
...****************...
Ista melihat bahwa Rosa telah meninggalkan ruangan, kemudian melepas micnya lalu berdiri dan berjalan kembali ke sofa dengan berkata kepada Jesica “bagaimana rasanya mendapat julukan dewa investasi?.”
Jesica melihat Ista sedang berjalan ke sofa lalu mengikutinya, mendengar perkataan Ista kemudian tertawa.
Hahahaha.
“Apa yang baru saja kamu katakan mengingatkan ku di saat-saat itu” ucap Jesica.
Ista dan Jesica kemudian duduk di sofa dengan saling bersebelahan.
Ista kemudian mengambil flashdisk di sakunya dan meletakkannya di meja lalu menyodorkan ke hadapan Jesica.
“Apa itu?,” ucap Jesica yang melihat bahwa Ista memberikan sesuatu kepadanya.
“Ambilah, itu akan berguna untuk mengurusi masalah perusahaan” jawab Ista.
Flashdisk yang di berikan oleh Ista merupakan ilmu-ilmunya dari masa depan.
Jesica kemudian mengambil flashdisk di meja depannya lalu berkata “baiklah, ngomong-ngomong majalah ekonomi baru saja terbit. kita berada dalam 10 besar.”
“Mereka hanya menghitung resminya saja, tapi belum yang terdapat pada ghost company milik kita,” jawab Ista
Jesica kemudian bersandar di sofa dan melihat ke atas lalu berkata “jika itu di hitung, sepertinya kata akan menjadi 4 besar di dalam daftar.”
Ista kemudian berdiri dan berkata “apa kamu mau minum?.”
“Boleh,” jawab Jesica.
Ista kemudian berjalan ke kulkas untuk mengambilkan sebuah minuman.
Jesica yang sedang bersandar di sofa melihat ke Ista lalu berkata “Ista, mereka sudah menyadari bahwa di dalam perusahaan, aku memiliki saham yang relatif kecil. Sekarang banyak orang yang sedang mencari mu.”
Ista yang sedang mengambil sebuah botol di kulkas berkata “aku mengerti atas ke khawatiran mu.”
Ista kemudian berjalan dengan membawa botol tersebut lalu bertanya “buku besarnya apakah aman?”
“Itu berada di dalam brankas milikku, jadi aman,” jawab Jesica.
Krek.
Ista kemudian membuka botol tersebut lalu berkata “jika itu hilang, maka kita akan menghilang.”
Haha.
“Aku masih belum mempunyai niatan seperti itu,” jawab Jesica sambil tertawa dengan bersandar dan melipatkan kakinya.
Ista lalu membawa gelas dan botol tersebut kemudian berjalan ke arah Jesica.
Jesica melihat Ista membawa gelas dan botol menghampirinya lalu berkata “Ista, lebih baik kamu tinggal di sini saja.”
__ADS_1
Ista kemudian duduk di samping Jesica dan menuangkan minuman kepadanya dengan berkata “sepertinya aku memang harus tinggal di sini untuk sementara waktu, nanti aku akan berbicara dengan kedua orang tuaku.”
Ista menengok ke Jesica lalu berkata “bagaimana kamu mengenalinya?”
Jesica yang sedang mengambil gelas yang berisi minuman berkata “oh, maksudmu Rosa? Dia bertemu denganku di bandara, dia kelihatan sangat frustasi akibat ulah kita memainkan mata uang. Jadi aku menawarkannya pekerjaan.”
Ista yang sedang minum sambil mendengarkan penjelasan Jesica, kemudian bertanya kembali “bagaimana kamu tahu karakternya?”
Ista menyadari bahwa Jesica telah mengetahui sifat dari Rosa di kehidupan Ista sebelumnya karena perkataan Jesica kepada Rosa di ruangan tersebut.
Jesica melihat ke arah Ista dengan serius sambil memegang gelas lalu berkata “d-dia orang yang menyeramkan.”
Jesica kemudian bersandar kembali dan berkata sambil melihat ke atas “tetapi dia sangat menghormati ku, akibat aku membantu kedua orang tuanya.”
“Sepertinya dia memiliki sifat yang baik kepada orang lain juga,” pikir Ista yang mendengar penjelasan dari Jesica.
Ista dan Jesica kemudian bersantai di ruangan tersebut.
...****************...
Beberapa waktu telah berlalu.
Matahari telah berganti bulan sabit yang memancarkan sinarnya, di temani bintang-bintang yang berada di sekelilingnya.
Di sebuah rumah sederhana terdapat seorang wanita yang sedang menatap bulan sabit yang berada di atas nya dari jendela kamar dengan di iringi oleh angin yang menerpa rambutnya yang membuat rambut wanita tersebut seakan-akan melambai kepada orang di sekitarnya.
Ista berpikir “tidak terasa waktu telah berlalu begitu lama dan semuanya telah berubah, jadi apa yang harus aku lakukan sekarang?”
Kemudian Ista berpikir tentang orang-orang berada di dalam kehidupannya sekarang.
“Aka masih berada rumah sakit, setidaknya aku harus mengunjunginya. Sedang kan Ran aku belum mendapat kabar darinya sebab aku mengganti handphone milikku dan Jesica, masih berada di ruang rahasia studioku sedangkan Rosa berhasil membuat pak Andy dan lintah darat itu mendapat hukuman di pengadilan. Aku tidak mengerti, bagaimana Rosa melakukannya,” pikir Ista sambil menatap bulan sabit dari jendela kamarnya.
“Aku tidak mendapat kabar dari Hika dan Nash,” ucap Ista dengan kebingungan.
Tok.
Tok.
Tok.
“Ista, waktunya makan malam.” Kata bu Ris sambil mengetok pintu kamar Ista.
Ista kemudian teralihkan dengan suara ibunya dan berkata “iya, ma.”
Ista lalu berbalik dan berjalan keluar dari kamar.
Ista berjalan melewati tangga dan duduk bersama kedua orang tuanya di meja makan lalu makan bersama.
Selesai makan, Ista menatap kedua orang tua nya sambil berpikir “sepertinya, sudah cukup untukku menikmati masa-masa ini.”
Kemudian Ista berkata kepada orang tuanya “Ista ingin tinggal di luar.”
__ADS_1
Pring.
Bu Ris yang sedang membawa piring untuk mencuci nya seketika menjatuhkan piring tersebut saat mendengar perkataan dari anaknya.
Pak Zar yang berada di depan Ista mendengar perkataannya kemudian mengawasi Ista dan berkata “apa kamu yakin?.”
“Iyah,pa” ucap Ista.
"Aku tidak ingin masalah di perusahaan melibatkan kedua orangtuaku" pikir Ista dengan menatap ayahnya dengan percaya diri.
Bu Ris semakin terkejut mendengar perkataan suaminya kemudian mendatanginya lalu berkata “mas.”
“Tidak apa-apa, dia sudah dewasa. Sudah seharusnya hidup mandiri” jawab pak Zar dengan menoleh ke arah bu Ris yang berada di sampingnya.
Ista melihat bahwa ibunya sangat khawatir kepadanya lalu berkata “iya, ma. Ista sudah dewasa, lagi pula Ista akan bekerja di perusahaan papa.”
Bu Ris yang melihat bahwa anak dan suaminya bersikeras lalu berkata dengan pelan “baiklah, tetapi kamu harus pulang setiap akhir pekan.”
“Oke,ma.” Ucap Ista.
...****************...
Keesokan harinya.
Di bawah sinar mentari pagi di depan kantor kepolisian tempat pak Andy dan Raka di tahan.
Brreemmm.
Rosa menaiki mobil sport berwana merah yang berhenti di depan kantor kepolisian melihat bahwa di dalam masih ramai orang berlalu lalang.
Rosa lalu turun dari mobilnya dengan pakaian dress hitam berkerah putih lalu berjalan memasuki kantor kepolisian, saat Rosa berada di dalam ia melihat-lihat keadaan di dalamnya yang membuatnya begitu bernostalgia.
Rosa melihat terdapat tempat pelayanan dan mendatanginya, saat Rosa berada di depan meja lalu berkata kepada polisi yang sedang bertugas “permisi, kenapa laporan yang aku ajukan hanya mereka berdua yang di tahan.”
Polisi yang sedang duduk mendengar pernyataan dari Rosa kemudian bertanya “kasus yang mana, ya?”
Rosa kembali berkata kepada polisi tersebut “kasus pemimpin partai yang melakukan tindak pidana KKN ( korupsi, kolusi dan nepotisme ).”
Polisi tersebut kemudian mengecek data mengenai kasus tersebut di komputer dan kembali melihat ke arah Rosa dengan berkata “hanya mereka berdua yang memiliki suatu hubungan, di sini di jelaskan bahwa orang yang bernama Raka merupakan anak asuh dari pak Andy.”
Rosa mendengar pernyataan dari polisi lalu berpikir sambil tersenyum “aku sudah mengumpulkan semua bukti kejahatan mereka tetapi masih ada yang lolos, sepertinya bekerja di sini akan semakin menarik.”
Rosa beberapa hari kebelakang sudah memata-matai mereka semua dan mencari latar belakangnya.
Kemudian mengeluarkan sebuah foto yang ia ambil saat sedang memata-matai lalu menyerahkan kepada polisi di depannya dengan berkata “aku tidak sengaja mendapatkan foto mengenai hubungan mereka, coba kamu lihat.”
Polisi melihat foto yang di berikan oleh Rosa kemudian berkata “karena ini merupakan kasus yang besar, baiklah kami akan membuat dpo (daftar pencarian orang) kepada mereka untuk di jadikan saksi di pengadilan.”
Kemudian polisi tersebut mengetik sebuah laporan yang membuat Hika dan Nash menjadi dpo.
Jangan lupa VLR (Vote,Like and Rate) nya yah.
__ADS_1