17 Years Old

17 Years Old
Flat


__ADS_3

Suara notif ponsel Aileen terus berbunyi, menandakan ada chat masuk. Aileen yang baru saja selesai mandi duduk di tepi ranjang, chat dari Argi ternyata.



...🏫🏫🏫...


"AILEEN!!~"


Teriakan Argi di tengah lapangan sekolah tidak bisa dibilang kecil, membuatnya menjadi pusat perhatian banyak orang termasuk para pemain futsal yang ada di lapangan. Bukan hanya dia , tapi Aileen yang namanya di teriaki pun sama. Gadis itu hanya bisa tersenyum campah karena malu.


Aileen melirik sekilas Argi yang sedang tersenyum kearahnya kemudian melambaikan tangan ke arahnya. Seharusnya Aileen tidak mengiyakan permintaan Argi untuk menonton dirinya bertanding futsal.


Tidak mau menanggapi kelakuan aneh Argi, Aileen memilih duduk di samping temannya.


"Udah putus urat malu si Argi,"


"Cowo kalau udah suka ya gitu, otaknya kaga berstektur,"


"Bikin malu,"


Umpatan Tyas dan Aruna untuk teman sekelasnya, si ulat sayur Argi.


"Eh, Leen ! Aileen! itu kan kak Juna," Tyas heboh sendiri saat Juna memasuki lapangan untuk ikut bertanding juga. Aileen mengikuti arah telunjuk Tyas yang menunjuk seseorang. Pria dengan kaos hitam, dengan celana seragam sekolah sebagai bawahannya.


Disana bertengger senyum Juna yang manis di wajahnya saat menyapa teman satu timnya. Saat dia mengalihkan pandangannya matanya bertemu dengan mata Aileen, ya dia juga tadi melihat adegan yang membuat heboh selapangan.


Aileen terdiam sebentar sebelum kemudian meremas tangan Tyas keras. Reaksi tubuhnya lebih cepat dari pita suaranya. Entah hanya perasaannya saja atau memang iya Juna sedang menatapnya barusan.


"Aileen! sakit tangan aku,"


Tyas memukul tangan Aileen agar melepaskan remasan tanganya. Dia duduk bergeser menjauh dari Aileen, takut menjadi sasaran kegemasan temannya seperti tadi.


"Tyas maaf~" Aileen merasa bersalah, ucapannya tidak di balas oleh Tyas yang sedang menatap tangannya yang memerah.


"Sakit tau," ucap Tyas pada akhirnya.


Tak lama pertandingan futsal pun dimulai. Detik demi detik pertandingan mulai bejalan. Hanya Aileen dan Tyas yang menonton, sedangkan Aruna tengah fokus membaca novel online bergendre horor yang membuatnya masih setia menatap layar ponsel miliknya.


Babak pertama di menangkan oleh tim Argi dengan skor 1-0, kedua tim diberi waktu untuk istirahat sebelum melanjutkan babak terakhir.

__ADS_1


Mata Aileen masih terlihat fokus melihat Juna yang berjalan dengan mengibaskan rambutnya yang basah oleh keringat ke belakang, memperlihatkan jidatnya yang terbilang 'sexy'. Dia duduk di bangku penonton tak jauh dari Aileen.


"Ai, gimana permainan aku tadi ??"


Aileen sedikit tersentak akan kedangatangan Argi yang entah kapan, tiba-tiba saja sudah ada di hadapannya. Pemuda itu mengambil botol minum dan meminumnya tanpa izin.


Untungnya itu milik Aileen, jadi dia tidak kena marah. Kalau saja itu punya Tyas ataupun Aruna, mungkin saat ini dia akan merasakan tendangan di tulang keringnya.


"Tadi gol itu buat kamu," Kata Argi dengan senyuman di wajahnya.


"Sok romantis," komentar Tyas.


"Sama pacar sendiri ya harus romatis lah," jawab Argi dengan percaya diri.


"Bukan romatis, tapi lu juga harus perhatian. Lu liat Aileen, perhatiin deh dia nyaman gak ?? dia aja ngerasa risih deket lu," itu mulut Aruna yang berbicara tanpa permisi.


"Dia sirik aja Gi sama Aileen, di deketin cowo kek lu," sela Jamal merangkul Argi.


"Nasib jadi orang ganteng ya gini," ucap Argi dengan senyum smirk.


"Makan muka sok ganteng lu sampai kenyang, dasar kadal,"


Waktu mereka sibuk ribut, Aileen malah terfokus pada Juna. Orang dengan otak cerdas serta paras tampanya begitu mematikan saat tersenyum. Dia yang merasa di perhatikan berdiri dan jalan kearah mereka.


"Alah bang udah jelas gua yang menang,"


"Kalo saya yang menang pacar kamu buat saya ya,"


Setelah bilang itu Juna pergi dan waktu dia udah di tengah lapang, orang-orang yang tadinya memperhatikan Juna sekarang menatap ke arah Aileen, tidak sedikit juga yang berbisik. Sedangkan tiga sekawan itu, Aileen, Tyas, dan Aruna hanya ter melongok.


...🏫🏫🏫...


"Aduh vibenya kak Juna tuh menggetarkan JIWA," Waktu Tyas bilang 'JIWA' dia sampai menggebrak meja kantin, membuat temannya tersentak bahkan dia lebih antusian dari Aileen si lakon utama.


"Sebenernya dia udah ngeliatin kita terus pas tadi break istirahat," ini Aileen yang bicara.


"Mana mukanya ganteng banget ya tuhan, hati Tyas rasanya meleleh," saut Tyas kembali.


"Tapi kenapa dia bilang aku ini pacar Argi??" ucap Aileen heran.

__ADS_1


"Si ulet sayur itu kayanya anggap serius deh soal permainan kemarin," timpal Aruna.


"Gimana dong ini ??" Aileen terlihat muram mengingat kelakuan Argi. Kedua temannya hanya menggelengkan kepala sebagai jawaban.


"Udahlah ga usah dipikirin, lagi pula pertandingan tadi kan ga sampe beres,"


"Untung ada pak... siapa nama nya guru yang tadi bubarin yas ??"


"Pak Tatang."


"Nah itu. Btw kepala si bapaknya bagus ya , botaknya di tengah gitu,"


"Aruna!!" panggil Tyas dan Aileen kompak.


Topik pembicaraan kembali pada jalurnya, membahas soal Argi yang sempat terjeda tadi.


"Sebenarnya kamu emang ga ada perasaan gitu ke Argi? tanya Aruna


"Padahal kan Argi juga lumayan, dia atlet taekwondo famous juga terus bapaknya juga pejabat loh" ucap Tyas yang membeberkan fakta tentang Argi yang ia ketahui.


"Ya kalau soal tampang kan relatif Aileen" sambung Tyas.


"Masalah itu sih oke lah tapi anehnya aku tuh flat aja sama dia ga ada perasaan apapun. aku anggap dia sebatas ya dia temen satu kelas aku aja, engga lebih" penjelasan Aileen dirasa sudah sangat menggambarkan apa yang ia rasakan.


"Iya sih kalau namanya perasaan engga bisa dipaksain ya kan, ntar malah ga bener"


"Tapi kalau emang si Argi beneran menganggap kejadian kemarin, berarti dia pacar pertama ku dong? padahal kan bukan atas dasar persetujuan dua belah pihak"


"Bingung juga ya, kalau kalian putus dia masuk list mantan pacar atau engga ya" Tyas ikut kebingungan.


"Ga udah dianggap juga ga masalah" pungkas Aruna.


"Tapi jahat ga sih?" Tanya Aileen.


"Kalau menurut aku sih engga, hal itu ga dipermasalahkan. emang bakal ditanya ya mantan kamu ada berapa?" jelas Aruna


"Eh tapi si Sandra pernah nanya itu loh ke Aileen waktu awal~ banget masuk"


"Oh ya?! "

__ADS_1


Aileen membenarkan, Aruna merasa heran hal tidak penting seperti itu kenapa harus ditanya segala. Memang kalau mantannya banyak itu harus dibanggakan ya? bukannya mantan banyak itu artinya dia banyak mengalami kegagalan dalam membina hubungan dong ishhh ishhh.


Ketiga merasa benar-benar heran kenapa hal ini menjadi tren dan merasa sebagai gadis yang sangat populer di kalangan pemuda jika punya banyak mantan kekasih.


__ADS_2