17 Years Old

17 Years Old
Versus


__ADS_3

Gibran yang baru datang tiba-tiba menaruh sekotak susu di depan meja Aileen yang tengah membaca novel.


Aileen melihat ke tempat duduk Gibran yang bangku nya ada sebelahnya.


"Buat kamu"


Gibran yang juga memegang susu kotak yang sama seperti yang diberikannya pada Aileen.


"Ayo di minum dong aku beli buat kamu itu"


"Makasih ya"


Kebetulan sekali tadi Aileen belum sarapan jadi dia langsung meminumnya.


Soal kejadian beberapa hari lalu masih mengusik pikiran Gibran, namun bagi Aileen itu sudah dianggap bagai angin lalu walaupun membekas dalam benaknya.


"eumm Leen,"


Gibran ragu. Tapi dia juga penasaran dengan keadaan Aileen. Dia yang menjadi saksi pertengkaran mereka dan dia juga yang mendengar sendiri tangisan Aileen saat itu.


Memang beberapa hari ini setelah kejadian itu Aileen tampak baik saja tapi bagaimana dengan hatinya. Oh ayolah wanita mana yang baik-baik saja saat di selingkuhi, parahnya lagi diperlakukan cukup kasar. Gibran yakin kalau Aileen tidak dalam keadaan baik saat ini. Pria itu terlalu mengkhawatirkannya.


"Gibran,"


Gibran menyedot habis susu kotaknya hingga tetes terakhir, bahkan sampai terdengar suara seperti remasan dari kotak susu.


"Kamu baik-baik aja kan ?? apa masih galau?" tanya Gibran pada akhirnya.


Aileen sempat bingung, namun tak lama ia terkekeh dengan pertanyaan yang di lontarkan Gibran.


"Kamu dari tadi diem cuman mau nanyain itu,"


Gibran malu. Tapi dia menganggukan kepalanya.


"Aku baik-baik aja kok tenang aja, bahkan jauh lebih baik sekarang," Aileen menjawabnya dengan yakin, dia tersenyum untuk meyakinkan Gibran. Bahkan sampai membuat lesung pipinya yang tidak terlalu dalam muncul, memperlihatkan keberadaannya.


Gibran juga ikut tersenyum, dihatinya rasa khawatir digantikan dengan perasaan lega.


...🏫🏫🏫...

__ADS_1


Saat Aileen dan Gibran terlihat akrab dengan obrolan pagi tadi. Sebelum siswa yang lainnya masuk sebenarnya Argi sudah datang lebih dulu, ingin rasanya dia masuk dan menyeret Gibran saat itu juga, tapi dia memilih untuk diam dan memperhatikan mereka dari luar. Dengan tatapan tidak suka ke arah Gibran.


Sampai akhirnya,,


"Lu engga usah ikut campur urusan gua bisa ga sih? "


Argi mendorong bahu Gibran cukup keras, saat pemuda itu baru saja kembali dari kantin. Menyudutkan 'Rivalnya' itu ke tembok di sudut lorong.


Ini akan jadi adegan romantis kalau Gibran adalah gadis lugu yang terpojok oleh Argi si pria dengan ***** tinggi. Tapi sayangnya ini adalah awal dari perkelahian dua siswa SMA yang tengah terbakar cemburu.


"Lu masih bahas soal kejadian waktu itu" Gibran yang tidak terpancing emosi menurunkan tangan Argi yang sekarang sedang mencengkeram bahunya.


"Gua perhatiin lu malah makin ngedeket sama Aileen, lu suka sama Aileen hah!?"


Gibran melipat tanganya di dada, senyum yang biasanya terlihat manis justru sekarang terlihat seperti menyeringai.


"Kalau iya kenapa, apa harus gua dapet persetujuan dari lu?"


Argi benar-benar sudah dipuncak emosinya, dia sudah mengepalkan tangannya untuk mendaratkan pukulannya di wajah Gibran.


"Ayo pukul gua, paling lu kenal pinalti"


Gibran menyodorkan wajahnya, membiarkan Argi memukulnya karena dia tau jika Argi adalah atlet taekwondo dan hal itu sangat dilarang keras jika menggunakan kekuatannya diluar pertandingan dan ditambah bisa-bisa dia juga akan dipanggil pihak sekolah.


Jamal menyeret Argi untuk menjauh dari Gibran dan membawanya. Sebelum benar-benar pergi , Argi mengingatkan satu hal yang membuat Gibran terdiam.


"Urus pacar lu si Sandra, kalau lu nekat deketin Aileen sekarang. Lu gak jauh beda sama gua Gibran Alvaro," ejek Argi dengan smirk andalanya.


Keributan tersebut sudah mengundang kerumunan orang di lorong kelas, tidak jauh dari situ ada keributan lain yang dibuat para gadis.


"Aduh ini sekolah atau apaan sih ribut banget"


Keluh Tyas yang melihat banyak kerumunan di lorong, lebih cocok suasana pasar kaget dari pada sekolah.


Kaca jendela kelas IPA 2 sudah seperti TV layar datar super besar, sedang ada adengan keributan antara para gadis-gadis bagaikan serial drama dengan banyak penonton berkerumun di depan jendela.


Tyas, Aileen dan Aruna yang kebetulan lewat disitu juga dibuat penasaran, bahkan Tyas sudah menerobos kerumunan itu untuk mendapat view paling depan.


Sandra dia ada di kelas IPA-2 kenapa dia ada disana, Aileen hanya perlu menjinjitkan kakinya untuk dapat melihat lebih jelas.

__ADS_1


"Leen balik kelas yuk, ngapain juga liatin orang ribut"


Aileen pun setuju dengan Aruna, mereka berdua kembali ke kelas dan meninggalkan Tyas yang sedang menonton keributan itu.


...🏫🏫🏫...


"Guys guys guys"


Tyas kembali ke kelas dengan bentukkan tidak lagi berupa, rambutnya berantakan begitu juga seragamnya bahkan dia juga berkeringat. Seperti habis tawuran saja dia,


Tyas datang dengan membawa gosip setelah kurang lebih 10 menit dia menonton drama kelas sebelah.


"Si Sandra ih gila tuh orang" dengan napas terengah-engah Tyas menghampiri bangku Aileen dan Aruna.


"Rusuh banget sih lu minum dulu sana"


"Aileen minta minum dong"


Aileen menyodorkan botol minum milik Tyas yang kebetulan ada di kolong mejanya dan meminumnya sampai tandas.


"Si Sandra dia cewe gatel juga ya, masa kan dia pacaran sama Gibran sekarang eh tau nya dia juga pacaran sama cowo nya dari cewe kelas sebelah. Terus terus dia juga gatelin kakak kelas anak IPS"


"Ih gatel banget tuh si Sandra" sambar Aruna.


Aileen hanya menggelengkan kepala dia baru tau jika ada seorang perempuan yang sampai segitu agresif nya, Gibran yang juga ada di dalam kelas ikut menyimak informasi yang dibawakan Tyas.


"Gibran lu tau ga sih kalau si Sandra kaya gitu" tanya Tyas begitu dia sudah selesai membeberkan informasi yang dia dapat.


"Ya udah sih gua juga sama dia ga serius kok, cuman iseng aja"


Gibran yang menganggapinya terlewat santai bahkan matanya masih fokus pada komik yang dia baca.


What!!! Iseng dia bilang


Hubungan seperti ini dia anggap iseng, tidak habis pikir lagi kenapa banyak orang yang menganggap hubungan ini hanya sebatas main-main saja. Mungkin mereka pikir kalau hari ini putus besok bisa cari yang lain, aishhhh apa anak seumuran kita ini pikirannya sependek itu.


Melihat tingkah Gibran yang terlalu santai itu membuat para siswi mengumpat kesal, mengetuk meja beberapa kali dan mengucapkan kalimat kramat.


"Amit amit."

__ADS_1


Belum ada satu bulan menjadi anak sekolah menengah atas tapi sudah disuguhkan dengan kisah cinta yang aneh. Dari perkenalan singkat yang bisa membuat jatuh cinta, mitos cinta pandangan pertama yang memuakan. Perselingkuhan dengan mantan yang terlihat konyol, memanfaatkan orang dengan atas nama cinta, dan sekarang malah perebutan siswa oleh dua siswi yang bahkan orang di perebutkanya itu tentu masih di manja kedua orang tuanya, masih bau kencur.


Jatuh cinta memang tidak ada salahnya, di usia berapapun itu. Tapi bermain dengan suatu hubungan itu bukan hal yang baik untuk siapapun itu dan dengan alasan apapun.


__ADS_2