
Kejadian diaula sekolah saat Argi melakukan tantangan dari teman sekelasnya untuk menyatakan cinta masih melekat di ingatan Aileen. Hal terkonyol yang terjadi di awal masuk sekolah yang menyebalkan, bahkan Argi menganggap serius jawaban Aileen.
Argi terlihat muram, tidak banyak bertingkah membuat teman satu kelasnya merasa heran.
"Gi kenapa lu? Sakit? " tanya teman satu bangkunya.
Argi hanya menggelengkan kepala dan memainkan ponselnya, mengotak-atiknya, keluar masuk aplikasi tanpa tau apa yang sebenarnya dia lakukan. Hari ini Argi merasa perasaanya sudah di permainkan oleh Aileen. Dia tidak menyangka jika gadis itu tidak menganggap perasaan nya, rasa malu yang dia pertaruhkan saat penutupan ospek beberapa hari lalu di aula.
Berbeda dengan Argi, Aileen jauh lebih sumringah dari biasanya. Beberapa hari lalu dia merasa risih dengan label "pacar" Argi, walaupun belum ada orang yang tau jika dia sudah memutuskan hubunganya dengan pemuda yang tengah murung hari ini.
Seseorang memanggil Aileen saat jam istirahat berbunyi, membuat Aileen yang tengah sibuk membereskan alat tulisnya itu mau tidak mau menyautnya. Melihat ke arah orang yang baru saja memanggil namanya itu.
"Kenapa nih si Argi, tumben engga pecicilan" tanya teman sebangku Argi.
Aileen mengerutkan dahinya, kenapa hal ini harus ditanyakan pada dirinya. Aneh, itu yang muncul dipikiran Aileen.
"Eh ucok, kenapa lu tanya Aileen. Tanya lah sama orangnya? " ucap Aruna yang sama herannya dengan pertanyaan konyol itu.
"Cabut yuk, laper gua" ucap Argi yang langsung bangkit dari duduknya.
Tidak ada dialog yang berlangsung, hampir semua siswa di kelas keluar untuk pergi ke kantin. Kali ini Aileen memutuskan untuk memakan bekalnya di kantin bersama-sama teman-teman nya.
...🏫🏫🏫...
"Eh tapi bener juga kenapa ya si Argi, dia engga kaya biasanya. Hari ini banyak diemnya" ucap Tyas yang sedang mengunyah makaroni seraya melihat ke arah Argi yang tengah berkumpul bersama geng nya, tidak jauh dari tempat duduk mereka.
"Lagi ga enak badan kali"
"Biasanya kan dia, gombal mulu ke Aileen kalau di kelas juga"
"Kamu lagi marahan samaa Argi ya?"
Percakapan antar teman sekelas Aileen yang juga duduk bersama di meja kantin.
"Marahan? Engga kok. Mungkin dia masih syok karena di putusin sama aku"
Aileen menjelaskan hal itu dengan santai, dia sibuk dengan bekalnya dan tidak memperhatikan ekspresi teman-teman nya yang saat mendengar hal itu mata mereka langsung terbelalak.
"Hah!? Serius? "
"Iya, dari awal juga aku ga anggap dia serius. Lagian aku ga punya perasaan lebih sama dia"
__ADS_1
Kali ini Aileen menatap teman-teman yang masih tertohok dengan ucapan yang terlontar dengan enteng dari mulut Aileen yang sibuk mengunyah.
"Aileen kamu ga takut karma emangnya? " ucap salah satu teman Aileen yang duduk di ujung bangku.
"Eh iya loh, dia tuh kayanya serius sama kamu. Buktinya dia berani loh nembak kamu di aula mana diliatin guru sama kakak kelas lagi"
"Itu ga gampang loh, cowo punya nyali sebesar itu"
"Harusnya kamu beruntung loh, dicintai sama cowo kaya Argi. Banyak yang iri sama kamu loh Aileen"
"Harusnya kamu kasih kesempatan buat dia, Jangan secepat itu kamu mutusin dia. Karma is real loh"
Kalimat - kalimat yang baru saja Aileen dengar, langsung membuat perasaannya berubah 180°. Rasa bersalah tiba-tiba menyeruak begitu saja, yang dikatakan teman-teman itu tidak salah tapi juga tidak 100% benar. Aileen benar-benar tidak punya perasaan lebih pada Argi, tapi apakah dia benar-benar harus mencoba membuka hati nya untuk Argi.
Bel kembali berbunyi, bertanda jika waktu istirahat sudah terakhir semua kembali masuk ke dalam kelas.
Setelah kejadian tadi di kantin, Aileen benar-benar termakan omongan teman-teman nya itu. Aileen berulang kali terus menggelengkan kepala ketika pikirannya sudah mulai mengarah pada rasa bersalahnya pada Argi. Membuat Aruna yang duduk disebelahnya merasa heran dengan kelakuan teman sebangkunya itu.
"Hey Aileen, kenapa sih. Kamu ga ngerti sama pelajarannya? "
Aileen hanya menepuk jidatnya dan tersenyum simpul, menjelaskan kalau dia baik-baik saja hanya tadi dia tiba-tiba teringat akan sesuatu hal. Aruna tidak sekepo Tyas jadi hanya menanggapi nya dengan anggukan kecil tanpa ingin tahu apa yang sebenarnya yang sedang mengusik pikiran Aileen.
...🏫🏫🏫...
Bel pulang sekolah terasa lama sekali berbunyi bagi Aileen yang sudah merasa tidak betah berada di kelas, perasaan bersalah kerap kali muncul setiap dia tak sengaja melihat Argi. Sebegitu berpengaruhnya keputusan Aileen sampai membuat Argi lebih banyak diam selama jam pelajaran, bahkan membuat guru yang mengajar hari ini keheranan.
Guru yang mengajar di jam terakhir hanya masuk untuk memberi tugas saja karena ada keperluan dengan ibu kepala sekolah, jadi bukan hanya mereka yang bertukar tempat.
Pintu kelas terbuka cukup keras membuat penghuni kelas tersentak kaget.
"HAI GUYS~"
Semua murid bersorak kesal saat tau yang datang adalah Jamal, si kakak kelas dengan ponsel yang selalu berada di genggamannya.
"Kaget yaa?? gua bilangin bu Tsunade lu pada malah pada ngobrol,"
Sumpah tampang polosnya membuat beberapa orang yang melihatnya justru ingin memukulnya dengan bangku sekolah.
Jamal berjalan ke tempat duduk Argi sambil tertawa, sedangkan Argi hanya menyapa dia seadanya.
"Lu kenapa ?? sariawan ??"
Argi menghela nafas pelan sebelum menjawab, "Gua di putusin," jawab Argi dengan suara yang terbilang kecil, lebih kecil dari suara nafasnya tadi.
__ADS_1
"What?!"
Argi hanya mengangguk, "semalem dia putusin gw lewat chat,"
"W-What??!"
"Lu ga bisa ngomong yang lain selain itu ??" kesal Argi pada pria jangkung di hadapannya.
"Berita terhangat ini Gi, kenapa lu baru bilang,"
Jamal menyalakan ponselnya, menekan password 9999 untuk membukan kunci layarnya. Mencari ikon berbentuk kamera sebelum akhirnya dia klik.
"ehemm ehemm," dia berdehem seraya bercermin pada kamera depan, membenarkan rambutnya agar terlihat tampan, bagi dirinya sendiri. Sebelum akhirnya menekat tombol merekam.
"Hai guys balik lagi sama bujang banyak amal,"
"Jamal disini~~" ucap Jamal layaknya youtuber.
"Jadi hari ini gua mau mengabarkan berita terhangat dan terazab dari sahabat gua , Argi Dwitama," Jamal merangkul Argi agar mendekat.
"ishh apaan sih lu bang," Argi yang risih melepaskan rangkulan temannya itu cukup kasar.
"Biar masuk frame dodol," Kali ini Jamal yang mendekat pada Argi.
"Liat nih guys Korban azab hari ini akibat berani beraninya dia ngelangkahin kakak kelas yang masih jomblo,"
"Bro gimana rasanya baru beberapa hari pacaran tapi udah jadi jomblo lagi?"
"Bang jangan sampai kita baku hantam disiniya," ancam Argi dengan wajah serius.
"Narasumbernya lagi PMS guys," Jamal berdiri dari duduknya dan mendatangi meja Aileen.
"Ini nih guys pelaku yang ngebuat sang buaya darat jadi cicak,"
Sebelum Jamal mengubah handphone pintarnya jadi kamera belakang yang mengarah pada Aileen, tangan ibu guru lebih cepat menjewer telinganya.
"akh awww bu sakitttt," ringis Jamal saat ibu guru melepaskan jewerannya.
"Bukannya belajar dikelas malah gangguin adik kelasnya," kesal ibu guru.
"Ini lagi malah vidio vidio orang kamu itu,, Jamal Jamal," sekarang jambang Jamal yang menjadi sasaran kekesal gurunya. Ini bukan pertama kalinya Jamal melakukan ini membuat nya terkenal di kalangan guru.
"Ya ampun bu sampai rontok jambang saya,"
__ADS_1
"Ikut ibu ke toilet bawah sekarang!" ibu guru menyeret Jamal keluar, wajah muridnya itu terlihat pasrah.
"Buat tuh konten bersih bersih disana," itu ucapan terakhir bu guru sebelum akhirnya menutup pintu kelas. Di sambung dengan gelak tawa murid satu kelas yang melihat adegan tadi.