
"Kamu tadi ngomongin apa sama kak axel?"
"Siapa ? Aku Aruna?"
"Iya lah kan yang tadi ngobrol sama dia di tangga lu, masa setan,"
"Ya kan siapa tau Aileen nanya lu Yas,"
"Tadi ngomongin apa sama kak Axel ?" tanya Aileen lagi.
"Engga ada kok,"
...🏫🏫🏫...
Saat sudah memasuki jam istirahat, Aruna mendatangi Axel di perpustakaan. Sebelumnya dia sempat membeli beberapa gorengan dan menyelundupkan makanan itu saat masuk ke perpustkaan. Sebenarnya ini sedikit metepotkan untuknya, kenapa Axel tidak mengajaknya bertemu di kantin saja agar bisa sekalian makan disana.
"Ga boleh makan di dalam perpus Aruna,"
"Aku laper kak, butuh amunisi,"
Aruna memasukan pastel kedalam mulutnya. Ia sekarang menatap Axel dengan setengah wajah ditutupi oleh buku paket agar tidak ketahuan penjaga perpustakaan. Axel hanya menggelengkan kepalanya menatap gadis kekanakan di depannya itu. Ia sedikit ragu, apa Aruna bisa membatunya dalam misi menembak Aileen.
"Jadi gimana? kakak udah mikirin cara penembakan Aileen hari ini ?"
Pertanyaan singkat yang pada akhirnya membuat Axel bingung. Kenapa gadis berusia 17 tahun ini memiliki penempatan kata yang tidak bagus dalam berbicara.
"Aku mau buat Aileen jadi pacar aku, bukannya jadi korban kejahatan,"
Axel menjelaskan pada Aruna kesalahannya dalam memilih kata. Gadis itu hanya tersenyum dan memakan gorengannya lagi.
"Kalau gitu langsung ke intinya aja kak, aku kan harus kasih tau Tyas juga,"
"Nanti waktu jam pelajaran kamu bawa Aileen ke toilet ya, nanti aku chat kamu,"
"Hah?! toilet ?? kaga salah denger nih aku,"
"Kenapa?"
"Yang elit dikit gitu kak. Ya ampun kasian banget temen Aruna,"
"Aku malu kalau banyak orang, itu tempat dan waktu yang aman menurut aku,"
Aruna mengelus dadanya sendiri, Apa tidak ada spot lain di sekolah ini yang bisa Axel gunakan untuk latar tempat menembak Aileen menjadi kekasih pemuda itu ?
"Bisa kan bantu aku?"
"Iya, tapi nanti yang nemenin Aileen ke toilet si Tyas,"
"Kenapa ga kamu aja,"
"Ga ahh, hati aku suka meronta pengen jadi penghulu kalau liat kalian berdua. Jadi aku mengawasi situasi dari atas aja,"
...🏫🏫🏫...
__ADS_1
Setelah berhasil mendapat izin untuk ke toilet. Axel langsung menghubungin Aruna lewat chat. Menunggu beberapa detik sampai akhirnya dia mendapat balasan dari gadis itu.
"Argh" erang Axel sembari mengacak rambut hitamnya. Di liriknya posel yang berada ditanganya. Aruna kembali mengirim pesan kalau Aileen dan Tyas sudah keluar kelas. Bahkan gadia itu meengirim pesan semangat yang malah membuat degup jantung Axel semakin tak karuan.
Axel menghela nafas panjang, "Axel bisa! bisa! ungkapin perasaan yang sebenernya sama Aileen. Jangan sampai nanti salah bicara," gumamnya pada diri sendiri. "Hari ini Aileen menjadi kekasihku," ingatnya sambil tersenyum malu. Ini pertama kalinyabuntuk dia menhatakan perasaan pada seorang gadis.
Kekasih ? dengan membayangkannya saja sudah membuat hatinya berdesir. Senyumnya mengembang saat mendengar seseorang menuruni anak tangga. Axel juga mendengar suara Aileen yg sedang tertawa.
Axek dengan cepat merapihkan rambutnya yang sedikit berantakan akibat ulah tanganhya tadi. Ia juga memasukan kacamatanya ke dalam saku jas.
Detik berikutnya, senyum Axel tiba-tiba memudar.
...🏫🏫🏫...
Saat pulang sekolah,
"Semangat dong kak, kan bentar lagi lulus, kaya aku nih semangat terus,"
"Lu gimana ga semangat sih cil, minggu depan lu libur, sedangkan gua harus memerah otak buat ujian nasional,"
"Ngisinya asal aja kalo pusing,"
"Emang boleh?"
"Ya paling kak Jamal gak lulus, jadi nanti kita satu angkatan gitu,"
Jamal langsung merangkul Tyas, mendekatkan kepala gadis itu kedadanya, tak lupa dengan gosokan cepat di puncak kepala Tyas. Kalo saja batu akik yang melingkar di jarinya ini memiliki kekuatan. Agar bisa membuat Tyas lebih santun kalau sedang bersama dirinya.
"SAYANG!!"
Kini gadis itu memicingkan mata menatap Jamal yang berdiri kikuk. Kenapa kekasihnya ini bisa berada disini.
"Lu siapa berani beraninya deketin cowo gua, hah?!"
"Gua temen kak Jamal,"
"Lu mau jadi pelakor, ngerebut kak jamal dari gua?"
"Sayang, ga gitu,"
"Apa?"
"Tyas ini temen aku, jangan salah paham,"
"Temen? sampai pelukan kaya gitu? kakak kira aku buta ga ngeliat yang kalian lakuin tadi,"
"Ga gitu, dengerin dulu okay,"
Jamal rasanya ingin menghilamg saja, kenapa dia seperti gerebek kekasihnya. Apalagi sekarang banyak pasang mata yang menatap mereka dengan bisikan. Jamal meraih kedua tangan kekasihnya, agar bisa menjelaskan sesuatu.
"Kami cuman bertemen, ga lebih dari itu."
"Dianya? apa kakak pikir dia juga nganggep kakak sekedar temen aja?"
__ADS_1
"emm..itu.." Jamal bingung, dia juga tidak tau tentang perasan Tyas.
"Dia tu cewe matre yang deket sama kakak cuman buat morotin uang kakak buat jajajnya dia kan?"
"Kalo mau selingkuh jangan sama cewe matre terua murahan yang mau di sentuh kaya dia,"
Tyas yang ditunjuk dan dihina jelas tidak terima. Dia menepis telunjuk lentik gadis itu cukup kasar. Tyas juga menatap Jamal tanpa ekspresi dan menatap gadis itu kemudian.
"Lu tenang aja, gua bakal jauhin kak Jamal mulai detik ini. Asal lu tau ya cabe, gua ga akan mati cuman karena kehilangan satu temen,"
Tyas maju selangkang yang membuat gadis di depannya itu mundur selangkah juga. Tyas menunjuk wajah kekasih jamal dengan jari tengahnya.
"Kata murahan lebih cocok untuk lu yang mau disentuh cowo sekelas cuman buat naikin nilai, karena otak kosong lu itu,"
Kepergian Tyas membuat Jamal menatap tajam kekasihnya. Satu hal yang Jamal tau, Tyas akan berkata jujur saat menghadapi orang yang mengganggunya.
...🏫🏫🏫...
Di tempat lain
Andra terduduk lelah di tepi ranjangnya, dia menyalakan AC. Pemuda itu baru saja pulang dari rumah Aruna. Ya saat senggang dan tidak ada jadwal les dia akan sempatkan mengantar Aruna pulang menggunakan motornya.
Tadi saat pulang sekolah dia sempat mengajak Aruna untuk membeli ice cream terlebih dulu. Karena tadi kekasihnya itu dalam mood yang tidak baik. Aruna bahkan hanya bicara seperlunya atau menjawab dengan anggukan atau gelengan kepalanya saja. Saat ditanyai kenapa, dia hanya bilang kalau dia tidak apa-apa.
Mengingat itu sebenarnya Andra masih penasaran, dia ingin tau penyebabnya apa. Otaknya berulang kali berfikir apa dia melakukan kesalahan atau apapun itu yang mebuat Aruna menjadi pendiam dan sedaritadi saat bersamanya gadis itu hanya mempoutkan bibir plumnya.
Bicara bibir plum, Andra jadi teringat tadi karena saking gemasnya dan entah dorongan dari mana dia mengecup Aruna tepat dibibir gadis itu.
Tanpa sadar, Andra mengigit bibirnya kecil. Masih dapat ia rasakan betapa dingin, manis, juga lembutnya bibir Aruna yang masih tertinggal di bibir miliknya.
Astaga!!
"Mikirin siapa sih mas sampai senyum senyum sendiri gitu,"
"Eh mamah. E-engga kok Andra cuman lagi seneng aja,"
"Mikirin pacar ?"
"Engga mah~" Andra langsung bangkit dari duduknya. Membuka jas dan seragam sekolahnya untuk ia tarus di keranjang cucian.
"Minggu ini pacarnya ajak main kerumah ya mas, kita ibadah bareng nanti buat do'ain kamu biar ujiannya lancar. Sekalian mamah juga mau tau cewe yang bikin anak mamah ini jatuh cinta,"
Andra tertegun.
"Kita ke gereja bareng nanti," sambung mamahnya.
"Dia muslim mah," jawab Andra seadanya. Dia menatap mamahnya yang hanya merespon dengan senyum di wajahnya. Tangan hangat mamahnya mengelus lembut bahu Andra.
"Kalau ga seiman mending mas pikirin lagi. Mamah bukanya ngelarang, tapi kasian ke kaliannya, apalagi nanti mas juga pindah ke Jogja buat kuliah."
"Andra belum kasih tau Aruna soal itu mah," ucap Andra. sekarang matanya manatap sendu pantulan dirinya lewat cermin lemari yang ada di hadapannya. Dia tidak mungkin menari Aruna masuk keagamanya. Tapi dia juga berat melepaskan gadis yang dicintainya.
...🏫🏫🏫...
__ADS_1
Tim kookin mengucapkan terimakasih kepada readers yang sudah setia membaca 17 sampai eps di season pertama ini selesai.
Untuk kalian yang masih penasaran pengen ada kelanjutan season 2 nya silahkan tinggalkan komentar di bawah ya, karena tim kookin akan melanjutkan nya sesuai dengan jumlah masa yang menteror kami wkwkwkwk. tim kookin berjanji jika kedepannya benar ada season 2 nya kami akan berusaha untuk membuat kisah cerita lebih menarik berlipat-lipat kali dari sebelumnya. Terima kasih dan tolong beri kami dukungan 😘