17 Years Old

17 Years Old
New Member


__ADS_3

"Nama saya Arazka Devano, bisa dipanggil Azka. Saya berasal dari Aceh, senang bertemu dengan kalian semua. Semoga kita bisa jadi teman baik"


Perkenalan singkat dari siswa baru dia pindahan dari luar pulau. Logat melayu nya sangat kental sekali,


"Azka kalau butuh bantuan bisa tanya Aileen ya, kebetulan ketua kelas kita sedang izin"


Wali kelas memberikan tugas baru pada Aileen untuk membantu siswa baru agar dapat berbaur dengan teman kelasnya, ini tugas yang cukup berat dimana Aileen saja belum akrab pada semua siswa karena sifat pemalunya.


Pembelajaran pertama selesai akan dilanjutkan dengan pelajaran berikutnya, sudah menjadi tugas rutin Aileen dan Gibran mengembalikan buku ke perpustakaan untuk diganti sesuai mata pelajaran.


Kebetulan wali kelas kami lah yang baru saja selesai mengajar. Jadi dia meminta Azka untuk membantu Aileen membawa buku ke perpustakaan sekalian agar dia tau dimana perpustakaan sekolah karena belum sempat melakukan school tour bagi siswa baru.


Keduanya berjalan menyusuri lorong sekolah dengan tumpukkan buku di tangan masing-masing, cukup berat karena mereka membawa sesuai jumlah siswa di kelasnya.


"Pak ini bukunya 25, sekarang mau diganti jadi buku kimia ya"


Pinta Aileen, nafasnya terengah-engah karena jarak kelas dan perpustakaan lumayan jauh mereka harus turun satu lantai. Petugas perpus mengecek buku yang di kembalikan terlebih dahulu sebelum memberikan buku baru yang diminta.


"Setiap hari kamu kaya gini" tanya Azka.


"Iya, cape ya?"


"Lumayan, itung-itung olahraga" Azka melakukan pereganggan.


"Iya tapi kalau sehari empat pelajaran sih ini aku kurus lama-lama"


Keluah Aileen dengan suara kecil, dia tidak menyangka jika keluhannya itu bisa di dengar oleh Azka.


"Bukannya kamu udah kurus ya, makin aja kurus kering" Azka cekikikan.


"Cepet bawa bukunya, ntar aku tinggal nih"


Aileen sudah lebih dulu membawa buku dan tidak lupa berterima kasih pada petugas perpus, langsung berjalan meninggalakan perpus tanpa menunggu Azka.


"Yak! Aileen tungguin" Azka berusaha mengejar Aileen yang berjalan dengan cepat.


"Oh ~ ngajakin balapan ya? Ayo susul saya"


Tantang Azka yang kini sudah menyusul langkah cepat Aillen, saat di persimpangan lorong ternyata Azka yang so tau itu salah arah.


"Eh Azka kamu mau kemana kesini woy"

__ADS_1


Aileen menahan tawanya melihat tingkah Azka, semakin lucu karena cara jalan Azka yang seperti atlet jalan cepat membuat bongkongnya bergerak secara statis.


"Oh salah ya"


Azka memutar balik arah, masih dengan cara jalan yang sama. Aileen benar-benar dibuat ketawa puas, bahkan dia sudah tidak ada niat untuk berlomba dengan Azka karena tenaganya sudah terkuras dengan tertawa sepanjang jalan.


"Eh! Azka"


Aileen mencoba memberikan peringatan jika Azka salah masuk kelas, tapi apalah daya Azka sudah terlanjur masuk. Sedetik kemudian Azka keluar dengan senyum ala bintang iklan pasta gigi, memperlihatkan gigi putih bersihnya.


"Saya salah masuk kelas" ucap Azka.


Membuat Aileen sampai berjongkok tidak kuat dengan kelakuan konyol Azka, tertawa sejadi-jadinya tapi tanpa suara mengingat ini masih jam pelajaran. Azka menghampiri Aileen,


"Ayo bareng aja, saya nyerah"


Keluh Azka dengan muka yang memerah akibat malu karena salah masuk kelas, tidak sampai disitu ke konyolan Azka


"Mana tadi saya sempet bilang, ye saya kesatu. Saya kira itu kelas kita plus belum ada guru tau nya"


Aileen semakin tertawa geli, selera humornya hancur karena pemuda satu ini. Daya imajinasi Aileen sangat tinggi jadi dia langsung membayangkan bagaimana tadi Azka saat masuk kelas yang salah


"Ayo Aileen kita masuk kelas" ajak Azka.


...🏫🏫🏫...


"Azka mau ke kanti?"


Ajak teman kelas laki-laki yang menghampiri bangku Azka, namun ditolak dengan santai oleh Azka.


"Engga saya bekel soalnya" jawab Azka dengan memperlihatkan kotak bekal yang ia baru ambil dari dalam tasnya.


Sangat jarang sekali anak laki-laki bekal dari rumah bahkan di usia yang sudah memasuki usia dewasa. Lengkap dengan botol minum dengan warna senada.


Azka yang duduk di jajaran belakang melihat Aileen yang juga tengah mengeluarkan kotak bekalnya, tanpa pikir panjang Azka menghampiri bangku Aileen.


Duduk tepat di depan Aileen dengan kursi yang ia tarik dari sebrang bangku Aileen yang tidak lain itu kursi milik Gibran.


"Ayo kita makan bareng"


Azka tersenyum lebar dan langsung membuka kotak bekalnya tanpa mau tau tanggapan Aileen mau apa tidak makan bersama dengannya. Aileen hanya terdiam untuk beberapa saat karena kaget jika ada pemuda yang membawa bekal, bahkan Azka lah satu-satunya siswa laki-laki dikelasnya yang membawa bekal.

__ADS_1


"Kamu bekel sama apa, saya sama rendang"


Azka memperlihatkan isi kotak bekalnya yang begitu dibuka langsung mengeluarkan semerbak wangi khas makanan minang itu.


Aileen membuka kotak bekalnya dan kedapatan ayam teriyaki dengan nasi dan salad sayur. Kedua nya makan bersama diselingi oleh beberapa obrolan ringan.


Aileen langsung merasa nyaman dengan Azka dia bisa langsung akrab dengan orang yamg baru ia kenal beberapa jam itu. Sifat humoris dan humble Azka membuat Aileen merasa tidak canggung dengan sosok pemuda itu, bahkan Aileen juga tidak segan menanggapi gurauan yang Azka lontarkan.


...🏫🏫🏫...


"Ihhh kok toiletnya rusak sihh,"


Aruna mengeluh di depan toilet saat melihat kertas bertanda kalau toilet murid perempuan sedang di perbaiki.


"Pake toilet anak cowo aja," saran Tyas. Dia tidak mau melihat temanya itu kecipirit kalau harus menggunakan toilet lantai 1.


Aruna mendengus kesal, seharusnya dia tidak menerima tantangan temannya untuk memakan mie viral super pedas itu saat jam istirahat, sekarang asam lambungnya seperti berubah menjadi lahar panas.


Terdengar suara gejolak dari perut Aruna, "Tyas tunggu depan pintu yaa jangan sampai ada yang masuk," minta Aruna sedikit terburu. Dia harus cepat cepat masuk sebelum semuanya terlambat.


BLAMM!!!


Suara pintu cukup keras saat Aruna menendang pintu kamar dan ia segera memasuki bilik toilet.


Sedangkan Tyas melaksanakan tugasnya untuk berjaga di depan pintu toilet. Dia menyuruh siswa yang ingin ke toilet untuk menggunakan toilet di lantai bawah saja, sempat ada penolakan dan perdebatan tapi dengan mulut lihai Tyas akhirnya dia yang menang.


Sampai suara notifikasi dari ponselnya membuat Tyas lupa akan Aruna, dia duduk dengan bersandar di tembok pemisah pintu toilet laki-laki dan perempuan. Memainkan ponsel dengan tangan kecilnya.


Di dalam Aruna sudah menyelesaikan penderitaannya. Dia yakin pasti setelah ini bokongnya akan sakit kalau di dudukan.


"Tolong hilangkan bau ini wahai parfum sultan," gadis itu menyemprotkan parfum yang ia pinjam dari temanya untuk menghilangkan jejak bau di bilik toilet.


Dia merapihkan seragamnya sebelum keluar, karena di kamar mandi pria tidak terdapat cermin seperti di toilet wanita jadi Aruna hanya mengira-ngira saja.


Saat aruna membuka pintu bilik toilet yang ia gunakan, terlihat sosok tinggi besar sedang memunggungi dirinya.


"KYAA!!!"


Teriakan Aruna membuat sosok yang sedang buang air kecil itu tersentak kaget. Menyelesaikannya dengan terburu.


Aruna menutup wajahnya dan berlari keluar toilet. Mengomel pada Tyas yang ternyata sedang asik dengan ponselnya.

__ADS_1


"Ahhhh Tyas ngeselin deh ㅠㅠ mau ditaro dimana muka gw sekarang,"


Kalau bisa memilih Aruna lebih baik melihat sosok hantu saja. Kenapa harus siswa laki-laki. Rutuknya dalam hati.


__ADS_2