
"Novel yang kemarin gua sembunyin disini mana ya ?" gumam gadis pemilik mata kecoklatan dengan posisi berdiri, satu jari tanganya menyusuri rentetan buku yang terpajang rapih di rak.
"Gua inget di selipin di samping buku ini, tapi kok ga ada ya?" gumam gadis itu lagi. Masih sibuk mencari buku novel incarannya.
Gadis itu menarik salah satu buku. Namun setelah membaca judulnya dia langsung meletakannya kembali ketempatnya.
"Engga lagi deh baca novel horor, nanti kejadian lagi kaya waktu di hotel waktu itu," ucapnya bergidik ngeri. Masih sangat jelas dalam ingatannya wajah pucat setengah hancur dari wajah hantu hotel itu, apalagi mata lebab hantu itu yang menatap tajam matanya dengan senyum meyeringai. Cukup satu kali dalam hidupnya dia bersinggungan dengan makhluk tak kasat mata, dia tidak mau lagi.
Tak lama setelah itu, suara derap langkah kaki menyapa gendang telinganya. Tubuhnya menegang seiring dekatnya suara langkah kaki yang tertangkap indra pendengaranya. Ia mengerjap beberapakaki saat tangan dingin menyentuh bahunya.
"Aruna,"
Gadis itu menghela nafasnya. Merasa tenang karena yang muncul adalah Axel bukan hantu. Walaupun ia sedikit terkejut tadi.
"Kamu bukannya ikut eskul dance ?"
"iya, kenapa emanya kak ?"
"Waktu acara musik tahunan kenapa ga ikut tampil, aku ga lihat kamu soalnya,"
"Wihh kakak nyariin aku? aku kira kakak sibuk jadi fansboynya Aileen,"
"Ah.. emmm..." ucap Axel kikuk.
"Iya juga ga masalah kok kak. cie cieee ada yang udah mulai tertarik sama cinta nih kayanya," ledek Aruna. Gadis itu malah langsung dihadiah pukulan pelan di kepalanya oleh Axel penggunakan komik yang dibawa penuda itu.
Aruna mendesis sebal, bagaimana kalau otak jeniusnya ini tergoncang kalau terkena pukulan terus.
"Waktu latihan aku pernah cedera kaki, jadi kalo kecapean suka tiba tiba bengkak, jadi ga ikut tampil deh,"
*
*
*
Mereka berdua kini tengah berdiri dengan bersandar pada rak buku. Kembali fokus dengan buku bacaan mereka masing masing.
"Gimana hubungan kamu sama Andra?" tanya Axel tanpa melirik gadis yang berada di sampingnya.
__ADS_1
"Baik, cuman ya gitu, dia masih suka cemburuan,"
"Cemburu ?"
Aruna mengaguk singkat, "Dia cemburu kalau aku deket sama kakak kaya gini njh,"
"Kenapa bisa?,"
"Ya bisa aja . Mana ada orang yang biasa aja kalau orang yang dia sayang deket sama orang lain, akrab sama orang lain, apalagi kalau bahas yang lain. Bukan cemburu lagi sih pasti ada perasaan ga suka dan marah juga,"
"Aku juga kadang suka cemburu kalo kak Andra deket sama temennya,"
Axel menatap gadis itu, apa yang di ucapkan Aruna ia pernah merasakan hal itu. Tapi apa iya dia cemburu.
"Tunggu!" detik selanjutnya Aruna dan Axel saling bertatapan. Hanya beberapa detik. Karena Axel langsung mengalihkan pandanganya dengan salah tingkah.
"Aruna, hemmm sebenarnya Aileen itu beneran suka sama aku ?"
Tanya Axel cukup cagung, baru kali pertama dia mengajukan pertanyaan seperti ini.
"Iya emang masih kurang jelas ya kalau Aileen suka sama kakak"
"Azka!? Mereka cuman teman seperti aku dan Aileen"
"Teman? Bisa seakrab itu ya. Mereka sudah seperti pasangan kekasih"
Tidak lupa diakhir kalimat Axel sedikit mendesis kesal, tiba-tiba dia ingat kejadian saat dia tidak sengaja lewat sekre osis saat kemarin acara musik.
Bahkan Axel sempat terdiam untuk melihat saat Aileen dengan penuh perhatian memakaikan jas pada Azka, saat Azka bersorak menyemangati Aileen, saling bertukar tatapan itu yang membuat Axel tiba-tiba merasa cemburu dengan interaksi Aileen dan Azka.
"Kakak cemburu? Kakak suka juga sama Aileen?"
"Jangan ngaco, aku cuman heran aja Aileen emang playgirl kayanya ngaku suka sama aku tapi deketnya sama siapa"
Axel beranjak dari tempat duduknya dan keluar dari perpustakaan. Sedangkan Aruna dia berusaha mencerna perkataan Axel tadi.
Ini artinya kak Axel tuh udah mulai tertarik sama Aileen apa gimana sih aduh kok perkataannya ambigu gini.
...🏫🏫🏫...
__ADS_1
"Jadi kalian belum pernah chatingan ?" Aruna mengajukan pertanyaaan yang membuatnya merasa penasaran.
"Belum, emangnya kenapa Aruna~"
"Ya buat PDKT dong Aileen~ Astagfirullah,"
"Aku kan perempuan,malu kalau chat kak Axel duluan,"
"Ya terus lu berharap kak Axel ujug-ujug chat lu ? kak Axel aja tau nomer lu kaga Aileen~"
Aileen hanya mengangkat bahunya sebagai respon. Dia juga sebenarnya mau lebih dekat dan kenal dengan Axel. Tapi nyalinya belum sebesar itu untuk mendekat lebih dulu.
"Nunggu dia dapet wangsit dari pohon jambu air deket kolam sih keburu gua nikah sama kak Andra,Leen." Aruna memijat pelan pelipisnya.
Sepertinya aksi mak comblang kali ini akan lebih sulit. Dilihat Axel dan Aileen yang memiliki sifat yang sama, pemalu.
"Kenapa lu ??" tanya Tyas yang baru kembali dari toilet.
"Coba deh Yas lu ajarin Aileen biar agresif dikit,"
"Kok gua ?"
"Lu kan bar bar tuh, biar nih si Aileen bisa cepet jadian sama kak Axel,"
"Gua aja masih jomblo, lagian gua tuh lemah lembut gemulai gini bar bar darimananya,"
"Kamu kalem kalau sama kak Jamal doang," timpal Aileen.
Tyas berdecak sebal tapi hatinya juga mengiyakan. Dirinya memang lebih terlihat seperti wanita saat dengan Jamal.
"Ohiya Leen boleh minjem ponsel ga?"
"Buat apa?" tanya Aileen sembari memberikan ponselnya pada Aruna.
"Numpang chat kak Andra ya, hari ini gua balik sama bokap takutnya dia nungguin,"
"Nih jangan aneh-aneh ya" Aileen memberikan ponselnya dan Aruna langsung mencari kontak Andra.
Sesuai dengan niat awalnya yang memang meminjam ponsel Aileen untuk menghubungi Andra, tapi setelah Aileen sedang asik mengobrol dengan Azka dan Tyas. Terlintas ide cemerlang Aruna tanpa berpikir panjang Aruna langsung melancarkan aksinya.
__ADS_1
Aruna dibuat kaget saat ada telpon masuk dari ponsel milik Aileen. Si pemilik ponsel langsung menyadari hal itu karena merasa tidak asing dengan nada dering, membuat Aileen langsung mengambil ponselnya dan mengangkat telpon yang masuk.