
Aileen,Tyas, Aruna, sekarang di tambah dengan Azka sedang berkumpul di kelas baru mereka, tepatnya kelas 11-1. Ya betul sekali, mereka sudah menjadi kakak kelas sekarang. Karena akhirnya bisa bertemu kembali, dan mereka di satu kelas yang sama lagi. Banyak yang mereka bicarakan setelah sebulan lebih tidak bertemu.
Azka yang terlebih dahulu bercerita pengalaman berliburnya. Pemuda berdarah Aceh itu menceritakan tentang dia yang akhirnya bisa pulang kampung. Bertemu dengan sang nenek kesayangan, juga dia bisa bertemu dengan kekasih pujaan hatinya. Saking bahagia dan antusiasnya dia bercerita, sampai apa yang dia dan pacarnya lakukan selama sebulan Azka ceritakan pada tiga serangkai itu. Bahkan Azka juga memberitahu kemana saja dia pergi berkencan. Hal yang sangat tidak penting, tapi mereka bertiga tetap mendengarkannya dengan seksama.
Berbeda dengan Azka, Tyas justru lebih senang saat bisa kembali kesekolah, daripada saat libur. Dia bilang kalau selama libur sekolah dia tidak pergi berlibur dengan keluarnya kemanapun. Bahkan ke tempat wisata yang ada di kota dia tinggalpun tidak. Dia mengahabiskan sebulan itu hanya di rumah saja. Dan yang lebih sedihnya lagi, saat libur, uang jajan yang ia terima hanya setengah dari uang saku saat sekolah.
Tapi saat Aileen akan bergantian bercerita, Aruna memotong pembicaraannya.
"Maaf ya Leen,"
"Guys gua ke bawah dulu ya, kalian lanjut aja ceritanya,"
Aruna baru saja mendapat pesan dari seseorang yang meminta dia untuk ke perpustakaan menemui orang itu.
"Mau kemana emang lu?" tanya Tyas.
"Keperpus,"
"Mau ngapain kesana, bentar lagi kan masuk," kini Aileen yang berbicara.
"Iya lu masih hari pertama ini, udah kabur aja" komentar Tyas.
"Bentar doang kok, Ketemu cowo gua," Aruna langsung pergi dari kelas itu begitu saja. Tanpa menjelaskan apapun, memebuat temannya itu berdecak kesal.
"Memangnya Aruna tuh punya pacar kah ?"
setau Azka dari tiga teman perempuannya ini, hanya Aruna yang tidak pernah terlihat dekat dengan pemuda manapun di sekolah. Apa dia yang tertinggal berita tak penting ini ?
"Dia bilang cowo bukan pacar," sela Tyas.
Aruna ini benar benar, apa nasihatnya saat itu tidak masuk ke otaknya. Kesal Tyas dalam hati.
"Aku juga mau ke toilet dulu," Aileen yang merasa kecewa dengan perkataan Aruna langsung berlalu pergi.
Aileen merasa mungkin laki-laki yang akan ditemui Aruna di perpustakaan itu Axel. Memangnya siapa lagi sebelum Aileen mengenal Axel, Aruna lah yang paling pertama mengenalnya.
__ADS_1
Setelah diingat-ingat mungkin saja laki-laki yang dimaksud Aruna waktu itu adalah Axel. Aruna pernah cerita jika ada siswa yang lebih tampan dari Arjuna, lebih cool dari Andra, lebih tinggi dari Jamal sudah seperti pink diamond karena sosoknya yang jarang ditemui penghuni sekolah.
Dari ciri-ciri tersebut Aileen baru menyadari itu semua mengarah pada sosok Axel, sudah pupus harapannya untuk bisa dekat apalagi menjadi kekasih pemuda itu. Ditambah lagi saingannya harus sahabatnya sendiri, ini sih jauh lebih galau dari putus sama Arjuna dalam batin Aileen menangis meratapi nasibnya yang begitu malang di hati pertama masuk sekolah.
Aruna yang baru selesai dari urusannya, menghampiri Aileen saat melihat temannya itu yang sedang termenung di dekat tangga sendirian.
"Aileen," Aruna menjentikan jarinya beberapa kali di depan wajah temannya itu. Aileen yang tersadar langsung menggelengkan kepalanya cepat. Mengumpulkan kesadarannya.
"Lu ngapain ngelamun di sini sendirian ?? kesambet entar lu,"
"Emm itu aku mau ke toilet, iya ke toilet," jawab Aileen terbata karena masih terkejut dengan kemunculan Aruna.
Walupun merasa aneh akan sikap Aileen, Aruna hanya menanggapinya dengan anggukan saja.
"Aruna!"
Axel langsung berlari ke lantai atas saat tau kalau gadis yang dicarinya ternyata masih ada di dekat tangga. Jadi dia tidak perlu repot mendatangi kelas Aruna.
Pemuda itu mendatangi Aruna yang sedang berdua dengan Aileen. Gadis yang baru pertama kali Axel lihat.
Mungkin teman Aruna, pikirnya.
"Lah bukannya mau ke toilet ya?"
"Emm engga jadi, keburu bel" kilah Aileen. Dia hanya tidak mau berada di antara dua orang ini. Hatinya sakit saat tadi mendengar Axel memanggil Aruna dengan senyum yang di perlihatkannya.
"Aku duluan ya," Aileen pergi meninggalkan Aruna dengan Axel.
Sedangkan Axel masih tetap berdiri tidak jauh dari Aruna.
"Oh iya ada apa kak?" tanya Aruna yang teringat dengan keberadaan Axel.
"Ini hadiah buat kamu,"
Axel memberikan buku dengan sampul warna hitam dan cover bergambarkan mawar merah pada Aruna. Sesuai dengan janjinya sebelum pembagian raport waktu itu.
__ADS_1
"Woahhh ini serius buat aku?"
Aileen yang belum terlalu jauh masih bisa mendengar, bahkan dia sempat melihat ke belakang saat Axel memberi sesuatu pada Aruna. Ternyata dugaannya benar kalau 'cowo' yang Aruna maksud itu adalah Axel.
"Makasih ya kak," pemuda itu menjawabbya dengan anggukan kecil.
Aruna mencium buku itu senang. Akhirnya dia bisa mendapatkan buku yang di carinya selama ini.
"Kakak,"
"Eum?"
"Ngeliatin apa sih ??" Aruna mengikuti arah pandang Axel.
"Yang tadi itu siapa ??"
"Ohh itu, namanya Aileen, emangnya kakak ga tau ??"
Axel menggelengkan kepalanya, lalu kembali melihat Aruna yang sekarang sedang menatapnya penuh curiga.
"Kakak beneran engga tau Aileen"
"Cuman pernah denger namanya aja, udah ya aku mau ke kelas dulu"
Axel berlalu meninggalkan Aruna yang masih terdiam ditempat.
Aileen kembali ke kelas niat ke toilet nya urung, karena kecurigaan nya nyata adanya. Aileen benar-benar belum siap dengan kenyataan ini, kenapa juga harus Aruna orangnya itu yang membuat Aileen merasa kecewa lagi pula Aruna juga tau kan jika Aileen menyukai Axel kenapa dia melakukan hal itu rasanya seperti Aruna merebut sesuatu hal dari Aileen namun sebenarnya hal itu juga bukan miliknya.
Mencoba mengikhlaskan itu sangat sulit ditambah mungkin kedepannya Aileen akan disuguhi dengan pemandangan kebucinan Axel dan Aruna. Baru saja dibayangkan itu sudah terasa berat baginya.
Baru saja Aileen jatuh cinta lagi tapi dengan waktu yaang cukup singkat dia harus siap untuk melupakannya.
Sekitar dua bulan Aileen menyukai Axel tapi perasaannya sudah cukup dalam, sungguh aneh hanya karena pertemuan singkat itu Aileen sudah sangat dibuat jatuh hati padahal pertemuannya dengan Axel saja masih bisa dihitung dengan jari, interaksi pun hanya sebatas bertukar pandangan itu pun hanya hitungan detik.
Jatuh cinta kali ini sangat aneh, Aileen bukan tipe gadis yang mudah jatuh cinta tapi kenapa pada Axel dia sangat lemah. Setiap kali Aileen bertemu dengan Axel rasanya seperti kadar perasaannya semakin bertambah
__ADS_1
Jika Axel memang bukan takdir ku tolong jangan membuat perasaan ini semakin dalam
Aileen sedang memohon pada dirinya, karena sungguh perasaan kali ini sangat kacau merasa kehilangan akan sesuatu hal yang memang sejak awal bukan miliknya, itu sungguh aneh bukan.