17 Years Old

17 Years Old
Porak


__ADS_3

"Aileen"


Gibran menghampiri Aileen dengan berlari kecil, baru saja Aileen hendak membuka kotak bekalnya.


"Iya, kenapa?"


"Dipanggil kak Adit di sekre"


"Aku kan baru mau istirahat"


"Engga tau, samperin dulu aja"


"Udah makan aja baru disamperin Leen" ucap Azka.


Azka dan Aileen baru saja akan makan bekal bersama, tapi diganggu dengan acara panggilan tugas osis di jam istirahat seperti ini. Menyebalkan, tapi mau gimana lagi.


"Jangan lama, kalau lama aku susulin" ancam Azka yang sedikit khawatir dengan Aileen.


"Iya tenang aja, aku ke sekre dulu ya kalau mau duluan makan ga apa kok"


"Aku tungguin, sambil nungguin aku mau push rank dulu"


Aileen meninggalkan Azka dan berjalan mengikuti Gibran menujun sekre osis.


...*****...


"Besok kamu bantuin jadi seksi acara ya"


"Eh!?"


"Tolong banget soalnya ada yang sakit anak acara, sampai dia sembuh aja kok. Semoga engga lama"


Adit memberikan beberapa lembar daftar acara untuk porak satu minggu kedepan, ini baru hari kedua jadi masih ada tiga hari kedepan Aileen harus mengemban dua tugas sekaligus selain sebagai koordinator dekorasi sekarang jadi bagian seksi acara.


"Aku percaya sama kamu, jadi aku tunjuk kamu. Semangat ya"


Adit menepuk bahu Aileen lembut memberikan semangat sekaligus kepercayaan padanya, ada sedikit beban tapi dia bersyukur jika dia bisa dipercaya dan itu artinya dia tidak boleh mengecewakan.


"Kalau butuh bantuan bisa minta tolong ke aku"


Tawar Gibran saat keduanya keluar dari sekre osis,


"Iya, tolong ya apalagi nanti kalau ada masalah sama dekorasi sementara anak-anak biar suruh laporan ke kamu aja ya"


"Oke, semangat ya. Balik lagi ke kelas, langsung makan ya. Aku mau ke lapang basket dulu"


Aileen berjalan kembali ke kelasnya sambil melihat susunan acara yang cukup padat dengan beberapa cabang olahraga yang dilaksanakan disetiap harinya.


Sudah dipastikan Aileen akan lebih sibuk dari hari porak sebelumnya karena namanya juga seksi acara pasti harus mandar mandir kesana kemari, dari mulai memastikan atlet yang akan bertanding kesiapan lapangan, medis dan lain sebagainya.


Arjuna melihat Aileen yang tengah tertunduk dengan ketas ditangannya, saat berpapasan


"Aileen"


"Eoh!? Eh kak Juna"


"Maaf ya ngerepotin"


"Soal apa?"

__ADS_1


"Kamu jadi punya tugas double"


"Oh~ itu, iya ga apa kok kak"


"Mohon bantuannya ya, makasih"


"Iya sama-sama"


"Hemm semangat"


Aileen hanya tersenyum tipis, ada rasa canggung dari keduanya bahkan ini jauh lebih canggung dari saar pertama kali mereka berdialog. Lagi pula ini juga dialog pertama mereka setelah hubungan mereka berakhir, kaku seperti kanebo kering itu gambaran yang tepat untuk suasana percakapan Aileen dan Arjuna.


...🏫🏫🏫...


Acara makan siang Aileen sudah usai, dia sekarang sedang berjalan menuju sekre osis.


Seorang gadis yang merupakan kakak kelasnya yang juga anggota osis memanggil Aileen saat dia baru saja akan menuruni tangga.


"Aileen sini dong sebentar"


Aileen menghampirinya,


"Mau kemana?"


"Ke sekre teh"


"Boleh minta tolong, ambilin berkas pertandingan catur dong di meja Juna"


...*****...


Dengan map berisikan salinan berkas pertandingan catur Aileen kembali ke kelas dilantai dua sekolahnya, tepatnya di kelas IPA 11 yang dijadikan ruang pertandingan cabang olahraga catur.


Penampakan seorang pemuda tiba-tiba membuat jantung Aileen berdebar secara mendadak. Pemuda dengan paras yang sangat teramat tampan, postur tubuh yang tinggi, kulit putih dan rambut dengan model poni mencuri perhatian Aileen.


"Xel"


Panggil perempuan yang tidak lain itu kakak kelas yang tadi menyuruh Aileen mengambilkan berkas di sekre.


Aileen tersadar dia tengah melamun, sedikit menggelengkan kepalanya untuk membuatnya tersadar sepenuhnya. Aileen kembali berjalan untuk memberikan berkas yang diminta


Pemuda yang dia kagumi ternyata salah satu peserta pertandingan catur, sungguh dia tidak menyangka jika ada pemuda setampan ini disekolahnya dia sungguh seperti tidak nyata lebih cocok menjadi idol kpop itu yang dipikirkan Aileen saat melihat pemuda itu yang kini sedang duduk untuk pertandingan catur.


Kenapa aku baru tau kalau ada orang setampan ini, kemana aja? Aku kira cuman kak adit sama kak juna aja yang tampan disekolah ini menurut standarnya. Ternyata salah ada pangeran yang baru dia sadari keberadaannya.


Penyesalan kenapa Aileen baru tau jika ada pemuda seperti karakter anime di sekolahnya, saking tampannya dia terasa tidak nyata bagi Aileen. Terlalu berlebihan? Tapi itu memang sungguh kalimat yang bisa menggambarkan sosok nya.


"Makasih ya Leen kamu bisa balik lagi ke sekre"


Kalimat itu seperti kalimat mengusir bagi Aileen kali ini,


...*****...


Aileen terdiam di sekre dengan pikirannya yang terus mengingat pemuda itu, dia mencoba mengingat-ingat siapa nama pemuda itu


"Xel ???"


"Aduh siapa ya namanya kok Xel sih, apa aku salah denger ya"


Aileen benar-benar ingin tau siapa nama pemuda itu, dia kakak kelas atau seangkatan dengannya. Jika seangkatan setidaknya Aileen pernah melihatnya kan?!

__ADS_1


Aileen terus saja kepikiran soal kejadian itu, dia benar-benar dibuat penasaran dengan sosok oemuda yang belum pernah satu kali pun sebelumnya dia temui di sekolah ini.


Gibran yang masuk ke sekre berniat untuk mencari Aileen itu dibuat heran karena wajah Aileen yang terus menadahkan kepalanya menatap langit-langit atap ruang sekre. Gibran pun refleks ikut melihat kearah atas, nyatanya tidak ada apapun selain lampu sekre yang sedang tidak menyala,


"Aileen kamu lagi merhatiin apa"


Tidak kunjung mendapatkan respon Gibran oun berjalan dan berdiri dihadaoan Aileen sedikt menunduk agar Aileen sadar akan kehadirannya,


Mata mereka saling bertemu, membuat Aileen tersentak kaget karena melihat wajah Gibran secara mendadak dengan jarak yang dekat.


"Astagfirullah"


Aileen segera menyebut,


"Ishhh, kamu kaya liat hantu aja pake nyebut"


"Kamu bikin kaget aja sih"


Aileen menginjak kaki Gibran yang sekarang sedang duduk disampingnya,


"Mikirin apa"


"Udah jangan kepo deh kamu"


"Eh~ dasar ditanya baik-baik juga, kesambet gimana loh"


"Ishhh jangan aneh-aneh kalau ngomong"


"Tadi aku udah cek lapang basket ada dekorasi yang copot, kayanya kitaa harus buat ulang"


"Emang kenapa? Kok bisa"


"Mantan kamu tuh barbar kalau main"


"Eh!? Mantan? Siapa kak Juna? Anak osis kan engga boleh ikutan tanding"


"Si Argi, tuh dia main basket kaya lagi tanding taekwondo apa pake matahin dekorasi kita yang diatas ring basket"


"Ya ampun Argi~, emang engga bisa kita lem aja gitu"


"Bisa sih tapi jadi kurang estetik aja diliatnya"


"Ih bikin kerjaan aja tuh orang awas aja"


...🏫🏫🏫...


Sorak sorai terdengar gaduh saat sekelompok pemain basket tim kelas IPA-1 masuk ke kelas, mereka berhasil memenangkan pertandingan dan masuk ke babak berikutnya


"Aileen kamu kenapa engga nonton aku" tanya Argi pada Aileen yang sedang mengecat dekorasi bersama Gibran.


"Ini befkat ulah kamu jadi aku buat ulang dekorasi, bisa engga mainnya biasa aja" omel Aileen


"Maaf sayang, aku semangat banget mainnya"


"Semangat sih semangat tapi engga usah barbar juga, bikin kerjaan orang tau engga" ucap Aruna yang juga menonton pertandingan itu bersama teman kelas lainnya.


"Yang penting kan aku bawa kemenangan buat kelas kita"


Baru saja babak penyisihan tapi laga nya sudah seperti pemenang sesungguhnya, astaga Argi Argi

__ADS_1


"Sini Leen aku bantuin boleh? "


Tawar Tyas tiba-tiba, kegiatan yang sedang dilakukan Aileen berhasil membangkitkan jiwa seni Tyas.


__ADS_2