17 Years Old

17 Years Old
Famous


__ADS_3

Aisshh!!!


Aileen mendesis sebal. Apa sepenting itu status dirinya sampai sebegini pengaruhnya, atau karena siapa yang ia pacari sekarang.


Setelah beberapa menit larut dalam lamunanya. Aileen memberanikan melangkahkan kakinya, berjalan cepat dengan kaki jenjangnya. Di gerbang sudah berjaga beberapa anggota osis, yang seperti biasa menyambut siswa sekalian memeriksa kelengkapan atribut sekolah dan peraturan lainnya yang harus di taati.


Arjuna yang juga ada disana menyapa Aileen yang baru saja datang, Aileen hanya menanggapi seadanya.


"Tunggu sebentar diperiksa dulu" tegur salah satu anggota osis.


Rasanya Aileen mau kabur saja dari pemeriksaan dia sangat risih dengan mata tajam yang melihat kearahnya, bisikan yang terdengar sekilas membuat Aileen tidak bisa berpikir positif tentang hal itu pasti mereka sedang mengomentari dirinya.


"Udah bagus boleh masuk"


Aileen dipersilakan masuk ke dalam kawasan sekolah, Arjuna tidak bisa menyapanya lebih karena dia juga sedang bertugas dan hal itu juga tidak mungkin Arjuna lakukan ditambah lagi dengan jabatan yang dia sandang sekarang.


Aileen dengan cepat masuk kedalam kelas. Setidaknya disana ada dua pawang kecilnya yang bisa sedikit menenangkan perasaannya.


"Ohh girl~ hati-hati nanti you nyusrug," ujar seseorang yang hampir saja bertubrukan dengan Aileen.


"Kak Jamal ?? maaf kak," Aileen menundukan kepalanya sebagai tanda maaf.


Kembali berjalan, sesampainya di kelas Aileen langsung menutup pintu kelas.


BUG!!


"Aww!!"


Gadis itu tidak menyadari kalau di belakangnya ada orang yang juga akan memasuki kelas. Orang di belakangnya itu harus mendapat kecupan panas yang cukup keras dari pintu kelas.


"Siapa sihh yang main nutup pintu kelas!!" ucap Aruna kesal sambil menggosok keningnya yang memerah.


"Bwahahahahah," ketawa Tyas yang muncul di balik badan Aruna, gadis itu melihat langsung adegan naas tadi.


"Lu Yas malah ngetawain, sakit nih jidat gua," keluh Aruna sebari menggosok keningnya.


"Siapa suruh jalan sambil baca novel gitu," Tyas kembali tertawa melihat ada tapak kayu pemisah kaca pintu di kening Aruna.


"Aruna maaf~" si pelaku langsung menghampiri Aruna. Ia merasa bersalah akan kecerobohannya barusan.


"Lu Leen astaga, kalau bukan temen udah gua lempar kelantai satu,"

__ADS_1


Mereka bertiga duduk di bangku masing-masing belum ada lima menit, Azka datang dengan hebohnya masuk ke kelas. Anak baru tapi dia tidak bertingkah seperti anak baru bahkan dia sekarang sudah mulai mendominasi di kelas, dengan otak yang cukup cerdas sifat humoris dan easy going nya membuat dia disukai oleh banyak orang.


"Cie yang baru jadian"


Bukannya duduk di bangkunya Azka malah menghampiri Aileen dan menggodanya,


"Tau dari mana?"


"Ya tau lah Aileen sebelum akun cepu sekolah kasih pengumuman juga saya udah tau duluan" Jelas Azka.


"Apa? akun cepu sekolah?"


Aileen kebingungan apa maksud akun cepu sekolah, Tyas langsung menghampiri bangku Aileen dan menjelaskan apa itu akun yang dimaksud.


"Kayanya kamu harus buat twt deh Aileen secara kamu kan udah famous masa aja mau kudet kaya gini terus. kamu juga perlu tau berita apa yang beredah di sekolah ini ditambah akhir-akhir ini tuh akun suka bahas tentang kamu"


"Dia ga punya twt? pantes aja" keluh Azka.


"Iya deh Aileen mending kamu buat aja deh, buat mantau aja gitu"


Aileen penasaran akan hal itu, mengeluarkan ponselnya dari tas dan meminta Tyas untuk mengajarkannya mulai dari mendownload sampai dengan vitur apa saja yang ada di aplikasi yang didominasi oleh warna biru langit itu.


Bel masuk berbunyi nyaring terdengar ke semua penjuru sekolah, menghentikan obrolan mereka dan harus mulai menunaikan kewajiban mereka sebagai seorang pelajar.


...🏫🏫🏫...


"Aileen!!"


Teriak Argi dengan nafas tersenggal. Tubuhnya penuh peluh akibat lari dari parkiran ke lapangan secepat yang ia bisa.


Argi salah satu orang yang tidak suka akan berita hubungan Aileen. Dia berpikir dirinya sudah mati matian memperbaiki hubungan mereka sebelumnya. Yang hanya dianggap bualan bagi Aileen yang sudah pernah dikhianati kepercayaannya.


"Maksud kamu apa pacaran sama bang Juna?"


Aileen berusaha mengabaikan pertanyaan Argi. Terakhir kali dia berdebat dengan Argi, pemuda itu berani bertindak kasar padanya.


"Lu apaan sih Gi, ga jelas banget," ujar Aruna.


"Udah sono jan sok sok an kaget lu," sambar Tyas.


Argi mengacuhkan dua teman sekelanya itu, bukan jawaban dari mereka yang ia butuhkan, "Leen!!" bentak Argi sambil menarik lengan Aileen.

__ADS_1


"Lepasin tangan aku Gi," Aileen menarik tanganya kuat, melepaskan cengkraman tangan Argi. Aileen lebih berani sekarang.


Seseorang mendorong tubuh Argi cukup kuat, "Apaan sih," ucap Argi tidak terima.


"Dia pacar saya sekarang, jadi tolong jaga sikap kamu," ujar Juna tegas. Menatap manik mata Argi tajam. Ia tidak suka melihat seorang perempuan diperlakukan kasar terlebih Aileen adalah kekasihnya sekarang.


Kenapa Argi baru bereaksi sekarang? karena awalnya Argi masih tidak percaya atas berita cepu yang dia lihat di twt. Tapi setelah seharian dia mendengar sendiri jika berita yang beredar itu benar adanya.


...🏫🏫🏫...


Arjuna memperhatikan pergelangan tangan Aileen, tampak tapak merah dari genggaman tangan Argi yang cukup keras di pergelangan Aileen.


"Sakit engga?"


"Ah~ engga apa kok"


Aileen mengusap pergelangan tangannya dengan senyuman, agar Arjuna tidak perlu khawatir akan hal itu.


Sepertinya Arjuna masih kesal atas perlakuan Argi pada Aileen tadi, dia berualang kali menghembuskan nafas kasar seperti nya dia sedang meredam emosinya.


"Kulit aku memang sensitif jadi dia suka agak lebay kalau bereaksi. Nih ya kalau aku cekram tangan aku sendiri dia pasti bakal merah juga, kakak lihatkan"


Aileen memberikan peragaan kecil menjelaskan se-sensitif apa kulitnya,


"Tapi nanti juga cepet kok ilangnya"


Aileen berusaha membuat Arjuna tidak cemas dia takut jika Arjuna bisa saja menghampiri Argi dan membuat masalah ini menjadi panjang.


Arjuna tersenyum dia merasa lega jika itu bukan suatu yang menyakitkan bagi Aileen. Keduanya bertemu untuk sekedar mengobrol karena mungkin hanya di waktu ini mereka bisa bertemu,


Aruna dan Tyas menemani Aileen tapi mereka duduk sedikit menjauh, sibuk dengan kegiatan masing-masing tapi juga sesekali memantau Aileen siapa tau ada hal-hal yang tidak diinginkan. Namun baik Aruna ataupun Tyas percaya jika Arjuna bukan lah pemuda yang nakal atau sejenisnya.


"Besok kita mau adain rekrut anggota osis yang baru kamu mau daftar?"


Tawar Arjuna memberikan sedikit bocoran soal perekrutan anggota osis, Aileen sangat tertarik dengan organisasi tapi dia harus punya teman untuk masuk ke lingkungan baru.


"Nanti aku ajak Aruna sama Tyas, kalau mereka ikut aku ikut"


"Kenapa harus nunggu mereka"


"Aku malu"

__ADS_1


"Kan ada aku"


Aileen tersenyum geli bagaimana dia bisa melupakan jika pacarnya ini seorang ketua osis, tapi Aileen benar-benar tidak mau memanfaatkan jabatan Arjuna untuk bisa terpilih menjadi anggota osis di periode jabatannya.


__ADS_2