15 Tahun Mengubah Segalanya

15 Tahun Mengubah Segalanya
Sifat Aka yang tidak di ketahui Ista


__ADS_3

Melirik Ista yang ingin bertanya kembali, Aka membungkukkan badannya sembari memberikan telinganya ke Ista.


Ista menutupi mulutnya dari penjual.


“Kenapa aku harus membelinya?” bisik Ista.


Aka masih tetap membungkuk, lalu menutupi mulutnya dari penjual dan membalas dengan berbisik “Karena dia tidak mengerti harga yang sebenarnya.”


Penjual melihat Ista dan Aka yang hanya berbisik di depan dagangannya, lalu menegur mereka.


“Kalian, niat beli apa tidak. Jika tidak jangan mengganggu bisnisku.”


Ista kemudian mengalihkan pandangannya ke penjual sembari bertanya, “Berapa harga lukisan itu” sembari menunjuk ke arah lukisannya.


Penjual menunjuk kan tiga jarinya, kemudian Ista berucap “ tiga ratus?”


“Juta” Ungkap penjual dengan dingin.


“Apa!” teriak Ista dengan terkejut mendengar harga yang di berikan oleh penjual tersebut.


“Jika benar yang di katakan Aka, belarti ini benar-benar lukisan tersebut. Ini bisa di jadikan pajangan di studio seni milikku.”


Ista mengeluarkan dompetnya dan membayar lukisan tersebut dengan uang dari perusahaan Jesica.


Aka melihat Ista sedang membayar lukisan tersebut, lalu Aka mengambil sebuah kalung yang terbuat dari kerang berwarna putih salju.


Penjual berubah sikapnya melihat Ista menghabiskan uang sebanyak itu hanya untuk lukisannya, lalu membungkus dan berkata dengan sopan, “Ini, lukisannya.”


Melihat perubahan mendadak dari penjual, Ista menatapnya dengan tajam dan mengambil lukisan tersebut sembari bergumam “Sikapnya berubah kepadaku!”


Disaat Ista mengambil lukisannya, Aka langsung membuka dompetnya dan menyerahkan sebuah kalung dan uangnya ke penjual dengan berkata, “Bungkus ini juga.”


Menyadari bahwa Aka sedang melakukan transaksi, Ista bertanya kepadanya, “Apa yang kamu beli?”


“Rahasia,” imbuh Aka.


“Ya sudah” kata Ista.


Mereka kembali berjalan mengelilingi pasar.


30 menit kemudian.


“Kita bukannya ingin membeli baju untukmu, kenapa kita hanya muter-muter di pasar” tegur Aka.


“Apa kamu tidak melihat, aku sedang melihat-lihat baju yang cocokku,” jelas Ista.


“Jadi kita muterin pasar hanya untuk melihat semua baju di toko?" tanya Aka.


"Aku yang memahami pasar industri saja masih tidak faham dengan pola” keluh Aka.


“Huftt,“ desah Aka


Ista melihat kebelakang terdapat Aka yang berjalan dengan pelan, lalu menegur nya, “Ayo, cepat!”


“Iya, iya. Aku datang,” jawab Aka.


Walaupun begitu Aka tersenyum dengan senang melihat melihat Ista ceria.


Mereka tiba di depan sebuah toko baju tradisional.


Ista memilih beberapa pakaian khas , lalu mengambil sebuah baju pareo syal berwarna putih dengan corak bunga dan menunjukannya kepada Aka sembari bertanya, “Apa kah ini bagus untukku?”

__ADS_1


Aka mengamati apa yang di tunjukan oleh Ista.


“Coba saja terlebih dahulu, aku tidak bisa menilainya,” jawab Aka.


“Tapi, aku tidak mengerti cara pakainya” jelas Ista.


Seorag wanita yang merupakan pemilik toko keluar dan menghampiri Ista dengan berkata, “Sini saya bantu memakaikannya.”


Ista berbalik dan berkata, “Makasih,”


“Ayo ikut aku kebelakang” ucap pemilik toko.


Mereka berjalan ke belakang toko untuk memasangkan pareo syalnya tersebut.


5 menit kemudian.


Aka menunggu sembari melihat-lihat.


Ista keluar dengan pareo syal yang menghiasi pakaiannya.


“Bagaimana?” tanya Ista sembari memperlihatkan pakaiannya ke Aka.


Aka yang sedang melihat ke arah lain teralihkan dengan pertanyaan Ista dan melihat Ista dengan terpukau akan kecantikannya.


Ista melihat Aka melamun kembali berkata, “Hey, aku sedang bertanya kepadamu.”


Aka tersadar dan menjawab “Oh, iya. Kamu sangat bagus dengan pakaian tesebut.”


Tersadar dengan kalung yang ia beli, kemudian Aka berkata kepada Ista, “Tunggu, ada yang kurang.”


“Apa yang kurang,” ucap Ista sembari melihat ke pakaiannya.


Aka berjalan ke balakang Ista, lalu mengeluarkan Kalung yang ia beli.


Sebelum Ista menyelesaikan perkataannya, Aka langsung memasangkan kalung yang ia beli ke leher Ista dengan mengangkat rambutnya.


Ista terkejut dengan apa yang di lakukan oleh Aka.


Deg.


Deg.


“Ada apa denganku, tenangkan dirimu Ista. Apa kah kamu ingin kehidupan sebelumnya terulang lagi!” pikir Ista sembari meyakinkan dirinya.


“Selesai, kamu tampak sangat cantik” ucap Aka yang selesai memasangkan kalung yang di belinya.


Ista mencoba untuk menenangkan hatinya dengan memejamkan matanya.


Sesaat Ista sudah merasa lebih tenang ia membuka matanya dan melihat ke arah kalung di lehernya dengan bertanya, “apa ini yang kamu beli tadi,” sembari memegang asessoris kalung tersebut yang berupa kerang berwarna putih salju.


“Iya,” jawab Aka.


“Terima kasih,” ucap Ista sembari memegangi kalung tersebut.


Aka tersenyum dengan ucapan yang di berikan oleh Ista kepadanya.


Beberapa saat kemudian, matahari mulai bersinar dengan terik.


Mereka baru selesai berkeliling untuk membeli baju salin buat Ista dengan berjalan ke tempat parkir.


Aka langsung mengambil bungkusan yang di bawa oleh Ista.

__ADS_1


Ista terkejut karena barang bawaannya di ambil oleh Aka samberi berkata “ehh.”


“Tidak apa-apa, aku saja yang membawanya” Imbuh Aka.


“Tapi...,” kata Ista.


Aka langsung bergegas berjalan ke arah mobilnya.


“Tunggu, aku” tegur Ista.


Selesai Aka menaruh barang bawaan Ista, ia berbalik dan bertanya,, “Apa kamu ingin makan sesuatu?”


“Tidak usah, lebih baik kita langsung ke tempat yang mau di tuju saja” ucap Ista.


Krek.


Krek.


Mendengar suara tersebut Ista langsung memegangi perutnya dan menundukkan kepalanya dengan malu.


“Tenang, aku mengetahui tempat yang memiliki makanan enak di sini,” jelas Aka sembari tersenyum melihat Isya yang tersipu malu.


“Baiklah,” ucap Ista.


Mereka berjalan ke tempat yang di tunjukan oleh Aka.


Aka berhenti di sebuah tempat makanan khas setempat, yang merupakan hewan Lobster.


Tempat makanan tersebut berlantai dua dengan pemandangan yang langsung ke arah pesisir pantai.


Saat Aka dan Ista berjalan memasukinya, mereka melihat banyak sekali pengunjung yang datang untuk makan.


“Apa kamu ingin duduk di atas? Karena di sana kita dapat melihat pemandangan ke luar,” saran Aka.


Hmm.


“Apakah, masih ada yang kosong,” kata Ista yang melihat bahwa tempat tersebut banyak pelanggan.


“Kita lihat saja terlebih dahulu,” ucap Aka.


Mereka berjalan ke lantai dua dan melihat hanya terdapat satu tempat yang kosong, lalu mendatanginya.


Aka menarik kursi sembari berkata “Duduklah.”


“Terima kasih” ucap Ista dan langsung duduk di kursi tersebut.


“Kamu tunggu di sini, aku akan memesan makanan terlebih dahulu” ujar Aka.


Ista merasa bahwa ia seperti di tuan putrikan oleh Aka, kemudian bertanya kepadanya, “Kenapa tidak menunggu pelayan menghampiri kita?”


Aka yang masih berdiri di samping Ista berkata “Tidak usah, mereka sudah sangat sibuk dengan pelanggan lain.”


kemudian langsung berjalan ke bawah untuk memesan makanan tersebut.


Ista terkejut dengan penjelasan dari Aka dan langsung menatap Aka yang sedang menuruni tangga.


“Ternyata, dia sangat berbeda dari sifat yang aku ketahui di kehidupanku sebelumnya, tetapi kenapa di kehidupanku sebelumnya dia tidak seperti ini,” gumam Ista.


Ista hanya mengetahui sisi gelap dari Aka, karena persaingan yang mereka lakukan di kehidupan Ista sebelumnya.


Kemudian Ista menatap ke arah luar yang mana melihat pemandangan pesisir pantai sembari bergumam, “Aku tidak mengira, Aka yang merupakan seorang pewaris memiliki sisi lembut juga.”

__ADS_1


“Ada apa dengan diriku? Apa aku benar-benar menyukainya di kehidupan sekarang.”


__ADS_2