
...****************...
Saat hari semakin gelap dengan suara ombak yang menabrak pinggiran pantai.
Di sebuah jembatan kayu yang biasa di pakai oleh para nelayan untuk menaiki perahunya untuk berlayar terdapat sekelompok pria sedang menggotong tiga kantong hitam.
Breeeemmm.
Sebuah mobil sedan hitam berhenti tidak jauh dari mereka.
Seorang wanita cantik turun dari mobil tersebut dan berjalan ke arah mereka.
Rosa melihat ke arah kantong yang di bawa oleh anak buahnya dan bertanya “kenapa hanya ada tiga ?”
“Satunya berhasil melarikan diri” jawab seseorang dari mereka.
Mendengar apa yang di katakan anak buahnya Rosa lalu bergumam “sepertinya ada yang berhasil melarikan diri yah.”
Rosa kemudian membuka ketiga kantong hitam tersebut.
Nash yang masih sadar terkejut, melihat bahwa di sampingnya terdapat pak Andy dan Raka tidak sadarkan diri dengan darah di kepala lalu berkata dalam benaknya “siapa yang melakukan ini semua?”
“Si-siapa ka-kamu” ucap Nash yang terikat dengan terbata-bata sambil melihat seorang wanita di depannya.
Rosa melihat bahwa ternyata masih ada yang sadar lalu tersenyum dan berkata “kamu tidak perlu untuk mengetahui siapa aku.”
Rosa lalu menyodorkan tangannya ke belakang.
Asisten Rosa yang melihat tangan Rosa lalu membuka tasnya dan memberinya sebuah kertas.
Rosa lalu menghampiri Raka dan mengecap jempolnya ke kertas tersebut.
Nash yang melihat bahwa Rosa sedang ingin membuat Raka memberikan cap jempolnya lalu membentak Rosa “apa yang sedang kamu lakukan!”
Rosa merasa terganggu dengan suara Nash lalu menyuruh anak buahnya untuk membungkam mulut Nash dengan berkata “tutup mulutnya.”
“Baik,” jawab salah satu anak buah Rosa.
Anak buah tersebut langsung menutup mulut Nash dengan kain.
Hhhhhfffff.
Suara nash yang berusaha berkata tetapi tertutup oleh kain tersebut.
Rosa lalu melakukan hal yang sama terhadap pak Andy.
Yang Rosa lalukan adalah membuat surat pernyataan bahwa semua asetnya akan menjadi miliknya, Rosa sengaja membuat kedua orang tersebut terlebih dahulu terpuruk lalu mengambil semua milik mereka.
Rosa kemudian ke depan Nash yang sedang di bekap mulutnya lalu mengejeknya “kamu tidak memiliki suatu yang berharga.”
Lalu Rosa berbalik dan memberi perintah kepada anak buahnya “lakukan sekarang.”
Orang-orang lalu memasukan kembali ketiga orang itu ke dalam kantong hitam.
Hhhwhhwhwhhwh...
Nash yang berusaha berteriak.
Kemudian mengikat ketiga kantong dengan sebuah batu besar sebagai penahan supaya tida mengambang, lalu menendangnya.
Plup.
Plup.
Plup.
“ayo kembali” ucap salah satu anak buah Rosa kepada rekannya.
Bbbrrreeeemmmmm.
Kemudian anak buah Rosa meninggalkan lokasi tersebut.
__ADS_1
Salah satu dari ketiga kantong bergerak dengan hebatnya.
...****************...
Hari telah berganti sebuah sinar matahari pagi mulai menyinari alam semesta.
Terdapat sebuah mobil yang sedang melaju, di dalamnya terdapat Aka dan supirnya yang sedang menyetir.
“Bos, nyonya memanggilmu” ucap supir yang sedang menyetir.
“Biarlah, jika dia ingin bertemu denganku. Lebih baik dia datang menemui ku” jawab Aka.
“Tapi...,” ucap supir.
Sebelum supirnya menyelesaikan perkataannya, Aka langsung berkata “apa kamu bekerja untuknya atau untukku.”
“Untukmu, bos,” ucap Supir.
Di saat mereka sampai di depan gedung perusahaan.
Aka kemudian keluar dari mobil.
Supir yang ingin berangkat seketika mengingat sesuatu dan keluar dari mobil lalu menyusul Aka dengan berkata “bos, polisi menemukan sebuah barang bukti di tkp.”
Aka yang sedang berjalan memasuki perusahaannya seketika melihat ke supirnya lalu bertanya “barang bukti, saat penculikan Ista?”
“Iya,'" jelas supir,
kemudian Aka kembali bertanya “apa kamu memberitahu kepada Ista?”
“Tidak,” jawab supir
“Bagus,” ujar Aka.
Aka lalu berbalik dan berjalan ke arah mobil sambil berkata “ayo, kita ke kantor polisi.”
“Baik” ujar supir.
Kemudian Aka berangkat ke kantor polisi dengan supirnya.
Sesampainya di depan kantor kepolisian, Aka berkata kepada supirnya “kamu tunggu di sini.”
Aka kemudian keluar dari mobil dan berjalan ke kantor kepolisian.
Kemudian Aka bertanya kepada polisi yang sedang bertugas “permisi, apakah ada barang bukti dari kasus penculikan di gudang terbengkalai. Dengan nama korban Ista dan Aka.”
Polisi tersebut mengecek di komputernya kemudian berkata “iya, terdapat sebuah barang bukti.”
“bisakah, aku melihatnya?” tanya Aka.
“Anda siapa?, ini tidak bisa di berikan ke sambarangan orang” ungkap polisi tersebut.
Aka lalu mengambil dompetnya dan menyerahkan kartu identitasnya kepada polisi tersebut.
Polisi yang melihat kartu identitas Aka lalu mengeceknya kemudian berkata “oh, kamu salah satu korbannya. Tunggu sebentar aku ambilkan.”
Polisi tersebut lalu berjalan dan mengambil barang bukti tersebut.
Tidak lama kemudian polisi tersebut membawa sebuah kantong plastik dan menyerahkannya kepada Aka lalu berkata “kami hanya menemukan ini di lokasi tkp.”
Aka melihat sebuah handphone lalu bergumam “handphone milik Ista! ....Aku saja tidak tahu no handphone ini.”
Kemudian Aka mengambilnya dan mengecek handphone tersebut.
Aka melihat bahwa handphone tersebut milik Ista dan mencoba membukanya dengan tanggal lahirnya.
Aka sudah mengetahui tanggal lahir Ista saat di halte dulu, di saat Ista menjatuhkan dompetnya di depan caffe miliknya.
“Terbuka” ucap Aka sambil memegang handphone Ista.
Aka melihat pangilan di handphone milik Ista, dan melihat bahwa Ista sering ber teleponan dengan Ran lalu berkata dengan marah “Pria itu!!”
__ADS_1
“Sepertinya, aku juga harus meminta no nya” gumam Aka yang cemburu karena Ista selalu menelpon Ran.
Saat Aka ingin menyerahkan kembali handphone tersebut ke polisi, seketika ia melihat no yang akrab lalu berkata “tunggu, no ini.”
Aka lalu mengeluarkan handphone miliknya dan mencoba melihat no tersebut di handphonenya.
Seketia Aka terkejut dengan apa yang ia temukan di handphone miliknya sambil berkata “no ini milik Jesica.”
“Aku tahu jika Ista memiliki suatu hubungan dengan Jesica, kenapa no ini sering sekali teleponan dengannya,” jelas Aka sambil memegang kedua handphone miliknya dan milik Ista.
“Sepertinya hubungan mereka tidak cuman kenalan saja,” ucap Aka.
kemudian Aka bertanya kepada polisi tersebut "untuk pelakunya, apakah sudah tertangkap?"
mendengar pertanyaan Aka, polisi tersebut lalu menjawab nya "kami menemukan sebuah keterkaitan dengan masalah kasus KKN pak Andy dan hanya dua orang saja di dalam bukti."
"Ahh, siapa yang melaporkannya? berurusan dengan wanita itu banyak sekali misteri," gumam Aka lalu menyerahkan handphone Ista kembali ke polisi tersebut.
Aka lalu berjalan kembali ke mobil dan kembali ke kantornya.
...****************...
Di waktu yang sama saat Aka sedang menuju ke kantornya, di atap studio seni milik Ista.
Ista sedang duduk di meja besar sambil melihat bunga miliknya, yang ia bawa dari kebun milikya di rumah.
Breek.
Jesica keluar dari kamar Ista.
“Kamu sudah bangun” ucap Ista.
Jesica melihat Ista lalu berkata “apa yang sedang kamu lakukan?”
“Aku sedang melihat bungaku” jawab Ista.
Kemudian Jesica berjalan menghampirinya sambil berkata “kamu memiliki hobi yang aneh selain otakmu.”
Haha
Ista tertawa mendengar gurauan dari Jesica lalu bertanya “kapan kamu akan meninggalkan negara ini?”
“nanti siang, kenapa?” ucap Jesica.
Ista lalu mengeluarkan dua handphone kecil sambil berpikir “aku tidak tahu apa yang terjadi pada handphone milikku sebelumnya, di sana terdapat panggilanku dengan Jesica.”
Handphone milik Ista di buang oleh Hika saat terjadi penculikan dan di temukan oleh kepolisian.
Kemudian Ista menyerahkan handphone tersebut dan berkata “ambil ini dan satunya kasihkan ke Rosa.”
Jesica melihat dua handphone berukuran kecil lalu mengambilnya dan berkata “buat apa ini?”
“Sekarang kita melakukan komunikasi dengan ini,” kata Ista kepada Jesica,
“Ada apa dengan handphonemu sebelumnya?” tanya Jesica.
“Ada yang mengambil handphone milikku,” ungkap Ista.
Ahhh.
“Apa kamu serius! Apa karena penculikanmu sebelumya?” kata Jesica dengan terkejut.
Ista juga terkejut karena Jesica bisa mengetahui masalahnya lalu berkata “dari mana kamu mengetahu jika aku habis di culik?”
“Memangnya, siapa yang berada di depanmu sekarang.” jelas Jesica.
Hmmm.
"Iya dah, apa katamu" ujar Ista.
Kemudian Ista dan Jesica saling berbicara satu lain sampai Jesica meninggalkan Negara negara Seribu Pulau.
__ADS_1