17 Years Old

17 Years Old
First Love


__ADS_3

"Aileen mau kemana"


Azka menghampiri Aileen dengan kotak bekal yang ia pegang ditangan. Biasanya mereka makan bekal bersama di kelas,


"Ke kantin"


Jawab Aileen, Azka merasa aneh biasanya Aileen akan pergi ke kantin jika dia tidak bekal. Tapi hari ini Aileen bekal kenapa harus ke kantin.


"Aku mau makan bekelnya di kantin"


"Aku boleh ikut" tanya Azka.


Aileen memperbolehkan Azka untuk ikut,


Bukannya Aileen akan pergi makan bersama Juna tapi kenapa memperbolehkan Azka ikut? Karena Aileen akan merasa canggung jika dia benar-benar makan hanya berdua dengan Juna, jadi Aileen mengajak Aruna dan juga Tyas. Mengajak Azka ikut bergabung itu kan bukan sebuah masalah.


Mereka berempat berjalan ke arah kantin, Aileen juga memberi tahu pada Azka jika dia akan makan bersama dengan Juna. Bahkan Azka juga sempat menggoda Aileen soal Juna, faktanya Azka tau jika Juna menyukai Aileen setiap kali mereka berkesempatan pulang bersama pasti Juna sering kali bertanya soal Aileen. Tapi fakta itu tidak diketahui Aileen dan Azka juga tidak tahu jika sebenarnya Aileen juga mempunyai rasa yang sama seperti Juna.


"Itu kak Juna"


Azka menunjuk salah satu meja panjang di kantin, Aileen juga melihat jika Juna tidak sendiri. Syukurlah jadi ini benar-benar tidak masalah jika Aileen membawa teman-teman nya ikut bergabung untuk makan bersama.


Aruna dan Tyas akan menyusul mereka membeli makanan dulu, sedangkan Aileen dan Azka langsung menghampiri Juna.


Raut muka Juna saat melihat Azka tiba-tiba berubah, Aileen yang menyadari langsung menjelaskan agar tidak ada kesalah pahaman.


Juna menjawabnya dengan senyuman, di meja tersebut juga ada Andra bisa disebut sahabat perangko saking nempelnya sama Juna.


Mereka berempat akan makan bersama setelah Aruna dan Tyas datang, sambil menunggu mereka berbincang-bincang. Aileen hanya menjawab ketika ditanya, dia banyak menyimak dibandingkan mengajukan pertanyaan. Azka lah yang paling banyak bicara dia orang yang paling bisa mencairkan suasana, dengan candaannya sesekali membuat Aileen tertawa mendengarnya. Aileen merasa senang jika dia bisa sedekat ini dengan Juna,


"Kayanya Aileen juga suka sama kak Juna"


Celetuk Azka ditengah obrolan, membuat keheningan sejenak


"Ya emang"


Sambar Tyas yang baru datang dengan semangkuk mie ayam di tangannya.


"Maaf ya kak lama jadi nungguin, ayo kita makan"


Aruna langsung memecah keheningan dia bahkan dengan lancangnya langsung makan, tidak tau jika kita dari tadi menahan lapar menunggunya.


Jika itu di protes pada Aruna dia pasti berkata 'Lah suruh siapa? Gua kan ga minta ditungguin. Makan ya makan aja'


Heol~


Mereka pun akhirnya makan bersama. Azka, Aruna dan Tyas saja yang sibuk berbincang ditengah-tengah kegiatan makan Aileen hanya menanggapi seperlunya dia merasa sudah benar-benar kepergok sama Juna soal perasaannya, malu itu yang Aileen rasakan.


Sedangkan Juna hanya menerka-nerka apakah benar yang diucapkan Azka dan dibenarkan oleh Tyas tadi soal perasaan Aileen padanya.


...🏫🏫🏫...


Saat pelajaran ekonomi guru nya tidak bisa hadir karena sakit jadi beliau memberikan tugas.


"Nanti pas pulang kak Juna mau nembak Aileen"


Azka berbisik pada Aruna, mengambil kesempatan saat Aileen sedang pergi ke perpustakaan dengan Gibran untuk mengambil buku sesuai mata pelajaran.


"Serius lu"


Aruna dibuat kaget sampai dia bangun dari duduknya, membuat Azka panik dia diminta Juna untuk tidak boleh memberitahu siapapun soal ini kecuali teman dekat Aileen. Tyas yang penasaran langsung menghampiri keduanya nya,


"Kenapa Aruna kenapa lu diapain sama si Azka"


Tyas selalu bereaksi heboh, padahal dia tidak tau apa yang sedang terjadi.


"Lu janji ya jangan kaget"


Aruna memperingati Tyas dan langsung berbisik memberikan informasi yang baru dia dengar juga dari Azka.


"Ya allah si Aileen mimpi apa ampun dah kenapa hidup dia lucky banget ya allah"


Tyas menadahkan tangannya seperti orang sedang berdoa, suaranya sudah bisa menjadi pusat perhatian di kelas. Azka menepok jidatnya menyesal jika memberitahunya dari sekarang.


"Saya ga tanggung jawab itu urusan kamu"


Azka kembali ke bangkunya meninggalkan Aruna yang berusaha meredamkan kehebohan Tyas.


"Udah Yas ih lu tuh ya. Pokoknya jangan sampai ketauan sama Aileen ya"

__ADS_1


Aruna kembali memberikan peringatan dan Tyas pun langsung diam dan mengangguk paham. Aruna mengusir Tyas untuk kembali ke tempat karena kedatangan Aileen sudah terlihat dari balik jendela kelas.


...🏫🏫🏫...


Tadi saat Aileen dan Gibran ke perpus, Arjuna yang kebetulan ada di lapangan sedang istirahat mata pelajaran olahraga menghampiri Aileen dia meminta Aileen untuk tidak pulang dulu ada hal yang ingin dia sampaikan.


Arjuna akan menunggu Aileen di depan kelas 11 IPA-1 dan Aileen pun mengiyakan hal itu.


...🏫🏫🏫...


Saat pulang sekolah,


"Aruna hemm temenin aku yuk ke kelas 11 IPA"


Ajak Aileen, Aruna kaget apakah Aileen sudah tau jika Juna akan menyatakan perasaannya hari ini.


"Aruna mau engga"


Tanya ulang Aileen karena tidak kunjung mendapatkan jawaban.


"Iya mau, tapi mau ngapain"


"Aku juga ga tau tapi kak Juna minta aku nyamperin dia"


Aruna menghembuskan nafas kasar, dia merasa tenang jika ternyata Aileen belum tahu soal ini.


"Aileen kamu mau ketemu kak Juja dulu kan"


Aileen merasa bingung kenapa Tyas tau jika dia mau menemui Juna dulu sebelum pulang, padahal dia juga belum mengajak Tyas.


"Kok kamu tau padahalkanβ€”"


Aruna memberi kode jika Tyas sudah melakukan kesalahan besar,


"Ah itu hemmm tadi aku denger kamu pas ngomong sama Aruna"


Alasan Tyas boleh juga.


"Ya udah temenin aku yuk"


Ajak Aileen yang sudah menggendong tas ranselnya.


Ini lagi Azka apaan segala pake good luck segala. Hal kecil ini membuat Aruna sedikit kesal, tadi Azka bilang jangan buat Aileen tau tapi dia bertingkah aneh seperti itu apa maksudnya.


Azka tidak bisa melihat moment ini karena dia harus buru-buru ke tempat les nya, yang terpenting misi Azka sudah berhasil membuat Juna tau tentang perasaan Aileen, hal ini membuat yakin Juna untuk menyatakan perasaannya.


"Tunggu sebentar Aileen"


Tyas merapihkan rambut panjang Aileen yang tergerai,


"Apaan sih"


"Ihhh kamu harus cantik, diem aja nurut napa. Aruna bantuin dong kaga nyampe nih gua"


Keluh Tyas saat dia mau merapihkan rambut bagian atas Aileen yang sedikit kusut. Aruna pun menuruti kata-kata Tyas, membuat Aileen menjadi salah tingkah sendiri.


Saat sampai di depan kelas 11 IPA-1, Aileen melihat dari balik jendela ternyata sudah bubar.


"Aileen, masuk ayo Juna udah di dalem"


Andra keluar kelas saat dia akan membuang sampah. Aileen menolaknya karena malu, meminta Juna saja yang keluar karena Aileen melihat masih ada beberapa siswa di dalam kelas.


"Ga apa kok mereka temen deket Juna yang lain udah pada pulang, ayo masuk"


Andra sedikit memaksa, tapi Aileen masih enggan. Aruna dan Tyas yang sudah gemas mendorong Aileen dari belakang sampai dia masuk ke dalam kelas tersebut.


Hampir semua kakak kelas yang masih ada di kelas Aileen mengenalnya karena mereka rata-rata anggota osis.


Aruna dan Tyas menunggu Aileen di depan pintu kelas.


"Eh Aileen mau ketemu Juna ya"


Ucap salah satu kakak kelasnya itu yang juga anggota osis, Aileen hanya mengangguk kecil dia merasa malu sekali.


"Juna ini Aileen nya udah ada cepet"


"Iya sebentar"


Suara berat terdengar dari arah belakang, dibalik punggung beberapa siswa. Aileen belum bisa melihat keberadaan Juna disana.

__ADS_1


Aileen menarik tangan dua temannya itu untuk menemani nya, Aileen seperti menjadi terdakwa dari suatu kasus jika dia dilihat oleh kakak kelas seperti ini.


"Aduh gua ga sabar"


Tyas lagi-lagi keceplosan, Aruna kali ini hanya melirik tajam temannya itu.


Arjuna menampakkan dirinya dengan sebuket bunga rose ditangannya. Aileen sudah salah tingkah dibuatnya apa maksud ini semua, tiba-tiba darahnya mengalir begitu beras, keringatnya bercucuran dari pelipisnya laju jantungnya sudah tidak kerkontrol lagi, ini rasanya seperti habis lari maraton.


"Aigoo aigoo"


Tyas yang duluan bereaksi dia meremas rok seragamnya sendiri, rasanya ingin teriak melihat adengan ini. Sedangkan Aruna yang biasanya tidak pernah bereaksi berlebihan pun dia tersenyum melihat Aileen dan Juna.


Juna menyatakan perasaannya pada Aileen, disaksikan dengan teman dari kedua belah pihak.


Perasaan Aileen 180Β° berbeda pada saat dia mendengar ungkapan dari Argi, sangat amat berbeda.


"Kalau kamu mau tolong ambil bunga ini"


Aileen mencoba menenangkan dirinya, ini sungguh kenyataan kan bukan hanya mimpinya. Aileen masih berpikir bukan diantara pilihan dia menolak atau menerimanya tetapi dia berpikir antara ini kenyataan atau hanya mimpi khayalannya.


"Kalian berdua habis dari mana sih"


Celetuk teman Juna yang duduk diatas meja, mencoba mencairkan suasana dramatis ini.


"Keringetan banget kalian"


Sambung nya dengan tawa kecil diakhir.


Akhirnya Aileen mengambil buket bunga itu dan membalas perasaan Arjuna padanya.


Keduanya saling bertatapan dengan senyum bahagia terurai disana, tidak hanya mereka berdua yang tampak bahagia tapi semua teman-teman yang juga menyaksikan juga dibuat senang.


"Selamat ya Aileen, ya ampun ga nyangka gua"


Tyas menepuk-nepuk lengan Aileen dengan gemas dan begitu juga Aruna dia memberikan selamat pada Aileen.


Setelah mendapatkan ucapan selamat dari semua orang disana. Aileen pamit untuk pulang karena hari ini ayah nya tidak bisa menjemputnya karena masih sibuk dengan pekerjaannya.


"Aku anterin sampai depan ya, soalnya aku mau kerja kelompok"


Tawar Arjuna, Aileen menolaknya karena dia bisa ditemani oleh Aruna dan Tyas. Lagian dia merasa tidak enak jika mengganggu waktu Arjuna yang harus kerja kelompok dimana teman-teman nya sudah menunggu.


"Dasar gadis ini masih saja belum peka"


Tyas komplen soal sifat kelewat polosnya Aileen.


"Iya anterin aja sama kakak ya, kita jalan agak jauh"


Ucap Tyas dan mempersilakan Arjuna untuk mengantar Aileen lebih dulu. Aileen tidak bisa berbuat banyak,


Arjuna dan Aileen jalan lebih dulu, sekitar 5 meter jaraknya Tyas dan Aruna dibelakangnya.


Tyas dan Aruna bergosip soal Aileen dan Juna yang akhirnya jadian, masih ada beberapa siswa di lapang dan di parkiran melihat kearah Arjuna dan Aileen dengan tatapan bingung.


Sampai akhirnya,


"Eh itu si Aileen sama Juna, jadian" tanya seorang kakak kelas pada Aruna dan Tyas yang sudah banyak orang tau jika mereka teman terdekat Aileen. Keduanya hanya mengangguk membenarkan.


...🏫🏫🏫...


"Tulis nomer kamu"


Arjuna memberikan ponselnya pada Aileen dan tanpa pikir panjang Aileen memberikan sesuai apa yang Arjuna minta.


Arjuna melakukan panggilan singkat pada Aileen, membuat ponsel yang ada di dalam tas nya bergetar.


"Itu nomer aku save ya nanti aku chat"


Aileen menganggu paham, senyum keduanya masih belum pudar. Saling bertukar tatapan kali ini rasanya jauh lebih bahagia,


"Hati-hati dijalan. Kabarin ya kalau udah sampai"


Arjuna mengusap kepala Aileen lembut dengan senyuman yang lebih mengembangkan dari sebelumnya.


"Aruna Tyas hati-hati juga ya dijalan"


Ucap Arjuna saat kedua nya baru saja sampai gerbang sekolah menghampiri Aileen.


"Siap kak, aku jagain sekalian pacar kakak"

__ADS_1


Tyas mengandeng Aileen, ketiganya berpamitan pada Arjuna.


__ADS_2