
...****************...
Hari telah berganti malam dengan kegelapan malam yang menerangi sebuah jalan perempatan hanya lampu lalu lintas yang meneranginya.
Bbrreeemm.
Di sebuah jalan yang sepi terdapat mobil polisi yang akan membawa pak Andy dan Raka menuju penjara yang terletak di pinggiran kota.
Ketika mobil tersebut berada di tengah-tengah sebuah perempatan jalan.
Baam!
Suara sebuah mobil jeep menabrak mobil polisi tersebut.
Brak.
Brak.
Brak.
Mobil polisi tersebut terguling lalu mengeluarkan asap.
Dari kejauhan terdapat sebuah mobil sedan berwarna hitam, terdapat seorang wanita cantik turun dari mobil tersebut.
Rosa berjalan menghampiri mobil polisi yang teguling, ia melihat dari kejauhan di dalam mobil kepolisian terdapat pak Andy dan Raka dengan darah di kepalanya akibat tabrakan tersebut.
Rosa melihat ke dalam mobil polisi dengan posisi membungkuk lalu berkata kepada seseorang di belakangnya “bawa mereka, lalu kamu urusi masalah ini. Jangan sampai kasus ini muncul di berita.”
Rosa menyuruh anak buahnya untuk menutup kasus yang telah terjadi.
Seorang pria berambut pirang dengan berpakaian single breasted sedang berada di belakang Rosa berkata “baik.”
Orang tersebut adalah asisten Rosa dalam penugasannya di negara Seribu Pulau yang ia bawa dari perusahaan Jesica di negara Ratu
Asisten tersebut kemudian menyuruh yang lain untuk membawa pak Andy dan Raka.
Rosa lalu berjalan ke arah sebaliknya untuk kembali ke mobil yang ia naiki dan berkata kepada asistennya “apa kamu mendapatkan kabar dari mereka berdua?”
“Sepertinya mereka ingin melarikan diri,” jawab asisten.
Kemudian Rosa menaiki kursi belakang dan asisten yang menyetir mobil hitam tersebut.
“Suruh anak buahmu, menangkap mereka sebelum melarikan diri!” bentak Rosa kepada asistennya yang sedang menyetir di depan.
...****************...
Di waktu yang sama saat kecelakaan terjadi.
__ADS_1
Ista turun dari taxi di depan studio seni miliknya, lalu mengamati keadaan sekitar dan berjalan ke ruangan rahasia miliknya.
Sesaat kemudian Ista berada di dalam ruangan rahasia, Ista melihat terdapat Jesica yang berada di sofa sambil melihat sesuatu di leptop miliknya.
Jesica yang melihat Ista langsung berteriak “Ista!!, apa kamu benar-benar membuat ini.”
Ista langsung memegangi telinganya dan berkata “iya, tidak bisakah kamu berkata lebih pelan sedikit.”
Ista kemudian berjalan menghampiri Jesica sambil berkata “kenapa, kamu selalu saja heboh saat aku selesai memberimu sesuatu.”
Jesica kembali melihat ke arah leptopnya lalu berpikir “tidak hanya memprediksi tren dan memonopolinya, tetapi juga prosesnya. Beruntungnya aku berada di pihaknya.”
“Dengan ini, kredibilitas perusahaan kita tidak akan terbendung.” ungkap Jesica.
Ista kemudian berpikir sambil melihat ke arah Jesica yang sedang duduk melihat leptopnya “Jesica, kamu berpikir sangat berlebihan. Wajar jika kamu seperti itu. Sebab itu merupakan ringkasan teori investasi di kehidupanku sebelumnya. Kamu seperti menerima saran dari tuhan, kecuali kamu dari masa depan sepertiku.”
Ista kemudian menunjuk ke arah leptop di depan Jesica dengan berkata “lihatlah, aku mengosongi bagian penulisnya. Kamu tinggal menulis masa kecilmu dan kenapa kamu ingin menjadi seperti sekarang.”
Jesica yang mendengarnya langsung terkejut lalu berkata dengan keras “Ista!, ini tidak masuk akal. Ini merupakan milikmu.”
Ista lalu duduk di samping Jesica dan merengkul pundaknya dengan berkata “kamu adalah partner terbaik dalam mengurusi semua misi hidupku. Aku tidak menuntut banyak kepadamu, Jesica. Karena melengkapimu adalah tugasku.”
Jesica yang sedang di rangkul oleh Ista kemudian menatapnya dengan ambisi “apa kamu memahami yin dan yang? Aku menginginkan kamu menjadi yang, Ista.”
Ista tersenyum mendengar perkataan dari Jesica lalu melepaskan rangkulannya dengan berkata “apa kamu berpikir, kamu mencuri ketenaranku?”
Ista lalu bersandar di sofa kemudian berkata sambil melihat ke atas “walaupun masalahku sudah selesai, karena perbuatan Rosa kepada paman keduaku. Tetapi aku masih memiliki suatu ke khawatiran di masa depan, jika aku mengungkapan identitasku.”
“Jika seperti itu, lebih baik kita manfaatkan kondisimu ini. Ini bisa menjadi suatu kartu as untukku di dunia bawah.” ujar Jesica.
“Apa mereka sedang merencanakan sesuatu?” tanya Ista.
Jesica lalu bersandar di sebelah Ista dengan menjawab “sepertinya sedang ada pergerakan, tetapi aku masih belum mengetahuinya.”
Ista melihat bahwa barang-barangnya tidak ada di ruangan dan bertanya “Jesica, di mana kamu menyimpan barang-barangku?”
“Oh, barangmu. Itu di sana,” jawab Jesica sambil menunjuk sudut ruangan.
Ista kemudian berdiri dan berjalan ke arah yang di tunjukan oleh Jesica.
Jesica melihat Ista sedang berjalan dan berkata kepadanya “apa kamu tidak membuat kamar di ruangan ini?”
Ista lalu mengambil barang bawaannya dan berkata “kamarku, berada di dalam studio. Jika aku membuat kamar di sini, bukan ruangan rahasia namanya.”
Jesica lalu berdiri dan membantu Ista membawa barangnya “lalu kamu mau bawa kemana barang ini.”
Ista kemudian berjalan ke pintu dengan berkata “ikuti aku.”
__ADS_1
Jesica mengikuti Ista berjalan ke arah pintu, ketika Jesica melewati pintu. Ia melihat sebuah kebun bunga dengan air mancur di tengahnya.
“Kenapa harus halaman, kenapa tidak langsung ke dalam ruangan?“ tanya Jesica kepada Ista yang berada di depannya sambil melihat lingkungan sekitar dengan barang di bawanya.
“Jika aku membuatnya langsung ke dalam ruangan, nanti akan di curigai oleh para pengunjung,” jawab Ista yang berada di depan Jesica sambil berjalan membawa barang nya.
Jesica semakin kagum dengan apa yang di buat oleh Ista dan berkata “aku tidak mengerti, isi dari kepalamu itu.”
Hihihi
“Sudahlah, ikuti saja aku,” ucap Ista.
Ista membawa Jesica ke suatu ruangan khusus untuk dirinya beristirahat.
Saat Jesica berada di atap, ia hanya melihat sebuah meja besar di ujungnya dan peralatan lukis di sampingnya.
“Ini hanya sebuah atap, apa kamu akan tidur di sini?” ucap Jesica.
Ista menaruh barang bawaannya dan menunjuk ke sebuah pintu yang berada disamping pintu yang di masuki oleh mereka.
Ista kemudian berkata kepada Jesica “ayo, masuk.”
Mereka memasuki pintu di sebelahnya yang merupakan kamar Ista.
Saat Jesica memasuki kamar Ista, ia melihat sebuah kasur dengan kaca besar di sampingnya yang bisa melihat ke gedung-gedung perkotaan.
Di dalam kamar, mereka membereskan barang-barang dan menatanya di dalam kamar tersebut.
Saat Jescia membuka sebuah kerdus ia melihat topeng yang di kenakan Ista sewaktu pesta lalu mengambilnya dan berkata “Ista, bukankah. Ini topeng yang kamu kenakan saat pulang pesta?”
Ista yang sedang memesang foto di tembok mendengar perkataan Jesica lalu menoleh dan melihat topeng di tangan Jesica “iya, ternyata itu milik Aka.”
Hohohooh.
Surakan Jesica yang bermaksud menggoda Ista dan berkata “sepertinya, ada yang sedang berbunga seperti di halaman.”
“Apa sih yang kamu bicarakan,” debat Ista yang lagi berjinjit untuk memasang foto keluarganya.
“Apa kamu sudah menjadi pasangan dengannya?” tanya Jesica yang masih memegang topeng sambil mengamati topeng tersebut.
Ista selesai memasang fotonnya lalu berjalan mengambil topeng yang di pegang Jesica.
"Tidak, aku tidak ingin melakukan hal seperti itu," jelas Ista.
“Why?” tanya Jesica dengan kaget.
Ista lalu duduk di atas kasurnya dan berkata sambil mengamati topeng tersebut “entahlah.”
__ADS_1