanku sebelumnya yang di butakan oleh cinta rela melakukan apa saja, tetapi tidak untuk sekarang.” kata Ista yang berada di kursi depan sedang menyetir mobil mengenai perbuatan Aka selama ini.
“Jadi, maaf. Aku masih belum bisa menerima semua perbuatanmu dan pengakuanmu kepadaku” kata Ista yang sedang menyetir mobil.
Sesaat kemudian.
Mobil yang di kendarai Ista berada di depan rumah Aka melihat bahwa rumah Aka berantakan karena bekas pertarungan antara Aka dan anak buah Raka dengan darah di mana-mana.
Ista kemudian berjalan melewati bekas pertarungan tersebut dan berkata dengan pelan sambil melihat bekas pertarungan “kamu tidak perlu sejauh ini melakukannya untukku.”
Sesampai pintu rumah Aka, Ista ingin membuka pintu tersebut tetapi terkunci.
Braaak.
Pintu rumah di tendang oleh Ista.
__ADS_1
Braak.
Akhirnya pintu tersebut terbuka oleh tendangan Ista.
Ista kemudian memasuki rumah Aka dan langsung mencari-cari file yang di simpan oleh Aka.
Sesaat sedang mencari Ista menyadari sesuatu yang terlewat, yang mana terdapat laci yang terbuka.
Laci tersebut yang ingin Ista buka sewaktu di kejar oleh anak buah Raka.
Ista kemudian melihat bahwa topeng miliknya sewaktu pesta ada di laci tersebut.
“Ini...., topeng milikku,” kata Ista sambil memegang topeng tersebut.
“Belarti topeng di kamarku..., milik Aka?” kata Ista dengan kaget.
“Jadi yang menciumku waktu itu Aka!” kata Ista.
“Sekarang bukan waktunya untuk ini, aku harus menemukan file milik papa!” kata Ista untuk menyakin kan dirinya.
Kemudian menyimpan kembali topeng tersebut ke dalam laci, lalu Ista terus mencari file tersebut ke seluruh isi rumah Aka dan melihat terdapat flashdisk yang tertancap di cpu di komputer.
Kemudian Ista duduk di depan komputer dan menyalakan komputer tersebut tetapi terkunci.
Ista berusaha membuka komputer tersebut dengan pengetahuannya tentang Aka di kehidupan sebelumnya.
Mulai dari tanggal lahir, hari penghargaan dsb.
Ista mengetahui jika pertemuan pertama kali dengan Aka di kehidupan sekarang adalah di acara kelulusan lalu berpikir “a**pa jangan-jangan tanggal kelulusan?”
Kemudia Ista mengetik tanggal 15 bulan dan tahunnya, dan akhirnya terbuka.
“Dia melakukan hal bodoh kembali,” kata Ista dengan marah karena perbuatan Aka yang menyukai nya sampai seperti ini.
Di dalam rumah Aka, Ista sedang duduk di depan komputer milik Aka sedang mencari file yang di bicarakan oleh ayahnya dan Aka sebagai bukti bahwa ayahnyanya tidak bersalah atas tuduhan terhadap ayahnya.
“Di mana Aka menyimpan file tersebut,” kata Ista dengan mencari-cari file di komputer Aka.
Ista kemudian menemukan sesuatu dengan nama pak Zar lalu berteriak dengan gembira “ketemu!.”
Kemudian Ista mengcopy-paste file tersebut dan memisahkan ke file lain lalu menyimpan nya di flashdisk yang tertancap di cpu komputer.
Kemudian Ista mengambil Flashdisk tersebut dan menyadari bahwa Ista belum membersihkan dirinya lalu berkata “lebih baik aku mandi di sini saja.”
Kemudian Ista pergi ke kamar mandi di rumah Aka dan melihat berbagai macam alat mandi Aka dan berkata dengan tersenyum “dia seperti perempuan, banyak sekali alat mandinya.”
Selesai Ista mandi lalu berkata “apa aku pinjam bajunya??,”
Kemudian Ista membuka lemari nya dan melihat banyak sekali pakaian yang tergantung rapi dan berkata “dasar anak orang kaya.”
“Oh iya, aku kan juga orang kaya. Hahaha.” Kata Ista sambil tertawa yang sadar akan kekayaan yang tersimpan di dalam tabungannya.
Kemudian Ista mengambil kemeja putih dan celana jeans pendek milik Aka dan memakainya lalu berkata dengan melebarkan kedua tangannya sambil melihat ke arah badan “sepertinya ini sedikit kebesaran untukku.”
__ADS_1
Jangan lupa VLR (Vote,Like and Rate) nya yah.