
Selesai Aka membuat sandal dari rotan kemudian memberikannya ke Ista.
Aka dan Isya kemudian berjalan menelusuri kedalaman hutan untuk mencari makan.
“Hey Ista. aku mengingatkanmu jangan terlalu dekat dengannya,” kata Aka sambil memindahkan daun-daun di jalan.
Ista yang berada di belakangnya bertanya “kenapa kamu sangat peduli dengan seseorang yang dekat denganku?.”
“Aku hanya tidak ingin kamu terluka,” jawab Aka yang berada di depan Ista.
Ista berpikir mendengar apa yang di katakan oleh Aka "aku tidak akan pernah kembali terluka!."
“Lihat itu ada kelinci”kata Aka dengan menunjuk ke arah kelinci.
“Kamu ingin memakannya?” kata Ista di belakangnya
“Memangnya untuk apa lagi, kita kan sedang mencari makan,” jawab Aka.
“Jangan kelinci, itu hewan yang imut. Kamu tega membunuhnya”kata Ista.
“Baiklah”kata Aka.
Aka dan Ista kembali berjalan menelusuri hutan untuk mencari makan.
“Lihat itu musang,”kata Aka dengan menunjuk ke arah musang.
“Kamu ingin memakannya juga?” kata Ista di belakangnya
“iya, kenapa lagi”jawab Aka.
“itu hewan yang manis. Kamu tega membunuhnya”kata Ista.
“Baiklah”kata Aka.
Aka dan Ista kembali berjalan menelusuri hutan untuk mencari makan.
“Lihat ada rusa”kata Aka dengan menunjuk ke arah rusa.
“Kamu ingin memakannya?” kata Ista di belakangnya
“Apa, apa apa lagi!!!,” teriak Aka dengan kesal.
“Ah, tidak. Makan saja sana”kata Ista di belakangnya.
seketika.
“Ista,Aka!,” teriak seseorang dari atas tebing.
“kamu mendengar suara itu?” tanya Ista yang berada di belakang Aka.
“Diamlah, aku sedang mencoba untuk mendekati rusa itu” kata Aka yang sedang mengendap-endap.
“Ista,Aka!,” teriak seseorang dari atas tebing.
“Di sini!!,” teriak Ista dengan melambaikan kedua tangannya.
“Kan rusanya kabur!, kenapa kamu berteriak”kata Aka kepada Ista yang berada di belakangnya.
“Apa kamu budek!, seseorang sedang mencari kita”kata Ista dengan kesal kepada Aka.
“Mana?, aku tidak mendengar apapun”kata Aka.
“kamu tadi terlalu fokus ke rusa itu!!”kata Ista dengan kesal.
Ista dan Aka diam dan fokus untuk mendengarkan suara.
“Ista,Aka!,” teriak seseorang dari atas tebing.
“Apa kamu mendengarnya?,” tanya Ista kepada Aka.
__ADS_1
“Benar, ada seseorang,” jawab Aka.
“Ayooo,”kata Aka dan langsung menarik tangan Ista.
“Tunggu, aku bisa berjalan sendiri”kata Ista yang di tarik tangannya.
Ista dan Aka kemudian bertemu dengan Tim sar yang berada di atas tebing.
“Tunggu sebentar,” ucap seseorang.
Kemudian seseorang turun dari atas tebing dengan membawa alat keamanan.
“Kalian pakai ini,” kata orang tersebut.
*yang di maksud adalah Hardness.*
“Satu!?” kata Ista dengan kaget.
“Iya, aku hanya membawa 2 , satu yang aku pakai dan itu satunya” kata orang tersebut.
“Aku akan memakainya dan kamu akan menempel kepadaku,” ucap Aka.
“Ahh??,”Teriak Ista.
Aka mengacuhkannya dan memasang hardness di pinggangnya.
“Tunggu, tunggu. Jadi maksudmu aku harus memelukmu?,” kata Ista yang melihat Aka sedang memakai hardness.
Aka kemudian selesai memasangnya dan berkata sambil melebarkan kedua tangannya “ayoo.”
“kamu saja terlebih dahulu, aku nanti saja” kata Ista.
Aka kemudian langsung menangkap Ista.
“Hey, apa yang kamu lakukan. Lepaskan!,” kata Ista yang sedang di peluk oleh Aka.
“Diamlah, jika tidak. Kita bisa terjatuh,” ucap Aka.
Aka langsung di tarik ke atas bersama Ista yang sedang di peluknya.
Sesampainya di atas tebing, Aka melepaskan pelukannya.
Bak.
“apa yang kamu lakukan!” kata Ista yang selesai menampar Aka.
Aka mengabaikan perbuatan Ista dan berjalan ke mobil yang tidak jauh dari mereka.
“Hey tunggu. aku sedang berbicara kepadamu.” Kata Ista dengan menyusulnya.
“Cepat naik,” kata Aka yang berada di mobil.
Kemudian Ista dan Aka berangkat meninggalkan hutan dengan kondisi baju kotor dengan tanah menuju kantor pak Zar.
Sesampai di sana.
Ista melihat bahwa terdapat mobil petugas dari pemerintahan, kemudian turun dari mobil dan berlari.
“Hey tunggu,” kata Aka yang melihat Ista berlari.
Ista berpakaian kotor di baju nya berlari sekuat tenaga mendatangi kantor ayahnya.
Memasuki kantor tersebut melihat orang dari pemerintahan sedang mengambil dokumen-dokumen perusahaan lalu Ista berkata “Apa yang kalian lakukan, dimana papaku!.”
Seseorang dari pemerintahan mendatangi lalu memperlihatkan surat penangkapan dan pengeledahan oleh pengadilan kemudian berkata “Mohon maaf kami melakukan sesuai prosedur.”
Ista kemudian mengambil surat tersebut dan membacanya lalu berkata “ini tidak masuk akal, kapan papaku melakukan tindakan korupsi.”
Aka yang berlari dengan pakaian yang kotor berhasil menyusul Ista dan berkata kepada Ista “apa yang telah terjadi di sini?.”
__ADS_1
“Kamu baca saja ini sendiri!,”kata Ista dengan sedih kemudian keluar ruangan.
Aka kemudian membaca surat yang di berikan oleh Ista lalu berkata dengan marah “mereka terlalu jauh melakukannya!.”
Ista merasa apa yang telah ia lakukan sampai saat ini tidak lah berguna, malah menambah memperburuk keadaan.
Di luar ruangan Ista berjalan dengan penundukan kepalanya dan berkata sambil menangis “aku memperburuk keadaan....”
Ista merasa ia merubah semua masalah karena perbuatannya.
“Apa yang telah aku lakukan,” kata Ista dengan menangis.
“Aakkuu...” kata Ista dengan menangis tersedak-sedak.
Aka yang keluar dari ruangan, lalu melihat Ista yang sedang menundukkan kepalanya dengan menangis.
Aka perlahan berjalan mendekatinya.
Eeeeeehhek....
Teriakan tangisan dari Ista.
Aka mendengarnya langsung berhenti dan mengeremas kertas yang di pegang nya lalu berkata dengan tatapan penuh amarah “mereka bertiga!!!.”
Ista menangis dengan menundukkan kepalanya dan ada Aka di belakangnya yang tidak jauh dari Ista.
“Aku harus tetap kuat,” kata Ista dengan menyakinkan dirinya dan berhenti menangis.
Seketika Ista berkata “iyaa benar, ini pasti merupakan orang yang sama melakukannya di kehidupanku sebelumnya.”
"Apa telah aku melewatkan sesuatu??", pikir Ista dengan melihat ke langit.
Aka melihat Ista menangis dengan humbusan angin menerjang rambutnya dengan baju yang kotor yang pakainya membuat Ista sangat cantik membuat Aka berjalan perlahan menghampirinya.
Seketika.
“Hika!?, yaa pasti dia. Kenapa semenjak di studio seni dia tidak pernah menghubungi lagi, apa dia menyadari bahwa aku berubah?” kata Ista dengan pelan.
Aka kemudian sampai di belakang Ista dan menyentuh pundaknya dan berkata “apa kamu tidak apa-apa?.”
“Aahhh, tidak apa-apa” kata Ista dengan melihat ke arah Aka yang menyentuhnya pundaknya.
“Jika kamu ada masalah, ceritakan lah,” kata Aka yang berada di sampingnya.
“Tidak ada masalah apapun, lebih baik kita melihat papaku,” kata Ista kemudian Ista berjalan menuju kantor untung mengambil tasnya.
Melihat bagian belakang Ista, Aka berkata “apapun yang terjadi, aku akan berada di sisimu.”
Aka kemudian mengikuti Ista di belakangnya.
Saat keluar dari kantornya, Aka berkata “apa kamu tidak ingin membersihkan wajahmu terlebih dahulu.”
Ista baru menyadari bahwa dia sangat kotor dan berkata “Ah, benar. Aku ke kamar mandi terlebih dahulu.”
Ista dan Aka kemudian pergi ke kamar mandi.
Saat Ista berada di kamar mandi kemudian membersihkan wajahnya lalu berkata di depan kaca kamar mandi “apakah Aka tidak memiliki hubungan dengan ini semua, sepertinya begitu itu.”
Hhuufftt.
Hembusan nafas Ista.
“Aku tidak menyadari musuh di bawah hidungku sendiri dan melihat terlalu jauh” kata Ista dengan pelan.
Kemudian ista berjalan keluar sambil berkata dengan merapikan bajunya “sepertinya aku harus merencanakan sesuatu dari awal.”
Setiba mereka di luar kantor Aka berkata “lebih baik kita naik mobilku saja."
“Baiklah,” kata Ista.
__ADS_1
Mereka berdua berangkat ke kantor pengadilan tempat pak Zar di tahan sementara.