17 Years Old

17 Years Old
Hey yo~


__ADS_3

Mata pelajaran olahraga dan seni rupa merupakan pelajaran penutup dari ujian akhir semester, kebanyakan dari siswa menganggap enteng mata pelajaran ini apalagi siswa laki-laki dimana baik teori maupun praktik itu bagi mereka sudah diluar kepala alisa sudah sangat dikuasai.


Tapi tidak bagi siswa perempuan, mereka sebaliknya sebagian dari kaum ini tidak menyukai pelajarannya apalagi praktek nya dengan alasan panas-panas dan bikin keringetan yang akan berefek itu bisa mengurangi kecantikannya. Padahal nyatanya, tidak sama sekali justru olahraga itu kan membuat badan yang Bagus juga semakin sehat dan membuat kita semakin terlihat cantik.


*


*


*


Ujian praktik sudah semua siswa laksanakan di pekan terakhir sebelum masuk pekan ujian jadi hari ini hanya tes teori saja dengan mengerjakan soal pilihan ganda sebanyak 50 soal dan 5 soal essay.


Aileen punya kebiasaan dalm mengerjakan ujian dia akan memilih mengerjakan essay dulu, karena point do essay jauh lebih besar dari point pilihan ganda dan dia tidak mau sampai essay nya ada satu soal pun yang tidak ia kerjakan, baginya itu sangat merugikan.


Andra sebagai teman sebangku ujiannya pun fokus membaca setiap soal yang ada sesekali melihat kearah Aileen yang tampak serius sedang menggambar macam lapangan di soal essay nya.


*


*


*


Waktu tersisa tinggal 15 menit lagi, Andra sudah merapihkan alat tulisnya dia sudah bisa menyelesaikan setiap soal yang ada. Sementara Aileen tengah gelisah masih ada banyak soal yang ia lewat karena tidak tahu jawabannya.


Aileen menggaruk-garuk kepalanya dengan pensil yang ia genggam, Andra yang disebelahnya tersenyum simpul karena melihat kelakuan Aileen yang menurutnya lucu saat dia kebingungan.

__ADS_1


"Udah selesai"


"Eoh, belum"


Aileen menatap Andra yang ada disebelahnya dengan raut wajah bingung sekaligus panik karena dia sudah tidak punya banyak waktu.


"Mau aku bantu?"


Tawaran Andra bagi Aileen boleh juga, tapi dia ragu mengiyakan tawaran tersebut dia takut jika akan ketauan oleh pengawas karena seumur hidupnya dia tidak pernah mencontek,


Andra mengambil kertas jawaban Aileen dan menukarnya dengan miliknya, tanpa disuruh Andra langsung membaca soal yang belum Aileen jawab dan melingkari dengan rapih pilihan jawaban dikertas milik gadis itu.


"Kakak"


Andra tampak fokus dengan cepat dia bisa menjawab soal itu membuat Aileen terdiam heran,


Tidak sampai 10 menit Andra mengembalikan kertas ujian milik Aileen,


"Udah selesai"


"Eoh iya makasih ya kak"


"Iya sama-sama"


"Tapi yang kakak isi itu bener kan bukan ngasal"

__ADS_1


Andra terkekeh dengan pernyataan Aileen, mana tega dia mengisi jawaban yang salah


"Engga lah tenang aja"


Aileen tertawa tanpa suara karena melihat ekspresi Andra yang tadi sempat kaget karena penyataan nya, dia juga tau mana mungkin kakak kelasnya itu memberikan jawaban yang salah.


sementara itu disisi lain


"Ihh kak Juna jangan ngelewatin batas suci dong,"


Aruna berdecak kesal saat tangan Arjuna melewati batas yang sudah di buat olehnya. Ya, Aruna membuat 'batas suci' di hari pertama ujian saat tau bahwa yang akan semeja dengannya adalah Arjuna, Dengan inisiatifnya yang kelewatan dia membuat batas itu menggunakan tipe x miliknya. Setidak suka dan tidak mau dia semeje dengan Juna, manta temannya itu.


"Sebentar aja, saya susah mau gambar kalo space nya sempit,"


sisi sebelah kanan Arjuna adalah tembok, dirinya kesulitan saat akan mengerjakan soal yang jawabannya harus di gambar dengan pergerakan yang terbatas karena peraturan yang Aruna buat.


"Siapa suruh tangannya panjang, jadi ngabisin tempat,"


"Dua menit okay," tanpa menunggu persetujuan gadis di sampinya itu, Arjuna langsung mengerkajan soal ujiannya lagi dengan leluasa. Dia harus cepat sebelum siara cempreng itu terdengar lagi.


Aruna memasang wajah horor menatap Juna. Gadis ini mencibir Juna yang tangan dan badanya memang menghabiskan tempat. Ingat kalau sekarang sedang ujian, Aruna kembali mengerjakan soalnya dengan malas. Sebenarnya tinggal beberapa soal lagi, tapi soal essay ini sangat menyebalkan bagi Aruna.


"Siapa sih yang bikin ni soal, udah nyuruh sebutkan beberapa, minta di jelaskan juga. Aishh!"


Dengan kemampuan otak kanannya yang dominan, Aruna menjawab soal itu dengan sedikit mengaramg dari apa yang sedikitnya dia tau. Setidaknya dia mengisi jawabannya. Entah salah atau benar , dia yakin kalau gurunya akan memberi poin untuk usahanya karena tidak membiarkan essay itu kosong.

__ADS_1


__ADS_2