
Setelah beberapa hari yang lalu materi pengenalan diberikan di kelas masing-masing, sekarang semua siswa baru kembali berkumpul di aula sekolah untuk penutupan masa orientasi dan mereka akan resmi menjadi anak sma.
Acara hari ini berbeda dari hari-hari sebelumnya dimana kegiatan kali ini jauh lebih menyenangkan di bandingkan hari sebelumnya yang bersifat formal dan banyak dengan materi. Kegiatan hari ini akan diisi dengan games dan acara menarik lainnya yang sangat menyenangkan.
Mulai dari menulis angket untuk kakak kelas osis dan juga guru pembina, dari mulai yang paling keren, paling galak, paling baik dan banyak nominasi lainnya yang akan langsung diisi oleh siswa baru lewat selembaran yang dibagikan dan akan langsung dihitung jumlah suara untuk diumumkan siapa pemenangnya.
Semua nama pemenang dari angket akan maju kedepan untuk sedikit memberikan ucapan atau sejenisnya karena sudah terpilih menjadi pemenang pada kategori yang diperolehnya.
Saat pengumuman kakak osis paling kece dimenangkan oleh Aditya Mahendra dan Arjuna Dirgantara, salah satu kategori angket yang paling bergengsi semua orang yang berada di aula bertepuk tangan menyambut kedua pemenang tersebut.
"Aduh makin mampus aja gua udah berani nunjuk-nunuk kakak osis paling kece di sekolah" Tyas menundukkan kepalanya tidak mau melihat ke depan karena kejadian kemarin.
"Ih kok cuman kak Adit doang yang ke depan, kak Juna mana? " Aruna celingukan mencari sosok yang seharusnya juga ada di depan.
"Eh iya ya kak Juna mana?" sambung Aileen.
Tyas langsung menadahkan kepalanya, melihat kedepan dan ikut mencari keberadaan Arjuna.
"Dia ga masuk kali" ucap Tyas.
Sampai akhirnya rasa penasaran mereka bertiga dan anak lainnya terjawab oleh pernyataan dari salah satu guru pembina yang berperan sebagai mc di acara hari ini.
"Sayang sekali hari ini Arjuna tidak bisa hadir karena harus pergi menjadi perwalian sekolah kita di ajang olimpiade sains. Kita doakan saja jika Arjuna bisa membawa berita baik bagi sekolah kita"
Jantung Aileen berdetak hebat secara tiba-tiba hanya karena pernyataan yang baru saja dia dengar. Aileen semakin mengagumi sosok Arjuna itu, selain punya tampang rupawan ternyata dia juga sangat pintar, benar-benar ideal itu yang terbesit dibenak Aileen.
...🏫🏫🏫...
Rangkaian kegiatan dilanjut dengan games, panitia membuat banyak permainan kekompakan, keterampilan sampai dengan ketepatan. Games yang dimaiknakn cukup sederhana tetapi sangat menyenangkan karena setiap siswa yang kalah akan mendapat hukuman dimana bukan hanya dilihat oleh satu angkatan tetapi juga guru dan panitia osis ikut melihatnya. Jadi jangan sampai kalah jika tidak mau terus diingat karena dipermalukan di hadapan banyak orang.
Waktu hampir menunjukkan pukul 3 sore tepatnya pukul 14:30. Games terakhir dimainkan yaitu masuk kedalam lingkaran kertas bersama teman pasangannya tanpa memutuskan lingkaran kertas tersebut.
Media kertas yang tipis sangat sulit untuk membuatnya tetap utuh, apalagi harus sampai bisa masuk dua orang didalamnya, butuh strategi, ketelitian dan kekompakan dengan teman pasangannya ditambah oleh durasi waktu yang ditentukan membuat games ini semakin menantang.
Aruna dan Aileen punya keuntungan yang sangat besar dimana proporsi tubuh keduanya sama-sama kecil dengan leluasa keduanya bisa masuk dengan mudah dalam hitungan detik.
Keduanya bernapas lega karena berhasil menyelesaikan games sampai akhir tanpa mendapat hukuman. Panitian osis berkeliling untuk mencari tahu siapa saja yang gagal dalam games terakhir ini dan yang gagal akan dibawa maju kedepan untuk mendapatkan hukuman.
Bagi siswa yang berhasil akan diminta untuk duduk kembali, bersiap menyaksikan siapa saja yang mendapatkan hukuman. Tontonan yang sangat menarik bagi yang berhasil dalam games tapi tidak bagi yang gagal ini sebuah ajang memalukan karena akan diingat seumur hidupnya.
"Eh itu Argi dong" ucap Aruna seraya menunjuk sosok Argi yang terdiri diujung barisan.
Aileen hanya tersenyum melihat itu dan tertawa saat mendengar ucapan Tyas.
"Mampus lu Argi" ucap Tyas dengan puasnya.
"Hukumannya adalah Truth or Dear" ucapa mc.
Seperti peraturan dalam truth or dear dimana mereka harus memilih salah satu dari dua pilihan dan melakukannya sesuai intruksi. Namun yang berbeda kali ini baik pilihan truth or dear akan diserahkan pada audiens tidak lain adalah kami para siswa baru sebagai teman dari mereka yang dihukum. Semua siswa mendapatkan hak untuk menentukannya dengan syarat mengacungkan tangan lebih dulu dan akan berbicara ketika panitia menunjuk dan memberikan mic pada si pemberi instruksi.
Ada sekitar 8 orang siswa di depan, rata-rata didominasi oleh laki-laki. Satu persatu dari mereka mendapatkan tantangan atau kejujuran yang telah dipilih oleh mereka.
Si pemberi intruksi selalu saja memberikan hal hal konyol yang memancing gelak tawa, sampai akhirnya Argi yang mendapatkan hukuman.
Orang yang sangat dinanti-nanti oleh Tyas terutama karena dialah orang yang membuat Tyas mempermalukan dirinya di depan Arjuna yang juga seorang anggota osis.
"Aku pilih tantangan"
"Anak taekwondo emang beda ya mainannya tantangan" ucap Aruna.
"Laga dia hilih, kasih tantangan apa ya buat dia yang enak biar bikin malu seumur hidup dia" sambung Tyas.
Tyas sangat antusias dia sudah memikirkan banyak hal untuk mempermalukan Argi, bersiap mengacungkan tanganya berharap jika dia yang pertama dan dilihat oleh panitia.
"Oke sudah siap kasih tantangan buat Argi, saya hitung ya satu, dua, tiga"
__ADS_1
Cukup banyak orang yang mengacungkan tanganya untuk memberikan tantangan pada Argi. Sampai akhirnya seorang gadis ditunjuk oleh panitia, yang duduk tidak jauh dari tempat Tyas.
"Ih sebel deh bukan gua" gubris Tyas.
"Awas lu kalau ga asik tantangannya" ucap Tyas menatap gadis yang juga ternyata teman satu kelasnya.
"Argi kamu kan suka sama Aileen nih ya, kamu berani ga kalau terima tantangan aku buat nembak Aileen sekarang"
Tantangan yang dilontarkan membuat aula bergemuruh, mungkin teman satu kelas Argi sudah tau jelas jika Argi sangat menyukai Aileen terlihat dari tingkah lakunya di kelas dan gombalan yang sering dilontarkan pada Aileen menjadi hal biasa. Namun bagi siswa lain mungkin ini satu fakta baru yang seketika membuat kehebohan bahkan anggota osis juga langsung bergosip.
Keringat dingin tiba-tiba menyeruak ke seluruh tubuh Aileen, tubuhnya tiba-tiba merasa mengigil. Tertunduk lemas, Aruna dan Tyas sebagai teman dekat Aileen pun tidak kalah kaget mendengar tantangan tersebut.
Aileen hanya berharap jika tantangan tidak masuk akal tersebut akan digantikan oleh tantangan lain.
"Gimana Argi siap terima tantangannya" ucap guru pembina tersebut membuat Aileen rasanya ingin menangis, bagaimana hal konyol seperti itu bisa disebut tantangan bagi Arti, ini sih bukan Argi yang dipermalukan melainkan Aileen yang bahkan dia menang dalam games kenapa harus ikut mendapatkan imbasnya.
"Iya aku terima tantangan itu" ucap Argi tanpa ragu.
Aileen hanya tertunduk pasrah dia berharap jika dia tiba-tiba punya kekuatan super, ia akan segera menghilang dari tempat ini.
"Oh iya mana yang namanya Aileen" tanya mc.
Teman satu kelasnya yang kebetulan duduk di sekelilingnya langsung menujuk ke arah Aileen. Guru langsung memberikan mic pada Argi menyuruhnya untuk menghampiri Aileen yang terus menunduk malu.
Sepertinya memang tuhan sudah merencanakan ini semua, buktinya Aileen yang duduk di depan dapat dengan mudah dihampiri Argi dan menjadi pusat perhatian dari setiap penjuru aula.
...🏫🏫🏫...
Argi berdiri di depan Aileen memegang mic, sepertinya tidak akan ada keajaiban untuk mencegah hal ini terjadi Aileen benar-benar pasrah dengan situasi ini yang belum pernah ia rasakan seumur hidupnya.
"Aileen"
Suara berat Argi membuat tubuh Aileen semakin mengigil, seketika suasana aula sangat kondusif padahal ada banyak orang di ruangan ini tapi bisa sangat hening hanya karena hal ini.
"Aileen~"
"Aileen liat aku, aku mau ngomong sesuatu sama kamu" jelas Argi.
Sebagian siswa menahan teriakannya karena melihat adengan yang mungkin selama ini mereka hanya bisa dilihat di serial drama.
"Aileen liat aku" pinta Argi kedua kalinya, membuat Aileen mau tidak mau mendongkrak kepalanya.
Aileen melihat kearah Argi yang tengah menatapnya lekat, matanya berbinar. Reaksi tubuh mengigil bukan hanya dirasakan Aileen tapi juga Argi. Terlihat dari keringat yang mengalir di dahinya dan bibir Argi yang sedikit gemetar. Mungkin siswa lain tidak melihatnya namun Aileen yang tengah menatap Argi bisa melihat dengan jelas jika hal ini juga bukan hal yang mudah bagi Argi.
"Kamu tau kan, aku suka sama kamu. Tapi ini bukan sekedar rasa suka Aileen, aku sayang sama kamu, kamu mau kan jadi pacar aku?" ucap Argi.
Aileen mengembuskan napas, bukan karena merasa lega karena mendengar ucapan Argi melainkan merasa hampa jika kata-kata itu benar-benar terucap dari Argi. Suara gemuruh terdengar kembali membuat Aileen sedikit kacau.
"Gimana Aileen Cinta Argi diterima engga? " tanya mc.
Aileen terdiam sejenak, terdiam tanpa memikirkan hal apapun. Satu dua menit berlaku tanpa ada jawaban yang keluar dari mulut Aileen dan membuat Argi gelisah.
"Ayo Aileen dijawab, kalau engga diterima kita engga akan pulang"
Perkataan mc tersebut membuat keadaan Aileen semakin terdesak bagaimana bisa pernyataan itu terlontar dari seorang guru, itu artinya Aileen memang harus menerima Argi sebagai pacarnya jika tidak mereka semua tidak akan pulang.
Waktu terus berjalan bahkan sudah lewat jam 3 sore.
"Terima, terima, terima " dengan kompak semua orang yang berada di aula menyuarakan hal yang sama membuat Aileen tidak mempunyai pilihan.
Aileen berpikir bahwa ayahnya pasti sudah menunggunya di depan gerbang sekolah, ayah pasti cape karena pulang kerja harus menjemput Aileen dan dia malah mengulur waktu disini.
"Iya aku terima".
Dengan satu tarikan nafas Aileen menerima permintaan Argi membuat pemuda itu tersenyum puas dan terlihat sangat senang sampai-sampai dia mengepalkan tangan dan bergumam "yes yes yes"
__ADS_1
Akhirnya semua siswa baru dapat pulang, meninggalkan aula dengan gosip terbaru yang baru saja dipertontonkan. Sedangkan Aileen merasa lemas, dia menggendong tasnya dan berjalan dengan Aruna dan Tyas disebelahnya.
Mereka berdua tidak berani berkata apapun pada Aileen, mereka juga sama syoknya dengan kejadian hari ini. Tidak sedikit pula siswa yang berpapasan dengan Aileen memberikan selamat padanya yang hanya ditanggapi dengan senyum tipis oleh Aileen.
...🏫🏫🏫...
"Aku duluan ya"
Ucap Aileen yang langsung menghampiri ayahnya yang sudah menunggu, sembari tersenyum kepada Tyas dan Aruna.
"Kalian gak pulang? Atau nunggu jemputan?" Tanya ayah Aileen.
"Engga om. Lagi nunggu angkot" jawab Tyas.
Ayah Aileen hanya mengangguk, dan langsung berpamitan seraya meninggalkan area sekolah.
Tersisa Tyas dan Aruna, kedua nya saling berdiam diri karena memang mereka lebih sering diam jika salah satunya tidak bertanya lebih dahulu.
Tak lama berselang seorang pria paruh baya pun menghentikan motornya didepan mereka berdua, Tyas menatap bingung pria tersebut "Gua gak pesen ojol deh perasaan" ucapnya dalam hati.
"Tyas, gw duluan ya. Bapak gw udah jemput" ujar Aruna sembari menunjuk sosok pria yang tadi Tyas kira driver ojol.
Tyas yang melihatnya pun hanya tersenyum kikuk dan meruntuki kebodohannya yang salah mengira jika ayah Aruna adalah pengemudi ojek online.
Setelah Aruna berpamitan untuk pulang, tersisa Tyas yang masih duduk diarea sekolah, bukan untuk menunggu angkot. Melainkan untuk menghabiskan waktu hingga sore dengan berlama-lama disekolah.
Menghabiskan waktunya dengan bermain game online dengan wifi sekolah adalah hobi baru nya saat ini. "Mumpung gratis, manfaatin aja" adalah moto Tyas.
...🏫🏫🏫...
Tyas tengah asik menonton idol favorit nya, bahkan senyumnya terus mengembang sepanjang penampilan idolnya itu.
"Ya ampun ini manusia atau vampir ganteng nya engga manusiawi" gumam Tyas.
"Semoga jodoh gw seganteng bias"
"Halu aja terus" ucap Argi yang datang tanpa diundang.
Argi duduk disamping Tyas dan melihat ke arah layar ponsel milik Tyas. Tyas yang menyadari keberadaan Argi langsung menggeser tempat duduk nya beberapa senti.
"Apaan sih lu, hobi lu emang suka mengganggu kesenangan orang ya"
"Galak banget sih lu, salah apa gua emangnya. Sampai lu segitunya sama gua? "
"Males aja gw bawaannya sama lu" Tyas hendak pergi menghindari Argi namun tasnya ditahan oleh Argi.
"Mau kemana lu, gua mau ngomong sama lu sebentar"
Tyas kembali duduk dengan Argi yang masih memegang tas Tyas, berjaga-jaga jika gadis itu kembali kabur.
"Tulis nomer ponselnya Aileen" pinta Argi menyodorkan ponsel nya.
"Lu orang kaya ya Gi"
Tyas menyambar ponsel Argi bukan karena akan memberikan nomer kontak Aileen, melainkan Tyas merasa terkesima dengan ponsel milik Argi yang mana ponsel tersebut adalah keluaran terbaru dari brand elektronik terkenal.
"Cepetan tulis nomer Aileen, gua mau cabut nih"
Tyas masih mengotak ngatik ponsel Argi, mulai dari mengamati body ponsel sampai fitur-fitur didalamnya.
Argi mengambil kasar ponselnya yang masih digegam oleh Tyas.
"Ih Gi, gw belum beres liat nya" rengek Tyas.
"Cepet kasih nomer Aileen ntar besok gua pinjemin ponsel gua" sogok Argi.
__ADS_1
"Bener ya, awas kalau bohong" Tyas langsung merebut ponsel dari si pemiliknya dan memberikan nomor ponsel Aileen.
"Thank ya" Argi merebut kembali ponselnya dan berlalu meninggalkan Tyas, sambil tersenyum lebar membuat matanya tidak terlihat.