
Hari mulai menjalang malam.
Ista berdiri berada di sebuah halte yang nampak mulai sepi dengan angin malam yang menerjangnya membuat Ista terbujur kaku. Ia menunduk kan kepalanya dan memasukan tangan ke dalam saku celananya untuk mencoba memerangi hawa dingin yang kian menyiksa nya.
Ista sedang menunggu Bis yang menuju rumahnya, karena motornya tertinggal di parkiran museum.
Ista dengan tubuh terbujur kaku berpikir mengenai Aka "*d*i kehidupanku sebelumnya, aku tau jika dirinya merupakan salah satu dari keluarga konglomerat di negara ini. Kenapa sikapnya berbeda dari yang aku ketahui dalam kehidupanku sebelumnya?, apa yang terjadi padanya ??"
tiba-tiba sebuah mobil berhenti tidak jauh dari posisi Ista berdiri.
Breemmm.
Suara mobil.
Tin.
Tin.
Klakson mobil.
mendengar suara klakson mobil, Ista kemudian Melihat ke arah sumber suara terdapat sebuah mobil sports berwarna Abu-abu.
"*A*pa yang di lakukan mobil itu?," pikir Ista sambil melihat mobil yang terus menyalakan klakson nya.
Seketika pintu depan mobil terbuka, seorang pemuda dengan jaket abu-abu, keluar dari mobil dan mendatangi Ista.
Ista melihat ternyata orang yang keluar dari mobil tersebut adalah Aka, langsung mengabaikan nya.
Aka Kemudian mendatangi Ista yang sedang berdiri di halte dengan jaket favorit nya.
Aka kemudian berhenti berjalan tidak jauh dari Ista berdiri dengan memasukkan kedua tangannya ke dalam saku jaket lalu bertanya kepada Ista “apa yang kamu lakukan di sini?.”
Mendengar pertanyaan Aka, Ista tetap mengabaikannya dengan menunggu Bis yang akan datang.
Aka yang melihat Ista berusaha mengabaikan dirinya, Aka langsung berdiri di depan Ista dengan posisi membungkuk yang membuatnya saling bertatap-tatapan.
Ista menyadari bahwa di depan wajahnya terdapat wajah Aka kemudian Ista berjalan mundur lalu berteriak “apa yang sedang kamu lakukan!,”
“Aku sedang berbicara kepadamu?,” jawab Aka yang berada di depan Ista dengan tangan yang masuk dalam saku jaketnya
Ista merasa kesal karena pertanyaan Aka, padahal Ista sedang berada di sebuah halte. Kenapa Aka masih bertanya kepadanya lalu Ista berkata “apakah kamu tidak melihat ini tempat apa, jadi aku di sini sedang menunggu bis."
Aka kemudian melihat jam tangannya yang menunjukan bahwa sekarang sudah sangat malam dan berkata kepada Ista “apa kamu menunggu bis mu?, sepertinya bis mu tidak akan datang sekarang."
mendengar perkataan Aka, Ista merasa kesal karena Aka merasa bahwa dirinya tahu segalanya lalu berkata kepadanya “apa yang kamu ketahui , ada dan tidaknya bis ku?,”
karena Aka sudah melihat identitas dari Ista dari dompet milik nya lalu berkata dengan tersenyum "bukankah kamu menunggu bis bernomor 45?"
Ista kaget mendengar bahwa Aka mengetahui bis yang Ista tunggu lalu bertanya kepada Aka “kenapa kamu bisa tau?"
Ista merasa bahwa kali ini Aka memang mengikuti nya dan berkata kepadanya dengan nada curiga “apakah kamu membututi ku!,”
mendengar perkataan Ista Aka kemudian mengeluarkan dompet milik Ista lalu menunjukan kepadanya dengan berkata "apa ini milikmu?"
Melihat apa yang di pegang oleh Aka , Ista merasa itu tidaklah asing baginya kemudian langsung mengecek di tas dan sakunya. Ista menyadari bahwa dompet miliknya tidak ada lalu membentak Aka ”itu dompet milikku!, kenapa bisa ada di tanganmu?, apa kau mencurinya!!.”
Mendengar perkataan Ista, Aka langsung menaruhnya kembali dompet milik Ista ke dalam saku celananya.
__ADS_1
Ista melihat bahwa dompet miliknya di masukan kembali ke dalam saku celananya lalu kembali membentak Aka “kembalikan!!, kenapa kamu ambil dompetku!"
Aka mengerti jika hari mulai malam, dan tidak baik jika wanita sendirian saat malam hari jadi Aka berkata kepada Ista dengan memanfaatkan dompet milik Ista sambil menunjuk ke arah mobil miliknya “apakah kamu mau dompet mu kembali?, kalo begitu naiklah ke dalam mobil,”
Mendengar apa yang di katakan Aka, Ista kemudian merenungkan apa yang akan terjadi jika Ista memasuki mobil milik Aka. "jika aku masuk ke dalam mobilnya...."
Melihat Ista sedang berpikir, Aka lantas memukul dahi Ista.
Plak.
“Aduh”Kata Ista dengan dengan kesakitan akibat di sentil oleh Aka sambil menyentuh dahinya.
“Jangan berpikiran negatif, aku hanya ingin mengantarmu pulang," kata Aka sambil menunjukan dompet milik Ista dengan niat Aka yang akan mengembalikan nya jika Ista sudah memasuki mobil.
Mendengar penjelasan Aka, Ista berkata “aku tidak membutuhkannya."
Aka yang merasa Ista memang tidak membutuhkan bantuan lalu berkata "yasudah."
Aka berjalan ke mobil dan memasuki nya tetapi Aka tidak pergi melainkan menunggunya di dalam mobil dengan niatan bahwa Ista akan berubah pikiran
Melihat Aka yang berada di dalam mobil tetapi tidak pergi , Ista berpikir sambil melihat jam tangannya bahwa hari semakin malam "kemana bis nya pergi, kenapa belum datang juga."
Tin.
Tin.
Tin.
Klakson mobil
“Apakah, kamu serius tidak ingin aku antar kan?,” kata Aka yang berada di dalam mobilnya.
“Tidak ada bis lagi sekarang, sampai kapan kamu ingin menunggu?”tanya Aka yang berada di mobil.
Ista melihat jam tangan miliknya, bahwa hari semakin malam.
karena Aka mengetahui rumah Ista lalu berkata kepadanya “jika kamu berjalan kaki dari sini, lumayan jauh jika harus ke rumahmu”
Mendengar perkataan Aka , Ista berkata dengan binggung karena Aka mengetahui rumahnya “kenapa kamu bisa mengetahui rumahku??.”
Mendengar pertanyaan Ista, Aka kembali menunjukan dompet milik Ista.
Melihat Aka menunjukan dompet miliknya berada di tangan Aka lalu Ista berkata dengan mengancam “aku akan melaporkanmu ke polisi.”
Mendengar Ista ingin melaporkannya ke polisi,Aka tertawa sambil berkata kepadanya “hahaha...., apa kamu tidak melihat jam? Kantor polisi sudah tutup.”
“Sudahlah, cepat masuk”Kata Aka dengan membuka kunci mobilnya.
Ista melihat hari semakin malam, Ista langsung memasuki kursi belakang dari mobil Aka.
Melihat Ista berada di kursi belakang mobil nya , Aka berkata “kenapa kamu di sana?.”
Ista langsung menodongkan pepper sprey ke arah Aka “awas! Jika kau berani macam-macam!.
Aka dengan kaget melihat pepper sprey, Aka langsung mengangkat tangannya , melihat ke arah Ista dan berkata “tenang...,aku tidak akan melakukan hal memalukan seperti itu.”
Bbrreemm.
__ADS_1
Aka langsung menyalakan Mobilnya dan berangkat menuju daerah rumah Ista.
Rumah Ista berjarak lebih dari 35km dari museum yang ia datangi
Ddiinngg
Suara pesan
Di dalam perjalanan, Ista mendengar handphonenya berbunyi dan melihat bahwa Jesica mengirimkannya sebuah email kemudian Ista membaca isi pesan tersebut ”aku sudah mengundurkan diri dari perusahaan ku, permintaanmu yang tidak masuk akal itu, aku setuju. Ayo ketemu untuk membahas secara detail, apa kamu bersedia menemui ku sekarang?.”
Ista yang membaca email tersebut tersenyum dan membalas pesan dari Jesica “datanglah ke negara Seribu Pulau.”
Melihat Ista yang sedang tersenyum melalui kaca depan mobil lalu Aka berkata di dalam benaknya dengan terpesona melihat Ista "cantiknya".
Sesudah sampai di daerah perumahaan Ista, Aka bertanya sambil mengendarai mobilnya “di sebelah mana rumahmu?.”
Mendengar pertanyaan Aka, Ista tidak ingin Aka mengetahui rumahnya lalu menjawab sambil menunjuk ke sebuah jalan “berhenti saja di depan pertigaan itu.”
Aka langsung menghentikan mobilnya di depan pertigaan yang di tunjukan oleh Ista.
“Mana dompetku, sini kembalikan,”kata Ista dari belakang mobil dengan tangan yang menyodorkan ke depan.
Melihat tangan Ista yang berada di sampingnya, Aka langsung mengeluarkan dompet yang ada di sakunya dan menaruh di atas tangan Ista.
Ista langsung mengecek isi dari dompetnya.
Melihat Ista yang sedang melihat isi dompet miliknya, Aka berkata “apa kau mencurigai ku mencuri?.”
“Sifat manusia, siapa yang tau,”jawab Ista dengan melihat-lihat isi dompetnya.
Di kehidupan sebelumnya, Ista selalu di manfaatkan oleh orang yang di percayai nya yang membuat Ista lebih berhati-hati kepada orang yang berada di sekeliling nya.
Selesai melihat isi dompetnya, Ista langsung keluar dari mobil dan berjalan ke arah rumahnya.
Melihat Ista keluar, dan Aka melihat jam tangannya bahwa hari sudah sangat malam dan keadaan di sekitar sepi tidak ada orang lalu lalang di jalanan , Aka pun keluar dari mobil dan membututi Ista.
Ista yang sedang berjalan, tiba-tiba melihat 2 orang dengan pakaian preman badan penuh tato menghampiri dirinya.
Melihat terdapat preman yang menghampirinya, Ista langsung mencari pepper Sprey dan berkata dengan pelan “oh tidak, pepper sprey ku ketinggalan.”
“Serahkan tasmu!”kata seorang dari preman tersebut sambil menodongkannya sebuah pisau ke arah Ista.
Aka yang tidak jauh dari Ista karena dari awal Aka sudah mengikuti Ista melihat terdapat 2 orang sedang menodongkan sebilah pisau tajam kepada Ista.
Aka langsung berlari dan menjarah pisau yang di todongkan ke arah Ista dan melintir kan tangan preman tersebut ke atas.
Pring.
Suara pisau terjatuh.
Aka langsung menghajar mereka berdua.
Bak buk
Bak
Selesai menghajar mereka, kedua preman tersebut melarikan diri dan Aka pun pergi meninggal Ista
__ADS_1
Melihat seseorang pemuda bertarung untuk membantunya, Ista berteriak "siapa!?."
Aka menghiraukan teriakkan Ista dan langsung pergi meninggalkan Ista.