
...****************...
Ista dan Aka memasuki ruangan tertutup dengan pakaian kotor yang mana terdapat pembatas di antara ruangan pak Zar dan mereka.
Ista kemudian duduk dan Aka berdiri di belakangnya.
Melihat Ista dan Aka datang dengan pakaian kotor, pak Zar berkata “apa kalian baik-baik saja?.”
“Tidak terjadi apa-apa pada Ista, sekarang apa yang sedang telah terjadi pada papa?” tanya Ista yang duduk di depan dengan pembatas di antara mereka.
Pak Zar melihat ke arah Aka dan berkata kepada Ista “kamu lebih baik pulang, mama mu sangat mengkhawatirkan mu.”
Kemudian Aka melihat bahwa pak Zar meliriknya lalu menepuk pundak Ista dan berkata “kamu lebih baik pulang terlebih dahulu, biar masalah ini aku yang menanganinya."
"Apa yang sedang mereka rencanakan?" pikir Ista yang duduk di antara mereka.
Ista kemudian berdiri dan keluar dari ruangan tetapi Ista mengganjal pintunya sebelum tertutup dengan kakinya membuat sedikit celah yang membuat Ista bisa mendengar percakapan mereka.
Aka kemudian duduk dan berkata “pak, apa yang telah terjadi?.”
“Apa kamu masih menyimpan file tentang proyek kita?,” tanya pak Zar kepada Aka yang berada di depannya tetapi tertutupi kaca di antara mereka.
“Iyaah, masih aku simpan di kediamanku,” jawab Aka.
“Bawa itu, di sana terdapat bukti bahwa aku tidak bersalah. Aku sudah menduga, akan terjadi seperti ini," ucap pak Zar.
Aka dengan kaget berkata “kenapa bapak memberikan file yang begitu penting kepadaku?.”
“Kamu sangat mengkhawatirkan Ista, jadi aku sangat mempercayaimu” kata pak Zar dengan senyuman.
“Sekarang cepatlah ambil file itu dan berikan kepada pengacaraku,” ucap pak Zar.
Ista yang sedang menguping mendengar percakapan mereka dan berkata “apa maksud papa, dia mengkhawatirkan ku?.”
Aka kemudian berdiri dan berjalan keluar dari ruangan.
Ista yang sedang menguping melihat bahwa Aka berdiri langsung bersembunyi dan berkata “aku harus mengikutinya.”
Aka terus berjalan keluar dan pergi menuju kediamannya menaiki mobil bersama supirnya.
Ista terus mengikuti Aka yang berada di depannya dengan menaiki taxi.
sesampai di depan rumah Aka, Ista kemudian turun dari taxi dan menyusul Aka.
Aka yang melihat Ista berada di sini dengan kaget berkata “apa yang kamu lakukan di sini?.”
“Apa maksudmu mengkhawatirkan ku?,” ucap Ista.
“Kamu mendengar percakapan ku dengan papamu,?" Kata Aka di depan rumahnya.
Seketika.
“Itu mereka!” teriak sekumpulan orang dengan membawa senjata tumpul.
Di luar kediaman Aka.
Terdapat mobil jep warna hitam yang mana merupakan milik Raka di dalamnya terdapat Hika dan Nash.
“Hai, Hika. Bagaimana kamu mengetahui bahwa pak Zar masih memilik bukti untuk membela diri?” kata Nash yang duduk di kursi belakang.
__ADS_1
“Itu sangat mudah, saat pak Zar tertangkap, dia menunjukan ekspresi tenang, seakan-akan dia sudah mengetahui ini semua mungkin terjadi” kata Hika yang duduk di kursi depan.
Raka yang mendengar perkataannya sambil memegang setir mobil berkata “bagaimana kamu bisa tahu, bahwa pewaris Ka grup yang memegang file tersebut.”
“Apa kalian tidak menggunakan otak kalian saat beraksi!,” kata Hika dengan kesal.
“Apa kalian tidak mendengar perkataan pak Andy kemarin!, bahwa Ka grup tiba-tiba bermitra dengan perusahaan milik ayahnya Ista” kata Hika dengan melihat ke arah kediaman Aka.
“Bukankah wajar, mereka sesama orang bisnis” kata Nash dengan binggung.
“Bodoh!, perusahaan Ka grup merupakan perusahaan besar tidak mungkin mereka ingin bermitra dengan perusahaan ayahnya Ista tanpa adanya sebab. Apa kamu tidak memikirkan itu?” kata Hika dengan marah.
“Apa sebabnya?” tanya Raka yang berada di sebelah Hika.
“Kamu menanyakan itu padaku!?, aku juga tidak tahu. Yang pasti kita akan mengetahuinya sebentar lagi” kata Hika.
“Hei, Nash. Bagaimana pria yang sedang dekat Ista?” kata Hika kepada Nash yang berada di belakangnya.
“Ohh, pria itu. Dia hanyalah seniman musik, tidak perlu kita memperhatikannya,” jawab Nash kepada Hika yang berada di depannya.
“Sebab itu kita harus memperhatikannya!” kata Hika dengan marah.
“Bos, mereka di dalam” kata salah satu anak buah Raka di jendela mobil.
“Bawa mereka ke sini, apapun yang terjadi. Jika perlu gunakan benda tajam kalian,” kata Raka kepada anak buahnya yang berada di luar mobil.
Di kediaman Aka.
Aka yang melihat ada banyak orang yang mendatangi kediamannya dan berkata “Ista cepat masuk ke dalam rumah!.”
“Tunggu, kamu belum menjawab pertanyaan ku,” ucap Ista.
Kemudian Aka membuka kan pintu dan mendorong Ista untuk masuk ke dalam rumah.
Ista yang terdorong masuk kedalam rumah melihat Aka yang berada di luar berkata “bagaimana denganmu, apa yang ingin kamu lakukan.”
“Sudah lah masuk saja, aku akan menghalang mereka.” Kata Aka yang berada di luar pintu.
Kemudian Aka berusaha menutup pintu tersebut tetapi di tahan oleh Ista.
Ista yang menahan pintu yang mau di tutup oleh Aka berkata “kamu ingin melawan mereka sendirian!.”
Sekelompok orang mulai mendekat.
Aka yang melihat mereka semakin dekat lalu berteriak kepada Ista “cepat masuk!!.”
Brak.
“Tapi...,” kata Ista tetapi belum sempat menyelesaikan perkataannya. Pintu tersebut sudah di tutup oleh Aka.
Ista kemudian berusaha membuka pintu tetapi pintu tersebut terkunci dari luar.
Di rumah Aka, Aka yang berpakaian kotor sedang berkelahi di luar rumah dan di dalam rumah Aka, terdapat Ista yang berpakaian kotor sedang berusaha membuka pintu.
*Ingat baju kotor mereka, karena mereka berdua habis keluar dari hutan*
Bak.
Buk.
__ADS_1
Prank.
Perkelahian antara Aka terdengar oleh Ista.
Tok.
Tok.
Tok.
Suara ketokan pintu dari Ista yang berada di dalam rumah dan berteriak “Aka apa kamu baik-baik saja!.”
Aka yang sedang berkelahi mendengar teriakan Ista kemudian mundur ke arah depan pintu dan berkata kepada Ista “Ista, jangan memperdulikanku. Lebih baik kamu pergi lewat jendela belakang.”
Bak.
Buk.
“Apa maksudmu!!,” teriak Ista
“Aku akan segara menyusul mu!” teriak Aka.
“Yeaahhhh” teriak Aka.
Bak.
Bak-buk.
Aka melihat bahwa salah satu dari mereka sedang membawa sebilah pisau di tangannya, kemudian Aka berusaha menghindar serangannya.
Jleeb.
“Ahhh.”teriak Aka yang tertikam oleh pisau.
“Cepat!, aku tidak bisa menahan nya lebih lama,” teriak Aka.
Kemudian Ista mendengarkan perkataan Aka dan berjalan ke jendela belakang, sesampai Ista berada di ruang tamu, Ista melihat bahwa terdapat lukisan yang Ista lukis saat perlombaan melukis di studio seni.
“Kenapa lukisanku ada di sini,” kata Ista sambil melihat lukisannya.
Kemudian Ista terus berjalan sambil melihat-lihat se isi rumah Aka, dan melihat terdapat jaket di tempat pakaian kotor yang penuh dengan noda darah lalu Ista berkata “bukankah ini jaket orang yang membantuku waktu di taman hiburan?, kenapa ini ada di sini.”
“Apa selama ini Aka mengawasi ku dan melindungi ku???” pikir Ista.
“Apa jangan-jangan di pesta topeng juga, Aka!” kata Ista dengan kaget.
“Aku harus mencari topeng itu, untuk memastikan” ucap Ista.
Kemudian Ista mencari-cari topeng di seluruh isi rumah Aka.
“Ista, ayoo!” teriak Aka yang berada di jendela belakang sambil memegang perutnya yang tertikam oleh pisau.
“Tunggu sebentar” kata Ista.
Saat Ista membuka sebuah laci, Aka berteriak “Cepatlah kita tidak ada waktu!!!.”
“Iya,” teriak Ista.
Kemudian Ista berlari menuju jendela belakang dan keluar melompatinya.
__ADS_1
Laci tersebut di mana Aka menyimpan topeng milik Ista.