15 Tahun Mengubah Segalanya

15 Tahun Mengubah Segalanya
tamparan adalah uang.


__ADS_3

...****************...


Di pagi hari yang Indah


Di tempat proyek pak Zar.


Bak.


Buk.


Suara pertarungan antara pekerja proyek dengan preman.


Bbrreeemm.


Suara mobil Aka yang mendatangi tempat proyek pak Zar.


Aka yang melihat di dalam tempat perusahaan banyak sekali orang yang sedang bertarung, kemudian keluar dari mobilnya dan berlari.


Melihat Aka yang keluar dari mobil dengan berlari berteriak “bos!.”


Aka berlari menuju dalam proyek perusahaan pak Zar.


Melihat terjadi pertarungan antara pekerja proyek dan preman.


“Hey,” kata Aka dengan menepuk pundak ke salah satu preman.


Bak.


Preman yang di pukul Aka terjatuh lalu preman yang sedang tidak menemukan lawannya melihat ke arah Aka, kemudian menghampirinya dan mengeroyok Aka.


Bang.


Bang.


Bak.


Bak-buk.


Suara pertarungan Aka dan preman.


Srreeet.


Suara pisau yang mengenai lengan kanan atas Aka.


Aka berhasil melawan mereka semua dengan keadaan yang berantakan dengan darah yang keluar dari lengan atas kanan Aka karena tergores oleh pisau.


Seketika.


Wiuwiuwiuwiuw.


Suara sirine polisi setempat yang datang ke lokasi.


Preman yang mendengar suara sirine kemudian melarikan diri dengan meninggalkan lokasi proyek perusahaan.


Aka kemudian memegangi lengan atas kananya lalu supirnya menyusul Aka dan berkata “Bos.”


“Ambilkan P3K di mobil!” kata Aka dengan menahan kesakitan sambil memegangi lengannya.


Kemudian pak Zar yang habis menelfon polisi keluar dari ruangannya untuk melihat kondisi dari karyawan.


Pak Zar melihat-lihat ternyata terdapat seorang pria yang menolongnya sewaktu dia terbawa oleh arus sungai kemudian mendatangi pria tersebut dan berkata “apa kamu tidak apa-apa?.”


“Tidak apa-apa, hanya luka kecil.” Jawab Aka.


Mendengar perkataan Aka, pak Zar kemudian berkata “ayo, ikuti aku.”


...----------------...


Kemudian pak Zar membawa Aka ke ruangan kesehatan.


Sesampainya di ruangan, pak Zar menyuruh Aka untuk duduk.


Supir berlari sambil membawa p3k dan mendatangi Aka dan berkata “bos, ini p3k nya.”


“Bantu aku membersihkan luka ini” kata Aka sambil menunjukan lengan kanannya.


Melihat supir yang sedang membersihkan luka Aka, pak Zar berkata “aku bantu.”


Pak Zar membantu membersihkan lukanya.


Tidak lama kemudian.


Pak Zar menarik tangan kanan Aka.


“Ahhhh”” teriak Aka.

__ADS_1


“Masih sakit?, belarti tulang mu yang kemarin masih belum sembuh” ucap Pak Zar kemudian melepaskan tangan Aka.


“Sakit lah pak, bapak tarik tanganku. Coba tangan bapak aku tarik,”kata Aka dengan kesal.


Haha.


Haha.


Mendengar apa yang di katakan Aka, pak Zar tertawa sambil mengambil arm sling untuk di kenakan Aka.


Melihat pak Zar membawa arm sling, Aka merenggangkan tangannya sambil berkata “tidak usah, besok juga sudah sembuh.”


“Bagaimana jika kita membicarakan hal yang lebih penting,” kata Aka dengan serius lalu berhenti merenggangkan tangannya.


“Baik lah,” kata pak Zar kemudian menaruh kembali arm sling nya dan menyuruh Aka duduk.


Pak Zar dan Aka pun duduk saling berseberangan.


“Hal penting apa, yang ingin kamu sampaikan?” tanya pak Zar kepada Aka di depannya.


“Aku ingin mengajakmu untuk bermitra denganku” jawab Aka.


Aka dan pak Zar kemudian berbicara soal keuntungan dan kerugian dari bisnis mereka yang akan di lakukan.


Selesai mereka berdua berbicara, Aka bertanya “apa bapak mengenal pak Andy?.”


“Maksudmu, pak Andy yang pemimpin partai?” ucap pak Zar.


“Iya, orang itu. Bagaimana bapak mengenalinya?” tanya Aka.


“Dia saudara saya,” jawab pak Zar.


“Pantesan,” ucap Aka.


Kemudian Aka berkata “sepertinya, dia sedang merencanakan sesuatu terhadap bapak dan putri bapak.”


“Apa maksudmu!” teriak pak Zar dengan marah lalu berdiri mendengar perkataan Aka.


“Tenanglah pak, dengarkan penjelasan ku,” jawab Aka.


Aka kemudian menjelaskan kejadian saat di perayaan pesta topeng.


“Pantas saja, perusahaan ku banyak sekali tekanan belakang ini,”kata pak Zar dengan kesal.


“Saya tidak bisa datang karena banyaknya permasalahan di sini” jawab pak Zar.


“Kemarin, saya belum sempat menanyakan namamu,” kata pak Zar.


Seketika Aka berkata “namaku Aka.”


“Bukankah kamu, pewaris dari Ka Grup?,” kata pak Zar dengan kaget.


“Berarti, aku sedang melakukan perjanjian bisnis dengan Ka grup?,”kata pak Zar dengan kaget.


“Iya,”jawab Aka dengan pelan.


“Bagaimana kamu mengenali putriku?” tanya pak Zar dengan melihat dengan tatapan serius ke arah Aka.


Kemudian aka berkata dengan terbata-bata “itu..”


Hahaha


Haha


Seketika pak Zar tertawa melihat ekspresi dari wajah Aka.


“Pak jangan memberitahu soal itu kepada Ista termasuk perjanjian bisnis ini” kata Aka.


“Apa kamu tidak menginginkan, dia untuk cemas?,” tanya pak Zar.


“Iya,” kata Aka dengan malu.


Kemudian pak Zar berdiri dan berkata kepada Aka dengan senyuman ”baiklah, aku tidak akan memberitahunya dan terima kasih atas perbuatan mu waktu itu.”


Kemudian Aka dan pak Zar berbicara se akan-akan pak Zar sudah menemukan calon menantunya.


Selesai mereka berbicara, Aka langsung pulang ke kantornya.


...****************...


Ista sudah berada di depan gedung perusahaan Ka Grup dengan tas yang berisi penuh dengan uang menunggu Aka datang ke kantornya.


Tidak lama kemudian.


Aka datang bersama supirnya.

__ADS_1


Supirnya keluar dan membukakan pintu untuk Aka.


Ista yang melihat Aka datang, langsung mendatanginya.


sesudah Aka keluar dari mobil.


Tiba-tiba.


Bak.


Aka di tampar oleh Ista.


Aka lalu memegang pipi kirinya dan berkata “apa yang kamu lakukan.”


“Kenapa kamu menyuruh lidah darat mendatangi rumahku!” kata Ista.


Mendengar apa yang di katakan Ista, Aka kaget dan berkata “apa maksudmu?.”


“Ambil ini!!,” kata Ista dengan memberikannya tas yang berisikan uang.


Kemudian Aka mengambilnya dengan tangan kiri dengan tangan kananya memegang pipi kanannya yang di tampar dan berkata “tas apa ini.”


“Kamu jangan berpura-pura bodoh!” kata Ista dengan marah.


Hahaha


Mendengar apa yang di katakan Ista, Aka tertawa.


Melihat Aka tertawa, Ista membentak dan berkata “kenapa kamu tertawa!.”


“Kalo aku berpura-pura bodoh, tidak mungkin sekarang aku berada di sini.” Ucap Aka.


Bak.


Aka di tampar kembali lalu Ista pergi dengan kesal.


Aka kemudian memegangi kedua pipinya dan berkata “kenapa aku di tampar lagi?.”


“Heeyy tunggu,” teriak Aka yang melihat Ista berjalan pergi meninggalkannya.


Ista mengacuhkan teriakan Aka.


Aka kemudian melihat punggung Ista dan berkata dengan serius “sepertinya mereka mulai mengincar mu.”


Aka kemudian melihat isi tas yang di berikan oleh Ista.


Hahahaha.


Haha.


“Wanita itu memberiku uang” kata Aka dengan tertawa sambil melihat isi tas tersebut.


“Bos, kenapa membiarkan dia menamparmu ?” kata supirnya.


Mendengar supirnya berbicara seperti itu. Aka langsung melihatnya.


Seketika.


Bak.


Aka menampar supirnya yang berada di depannya.


“Aduh, bos kenapa kamu menamparku?” kata supir dengan memegangi pipi kirinya.


Kemudian Aka memberinya uang dari dalam tas yang di pegang nya.


“Ini..” kata supirnya yang memegang Uang dan melihat nya.


Bak.


Aka kembali menampar supirnya di sisi satunya.


“Aduh,” kata supir dengan memegangi pipi satunya.


Aka kembali memberinya uang.


“Bos, serius memberiku uang ini,” kata supirnya yang melihat uang tersebut.


Melihat reaksi supirnya, Aka berkata “apa kamu menerima tamparan ku?”


Melihat uang yang berada di tangannya supir nya berkata “saya terima, saya terima.”


"Bagus, anak pintar. Hahahaha" Kata Aka dengan tertawa.


kemudian Aka berjalan menuju ruangannya.

__ADS_1


__ADS_2