15 Tahun Mengubah Segalanya

15 Tahun Mengubah Segalanya
Kompetisi Seni


__ADS_3

Saat Ista melihat Aka yang berada di bawah pohon.


Seketika.


Dag.


Dig.


Dug.


Ista langsung menggelengkan kepalanya, mendengar hatinya bergetar. Langsung memegangi dadanya sambil berkata "apa yang terjadi padaku, apakah aku menyukainya?? tidak mungkin. Aku tau dia saat di kehidupanku sebelumnya, semenjak aku bertemu dengannya di kehidupanku sekarang ini. Kenapa sangat berbeda?, apa yang sebenarnya terjadi."


Ista kemudian menghiraukannya dan kembali melukis pemandangan alam yang di depannya tetapi Ista tidak melukis Aka yang berada di bawah pohon tersebut .


Selesai Ista melukis, Ista berjalan keluar studio.


......................


Ista berjalan sesaat melihat bahwa terdapat se lembar foster di papan pengumuman studio dan Ista membacanya “kompetisi melukis, Juara 1,2 3 dan juara harapan 1,2 karyanya akan di lelang kan.”


Ista berkata dalam benaknya "jika aku bisa mendapatkan posisi di salah satu tempat itu, maka lukisanku bisa di jual dan uang tersebut, bisa aku gunakan untuk membayar hutang papa"


Ista berkata kepada salah satu orang yang telah melewati nya.


“Permisi, kapan acara ini di laksanakan?,” tanya Ista sambil menunjuk foster tersebut.


Orang tersebut berhenti, melihat bahwa ia ditanyai oleh Ista sambil menunjuk Foster dan berkata ” ohh, sepertinya di laksanakan sebentar lagi .”


Ista dengan kaget bertanya “ dimana, dimana tempatnya?. ”


Orang tersebut melihat Ista seperti sedang keburu langsung menjawab “ berada di halaman studio .”


Mendengar jawaban dari orang tersebut,lantas Ista berkata “ terima kasih .”


Ista pun langsung menuju tempat di beritahukan oleh orang tersebut dengan berlari.


Melihat banyak sekali orang yang berada di halaman tersebut, Ista langsung bertanya kepada salah satu penonton. “ permisi, jika saya boleh tau. Di manakah tempat pendaftaran untuk mengikuti lomba ini.”


Penontonnya berkata sambil menunjukkan tempat pendaftaran kepada Ista “kamu bisa berjalan ke arah sana.”


“Terima kasih,” ucap Ista.


......................


Ista langsung berjalan ke tempat pendaftaran dan mendaftarkan dirinya.


Selesai Ista mendaftarkan diri, Ista di kasih kartu peserta yang bernomer 20 dan di berikan alat lukis karena untuk memenuhi persyaratan.


di dalam persyaratan kompetisi bahwasannya alat lukis di sediakan oleh panitia supaya tidak ada kecurangan.


Ista langsung berjalan ke tempat perlombaan, di sana terdapat 4 orang juri yang berada di depan para kontestan , kontestan terdiri dari 4 kolom dan 5 baris.


Ista yang mendapatkan no 20 berada di ujung kiri belakang dari juri.

__ADS_1


Ista langsung duduk di tempat yang di tentukan.


Aka yang ingin pulang melihat bahwa terdapat kompetisi di halaman, berjalan ke luar jendela .Aka berada di atas studio karena selesai berbicara dengan pemilik studio seni tersebut.


Aka yang awalnya bersama pemilik studio sempat berada di lapangan untuk menenangkan pikirannya, selesai menenangkan pikirannya Aka kembali ke studio untuk menindak lanjuti pembicaraan bersama pemilik studio


Melihat ke bawah ternyata ada Ista yang sedang mengikuti kompetisi tersebut, Aka langsung menonton dari atas dengan tersenyum dan berkata "jadi dia mengikuti lomba ini."


seketika


kreeekkk.


Suara tiang tenda.


Ista yang sedang melukis berada di bawah tiang melihat bahwa tiang tersebut mengarahkan kepadanya, langsung berteriak “aaahhh.”


Baam


Seorang pemuda yang sedang berdiri tidak jauh dari Ista, langsung berlari ke arahnya dan melindungi Ista dengan tangan pria tersebut.


pria itu adalah Ran , seorang pria yang seumuran dengan Ista, dia baru saja lulus dari kuliahnya dan menjadi seorang seniman musik dengan banyak gelar di musik-musik yang di mainkannya saat masih kuliah.


Aka melihat bahwa tiang tenda jatuh, langsung berlari ke halaman.


Ista melihat pria itu, ista langsung berhenti melukis dan melihat keadaan pria tersebut.


Melihat Ista dengan pria tersebut Aka langsung berhenti berlari dan berkata “siapa pria itu?.”


Aka langsung meninggal kan Studio dan berjalan ke area parkiran.


“Sudah bos, rumah yang bos maksud itu, ternyata mereka memiliki hutang kepada lintah darat” kata supir.


“Kalo begitu, kamu tunggu di sini sampai kompetisi berakhir dan beli karya lukisan miliknya, berapapun biayanya!” kata Aka yang berada di depan mobil miliknya.


“Jika bos ingin membantunya, kenapa harus membeli karya miliknya?” kata supir yang sedang berada di depan Aka.


“Dia pasti tidak akan menyukainya,” kata Aka.


Aka dan supirnya memasuki mobil yang berada di depannya.


Mendengar apa yang di katakan Aka di luar, dan berkata di dalam mobil “kenapa ?, apa bos menyukai wanita itu,?” kata Supir.


“hmm, sepertinya aku memang menyukai wanita itu, meski begitu aku sudah pernah bertemu dengannya. Jadi aku sedikit mengerti soal dirinya,”kata Aka dalam mobil miliknya.


Bbrreeemmm.


Aka pun langsung angkat kaki dari studio.


Ista melanjutkan lukisannya, selesai Ista melukis. Ista menghampiri Ran yang sedang memegangi tangannya.


“Apakah kamu tidak apa-apa?” tanya Ista yang berada di depan Ran


“Sepertinya tulang ku tergeser ”jawab Ran sambil memegangi tangannya dengan tersenyum.

__ADS_1


“Ikuti aku,” kata Ista sambil menarik Ran.


......................


Ista membawa Ran ke ruang kesehatan.


Di sana Ran di periksa oleh dokter dan Ista melihat tangan Ran yang sedang di periksa,


dokter yang sedang memeriksa Ran. lalu Melihat ke arah Ista dan bertanya “apakah kamu pasangan nya?”


Ista dengan kaget menjawab dengan melambaikan kedua tangannya ”bukan, sama sekali bukan.”


Ran yang melihat Ista seperti itu tersenyum dan berkata “kita baru saya berkenalan.”


Selesai dokter memeriksa Ran lalu dia pergi meninggalkan mereka berdua di ruang kesehatan.


“Namaku Ran, siapa namamu?”tanya Ran sambil mengayunkan tangannya.


“Ista” jawab Ista sambil memeriksa tangannya Ran.


“Bagaimana kamu akan membalas ini?,” tanya Ran.


“Aduhhh, duuh,” Kata Ran sambil berteriak.


“Apakah sakit? maaf,” kata Ista yang melepaskan tangannya Ran


“Bagaimana, jika kamu memberikan no handphonemu?,” Kata Ran sambil tersenyum.


“Untuk apa kamu membutuhkan noku,” Jawab Ista yang melihat Ran.


“Untuk ini” kata Ran sambil menunjukan tangannya.


“Aku sudah membawamu ke dokter, jadi urusanku di sini selesai” kata Ista.


Ista pun langsung pergi.


Melihat Ista pergi, Ran berkata “ wanita ini tidak mudah di dekati. “


Ran berkata dengan tersenyum “ sepertinya aku harus meminta melalui panitia lomba. “


Ran langsung berjalan ke panitia dan mengatakan bahwa orang yang membuat dia cedera kabur, lalu meminta no nya kepada panitia tersebut.


Saat Ista berada di area kompetisi. Ista melihat bahwa karya miliknya mendapatkan salah satu posisi juara untuk lelang dan melihat bahwa karya miliknya berhasil di lelang dengan harga 50 juta rupiah.


“Kenapa mahal sekali, siapa yang membeli lukisanku?,” kata Ista dengan pelan sambil menatap harga hasil lelang yang berada di bawah karya milik nya.


Ista berjalan ke tempat panitia dan mengambil uang hasil lelang karya miliknya.


Ista berkata sambil memang uang hasil lelang karya miliknya “dengan uang ini , aku bisa melunasi semua hutang papa.”


Ista berjalan keluar Studio.


Nash yang keluar dari dalam studio , melihat Ista berjalan keluar, Nash segera berteriak dan mendatangi nya “tunggu!, apa kamu sudah mau pulang?.”

__ADS_1


“Iya” jawab Ista.


“Kalo begitu, biar aku antar kamu pulang. aku tidak enak dengan Hika, karena dia menyerahkan mu kepadaku” kata Nash yang berada di samping Ista.


__ADS_2