
Awal bulan Agustus ini merupakan awal yang baru bagi semua satuan pendidikan karena memasuki tahun ajaran yang baru. Kenaikan kelas atau pindah ke tingkatan pendidikan yang lebih tinggi. Semua sekolah akan melakukan hal yang sama yaitu, menyambut kedatangan peserta didik yang baru tanpa terkecuali sekolah .....
Suasana di depan sekolah cukup ramai, ada yang diantar oleh orang tua mereka sampai gerbang sekolah dengan memberikan kecupan kecil pada anaknya yang akan pergi sekolah atau datang sendiri tanpa dianatar oleh siapapun alias naik kendaraan umum. Hal itu bukan berarti dia bukan anak kesayangan orang tuanya tapi mungkin saja mereka sudah malu jika sampai diantar kedua orangtua karena mereka bukan lagi siswa sekolah dasar melainkan sudah menjadi siswa tingkat sekolah akhir.
...🏫🏫🏫...
Seorang gadis bernama Aileen ia diantar kedua orang tuanya, ayahnya yang menunggu dan memperhatikan dari jauh anaknya yang diantar sampai depan gerbang sekolah oleh bunda nya. Bahkan Aileen masih sangat malu untuk masuk ke sekolah baru seharusnya dia tidak lagi memiliki sifat pemalu di usia remajanya seperti sekarang.
Sampai akhirnya suara bel terdengar yang mengharuskan semua siswa masuk ke dalam sekolah, dengan berat hati Aileen melangkahkan kaki nya masuk kedalam kawasan sekolah barunya itu. Jalan menunduk hal yang dilakukan Aileen, sampai akhirnya seseorang menyentuh pundak kanannya dan ia refleks menengok.
"Anak baru juga ya"
Aileen hanya mengangguk seraya mencoba menatap gadis yang baru saja mengajaknya bicara.
"Bareng ya masuknya, aku juga anak baru"
"Kenalin namaku Arunika, panggil aja Aruna"
"Aku Aileen"
Mereka saling berjabat tangan setelah itu erjalan masuk ke dalam sekolah, sudah tidak ada rasa gundah lagi di hati Aileen.
Semua siswa baru ditempatkan disebuah aula sekolah, dimana semua siswa berkumpul disana ditemani oleh anggota osis yang akan membantu guru untuk mengenalkan lingkungan sekolah kepada adik kelasnya.
Masa orientasi di sekolah ini berbeda dari sekolah lainnya, dimana hampir dua minggu karena sekolah memberikan pelatihan dasar kepemimpinan bagi semua siswa baru yang masuk ke sekolah......
Seluruh rangkaian kegiatan orientasi berjalan sesuai rencana yang diharapkan oleh sekolah. Semua siswa baru mengikuti seluruh rangkaian kegiatan tersebut dari pagi pukul 7 pagi sampai pada pukul 3 sore.
"Aileen, mau jajan di kantin engga? "
Tanya Aruna pada Aileen yang duduk disebelah bangkunya. Aileen mengeluarkan bekalnya dari dalam tas,
"Aku bekal jadi engga jajan dulu"
"Ya udah aku ke kantin aja sendiri"
Aileen hanya mengangguk, memperhatikan Aruna yang keluar kelas dengan santai. Hanya ada beberapa siswa yang tidak keluar dari aula karena membawa bekal seperti yang dilakukan Aileen, namun satu orang siswa yang terdiam duduk tanpa kotak bekal.
Gadis itu tepat di depan Aileen. Aileen berusaha mengingat nama gadis itu, untuk sekedar berbasa-basi. Aileen merasa tidak sopan saja jika dia makan tanpa permisi sedangkan orang didekatnya sedang terdiam duduk.
"Safellyn"
Gadis yang merasa dipanggil namanya itu langsung menengok kearah sumber suara.
"Ih~ panggilnya Tyas aja"
Aileen merasa malu dan meminta maaf pada Tyas, karena rengekan Tyas itu Aileen sedikit tertawa kecil.
__ADS_1
"Tyas kenapa engga ke kantin? "
"Dompetku ketinggalan aku ga bawa uang mau jajan gimana" keluh Tyas.
"Mau aku pinjamkan uang".
Aileen hendak mengambil dompet yang ada di dalam tas nya tapi dicegah oleh Tyas.
"Ga usah, Aileen"
Bukan Tyas merasa tidak lapar di jam makan siang atau merasa tidak enak jika sampai meminjam uang pada temannya. Melainkan Tyas berharap jika Aileen memberikan uang pada nya dan tidak perlu mengembalikannya.
"Kenapa? Kalau gitu makan bareng aku aja yuk"
BINGO!!!
Ini lah hal yang diharapkan Tyas, mendapat makanan gratis, perut kenyang tanpa harus meminjam dan mengembalikan uang.
"Engga apa nih? "
Tanya Tyas basa-basi yang dijawab oleh Aileen dengan polos langsung membagikan makan bekalnya sama rata.
Tyas langsung duduk berhadapan dengan Aileen, berterimakasih kepadanya lalu menyantap makan siang nya itu dengan mata berbinar.
Keduanya asik menyantap makanan dan terkadang diselingi obrolan ringan. Sampai akhirnya mereka menghabiskan makananya, tapi Aruna belum juga kembali dari kantin.
"Dia kayanya makan di kantin deh"
Tyas hanya mengangguk saja, tak lama datang Aditya dan satu rekan nya. Siswa baru hanya mengenal sosok Aditya karena dia adalah kakak kelas sekaligus anggota osis.
Semua siswa terlihat sedikit panik, mereka berpikir jika waktu istirahat sudah habis dan harus melanjutkan rangkaian kegiatan orientasi.
"Huwaaa banyak juga ya angktan sekarang"
Dengan suara cukup keras seorang pemuda dengan wajah sangat mencolok mengomentari suasana di dalam aula. Kenapa mencolok? Dia punya wajah bule di sekolah lokal seperti ini yang pasti itu akan terlihat paling berbeda.
"Tenang-tenang masih jam istirahat kok" ucap Aditya sambil berjalan mengikuti rekannya itu yang tidak tau siapa namanya.
Aileen tersentak kaget ketika pemuda itu duduk tepat disampingnya, di tempat milik Aruna.
Disusul Aditya yang duduk di bangku tempat kosong sebelah Tyas. Baik Tyas dan Aileen hanya terdiam kikuk karena merasa segan dengan kakak kelas yang tiba-tiba duduk disamping mereka, sedangkan dua orang pemuda itu mengobrol layaknya sedang ada di tempat tongkrongannya.
Aileen yang hanya tertunduk diam, berdoa berharap mereka berpindah tempat untuk mengobrol.
"Hey hey"
Pemuda itu sepertinya mengajak Aileen berbicara, dengan ragu Aileen menengokan kepalanya.
__ADS_1
"Gua yang ini aja"
Ucapan pemuda itu membuat Aileen kebingungan, maksudnya apa tiba-tiba berkata seperti itu.
Tyas yang duduk di depannya juga merasa heran melirik ke arah Aileen dengan gestur tubuh bertanya. Aileen menggeleng pelan kepalanya, memberikan isyarat jika dia juga tidak tahu apa yang sedang terjadi.
"Jamal keluar, masuk ke kelas. Udah habis jam istirahat"
Tak lama terdengar suara bel, penanda jika jam istirahat sudah selesai. Sangat tepat sekali dengan ucapan yang baru terlontar dari guru pembina osis yang baru saja memasuki aula diikuti anggota osis dibelakangnya.
Dari arah luar terlihat juga Aruna tengah berjalan santai memasuki aula, dia bukan satu satunya murid yang terlambat masuk, tapi satu satunya siswi di antara siswa laki-laki.
Dia mengikuti langkah salah satu siswa yang berjalan dengan anggun. Gadis itu sesekali menoleh ke arah siswa di depannya dengan tatapan heran, kenapa anak laki laki didepannya lebih anggun dari dia yang wanita sesungguhnya.
Menepis hal itu dia kembali duduk di kursi. "Kamu dari mana ?? kenapa terlambat ??" bisik Aileen.
"Butuh waktu hampir setengah jam istirahat untuk mendapatkan semangkuk mie rebus," jawab Aruna dengan bisikan juga.
"Menyebalkan," dengus Aruna.
Mendengar hal itu Aileen hanya mengagukan kepalanya dan kembali mengalihkan pandanganya ke depan.
...🏫🏫🏫...
Sekarang bukan lagi guru pembina yang berbicara, tapi siswa laki-laki yang di ketahui seorang ketua osis. Paras yang hampir mendekati standar nasional dengan raut wajah yang kalem. Dikta Bima, dia memperkenalkan namanya pada para calon adik kelasnya.
"Udah ngerti semua kan ?" ucap Bima di akhir kalimatnya setelah menjelaskan bebarapa hal yang harus di bawa calon adik kelasnya dan beberapa rangkaian kegiatan yang akan di lakukan besok.
Ketua osis itu memperlihatkan senyum tipisnya setelah mendengar jawaban serentak serta kompak dari para calon adik kelasnya.
"Dan engga ada kata terlambat ya," ucapnya mengingatkan.
"Kalau masih ada yang terlambat, takutnya kalian di kerjain sama kakak kakak centil ini," Bima menyenggol pelan anggota osis di sampinya.
"Nanti saya jemur kalian," ancam salah satu kakak kelas perempuan dengan alis yang ia naikan sebelah. Wajah juteknya berbanding terbalik dengan Bima yang terlihat kalem.
Sebagian calon siswa ada yang merasa takut, tapi tidak sedikit juga yang merasa kalau itu hanya gertakan siswa senior saja.
Setelah Bima memberitahukan apa saja yang harus dibawa besok, seluruh peserta orientasi pun dibolehkan pulang, tak sedikit dari mereka yang tidak langsung pulang.
Sama halnya seperti yang dilakukan Aileen dan Tyas, mereka mampir ke mini market sebelah untuk sekedar duduk dan memakai akses wifi yang tersedia disana. Alasan mereka tidak langsung pulang karena Aileen belum dijemput ayahnya dan Tyas yang tidak betah jika harus berlama-lama dirumah.
"Tidak punya teman ngobrol" kata Tyas.
Hampir satu jam mereka duduk disana ditemani snack yang dibeli Aileen, akhirnya ayah Aileen pun datang. Gadis itu segera berpamitan dengan Tyas, karena tidak enak jika harus membiarkan ayahnya terlalu lama menunggu.
"Aku pulang duluan ya" pamit Aileen pada Tyas.
__ADS_1
Tyas hanya mengangguk seraya menghabiskan snack. Selesai acara bersantainya ia bangkit dari duduknya dan berjalan pulang. Karena jarak dari sekolah kerumah lumayan dekat.