15 Tahun Mengubah Segalanya

15 Tahun Mengubah Segalanya
Mission Complete.


__ADS_3

Tik.


Tik.


Hari masih menggelapi suasana yang terjadi di dalam sebuah gudang terbengkalai dengan di iringi oleh suara di atap yang terkena air hujan.


Raka melihat bahwa terdapat seseorang yang berani mengganggunya lalu menyuruh anak buahnya dengan berkata sambil menunjuk ke arah orang tersebut “hajar dia!.”


Aka dengan kondisi basah di seluruh tubuhnya dengan rasa sakit di perut melihat segerombolan orang datang menghampirinya lalu berteriak sambil berlari “yeeeeahhhhh......!!.”


Aka langsung menghajar mereka semua.


Bak.


Buk.


Perkelahian terjadi yang mana Aka di kelilingi oleh anak buah Raka.


“Ayoo!” teriak Aka dengan kondisi yang berdarah hampir seluruh wajahnya sambil melambaikan tangan ke arahnya.


Aka kembali bertarung dengan berteriak “Yeeeeaaahhhhhhh.”


Bak


Buk.


Melihat Aka sedang di keroyoki oleh anak buah Raka, Hika tersenyum jahat lalu berbisik “hohoo, seperti perkiraan ku.”


Hika sudah memperkirakan jika Ista memiliki sebuah hubungan dengan pemilik Ka Grup sebab itu dia menelpon Ran untuk datang.


Nash yang berada di depan merasa bahwa terdapat hawa yang mengerikan kemudian melihat kebelakang terdapat Hika yang sedang tersenyum dan berkata kepada Hika “Hika kamu melakukan senyuman itu lagi!!.”


Bak.


Bak.


Ista yang sedang terikat melihat Aka bertarung di depannya kemudian berteriak “bodoh, dasar bodoh!!.”


“Kenapa kamu tidak diam saja di rumah sakit, kenapa kamu datang ke sini!. kenapa, kenapa!” teriak Ista yang sedang terikat kedua tangannya di kursi lalu matanya mulai berair.


Bak.


Bak.


Hhap.


Anak buah Raka menangkap kedua tangan Aka lalu berkata “habisi dia!.”


Anak buah Raka yang lain melihat Aka di pegang kedua tangannya segara melancarkan serangan keseluruh badan Aka.


Bak.


Buk.


Bak.


“Ahhhh” teriak Aka dengan histeris sambil melihat ke arah Ista.


Ista yang melihat Aka yang masih memakai baju pasien di pukuli hingga berdarah-darah membuat baju Aka berubah warna menjadi merah delima. Seketika air matanya berjatuhan lalu berteriak “dasar bodoh!, Aka!!.”

__ADS_1


Ista berusaha untuk melepaskan dirinya.


Tuk.


Tuk.


Suara kursi yang di goyangkan oleh Ista yang membuatnya membungkuk 90 derajat.


Tis.


“Lepaskan dia!!,” teriak Ista dengan posisi terikat melihat Aka dengan mata yang mengeluarkan air.


Pukulan terus di lancarkan kepada Aka.


Bak buk


Bak.


Hika yang berada di samping nya kemudian memegang dagu Ista dan mengarahkan wajah Ista ke wajahnya lalu berkata dengan mengancam “jika kamu memberitahuku dimana file tersebut, maka aku akan melepaskan dia.”


Aka mendengar suara Hika yang sedang mengancam Ista lalu berteriak sambil di pukuli dengan kedua tangannya dikunci “Ista!, jangan kamu memberitahu dia!!.”


Bak buk.


Hhhmmmmmm.


Ista kemudan memejamkan matanya untuk tidak melihat Aka yang sedang di pukuli sambil menangis dengan menahan suaranya.


“Ista, kamu lebih baik mementingkan papamu, jangan pedulikan aku,” teriak Aka yang sedang di pegang kedua tangannya.


Bak buk.


Ista mendengar suara pukulan lalu mulai menangis histeris.


Suara tangaisan Ista dengan memejamkan matanya untuk tidak melihat Aka yang sedang di pukuli.


Seketika.


Wiuwiwuwiuw


Suara sirine polisi dari kejauhan.


Raka mendengar suara polisi dari kejauhan lalu berteriak “polisi datang, cepat pergi dari sini!.”


Kemudian anak buah Raka melepaskan kedua tangan Aka lalu pergi ke mobil.


Aka dengan kondisi hampir seluruh wajah hingga kaki nya terdapat darah yang terus mengalir, yang membuat baju di pakainya berubah menjadi warna merah delima.


Kemudian berjalan terhuyung-huyung ke arah Ista yang sedang duduk terikat yang memejamkan kedua matanya sambil menangis tanpa memperdulian hal lain.


Nash melihat anak buah Raka yang sedang melarikan diri berkata “tunggu!!, filenya bagaimana?.”


Mendengar perkataan Nash Raka yang berada di belakangya berkata “apa kamu mau di tangkap polisi, sekarang bukan waktunya untuk itu.”


Hika kemudian berbisik di telinga Ista dengan nada ancaman “kita akan bertemu di lain waktu!.”


“Ayo,” kata Hika yang berada di paling belakang lalu berjalan menuju mobil bersama Raka dan Nash.


Seketika

__ADS_1


Bam.


Suara pintu gudang yang terdobrak kembali oleh seseorang dengan kondisi basah kuyup terkana air hujan lalu berteriak “Ista!.”


Ran sedang berdiri di pintu gudang dengan melihat bahwa banyak orang yang sedang berlari ke arahnya.


Nash yang sedang berjalan menghampiri Aka yang sedang berjalan terhuyung-hutung lalu berhenti di sampingnya dan berbisik “kita lanjutkan lain waktu, wahai pahlawan.”


Nash lalu berjalan kembali sesaat sampai di pintu gudang terdapat Ran lalu menepuk pundaknya kemudian berbisik di telinganya dengan tersenyum “aku kembalikan lagi perkataanmu waktu itu. Kamu sedikit terlambat.”


Hahaha.


Nash berjalan ke mobil dengan tertawa lepas.


Ran yang mendengar perkataan Nash dengan kesal sambil melihat ke arah Ista dan Aka lalu berkata “aku terlambat?.”


Hika dan lainnya lalu keluar dari gudang kemudian memasuki mobil yang berada tidak jauh dari pintu masuk gudang dan mereka segara angkat kaki dari gudang untuk menghindari polisi.


Aka kemudian sampai di tempat Ista terikat, dengan sekuat tenaga melepaskan ikatannya.


Ista segara membuka kedua matanya melihat Aka sedang berusaha melepaskan ikatannya.


“Kenapa!, kamu melakukan sampai sejauh ini!” teriak Ista sambil menangis kepada Aka yang sedang membuka ikatannya.


“Berhentilah menangis, aku sedang membuka ikatanmu,” kata Aka dengan terhuyung-huyung dengan darah yang bercucuran sambil melepaskan ikatan Ista.


Ista kemudian mendengar apa yang di katakan Aka lalu berhenti menangis.


Aka kemudian selesai melepaskan ikatan tali di kedua tangan Ista.


Seketika


Brak.


Aka terjatuh tidak sadarkan diri di pundak Ista.


Ran melihat Aka tidak sadarkan diri di pundak Ista yang sedang duduk, Ran kemudian berjalan meninggalkan mereka berdua di dalam gedung dengan berkata dengan pelan “sepertinya, aku sudah tidak di butuhkan di sini.”


Kemudian Ran dengan hujan-hujan nan kembali menaiki sepeda motor nya.


Ista terdiam sejenak karena kepala dari Aka berada di pundaknya.


Dengan tatapan sedih Ista melihat ke arah kepala Aka yang berumuran darah di wajahnya.


“Bodoh!, aku tidak membutuhkan bantuanmu.” teriak Ista dengan sedih kepada Aka yang tidak sadarkan diri.


Wiuwiwuwiwuwiu.


Mobil polisi tiba di lokasi kejadian, tetapi semua sudah pergi meninggalkan Ista dan Aka di dalam gudang.


Supir yang datang bersama polisi melihat bahwa bosnya tidak sadarkan diri di pundak Ista, supir langsung berlari ke arah Ista dan Aka dengan berteriak “bos!.”


Sesampainya di tempat mereka berdua, supir bertanya kepada Ista “apakah aku terlambat?.”


Ista yang sedang duduk mendengar pertanya supirnya berkata sambil membersihkan air matanya “tidak, kamu datang tepat waktu.”


Kemudian supirnya menggendong Aka dan berlari ke mobil ambulance yang datang bersama mobil polisi.


Lalu beberapa perawat ambulance mendatang Ista dan memberikan sebuah handuk kepadanya, kemudian menuntun Ista berjalan menuju mobil ambulance.

__ADS_1


Ista sedang berjalan sambil memangangi handuk di pundak sehingga menutupi seluruh pundaknya lalu berpikir “Hika!!, lihat dan tunggu. Bagaimana aku akan membalasmu tanpa kamu sadari.”


Jangan lupa VLR (Vote,Like and Rate) nya yah.


__ADS_2