17 Years Old

17 Years Old
Decalcomania


__ADS_3

Bel pulang berbunyi nyaring di penjuru sekolah. Membuat siswa yang mulai mengantuk di jam pelajaran terakhir menjadi segar kembali. Beberapa ada yang bergegas untuk pulang tapi ada juga yang memilih untuk diam dulu di sekolah. Karena hari sabtu digunakan untuk jadwal semua eskul.


"Tunggu aku rapat osis dulu ya, jangan keruang tari duluan aku takut di koridornya" pinta Aileen pada dua temannya.


Mereka memang mengikuti eskul yang sama yaitu eskul dance modern. Dan ini minggu kedua mereka mulai latihan. Sebenarnya hanya Aileen dan Tyas saja yang bisa dibilang bagus dalam menari, Aruna hanya ikut ikutan saja, hitung-hitung olahraga katanya.


"Kita tunggu di perpus kalo gitu,"


Tyas reflek memukul lengan Aruna, menurutnya di perpus jauh lebih mengerikan daripada koridor. "Dilapangan aja di perpus signal wifinya kurang kenceng,"


"kaga usah mukul juga dong," ringis Aruna.


Setelahnya mereka berjalan beriringan, Tyas dengan earphone yang tertancap di telinganya, Aruna yang sedang asik dengan novel ditanganya, dan Aileen dengan rasa enggan jika harus mengikuti kegiatan osis. Ya, sudah hampir satu bulan hubungannya dengan Juna tapi omongan penghuni sekolah tentang mereka masih kerap Aileen dengar. Ketidaksukaan mereka terhadapnya masih ada sampai hari ini, tidak seheboh dan sebanyak dulu tapi masih tetep terasa mengganggu.


"Aileen~" seru seorang pemuda dengan nada senang. Ia menghampiri Aileen yang hendak menuruni anak tangga. Membuat gadis itu menghentikan langkahnya.


Tyas dan Aruna sempat menengok tapi setelahnya mereka melanjukan langkah mereka kembali. Meninggalkan dua sejoli itu.


"Kamu ga lupa kan hari ini ada rapat ?" tanya Juna teramat lembut. Sudah lama dia tidak berbica berdua dengan Aileen, di sekolah kekasihnya ini seakan menjaga jarak dengannya tapi dia akan bersikap manis saat mereka berkomunikasi melalui telfon. Arjuna sempat bingung dengan sikap Aileen tapi dia mencoba menghiraukanya, mungkin Aileen masih malu malu pikirnya.


"Inget kak~ ini aku mau ke ruang osis di anter mereka," tunjuk Aileen tapi kedua temannya itu sudah hilang dari pandangannya.


"Loh mereka mana ?" tanya Aileen bingung karena baru menyadari hal itu.


"Mereka udah turun duluan," ucap Arjuna dengan senyum, dia merasa gemas dengan wajah bingung kekasihnya yang menurutnya itu sangat lucu.


"Kita keruang osis sekarang, meraka pasti udah nunggu saya," Arjuna mendorong halus punggung Aileen, sekedar mengisyaratkan kekasihnya itu untuk melanjutkan langkanya.

__ADS_1


Pemuda itu tidak berani kurang ajar untuk merangkul bahu Aileen. Keinginan itu ada , ingin sekali dia merangkulnya,memberi tahu siapapun yang melihat mereka bahwa Aileen adalah miliknya, kekasihnya. Terkadang dia cemburu pada teman Aileen yang dengan mudah dekat dan merangkul Aileen, tapi itu bukan contoh yang baik untuk ia lakukan apalagi di lingkungan sekolah.


*


*


*


*


"Sttt Juna dateng," sebuah suara mengintrupsi mereka yang ada di ruangan untuk diam.


Kegiatan mereka yang tengah membicarakan Aileen harus terhenti, padahal salah satu dari meraka baru saja menunjukan foto kedekatan Aileen dengan teman sekelasnya, tentu saja seorang siswa laki-laki. Mereka belum puas berkomentar akan hal itu.


Di foto itu hanya terdapat Aileen yang sedang tertawa dengan Azka, hubungan mereka terlihat akrab layaknya seorang teman. Tapi memang pada dasarnya mereka tidak menyukai Aileen, komentar julid dan pedas terlontar begitu saja dari mulut mereka dengan entengnya.


Dalam hati, Aileen berkeinginan untuk keluar saja dari ruangan ini, rasanya muak mendangar omongan mereka tentang dirinya.Tapi dia memilih tetap diam, lagi pula di ruangan ini dia hanya akan sebentar. Karena anak kelas sepuluh harus mengikuti kegiatan eskulnya masing-masing.


Gadis gadis itu justru yang sering mendekati Juna kekasihnya, berbicara dengan nada dibuat sok imut, bersikap centil, tidak jarang dari meraka malah dengan berani memeluk lengan Juna. Menjijikan. seharunya perkataan kotor itu lebih pantas untuk mereka dibandingkan Aileen


'Bener kata Tyas, baru pacaran sama kak Juna aja udah kaya gini, apalagi kalau sampai keciduk dating sama idol' batin Aileen kesal.


Aileen mengunci pandanganya, matanya terfokus pada seaeorang yang tengah berbicara di depan. Arjuna Dirgantara. Pemuda itu mampu menghipnotis siapa saja hanya dengan ucapannya. Pembahasanya sebenarnya membosankan, tentang peraturan sekolah dan kegiatan osis lainya tapi orang orang apalagi para gadis akan sangat rela telinganya tetap mendengarkan setiap kata yang keluar dari mulut Arjuna.


Dengan paras tampan yang banyak menarik perhatian, tubuhnya yang proposianal, sifatnya yang sopan dan santun, otak pintar serta prestasinya yang tidak perlu diragukan. Apalagi kepopulerannya di kalangan siswa dan guru,


"terlalu sempurna," batin Aileen.

__ADS_1


Aileen menghela nafasnya


Gadis itu merasa kecil hati, apa dia tidak pantas untuk Arjuna makanya mereka tidak menyukai dirinya. Terbilang memang banyak gadis-gadis lain yang cantik dan lebih populer darinya, mereka juga terlihat modis dengan polesan tipis di wajah mereka.


Sekarang ada tanda tanya besar di pikirannya, Kenapa Juna menjadikan dia kekasihnya ?


*


*


*


"Jangan banyak ngelamun kalian harus punya target kerja yang jelas"


Brak!!!


Aileen tersentak kaget ketika suara dentuman dari meja terdengar membundar pikiran overthinking nya. Suara itu berasal dari Arjuna yang menggebrak meja denga tangannya,


"Fokus fokus masalah pribadi jangan dibawa ke pekerjaan profesional ya"


Ucap Juna dan langsung keluar ruang osis, semua anggota osis merasa kaget karena sikap Juna yang benar-benar sedang ada di mode serius. Sikap Juna yang ia tunjukkan karena merasa dongkol dengan anggota nya yang sedang sibuk dengan urusan masing-masing sedangkan dia baru saja akan membuka rapat.


Adit menyusul Juna yang keluar kelas, meminta maaf atas sikap anggotanya dan membujuknya untuk kembali masuk ke ruang osis namun Juna enggan dan menyerahkan kepada Adit untuk memimpin rapat hari ini Juna masih butuh waktu untuk meredam emosinya.


"Tolong ya dit untuk hari ini aja, aku lagi ga konse plus aku juga sebenarnya ada ujian di tempat les nanti sore"


"Terus ini gua yang terusin gitu"

__ADS_1


"Iya tolong ya dit, aku harus ke tempat les sekarang"


Arjuna memberikan buku note nya pada Adit, dia sudah menulis hal-hal penting yang harus dibahas hari ini di rapat osis. Adit pun tidak bisa berbuat banyak dia tau benar jika temannya itu juga sudah terlihat kurang fokus selana pelajaran di kelas.


__ADS_2