17 Years Old

17 Years Old
Ambigu


__ADS_3

"Aileen liat tuh ada kak Axel"


Tyas menunjuk keberadaan Axel yang sedang duduk dipinggir lapangan, sepertinya kelasnya baru selesai pelajaran olahraga.


"Iya tau"


Aileen menatap sendu, jantungnya berdebar setiap kali dia menatap pemuda itu. Tapi dalam waktu yang bersamaan Aileen juga harus menahan perasaan itu dia takut jika rasanya semakin kuat untuk Axel.


"Aku udah engga suka sama dia lagi"


"Eh!?"


Tyas merasa aneh kenapa Aileen tiba-tiba tidak tertarik dengan Axel, karena sebelumnya Tyas tau benar seberapa Aileen menyukai pemuda itu.


Aileen selalu cerita setiap kali dia baru saja berpapasan dengan Axel, hanya bertukar pandangan saja Aileen sudah bercerita heboh pada Aruna dan Tyas.


Bahkan Aileen lebih heboh saat menyukai Axel sekarang jika dibandingkan dengan saat Aileen bersama Arjuna, dan Tyas merasa tidak percaya jika Aileen bisa melupakan perasaannya pada Axel begitu saja.


"Udah Yas, aku udah mau ngelupain kak Axel dia engga suka sama aku" jelas Aileen


"Eh!? Tau dari mana kalau kak Axel engga suka sama kamu? Emang kamu pernah nanya ke dia?"


Rasanya Tyas tidak terima pada perubahan sikap Aileen,


"Engga sih, tapi dia punya gadis pujaannya dan itu bukan aku"


"Kamu tau dari mana"


"Aku liat sendiri Yas, udah ya jangan bahas itu lagi"


"Eh tapi Aileen"


"Sefellun Ayuningtyas, Aileen Diandra memohon jangan bahas soal Axel Mahardika lagi ya"


Tyas terdiam, seperti Aileen benar-benar sedang dalam mood yang tidak baik dan Tyas juga curiga pasti ada sesuatu hal yang menyebabkan Aileen bisa berubah sikapnya seperti ini.


...🏫🏫🏫...


Semua siswa sekarang sedang sibuk mengerjakan tugas yang diberikan, kebanyakan guru di sekolah ini selalu memberikan kebebasan pada setiap siswanya untuk mengerjakan tugas dengan caranya masing-masing.

__ADS_1


Setelah guru memberikan penjelasan pada materi ajar, maka setelahnya akan diberikan tugas latihan dimana pada kesempatan itu siswa dibebaskan dengan cara mereka masing-masing untuk menyelesaikan tugas tersebut yang terpenting saat jam mata pelajaran usai semua tugas itu harus selesai.


"Aileen~"


"Iya?"


"Ngerjain di perpus yuk"


Begitu mendengar kata perpus Aileen seperti sudah curiga pasti Aruna mau menemui kekasihnya itu,


"Engga ah, aku disini aja"


"Kenapa? Siapa tau ada kak Axel"


"Kalau kamu mau kesana ya udah sana jangan ajak aku"


"Kamu kenapa?"


Aileen tidak menjawab dia belum siap jika Aruna terus terang atas hubungannya dengan Axel.


"Ya udah deh aku juga disini aja" Aruna yang tadinya hendak pergi ke perpustakaan pun urung karena Aileen tidak mau diajak.


"Oh iya Aileen aku lupa mau cerita sama kamu soal kak Axel"


Aileen membuang napas kesal, kenapa topik pembicaraan Aruna harus pemuda itu lagi,


"Ternyata bener loh kak Axel itu sodaranya kak Adit. Bapak mereka adik kakak, terus juga ternyata tuh bapak mereka sodara kembar terus juga Axel punya sodara kembar loh Leen"


Aileen terdiam dia menyimak semua fakta yang dibeberkan Aruna padanya, merasa ada yang menusuk di hatinya saat Aruna sangat mengenal sosok Axel lebih darinya,


"Leen siapa tau sodara kembar Axel lebih ganteng dari dia, kamu sama kembarannya aja"


Aileen menaruh penanya dengan kasar di atas meja sampai membuat suara gebrakan,


"Aku ke toilet dulu"


Gadis itu sudah terbakar api cemburu dia sudah tidak bisa lagi mendengar ocehan Aruna, Aileen pergi ke toilet sendiri dengan tergesa-gesa.


Aileen terdiam di dalam toilet duduk dia hanya duduk terdiam,

__ADS_1


"Maksud dia apa aku sama sodara kembarnya aja"


Aileen tidak habis pikir dengan kalimat yang dilontarkan Aruna tadi,


"Mungkin maksud Aruna karena dia sama kak Axel terus aku engga bisa dapetin kak Axel ya udah kembarannya aja"


Semudah itu ya dia bicara seperti itu, Aileen merasa sakit hatinya kini semakin dalam.


Aruna seharusnya terus terang jika dia menyukai Axel padanya, dia saja tau Aruna suka pada Axel dari Tyas.


Lalu maksud Aruna apa jika dia juga harus menyimak saat Aileen bercerita tentang Axel, ikut menggodanya saat Aileen baru saja bertukar tatapan.


Seharusnya hal itu tidak dilakukan, mereka teman dekatkan bisa dibilang sahabat tapi kenapa cara Aruna memperlakukan Aileen seperti bukan sahabatnya. Itu hal yang membuat Aileen seperti dikhianati.


...🏫🏫🏫...


Aileen dan Aruna datang ke perpustakaan untuk mengembalikan buku paket fisika, dan kembali meminjam buku paket agama untuk pelajaran selanjutnya. Biasanya orang yang akan menemani Aileen itu Gibran atau Azka. Tapi kali ini Aruna yang di pinta langsung oleh gurunya untuk menemani Aileen. Jadi Aileen tidak bisa menolak, padahal dia masih belum bisa menyelaraskan perasaan kecewanya.


Aileen melihat kesekeliling perpustakaan, hatinya masih menginginkan melihat Axel berbanding dengan pikirannya yang mencoba untuk menolak. Melihat hal itu Aruna langsung menyenggol tangan Aileen untuk membawa sebagian buku paket.


"Kak Axel masih di kelasnya, kalo mau lihat dia nanti pas jam istirahat kedua,"


Tidak menanggapi ucapan Aruna , Aileen langsung mengambil sebagian buku paket lalu berjalan keluar lebih dulu. Masih dengan perasaan bingung sekaligus juga heran dengan perubahan sikap Aileen, Aruna mencoba mengingat kembali perkataan apa yang ia lontarkan pada Aileen yang mungkin menyinggung perasaan temannya itu.


"Lu kenapa sih Leen?" tanya Aruna yang sekarang berjalan sejajar dengan Aileen.


Aileen seperti tidak menghiraukan Aruna. Apa setidak peka itu Aruna sampai menanyakan dirinya kenapa, apa dia masih belum sadar letak kesalahannya dimana. Aileen kira lambat laun temannya ini akan jujur soal hubungan dia dengan Axel. Tapi Aruna masih saja menyembunyikan itu dan tetep bersikap seperti dia mendukung perasaan Aileen terhadap Axel. Apa teman memang seperti itu,didepan dia mendukung tapi juga menusuknya saat di belakang.


Dan ternyata saat mereka hendak menaiki tangga, terlihat Axel yang sedang membasuh wajahnya dengan air di wastafel yang berada di dekat cermin yang biasa digunakan murid murid untuk berfotoria. Axel yang melihat dua gadis itu dari pantulan kaca cermin langsung membalikan badannya.


Aruna dan Axel saling bertukar pandang dan hal ini membuat Aileen kembali merasa cemburu. Gadis itu menyapa kakak kelasnya itu setalahnya berlari menaiki tangga lebih dulu.


"Duluan ya kak," ucap Aruna yang kemudian mengejar Aileen.


Axel hanya melihat punggung gadis itu tanpa mengatakan apa apa. Dia tersenyum tipis, memegang dada sebelah kirinya yang berdebar lebih cepat. Dia melihat pantulan dirinya di cermin sebelum akhirnya kembali kekelas.


Di kelas Aileen menjadi lebih diam dari sebelumnya. Berkata pada dirinya sendiri akan menyerah untuk mendapatkan Axel. Dia terus mengulang kata kalau semua akan baik baik saja, dia pasti bisa melupakan perasaannya terhadap Axel. Sama seperti perasaannya terhadap Arjuna dulu.


Karena tidak tega melihat Aileen seperti itu. Kedua temannya, Tyas dan Azka memutuskan untuk berbicara dengan Aruna nanti.Meminta gadis itu untuk jujur dengan semuannya kepada mereka juga pada Aileen. Kalaupun nantinya Aruna masih tetep menyukai Axel dan memepertahankan perasaannya. Setidaknya dia harus menghargai perasaan Aileen yang terbilang sedang sensitif sekarang.

__ADS_1


__ADS_2