
Aruna terengah-engah karena untuk pertama kalinya dia kembali mengikuti pelajaran olahraga setelah sembuh dari cedera kakinya. Ketika dia mengambil botol minum untuk menghilangkan rasa hausnya, ia menyunggingkan senyum di bibir plumnya saat melihat ponsel pintarnya memunculkan notifikasi pesan masuk dari kekasihnya. Saat itu juga Aileen menghampirinya untuk mengambil botol minumnya juga.
"Emm Aruna," Aileen duduk di samping gadis itu.
"Bentar," Aruna dengan cepat membalas pesan dari Andra. Mengiyakan ajakan Andra untuk makan bersama di kantin saat istirahat nanti. Setelah itu pandanganya ia alihkan pada Aileen.
"Itu kak Andra ?"
"Hah ?? yang chat ??"
"Iya," sebenarnya bukan itu yang mau Aileen tanyakan.
"Ohh ini kak Axel yang chat,"
Detik berikutnya raut wajah Aileen berubah masam, teman sebangkunya ini pasti hanya menjahilinya saja. Karena sudah sangat sering Aruna melakukan lelucon itu untuk membuat Aileen cemburu.
"Bohong itu dosa Aruna,"
Mendengar itu Aruna langsung memperlihatkan ponselnya yang menampilkan roomchat dengan seseorang. Aileen membulatkan matanya saat melihat Nama kontak 'Kak Axel' dengan photo band legendaris the beatles sebagai profilnya.
"Kamu punya kontak kak Axel??"
"Iya, aku ga bohong kan?" Aruna memasukan kembali ponselnya kedalam tas. Sebenarnya chat yang dilihatkan pada Aileen itu chat sebulan yang lalu saat Aruna menanyakan judul lagu lawas pada Axel. Untungnya Aileen tidak menyadari itu. Maksud dan tujuan Aruna melakukan itu, hanya kebiasaannya yang jahil dan iseng pada teman temannya.
"Si Tyas mana ? "
"Lagi beli minum,"
"Oh~ "
Lagi, Aileen dibuat iri dan cemburu oleh Aruna. Kenapa temannya ini mudah sekali mendapatkan kontak Axel, dia juga bisa kenal dekat dengan pria yang Aileen suka.
"Kamu masih suka ngobrol sama kak Axel ??"
"Emangnya kenapa?"
"Ya ga kenapa kenapa,"
"Oh ya udah,"
Aruna melirik Aileen yang berdecih. Sebelum kalimat 'Ga pekaan' ia dengar lagi dari mulut salah satu temannya ini , dia langsung menjelaskan tanpa ada yang minta.
" Gua udah jarang kok ngobrol sama kak Axel, bahkan udah lama kaga ketemu dia. Sekarang gua kan jarang nongkrong di perpus."
"Loh Kenapa ??"
"Ga ahh entar ada yang cemburu"
"Kamu ngindir aku?"
"Bukan kamu tapi kak Andra, yang ada ntar aku berantem sama dia di chat. Males ngetik tau," keluh Aruna.
Dia sebenarnya heran kenapa makhluk yang perwujudannya seperti Andra mudah dicemburui. Bahkan Andra tipe pria yang protektif pada Aruna. Gadis itu pikir kekasihnya itu terlalu berlebihan. Tapi mau bagaimana lagi, saat ini Aruna sudah mulai menyayangi Andra.
"Neng.."
Panggilan dari arah pintu membuat pandangan dua gadis itu melihat kesumber suara, menyudahi aksi mengobrol mereka. Keduanya langsung berjalan menghampiri orang tersebut.
"Pak Tatang Pak Tatang~"
"Heyy"
Panggilan Aruna dengan nada salah satu lagu barusan di sahut oleh gurunya. Pak Tatang, guru paling bersahabat yang memiliki ciri kepala botak di tengah dan dia juga orang yang latah.
"Ehh kamu ini," Pak Tatang mengibaskan tangannya cepat. Mengumpulkan kembali wibawanya. Tapi hal itu malah membuat Aileen dan Aruna terkekeh.
"Maaf maaf pak, Oh iya Kenapa pak ??"
"Itu neng tolong bawakan buku buku yang ada di meja ke perpustakaan ya"
Masing-masing membawa setumpuk buku yang lumayan berat, terlihat dari tebal buku yang mereka bawa. Membuat Aileen dan Aruna agak kesusahan, mereka harus hati-hati saat berjalan karena jarak pandang mereka sedikit terhalang oleh buku yang mereka bawa.
__ADS_1
...🏫🏫🏫...
"Perlu bantuan?" Tanya suara pemuda dari arah belakang.
Suara itu membuat langkah mereka berhenti. Menolehkan kepala kesumber suara. Dan pemilik suara itu ternyata Axel. Pria itu muncul dengan memamerkan senyum super tipisnya. Tapi hal itu cukup membuat Aileen tertular dan mengembangkan senyum di wajahnya. Sedangkan Aruna menatap senang kedatangan Axel. Bala bantuan datang, ucapnya dalam hati.
"Penggemar saya udah banyak, kamu jangan ikut terpesona juga," ucap Axel jahil tapi dengan nada datar yang khas.
Aruna berdecih merespon Axel. Sekarang dia percaya kalo Axel satu darah keturunan dengan Adit si kakak kelas super narsis. Tanpa bicara lagi Aruna memindahkan buku-buku dari tanganya kepada Axel. Axel yang belum siap sempat terhunyung, untung saja Axel memiliki reflex yang bagus dan buku tebal itu tidak terjatuh ke lantai.
"Tolong bawain ke perpus ya kak,"
Pergerakan cepat yang dilakukan Aruna, membuat Axel baru tersadar akan keberadaan Aileen. Ternyata tadi itu bukan pandanganya yang membayang karena tidak pakai kacamata. Yang ia lihat memang dua orang bukan hanya Aruna saja. Memang posisi berdiri Aileen tempat di belakang tubuh Aruna saat berbalik melihat ke arah Axel tadi. Dan karena Aileen sedikit lebih tinggi dari Aruna, itu kenapa dia bisa melihat wajah Axel yang tersenyum tadi.
"Aku duluan ya Leen,"
"Eh?!"
"Terimakasih untuk bantuannya kak Axel," ucap Aruna jahil dengan tangan yang menepuk pelan buku paling atas yang berada di tangan Axel.
Dengan perasan senang mendapatkan pertolongan dia berjalan lebih dulu dengan riang ke arah kantin . Meninggalkan Aileen dan Axel yang terlingkup kecanggungan satu sama lain.
Sampai akhirnya,
"Leen"
Suara berat terdengar dari belakang tubuh gadis itu membuatnya menengok,
"Azka tolong bantuin dong"
Aileen sedikit melirih meminta bantuan bukan karena berat buku yang dia pegang melainkan laju jantungnya yang sudah tidak bisa Aileen kendalikan.
Azka tadinya sempat ingin menolak karena dia tau ini akan menjadi sebuah moment untuk Aileen yang menyukai Axel dan berniat untuk membiarkan sahabatnya ya sekedar PDKT.
"Azka please jantung aku udah mau copot. ih"
Aileen bebicara dengan suara berbisik dari balik buku yang menutupi wajahnya, Axel tidak bisa melihat dan dia juga tidak bisa berjalan lebih dulu karena akses jalan lorong itu benar-benar tertutup oleh dua orang dihadapannya.
Ucap Azka sebari mengambil sejumlah buku yang Aileen pegang, belum juga Azka menyelesaikan perkataannya sudah mendapatkan ijakan kaki dari gadis itu yang berjalan lebih dulu ke arah perpustakaan.
...🏫🏫🏫...
"Udah kaya pasar gembrong katin kita sekarang," keluh Aruna.
"Gua jajan ginian doang udah kaya abis beres nguli," Tyas mengambil beberapa lembar tissue untuk melap keringatnya.
Mereka baru saja kembali dari perjuangan mendapatkan semangkuk mie goreng tapi direbus dengan telur setengah matang. Duduk di salah satu meja yang berada di kantin yang sudah ada Aileen yang sedang terduduk menunggu mereka.
"Besok besok bawa bekel aja kaya aku," saran Aileen pada kedua temannya. Walaupun dia sudah tau apa jawaban dari mereka.
"Mana sempat keburu telat," jawaban kompak dari Aruna dan Tyas. Kemudian mereka memakan mie yang sudah mereka beli tadi.
Mereka berdua terlihat sangat kelaparan. Saking nikmatnya tidak ada satupun yang berbicara saat makan. Sampai akhirnya Tyas teringat sesuatu dan menepuk tangan Aruna, sampai makanan Aruna terjatuh dan mengenai seragamnya.
"Ayuningtyas !!! beraninya ya lu ! ngotorin seragam gua!!,"
"Maaf maaf kaga sengaja," Tyas memberikan tissue pada Aruna, tapi tidak membantu membersihkannya. Dia malah memulai intro perghibahan.
" Tau ga ??"
"Engga, ada gosip baru?" tebak Aileen.
"Tadi waktu ngantri mie ini, masa orang orang pada ngeliatin gua sama Aruna,"
"Siapa ??"
"Itu loh anak angkatan kita sama geng julid," geng yang Tyas maksud adalah anak kelas 12 IPA. Lebih tepatnta teman sekelas Arjuna. Mereka itu sudah seperti netizen di dunia maya yang suka berkomentar pedas. Saat Tyas memesan makanan tadi dia tak sengaja mendengar percakapan yang membahas dirinya dan Jamal, tapi dari mereka juga ada yang membahas soal Aruna dan Andra.
"Lu ngerasa kan kita di perhatiin tadi,"
"Aduh udah biasa kali mereka kaya gitu. Mereka ngefans deh kayanya sama kita, udah ga usah digubris." Rasanya hak itu sudah basi bagi Aileen. Bagaimana tidaka, tahun pertamanya di sekolah ini sudah membuat dirinya menjadi bahan gosip satu sekolahan.
__ADS_1
"Tapi aneh aja Leen, kalo kamu di gosipin jelas ada alasannya karna waktu itu pacaran sama kak Juna, lah kami berdua?"
"Kan lu deket sama kang asin Tyas," timpal Aruna.
"Kak Jamal ?? dia kan udah punya pacar,"
"Tapi backstreet, orang orang taunya dia deket sama lu,"
"Fitnah itu, lu juga Aruna kenapa malah di gosipin sama kak Andra, kak Axel ga marah emangnya?"
"Kalo gua bukan gosip itu emang fakta Tyas,"
"Hah ?!"
"Emangnya kamu belum kasih tau Tyas ya ??"
"Apapa ?? gua ga tau apa nih ??"
"Aruna kan emang pacaran sama kak Andra,"
"Apa ?!" Teriakan Tyas barusan di hadiahi cubitan di tangannya oleh Aruna.
Aruna berbisik, memberitahukan pada taman mungilnya ini tentang hubungannya dengan Andra. Menjelaskan kedekatannya dengan Axel yang hanya sebatas teman membaca saja. Bahkan Aileen juga bercerita soal dia yang akan terus mencintai Axel dan mendaparkan hari pemuda itu. Sebelumnya dia sudah mengeluarkan jurus memikat saat perfom eskul beberapa waktu laku. Dia yakin kalau Axel pasti jatuh akan pesonanya. Mereka bertiga berbicara dengan mode ASMR.
Tyas yang belum bisa mencerna semuannya hanya mengedip-ngedipkan matanya cepat. Tyas masih mengira ini hanya lelucon saja. Dia hanya tidak habis pikir.
"Tega ya kalian nyembunyiin ini dari gua, sedangkan gua selalu berbagi gosip terhangat sama kalian,"
"Utu tu ngambek ni bocil," ledek Aruna.
"Tyas juga ga ngasih tau tuh kalau kemarin diajak main sama kak Jamal,"
"Iya tuh, sembunyi sembunyi juga lu,"
"A-apa ?? salah liat kali kalian,"
"Cie Tyas cie," Aileen yang gemas langsung mencolek-colek dagu Tyas. Apalagi sekarang pipi Tyas sudah memerah.
"PDKT mulu, jadiannya kapan lu,"
"Ihh apaan sih kalian berdua, Aileen tuh yang lagi bucin sama kak Axel,"
" Aku sih prosesnya masih lama, Tyas dulu aja yang udah jelas deket sama Kak Jamal,"
Adegan saling meledek itu terus berlangsung sampai orang yang mereka bicarakan mendatangi meja mereka. Andra dan juga Jamal mengambil kursi dari meja lain dan menariknya ke meja tiga serangkau itu, agar bisa duduk dan bergabung dengan ketiga gadis itu.
Alasan kenapa Andra memperlihatkan kedekatannya dengan Aruna saat berada di lingkungan sekolah seperti sekarang , padahal di awal mereka memilih untuk menyembunyikan hubungan. Itu karena saat Aruna mengalami cedera kaki, setiap harinya Andra mengantarkan kekasihnya itu pulang. Itu kenapa gosip atau lebih tepatnya pembicaraan soal mereka mulai beredar di sekolah. Jadi tidak ada lagi yang harus mereka sembunyikan soal hubungan yg sedang mereka jalani sekarang.
"Tumben barengan sama kak Jamal. Sengaja ngajak dia ,biar ada temen ?"
"Aku ga ngajak, dia sendiri yang mau ikut,"
Di tengah obrolan mereka. Aileen dan Tyas di buat kaget dengan penampilan Jamal sekarang. Bedanya ada raut khawatir juga di wajah Tyas.
"Ya Allah, Kak Jamal sakit kangker??" Tyas menangkup wajah Jamal dengan tatapan cemas.
"Kalo ngomong kaga pake bismillah lu bocil," Jamal mendorong kepala Tyas agar sedikit menjauh dari dirinya.
" Terus itu kenapa rambut kakak tinggal secenti gitu ?? mana mukanya pucet, bibir kakak juga pecah pecah kaya telapak kaki emak emak," Penuturan Tyas barusan membuat orang yang mendengarnya tertawa.
"Kenapa pada ketawa ? apanya yg lucu ?? " tanya Tyas kebingungan.
"Abis kamu lawak banget sih Yas,"
"Bisa bisanya lu mikir ke situ ya Tyas,"
Tyas mengerucutkan bibirnya mendengar ucapan Aileen dan Aruna barusan, apa dia salah mengira ??
"Gua kesini mau cerita sama lu kalau gua habis di razia rambut, ini malah lu katain penyakitan lagi,"
"Ahh bocil," Ucap Jamal kesal.
__ADS_1
"Ya mana aku tau,"