
Entah ada keajaiban apa hari ini Tyas datang lebih pagi dari biasanya, bahkan dia datang saat penjaga sekolah baru saja membuka pintu gerbang sekolah.
Tyas berjalan sambil melompat-lompat kecil, ini bagaikan sebuah rekor pencapaian luar biasa dimana seorang murid yang biasanya terlambat dan namanya selalu masuk ke dalam buku besar catatan osis sekarang datang paling pertama.
Belum jauh Tyas berjalan memasuki kawasan sekolah, Aileen datang dengan diantar oleh ayahnya. Aileen kira dia adalah orang pertama yang datang ke sekolah, gadis itu juga harus datang lebih pagi dari biasanya karena ayah yang biasa mengantarnya akan pergi ke luar kota dan berangkat lebih pagi, hal ini juga berimbas pada Aileen.
05:30 Aileen melihat jam digital yang ia pake dipergelamgan tangan kirinya, ini benar benar masih pagi. Setelah mencium tangan ayahnya Aileen langsung masuk ke dalam kawasan sekolah, melihat seorang gadis yang berjalan lebih dulu di depannya.
"Tyas~"
Aileen memanggil Tyas cukup keras, dia tau gadis itu Tyas karena Aileen mengenali tas ransel yang digunakan Tyas. Tidak ada orang lain lain dia yang memakai tas dengan gantungan boneka kepala puppy.
"Aileen~"
Tyas melambaikan tangannya, Aileen berlari kecil untuk menghampiri Tyas yang berdiri diam menunggunya.
"Tumben banget jam segini udah dateng? "
"Aku udah bosen ketemu sama kak Bima ditulis namanya disuruh olahraga pagi keliling lapangan cape Aileen cape banget rasanya" keluah Tyas
"Bagus kalau gitu, jangan terlambat lagi ya"
"Udah sarapan belum? " sambung Aileen
"Udah kok tadi aku makan roti di jalan"
"Eh tapi kalau kamu nawarin lagi sih mau aja aku" ucap Tyas melihat jus kemasan yang Aileen pegang dari tadi.
"Aku cuman bawa satu, terus aku juga belum sarapan. Ya kamu kalau udah sarapan ya udah"
"Dikirain mau ngasih" Tyas sedikit kecewa karena tidak jadi dia dapat jus sebagai sarapan tambahan untuknya.
Mumpung sekolah masih sepi Tyas dan Aileen menyempatkan mengambil selca mirror di depan cermin dekat tangga lantai dua sekolahnya. Biasanya space ini adalah salah satu tempat yang populer di sekolahnya, hampir setiap siswa yang mau naik ke lantai dua ataupun baru dari lantai dua pasti menyempatkan diri untuk bercermin sekedar ngecek penampilannya. Tak jarang juga yang mengambil selca di tempat ini.
"Kok aku pendek ya? " keluh Tyas saat melihat hasil jepretannya.
__ADS_1
"Aileen kamu sih ketinggian, jadi aku keliatan pendek" sambung Tyas kali ini dia memanyunkan bibirnya sambil meratapi hasil selcanya.
Selisih tinggi badan mereka cukup jauh sehingga Tyas yang lebih kecil dari Aileen, Aileen yang punya tinggi badan 167 cm sedangkan Tyas 155 cm yamg menjadikan Tyas terlihat sangat imut jika berjalan beriringan dengan Aileen.
"Ga apa yang penting gua nya cantik, posting ah di twt"
"Oh iya Aileen nama twitter kamu apa? Biar aku tag kamu juga?" tanya Tyas
"Ah!? Twitter? Aku ga main twitter Tyas" ucap Aileen
Tyas menyarankan kalau Aileen harus membuat akun twitter karena itu termasuk hal penting bagi kehidupan untuk jaman sekarang, namun Aileen merasa kalau dia belum tertarik untuk aktif di media sosial yang ber ikon aplikasi burung berwana biru itu.
"Ya udah deh, tapi ga masalahkan aku posting foto yang tadi kita selca mirror"
Tanya Tyas yang langsung diperbolehkan oleh Aileen.
...🏫🏫🏫...
Adit sudah seperti induk ayam yang tengah menggiring anak-anaknya untuk masuk ke dalam kandang.
Semua siswa yang memang kelas IPA-1 yang kebetulan tengah istirahat dan duduk di kursi lorong kelas pun mau tidak mau masuk ke dalam kelas. Tidak sedikit juga yang mengeluh karena dirasa mengganggu waktu istirahatnya.
Adit masuk ke dalam kelas IPA-1 diikuti tim suksesnya yang membawa pamflet.
"Temen-temen maaf ya ganggu waktunya sebentar 5 menit aja kok"
Kali ini intonasi bicara Adit tidak seperti biasanya, tenang dan lembut tidak barbar apalagi sampai teriak-teriak mungkin karena dia akan jadi calon ketua osis jadi harus ada perubahan yang lebih baik. Syukurlah jadi populasi orang narsis di sekolah setidaknya berkurang.
"Saya Aditya Mahendra kandidat nomor 1 sebagai calon ketua osis tahun 2021-2022"
Semua mata tertuju pada Adit yang sudah memulai orasinya.
"Saya akan membuat sekolah menjadi lebih produktif, kreatif dan berjiwa muda" Intonasi suara Adit mulai berubah
__ADS_1
"Ayo!!! Dukung saya saya jamin 100% kita akan lebih aktif di dalam sekolah dan di luar sekolah membuat popularitas sekolah dan siswanya semakin dikenal oleh masyarakat luas"
Astaga dugaan anak kelas salah sepertinya Adit ya Adit tidak mungkin berubah hanya dalam satu waktu. Barbar dan narsisisme nya mulai keluar.
"Kapan lagi kalian punya ketos yang paket komplit kaya aku, ganteng, baik, pintar dan juga bisa mengantarkan kalian ke depan pintu kepopuleran"
Semangatnya perlu diacungi jempol, dia akan berorasi dengan berkeliling ke semua kelas belum lagi di lapangan untuk 2 hari kedepan sebelum pemilu yang akan datang.
"Jangan lupa pilih nomor satu ADITYA MAHENDRA"
sebagai penutup orasi nya karena kebetulan kandidat nomor dua sudah menunggu di pintu masuk kelas.
Kandidat nomor dua masuk kedalam kelas, terasa asing bagi adik kelasnya karena siswa ini bukan anggota osis jadi pasti mereka juga baru melihatnya untuk kali pertama.
Pemuda itu jauh lebih tenang dari Adit, visi misinya juga bagus jadi ini bisa jadi alternatif pilihan untuk ketos selanjutnya.
Ternyata hal seperti ini juga menarik untuk disimak, yang hanya terjadi satu tahun sekali.
Arjuna Dirgantara calon kandidat nomor tiga masuk ke dalam kelas. Dia benar-benar kandidat paling sempurna, pembawaannya yang tenang, tegas, wibawanya juga dapet selain itu dia punya selera humor yang pas. Visualnya yang menarik, pintar ini sih benar-benar perfecto.
Aileen tidak bisa berpaling dari Arjuna yang tengah berdiri tegap menyampaikan visi misinya. Sesekali pemuda itu juga tersenyum manis disela-sela orasinya, membuat Aileen semakin terpesona oleh sosok ya bukan hanya Aileen semua gadis oun akan tersihir oleh pesonanya.
Kandidat tahun ini hanya ada 5 orang semua orasi mereka sudah disampaikan.
"Fixs aku pilih kak Adit" celetuk Tyas sambil mengetuk meja tiga kali dengan tangannya.
"Eh!? Ga salah lu? " Heran Aruna
"Cuman kak Adit yang visi misinya anti mainstream, terus gua tertarik sama kepopuleran sekolah sama siswanya" jelas Tyas
"Kalau aku sih pasti kak Juna" ucap Aileen.
"Aku masih bingung, tapi mungkin aku juga bakal pilih kak Juna" ucap Aruna
"Kalau gitu kuta rival sekarang" Tyas memasang kuda-kuda seperti mau bertanding gulat.
__ADS_1
"Kita liat aja nanti siapa yang bakal menang"