15 Tahun Mengubah Segalanya

15 Tahun Mengubah Segalanya
Saling ingin bertemu.


__ADS_3

...****************...


Matahari mulai bersinar dengan terik menandakan bahwa hari mulai siang.


plung.


plung.


Aka sedang mencari-cari baju untuk di pakainya, ia melempar baju satu demi satu.


Tok.


Tok.


Aka mengacuhkan suara tersebut dan terus mencari baju yang pas untuknya.


Tok.


Tok.


Brek.


Supir yang merasa bahwa Aka tidak menjawab ketokan pintunya kemudian membukanya lalu berkata “bos!, nyonya memanggilmu.”


Supir melihat se isi rumah Aka, tetapi tidak ada hawa keberadaannya lalu berkata dengan mengintip “bos??”


Supir terus berjalan ketika ia memasuki kamar Aka, ia melihat bahwa Aka sedang mencari-cari baju dan bertanya “bos, apa yang sedang kamu lakukan?”


Aka yang sedang melempar baju melihat ada supirnya memasuki kamarnya lalu menunjukan baju di kedua tangannya dengan berkata “bagus yang mana?”


Baju yang di tunjukan Aka, adalah baju kemeja putih polos dan baju kemeja putih polos.


Supir melihat kedua baju yang di tunjukan Aka, memiringkan kepalanya sambil mengamati dan berkata “keduanya sama saja.”


“Kamu bodoh, ini berbeda.” Ucap Aka.


Kemudian Aka memajukan baju di tangan kanannya dan berkata “ini untuk rapat.”


Lalu menunjukan baju yang di tangan kirinya dan berkata “sedangkan ini untuk dinas luar.”


Supir yang mendengar penjelasan dari Aka nambah binggung lalu bertanya “apa bedanya.”


“Kamu tidak tahu apa-apa” ucap Aka dengan kesal karena supirnya tidak mengerti.


Supirnya melihat bosnya sedang mencari baju kembali lalu berkata “memangnya bos mau kemana, kenapa harus memilih baju seperti itu?”


Aka yang sedang mencari baju mengalihkan pandangannya lalu berkata “aku ingin berkunjung ke rumah Ista, karena dia belum pernah sekali pun mengunjungi ku di rumah sakit.”


Hahaha


“Bos kamu ingin mengajaknya berkencan,” ucap supir tersebut dengan tertawa.


“Bos sini aku beritahu sesuatu kepadamu,” ucap supir.


Kemudian supir berjalan ke arah Aka dan berbisik ke kuping Aka untuk memberitahukan sebuah jurus sempurna untuk menaklukan seorang gadis.


Aka yang mendengar nasehat supirnya seketika berkata dengan keras,“ kamu kebanyakan baca novel!”

__ADS_1


Nasehat yang beritahukan oleh supirnya adalah mengajak Ista untuk minum bersama dan tanpa sengaja uwu uwu.


“Aku tidak butuh nasehat seperti itu!,” ucap Aka dengan marah.


“Tetapi dengan begitu dia pasti akan meminta pertanggung jawab mu, bos,” kata supirnya.


Plak.


Aka mendengar perkataan supirnya langsung memukul gantungan baju yang ia pegang dan berkata dengan marah “ini lah sebabnya banyak, orang yang sepertimu.”


Aka kemudian melanjutkan mencari baju yang pas untuk dikenakan nya.


...****************...


Di saat yang sama di depan sebuah rumah sakit.


Ista yang selesai memindahkan barangnya dari rumah ke studio miliknya, sedang melihat ke atas yang mana tempat ruangan Aka berada, sambil membawa sebuah bekal untuk di makan oleh Aka dengan berpikir “aku harus meminta maaf kepadanya, karena tidak bisa menerima pengakuannya.”


Ista kemudian berjalan memasuki rumah sakit dan menaiki left, sesampainya Ista di depan kamar Aka.


Ista melihat dari luar melalui kaca bahwa di dalam ruangan, nampak sangat sepi tidak ada aktivitas yang terjadi.


Lalu Ista berjalan menuju tempat penjaga pasien, dan berkata sambil menunjuk kamar yang di tempati oleh Aka “permisi, kenapa di ruangan itu tidak ada orang.”


Perawat yang sedang duduk seketika berdiri dan melihat ke arah yang di tunjukan oleh Ista dan berkata “oh, pasien itu. Jika tidak salah, ia baru salah keluar dari rumah sakit tadi pagi.”


Ahhh.


Ista terkejut mendengar pernyataan dari perawat dan berpikir “apa aku ke rumahnya saja? Ya, lebih baik seperti itu. Aku tidak enak sendiri terhadapnya.”


Ista kemudian kembali berjalan keluar rumah sakit.


Ran yang sedang bermain musik di depan rumah sakit melihat terdapat Ista yang keluar dari pintu masuk lalu berhenti memainkan gitar dan memberikannya kepada teman di sebelahnya dengan berkata sambil melihat Ista berjalan “pegangin ini, ada hal yang harus ku lakukan.”


Ram kemudian menyusul Ista yang sedang membawa bekal dan berkata “Ista!.”


Ista mendengar jika terdapat suara yang memanggilnya lalu melihat ke arah sumber suara, Ista melihat bahwa Ran sedang menghampirinya.


Ram kemudian tiba di samping Ista dan bertanya “sedang apa kamu di sini?”


“Ada sesuatu yang harus aku lakukan” ucap Ista.


Ran merasa bahwa Ista tidak bisa di hubungi semenjak tragedi di gudang bertanya “kenapa nomu tidak aktif?”


“Aku berganti handphone” jawab Ista.


Ran kemudian menyodorkan tangannya seperti meminta lalu berkata “kamu ganti dengan apa? Coba sini aku lihat.”


Ista kemudian mengambil handphone di sakunya dan berkata “seperti ini, kenapa?"


Ran melihat handphone Ista, langsung mengambilnya.


Merasa handphonenya di rampas oleh Ran, Ista kemudian berusaha mengambilnya dan berkata sambil membawa bekal di tangan kirinya “hey, apa yang sedang kamu lakukan. Kembalikan!”


Ran lalu mengangkat tangannya yang memegang handphone Ista sambil menekan no lalu menelponnya.


“Kembalikan, handphoneku” kata Ista dengan melompat untuk berusaha mengambil kembali handphonenya .

__ADS_1


Dring.


Ddrriinngg.


Ran menyadari bahwa panggilan sudah masuk dalam handphonenya lalu memberikan kembali handphone milik Ista.


Ista lalu mengambill handphonenya dan melihatnya sambil berkata “apa kamu baru saja menelpon dengan handphoneku?”


Ran lalu mengecek handphone di saku celananya dan berkata “aku baru saja mendapatkan nomu.”


“Kenapa kamu tidak meminta langsung kepadaku!” bentak Ista.


“Kamu pasti tidak akan memberikannya kepadaku,” jawab Ran yang berada di depannya.


Ran kemudian melihat bahwa Ista sedang membawa sesuatu lalu berkata sambil menunjuk barang yang di bawa oleh Ista “apa itu?”


Ista kemudian melihat ke tasnya dan mengangkatnya lalu berkata “oh, ini. Aku ingin mengantarnya ke seseorang.”


“Aku ikut denganmu,” ucap Ran.


Ista lalu kaget bahwa Ran ingin menemaninya lalu berpikir “apakah tidak apa-apa, jika Aka dan Ran bertemu?”


“Tunggu, kenapa aku memperdulikan mereka,” pikir Ista.


“Baiklah,” ucap Ista.


Ran kemudian melihat-melihat ke depan seperti mencari sesuatu.


Ista merasa bahwa Ran sedang melihat sesuatu dan berkata “apa yang sedang kamu lihat?”


“Kamu ke sini memakai apa?,”tanya Ran dengan menoleh ke arah Ista.


“Aku menaiki angkutan umum” jawab Ista.


Ran kemudian berkata “tunggu sini, aku akan mengambil sepedaku.”


Ran lalu berlari untuk mengambil sepeda motornya sedangkan Ista menunggu Ran.


...----------------...


Breem.


Ran kemudian tiba di depan Ista dengan menggunakan motor hitamnya lalu menyuruh Ista sambil memberikan helm kepadanya “ayo naik.”


Ista memasang helm yang di berikan oleh Ran dan menaiki sepeda motor tersebut.


Bbrreeemmm.


Di dalam perjalanan Ista memberikan tanda kepada Ran untuk mengikuti arahan dari Ista.


Beberapa saat kemudian Ista sampai di depan rumah Aka.


Brrreeeeemmmm.


Ran melihat rumah seperti vila kemudian melihat ke arah Ista dan bertanya “rumah siapa ini?"


Ista turun dari motor dan melepas helmnya lalu memberikannya kepada Ran dengan berkata sambil membawa bekal “seseorang yang telah membantuku.”

__ADS_1


Brrreeemmm.


Di saat yang sama Aka dengan mobil sport abu-abu sampai di depan rumah Ista untuk melihatnya.


__ADS_2