
"Leen kamu dipanggil ke sekre"
Aileen yang tadinya sedang membereskan alat tulisnya harus menghentikan aktivitasnya.
"Bentar kagok nih"
"Kamu engga liat kak Juna udah ngomel-ngomel di grup chat"
Ucapan Gibran kali ini membuat Aileen langsung dibuat kaget, segera gadis itu mengecek ponselnya dan benar saja sudah hampir 20 pesan si grup osis dan itu mungkin semua ulah Arjuna, seperti yang disampaikan Gibran tadi ketua osis itu sedang ngomel-ngomel.
Aileen bergegas berlari menghampiri Gibran yang sedari tadi berdiri di depan kelasnya. Pemuda itu langsung menarik tangan Aileen untuk segera ke sekre osis.
Benar saja saat sampai sekre osis Arjuna sudah berdiri tegap di depan ruangan dengan Adit disebelahnya. Beberapa anggota osis juga sudah cukup banyak yang hadir.
Aileen dan Gibran sama-sama ketakutan karena betapa menyeramkannya wajah masam Arjuna yang menatap mereka. Keduanya meminta izin untuk masuk sekre dan bergabung, Arjuna tidak mengucapkan sebuah kata hanya mengisyaratkan kalau mereka diperbolehkan masuk dan segera untuk bergabung dengan anggota osis lainnya.
...🏫🏫🏫...
Sementara itu
"Aruna ini bukannya ponsel Aileen ya"
"Eh iya, ishh kebiasaan deh teledor dia"
"Ya udah kita kasihin aja sekalian pulang kan"
Tyas dan Aruna keluar kelas, kegiatan sekolah hari ini audah berakhir dan mereka bisa langsung pulang kecuali para anggota osis mereka lebih sering terlihat sibuk saat pulang sekolah seperti sekarang ini.
Suasana sekolah sudah dipastikan ramai karena seluruh siswa membubarkan diri diri kelas masing-masing. Saat Aruna tidak sengaja melihat penampakan pemuda jangkung itu dan dia langsung memanggilnya.
"Kak Axel"
Tyas yang berjalan di samping Aruna saja tidak menyadari keberadaan Axel tapi mata elang Aruna bisa menangkap nya dengan jelas ditengah kerumunan siswa.
"Ishhh mata lu awas aja kalau liat kak Axel"
"Orang ganteng beda soalnya paling bersinar"
Tyas pun setuju dengan hal itu, visual Axel sudah tidak usah diragukan lagi.
"Aku punya ide Bagus buat Aileen"
"Eh apaan!?"
"Liat aja ntar"
Aruna berjalan menghampiri Axel yang sedang berdiri mematung karena tadi dipanggil oleh gadis itu.
"Iya kenapa Aruna"
__ADS_1
Axel bertanya pada Aruna tidak lupa dengan senyum manisnya yang tergurat, yang sudah dipastikan membuat dua gadis itu terpanah sesaat.
//inget kak Andra hey Aruna sadar
"Aku mau minta nomer kakak"
Aruna menyodorkan ponsel dengan case perwarna merah muda itu kepada Axel.
"Kan kamu udah punya nomer aku, kenapa minta lagi"
"Ini bukan buat aku, buat Aileen. Ini ponsel punya dia, ayo tulis nomer kakak"
Axel merasa bingung dan pemuda itu tidak langsung mengambil ponsel yang sedaritadi sudah Aruna sodorkan padanya.
"Dia engga mau kalau dikasih nomornya dari aku, bilangnya engga enak sama kakak kalau dia minta nomer orang sembarang dia mau langsung dapet persetujuan dari orangnya. Disuruh minta tapi malah engga berani"
Jelas Aruna cukup detail dan membuat Axel tersenyum malu,
"Ayo cepet kak, aku mau pulang nih"
Akhirnya Axel memberikan nomor ponselnya di ponsel milik Aileen dan saat akan mengembalikan ponsel ity pada Aruna.
"Tunggu kak diem dulu pegang dulu ya"
Aruna mengambil satu tangannya dan menaruhnya di kedua telapak tangannya dan meminta Axel untuk menaruh ponsel milik Aileen itu tepat di atas sapu tangan sebagai alasnya.
"Makasih ya kak"
Aruna berlalu berjalan lebih dulu ke arah sekre osis diikuti Tyas dibelakangnya yang sebelumnya memberikan senyum kaku nya pada Axel karena merasa malu dengan kelakuan Aruna.
Kebetulan rapat osis kali ini tidak lama, karena Arjuna dan Adit hanya menyampaikan jika masa jabatan mereka akan segera berakhir dan itu artinya sebenar lagi ada pengantian ketua dan wakil osis.
Aileen keluar bersama Gibran dan diikuti anggota osis lainnya. Saat itu juga Aruna langsung berteriak sekuat tenaga nya dengan suara melengking miliknya.
Sudah dipastikan bukan hanya Aileen yang menengok ke sumber suara tapi semua anggota osis disana juga melihat kearah Aruna dan Tyas yang berjalan berlawan arah dari mereka.
"Apaan sih"
Aileen menghampiri Aruna dan langsung mengomel jika tidak seharusnya Aruna meneriaki namanya sampai seperti itu.
"Leen aku duluan ya"
Gibran sedikit menepuk bahu Aileen pelan untuk pamit lebih dulu.
"Oke, hati-hati dijalan"
Gibran oun berlalu dan Aileen kembali fokus dengan Aruna dan juga Tyas, gadis itu baru menyadari jika tingkah Aruna ini mulai aneh. Bagaimana tidak dia sudah seperti anggota paskibraka yang bertugas membawa baki bendera saja bedanya bukan bendera yang dia bawa tapi ponsel.
"Kenapa sih Aruna, ini apaan lagi. Eh ini ponsel aku kan"
__ADS_1
Aileen baru menyadari kalau ponselnya lah yang ada di Aruna dia pun menepuk jidatnya. Bisa-bisa nya dia meninggalkan ponselnya di kelas tadi.
"Nih ambil"
"Emang ponsel aku najis atau gimana nih sampai dipakein alas sapu tangan"
Aileen mengambil ponselnya nya itu
"Bukan najis tapi itu ekslusif karena tadi habis dipegang kak Axel"
"Apa!?"
Aruna hanya cekikikan melihat betapa kagetnya Aileen dibuatnya.
"Iya tadi aku mintain nomernya kak axel terus dia kasih deh tuh"
"Kok bisa"
"Ya bisa lah, emang kamu berani minta sendiri ke dia. Ya pasti engga kan, dikasih engga mau ya udah aku mintain aja"
"Terus dia tau kalau aku yang minta?"
"Ya iyalah tau, kan kamu sendiri bilang harus seizin yang punya nomernya"
Aileen sungguh dibuat malu, dia tidak tau harus ditaruh dimana mukanya jika dia berpapasan dengan Axel nanti. Mana akhir-akhir ini dia sering berpapasan dengan Axel juga.
"Bilang makasih dong ke gua berkat gua lu punya nomernya kan"
"Bau bau bakal jadian nih sama kak Axel"
Sambung Tyas dan saat itu juga Adit dan Arjuna baru saja keluar dari sekre osis, sudah dipastikan mulut toa Aruna dan Tyas bisa menyampaikan setiap ucapan mereka dengan jelas kesemua pendengarnya.
"Eh siapa nih yang bakal jadian sama sodara gua" ucap Adit.
Baik Aruna dan Tyas dengan kompak menujuk kearah Aileen.
"Leen bener kamu suka sama si Axel"
Aileen kikuk seketika, dia sudah tertangkap basah dan ditambah yang bertanya langsung ini adalah sodara sepupunya Axel.
"Aileen suka malu-malu emang kak. Iya dia suka banget sama kak Axel" jelas Tyas.
"Tiap hari bosen kita dengerin dia ngomongi kak Axel mulu, apalagi kalau habis papasan sama kak Axel ih nih si Aileen hebohnya udah kaya menang lotre"
Aileen sudah tidak bisa berbuat apa-apa dia hanya tertunduk malu dengan wajah memerah.
"Cie cie Aileen. Aku bilangin ah ke Axel"
Kali ini bukan hanya dua temannya tapi Adit juga ikut menggoda Aileen. Sementara itu Arjuna hanya dia menyimak dia tidak mau terlihat mendengarkan percakapan itu Arjuna berpura-pura mengalihkannya dengan bermain ponsel sebenarnya pemuda itu menyimak semua yang tengah dibicarakan bahkan rasa cemburunya menyeruak hebat di tubuhnya, apakah semudah itu Aileen mencari penggantinya.
__ADS_1