
Aileen sedang asik bermain ponsel membalas setiap pesan dari lawan bicara nya. Padahal gadis itu sedang ada diacara makan malam bersama keluarganya disebuah restoran, walaupun hanya keluarga inti tapi tetap saja itu terlihat kurang pantas.
"Leen udah dong main ponselnya bentar lagi makanan dateng kamu mau terus kaya gitu"
"Iya tunggu bun, ini loh Azka nanyain tugas dia kan udah tiga hari ini engga masuk sekolah"
Aileen sedang melakukan chating bersama sahabatnya itu Azka, mau bagaimana lagi pemuda itu sudah terlanjur sangat dekat dengan Aileen dan bahkan cenderung hidupnya sudah ketergantungan dengan sosok Aileen.
Saat pesanan makan malam datang, Aileen langsung menghentikan kegiatan membalas pesan Azka karena tidak bisa ia pungkiri bahwa perutnya sudah memainkan musik keroncong sedari tadi.
"Udah dulu ya, aku mau makan"
Sebuah kalimat yang Aileen kirim pada Azka, jika dia akan pergi makan dulu kalau - kalau gadis itu tidak membalas pesannya berarti dia masih ada pada kegiatan makan malam nya.
Aileen menaruh ponselnya di meja dengan posisi layar ponsel terlentang, jaga-jaga dia bisa melihat notifikasi yang masuk karena layar ponsel Aileen akan menyala setiap kali ada notifikasi chat yang masuk.
*
*
*
Beberapa kali layar ponsel Aileen menyala menampakkan notifikasi chat dari Azka, sampai akhirnya Aileen tersenyum gembira jika Azka juga akan pergi makan malam dulu jadi itu artinya Aileen bida menikmati waktu bersama dengan keluarga dengan tenang.
Sedang asik menyantap sepotong cheesecake, Aileen tiba-tiba tersedak membuat adik dan kedua orang tua nya kaget. Aileen mengambil segelas air yang diberikan bundanya dan meminumnya.
"Hati-hati dong kak"
"Iya maaf panik liat notifikasi chat"
"Makanya kalau lagi makan ponselnya masukin ke tas aja"
Aileen langsung menuruti kata ayahnya dan melanjutkan santapan dessert nya yang tertunda karena insiden tersedak tadi.
*
__ADS_1
*
*
Acara makan malam dan berbincang sebentar di restoran akhirnya Aileen dan keluarga memutuskan untuk pulang karena tidak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 9 malam. Lokasi restoran dan tempat tinggal Aileen yang cukup jauh dan ditambah hari ini adalah malam minggu jadi mereka harus segara pulang semakin larut banyak orang yang keluar untuk pergi bermalam mingguan.
Sebenarnya Aileen sudah dibuat sangat penasaran ada kegelisahan juga di hatinya.
"Tadi aku salah liat pasti masa iya kak Axel chat aku"
Aileen meremas sling bag nya, rasanya berat untuk mengambil ponselnya. Aileen sedikit menggeserkan badanya untuk sedikit memberi jarak dengan posisi duduk sang adik. Toh padahal adiknya juga sedang asik bermain psp, kalau pun niat mengintip adiknya bisa melihat jauh lebih jelas dari pantulan kaca jendela mobil.
Aileen sedikit menarik napas dalam-dalam dan bersamaan dengan hembusan napasnya gadis itu memberanikan diri membuka aplikasi chat.
"Kak Axel"
Nama kontak dari pesan paling atas yang belum Aileen buka.
Aileen belum membuka pesannya tapi dia sudah bisa mengintip isi pesan apa yang dikirim Axel.
Gadis itu sekarang malah menjadi bingung, kenapa isi pesan yang dikirim Axel adalah bentuk dari sebuah pertanyaan yang aneh.
Aileen mengetuk room chat tersebut, bermaksud untuk membaca isi pesan keseluruhan yang kirim Axel.
Aileen tertohok, tidak ada kelanjutan dari pesan tersebut. Benar-benar hanya kalimat itu yang dia baca sebelum membuka roomchat nya.
Aileen menjadi panik, sekarang dia tidak tahu harus balas apa dan tidak mungkin juga dia tidak membalas nya karena dia sudah terlanjur membuka pesan itu dan pasti Axel mengetahui hal itu.
Rasanya Aileen ingin meronta-ronta, jika saja dia sekarang sedang ada di ranjang kamar nya mungkin dia sudah melakukannya tapi apalah daya di hanya bisa meronta-ronta di dalam hatinya.
Setelah berpikir cukup lama akhirnya Aileen membalas apa adanya.
Tidak lebih dari tiga menit suara notifikasi ponsel Aileen terdengar kembali. Axel membalas pesannya.
__ADS_1
Seketika Aileen naik pitam kenapa dia tidak sadar punya teman bernama Aruna si gadis nekad itu. Tanpa membalas pesan dari Axel, Aileen langsung menghubungi Aruna.
Sebuah kalimat yang sangat enteng Aruna membenarkan bahwa beberapa hari yang lalu dia mengirim pesan lewat ponsel Aileen dan menghapus riwayat chat nya agar tidak ketahuan.
"Awas aja ya Aruna liat besok senin di sekolah"
Kenapa Axel baru membalas pesan Aileen, padahal sudah beberapa hari yang lalu saat Aruna yang mengirim chat pada Axel itu karena ponsel Axel sedang di servis jadi dia baru sempat membalas pesan dari Aileen sekarang.
...🏫🏫🏫...
Sementara di tempat lain, seorang gadis tengah tertawa terbahak dengan ponsel yang berada di tanganya. Bahkan dia mengabaikan kekasihnya yang sudah menatapnya aneh serta heran. Masalahnya sepasang kekasih ini tengah menikmati malam minggu dengan memakan ketropak yang gerobaknya dekat dengan pohon besar. Setelah puas tertawa gadis itu menghela nafas panjang, dia menyeka air matanya. Setelah itu menatap kekasihnya di sertai dengan cengiran.
"Ihh kak Andra~" gadis itu mendengus sebal saat melihat Andra mengeluarkan kalung salibnya dan mengarahkan kalung itu pada dirinya.
"Aku kira kamu kerasukan. Main handphone tiba-tiba ketawa ngakak gitu,"
"Aku lagi ngetawain Aileen, bukan ketempelan miss K yaa," Aruna langsung memasukan ponselnya kedalam tas. Setelahnya gadis itu langsung meminum air teh hangat yang di sediakan si penjual ketoprak. Tertawa sepuas itu membuat tenggorokannya kering.
"Ngetawain apa ?" Andra memberikan selembar tissue pada Aruna, kekasinya ini bahkan sampai menangis karena menertawakan sesuatu yang entah itu apa. Kemudian Andra kembali melanjutkan acara makannya.
"Aileen sama kak Axel," sudut bibir gadis itu tertarik ke atas membentuk senyuman.
"Jangan terlalu ikut campur urusan mereka,"
"Aku cuman bantu bukan ikut campur. Habis aku gemes lihat mereka, udah jelas jelas sama sama suka tapi sama sama malu,"
"Ga ada yang berani maju duluan,"
"Lagian nih ya kak, aku itu seneng waktu tau kak Axel mulai ada rasa ketertarikan sama Aileen. Aku sempet ngira kalau dia itu ada penyimpangan seksual tauuu ,kan sayang gateng gateng gitu kalau otaknya ogleg," jelas Aruna.
Mendengar itu Andra langsung menarik hidung kekasihnya cukup kuat. Sampai hidung itu memerah dan membuat Aruna sedikit meringis. Aruna bahkan sampai menjaga jarak dengan Andra dengan tangan yang menutupi mukanya.
"Kekerasan nih~"
__ADS_1
Mendengar itu Andra hanya terkekeh sambil memperhatikan Aruna yang sedang bercermin menggunakan ponselnya. Melihat apakah hidungnya masih tetap di posisi yang seharusnya atau bergeser saking kuatnya cubitan Andra.