17 Years Old

17 Years Old
Study Tour 2


__ADS_3

Sudah seharian ini mereka semua disibukkan dengan mencatat dan membuat jurnal singkat seputar lokasi yang dikunjungi, sebagai penutup acara study tour mereka akan mengunjungi wahana water boom terbesar di Bogor.


Selama perjalanan diisi dengan kegaduhan di dalam bis dengan musik karoke dari berbagai genre musik, gelak tawa tak henti terdengar mengiringi setiap siswa yang bernyanyi dari yang suaranya lembut menyejukkan hati sampai suara melengking membuat telinga tiba-tiba terasa tidak bisa mendengar dengan baik untuk beberapa saat sudah layaknya seperti sedang ada di kontes bernyanyi.


Mereka tiba di salah satu waterboom terbesar di Bogor, dan segera menggati pakaian mereka. Akhirnya mereka bisa mendapat free time dan sedikit banyaknya bisa melepas penat. Tiga serangkai itu keluar dari tempat ganti dengan pakaian renang yang biasa. Tidak terkesan **** seperti yang banyak di pakai siswi lain. Bukannya sok suci, tapi mereka beranggapan kalau tidak ada hal yang haus mereka tunjukan dari badan mereka.


"Anak sekolah dasar dari mana nih," ejek Jamal pada ketiga adik kelasnya. Bahkan tangannya menunjuk mereka dari kepala sampai kaki.


"Kayanya lu butuh pelampung deh bocil,"


"Kecil kecil gini aku bisa renang,"


"Gaya batu doang jangan banyak gaya lu," Tyas menatap Jamal penuh rasa kesal dan kebencian. Rasanya ingin dia menyeret Jamal dan membawa pria itu ke neraka.


Arjuna datang bersama Andra setelah berganti pakaian.


"Mal ayo udah di tunggu anak anak," seru Arjuna.


"Ehem yang mau nyamperi dayang dayangnya," sindir Aruna pada Andra. Ya memang dia gadis cuek dan dingin. Tapi bukan berarti dia bisa bersikap biasa saja saat kekasihnya itu sedari hari pertama study tour sampai hari ini terus dikelilingi teman wanita sekelasnya dan bahkan tangan kedua pria itu di ampit oleh dua gadis.


Andra mengusak rambut Aruna gemas saat menyadari kecemburuan kekasihnya ini. "Mau aku temenin ?"


"Gak usah, aku juga punya kok temen cowo ,"


"Ayok Leen kita cari bujang," Aruna menggandeng Aileen menjauh. Meninggalkan Andra dan Arjuna, serta Tyas yang sedang melakukan aksi kejar kejaran dengan Jamal. Gadis bertubuh minimalis itu bahkan sempat terjatuh beberapa kali.


"Itu Tyas gimana?"


"Entar juga dia nyari kita, mending sekarang kita cari kak Axel aja," Aileen menjauhkan dirinya saat mendengar kalimat terakhir Aruna. Apa dia tidak salah dengar ?


"Mau ngapain ?"


"Ya mepet dia lah, ayo keburu di temuin sama dayang dayang kelas 12 IPA," Aruna langsung menyeret Aileen. Dia ingat sempat melihat Axel sedang bersantai dengan komiknya.


"Pokoknya kali ini rencana kita ga boleh gagal," ucap Aruna penuh penekanan.


Sementara itu Axel masih dengan posisi yang sama seperti yang Aruna lihat tadi.

__ADS_1


"Kak Axel," Axel yang mendengar hanya tersenyum membalas sapaan Aruna.


"Ga ikut renang kak ?" Axel melihat ke arah kolam renang yang ramai di penuhi pengunjung. Dia pikir, dia hanya akan terlihat seperti ikan sarden kalau ikut berenang juga.


"Kamu sendiri, udah pakai baju renang kenapa masih disini?"


"Kakak ngusir,"


"Kamu tau pasti bukan itu maksud aku,"


"Males kalau renang bareng cabe-cabean kelas kakak, pasti airnya jadi panas,"


"Kamu terlalu jujur Aruna," Axel sudah tidak heran, karena adik kelasnya ini selalu meluapkan kekesalan dan umpatan di hadapan Axel tentang siswi kelas IPA angkatannya. Apalagi teman sekalasnya, Axel bahkan hafal sebutan-sebutan Aruna untuk teman temannya itu.


Di balik obrolan mereka Aileen hanya duduk dan mendengarkan pembicaraan mereka, sampai Andra datang dan berdecak melihat kekasihnya yang memang sedang melakukan balas dendam.


"Ikut aku, kamu harus di kasih PELAJARAN berenang," tegas Andra, dia langsung menarik tangan Aruna dan menjauh dari Aileen dan Axel.


Melihat itu Aileen hanya tersenyum, benar kata Aruna. Kalau Andra yang terkenal dengan sifat dingin, memiliki sifat pencemburu serta protektif dan posesif pada Aruna. Aileen penasaran hukuman apa yang akan di dapatkan Aruna.


Gadis itu mengembungkan pipinya, saat sadar kalau dia di tinggal sendiri. Apa sebaiknya dia mencari teman yang satunya dan menonton aksi Tom and Jerry versi Jamal dan Tyas saja.


...Dua detik...


...Tiga detik...


Dengan gerakan cepat Aileen mengalihkan pandangannya pada Axel. Ia menelan salivanya susah payah, saat melihat orang yang dia suka berada di jarak pandang dekat, saking dekatnya bahkan Aileen bisa dengan jelan melihat pori pori kulit Axel yang sedang duduk bersandar di kursi santai. Kenapa dia bisa lupa kalau dia di tinggalkan berdua dengan Axel.


Aruna beneran ga bercanda sama omongannya tadi, batin Aileen.


'Tapi kalau gini aku harus ngapain ?? Ahh bunda~ pengen nangis aja'


Azka dan beberapa teman kelasnya baru saja keluar dari ruang ganti yang dekat dengan tempat Aileen sekarang duduk.


"Azka"


Aileen berlari kecil dan menghampiri Azka,

__ADS_1


"Eh kok, kamu nungguin saya"


"Enak aja, engga kebetulan aja. Yuk kita ke kolam bareng"


Azka tidak percaya begitu saja pada Aileen masa dia ada di dekat ruang ganti pria sendirian, pasti ada dua teman gadisnya juga. Azka menengok kebelakang dan di dapatkan sosok Axel yang tengah memperhatikan interaksi Aileen dan Azka. Axel yang merasa kepergok langsung menutupi wajahnya dengan buku komiknya.


"Cie cie Aileen, kamu lagi sama kak Axel"


"Ih apaan sih Azka"


"Udah sana sama kak Axel aja, pdktan saya engga akan ganggu"


Azka melepaskan kedua tangan Aileen yang sejak tadi memegang lengannya, Aileen merengek dan mengeluh jika dia terus dekat dengan Axel seperti tadi jantungnya mungkin akan meledak. Pernyataan itu terdengar sangat konyol bagi Azka, mimik muka polos Aileen membuat semakin lucu. Hal itu membuat Azka mendapatkan pukulan keras di punggungnya dan Aileen yang merasa kesal lebih memilih meninggalkan Azka.


Axel terus memperhatikan interaksi itu, semakin ia perhatikan tiba-tiba ada rasa cemburu. Jantung Axel juga tiba-tiba berdetak lebih cepat dari biasanya saat duduk berdua tadi. Axel tidak tahu benar perasaan apa yang dia rasakan dan dia mengalihkannya pada komik yang dia pegang.


...🏫🏫🏫...


Saat semua acara study tour selesai akhirnya mereka akan pulang kembali ke Bandung.


Aileen melihat jika dia masih satu bis dengan Axel itu membuatnya tersenyum sumringah, tapi tidak ada bangku kosong di belakang maupun di samping Axel. Sudah hampir sebagian bangku terisi penuh,


"Leen kamu duduk dimana" tanya Aruna membuat hampir sebagian penghuni bis mengengok kearah sumber suara karena kebetulan suasana di bis pada saat itu sepi karena mereka sudah lelah.


"Engga tau engga ada yang kosong"


"Duduk di belakang aja sama cowo-cowo mau"


Aileen mengarahkan pandangannya ke belakang,


"Engga ah"


"Aku sama Tyas disana soalnya lebih lega"


Azka yang mengetahui jika Aileen belum mendapatkan tempat duduk itu langsung bangkit dari kursinya meminta Aileen untuk duduk disana.


"Eh engga usah"

__ADS_1


"Jadi saya harus biarin kamu berdiri sampai Bandung gitu"


Azka mendudukan Aileen di kursi dan pemuda itu berjalan ke bangku belakang. Aileen duduk dengan entah siapa ini kakak kelasnya mungkin, tidak apa setidaknya dia duduk di kursi yang betul bukan di belakang bersama tumpukan barang.


__ADS_2