
"Mang kek biasa satu,"
Aruna berdiri di depan salah satu stan makanan di kantin, memesan mie goreng dengan telur setengah matang seperti yang ia biasa pesan. Sambil menunggu, gadis itu memainkan sumpitnya sekedar memutar mutarnya di jari tangannya yang kurus atah memukul mukulkannnya pada botol saus dan kecap seperti drum.
Menjadi tim hore hore untuk menyemangati teman temannya yang bertanding ternyata cukup melelahkan dan menghabiskan tenaga ternyata. Dia tidak bisa membayangkan bagaimana remuknya badan Tyas yang ikut serta dalam pertandingan lari estafet, apalagi Aileen yang menjadi salah satu anggota pengurus pertandingan, pasti lebih remuk lagi.
"Ini neng,"
"Tencu mang," Aruna mengambil pesanannya dengan perasaan bahagia. Mie goreng memang makanan terenak di dunia.
"Aruna,"
Seorang pemuda menghampirinya, Aruna yang melihatnya agak kesal saat tau itu Arjuna. Bukan hanya pemuda itu, tapi dua teman dekat Juna yaitu Andra dan Adit juga ada. Berdiri di samping Arjuna seperti pengawal kerjaan.
"Iya kenapa kak ?"
"Ini yang kemaren teriak teriakin sodara gua ?"
"Hah?!" pertanyaan adit membuat dahi aruna mengkerut.
"Kamu kemarin semangat banget teriakin nama Axel, suka ya sama dia ?," gadis itu makin di buat bingung karena ucapan Arjuna.
"Axel mana mau sama cewe kaya dia," tanpa di minta Andra berkomentar seenaknya.
"Apaan sih ?? kaga jelas," gadis itu melengos begitu saja.
Aruna yang tidak mengerti maksud dari omongan kakak kelasnya itu memilih pergi menghampiri Tyas yang sudah menunggunya dari tadi.
"Kaga jelas mereka tuh, keburu jadi puding kan mie gua," Aruna duduk di samping Tyas yang sedang menikmati es yogurt dengan mengayunkan kakinya.
"Kenapa lu?" Tyas bertanya pada Aruna yang sudah memasang wajah kesal.
"Tau tuh kakak kelas lu, kaga jelas banget,"
"Kakak kelas gua tu ada 30 puluh setiap kelasnya lu kali 8 kelas, ada brapa tu ?"
"240,"
"Dari 240 orang tu siapa yang lu maksud,"
"Kakak kelas kesayangan lu , mantan pacar temen kita, sama si muka es,"
"Oh~ kak Adit, kak juna, sama kak Andra, mereka ??" tanya Tyas memastikan bahwa tebakannya benar.
"Iya mereka,"
"Mereka emangnya ngapain lu ? sampai muka iblis lu keluar," Tyas menyumpit mie milik Aruna, lalu memasukan ke mulutnya.
"Masa kak juna nanya gua suka sama kak Axel, ga jelas banget deh tadi,"
__ADS_1
"Ya lu itu suka sama kak Axel apa engga?"
"Kok lu malah ikutan nanya sih Yas,"
"Pengen tau aja, lu kan sering tu barengan sama dia, siapa tau lu suka"
"Ya mata gua disuguhin cowo bening serbuk berlian gitu ya suka lah, ga munafik gua"
Tyas memukul kepala Aruna menggunakan sumpit dengan kesal.
"Maksudnya suka itu tertarik, bukan sekedar pemuas ***** mata lu,"
"Ohh~ kalau itu sih gua-"
"GUYS!"
Tyas dan Aruna terlonjat kaget di tempat duduknya saat Aileen datang dan memaksakan duduk di antara kedua temannya.
"Lu kalo datang tuh pake assalamu'alaikum dulu bukanya gebrak meja Alin...,"
"Di kira kalo jantung copot bisa dapet ganti dari giveaway,"
Aileen tidak mengindahkan kekuhan kedua temannya, dia justru sekarang menatap lekat ke arah Aruna penuh selidik.
"ihh Aileen kenapa?"
"Aruna kamu suka sama kak Axel?"
"Kaga peka lu."
"Kenapa?"
Tyas menatap malas Aruna yang tak memperdulikan perubahan raut wajah Aileen. Dengan enggan dan berpindah duduk ke samping Aruna. Tyas mulai mengoceh,
"Kan lu tau kalau Aileen suka sama kak Axel, cinta pandangan pertama pula. Dia bisa suka lagi sama cowo setelah sekian lama putus dari kak Juna. Dan dengan gampangnya lu bilang suka juga sama kak Axel,"
Tyas menghelan nafasnya, dia melirik Aruna yang juga menatapnya bingung. Apa otak dengan iq 130 itu tidak paham apa maksud dari ucapan Tyas.
"Intinya gini ya Aruna, kalau di antara kita bertiga ada yang suka sama cowo yang sama, itu tuh bisa merusak hubungan pertemanan. Tau kan lu kalau cowo tu racun dunia,"
Aruna juga tau, tapi apa salahnya kalau dia juga punya ketertarikan yang sama pada Axel. Walupun pertemuan pertama mereka bisa di bilang kejadian memalukan, tapi hal itu menjadi awal perkenalan mereka sampai bisa dekat seperti sekarang. Ini juga kali pertama bagi Aruna bisa menyukai seseorang.
Aileen yang tadinya mau meminta antar temannya itu untuk ke ruang tata usaha urung karena mengetahui fakta jika teman sebangkunya Aruna juga mempunyai ketertarikan yang sama pada Axel. Bukan hal aneh juga sih mana ada orang yang tidak bisa tidak tertarik dengan pemuda dengan Visual yang sangat menarik itu,
Ada rasa kecewaan pada diri Aileen tapi mau bagaimana lagi dia juga sudah terlanjur jatuh cinta pada Axel ditambah berkat Axel pula dia sudah dapat membuka hati setelah putus dari Arjuna.
"Mau kemana?"
Azka yang baru saja dari toilet, tidak sengaja melihat Aileen yang berjalan sendiri langsung merangkul gadis itu
__ADS_1
"Ke TU, anterin yuk"
"Mau ngapain? "
"Minta lembar absen"
Azka dan Aileen berjalan menuju ruang tata usaha,
...*****...
"Assalamualaikum ibu, permisi mau minta lembar absen"
"Wa'alaikumsalam, iya boleh ambil aja di loker"
"Makasih bu"
Aileen berjalan ke loker melihat nama kelas disetiap raknya, mengambil dua lembar absen dan keluar dari ruang tata usaha dengan Azka yang masih menemaninya.
Sambil berjalan menuju kelas Aileen sibuk membaca setiap nama lengkap dari semua murid di daftar absen,
"Axel Mahardika"
Akhirnya Aileen mengetahui nama lengkap si pangeran yang sudah berhasil mencuri hatinya itu,
Azka ternyata mendengar gumam Aileen yang menyebutkan nama Axel, membuat Azka yang berjalan disampingnya kini melihat lembar absen yang masih Aileen pandangi dengan mata berbinar dan senyum manis dibibirnya.
"Eh!? aku kira kamu ambil absen kelas kita"
"Iya emang satu kelas kita satu lagi kelas 11 IPA-1"
"Emang untuk apa?"
"Aku cuman pengen tau aja nama orang"
"Kak Axel"
Aileen kepergok oleh Azka, gadis itu tidak bisa mengelak lagi. Mau tidak mau dia harus cerita juga pada Azka, lagi pula Azka juga sudah bisa dibilang sahabat Aileen sama halnya Aruna dan Tyas.
"Kamu suka sama kak Axel ya? "
Belum juga Aileen membuka suara Azka sudah mengetahuinya, apa sejelas itu Aileen tertarik dengan Axel.
"Kamu janji ya jangan cerita sama siapa-siapa"
"Jawab dulu, ya kan kamu suka sama kak Axel"
"Iya, please jangan kasih tau yah janji janji dulu sama aku"
Aileen sedikit panik karena sifat jail Azka, Aileen takut jika Azka akan menyebar hal itu atau bahkan memberi tahu pada Axel langsung. Yang ada dia sangat akan malu, niat hati menyukai Axel dalam diam pupus sudah deh.
__ADS_1
"Iya janji aku"
Azka mengaitkan kelingkingnya pada gadis itu dan mengucap janji jika dia tidak akan membeberkan hal itu pada siapapun.