
Setelah masuk kelas 11 Aileen menjadi petugas osis yang berjaga di depan. Menjadi panitia ospek juga.
Hari pertama Aileen bertugas, dia bersama tiga anggota osis lainnya berjaga sejak jam 6:15 pagi.
Arjuna yang baru saja datang langsung bergabung untuk ikut berjaga.
Interaksi antara Aileen dan Arjuna? Tidak lebih dari saling menyapa, iya jarang hubungan mantan kekasih itu bisa baik baik saja.
Berbeda dengan Argi dia masih sampai saat ini berusaha kembali dengan Aileen ditengah-tengah kegiatan menjadi buaya darat di sekolah.
Untung saja mereka sekarang tidak lagi satu kelas jadi Aileen bisa sedikit bernapas lega.
"Aileen, sayang"
Argi menghampiri Aileen dengan senyuman yang mengembang.
"Lu diperiksa dulu" ucap Gibran yang berada di samping Aileen.
"Iya aku mau diperksanya sama Aileen"
"Mana ada, sini sama gua aja. Aileen kamu siap-siap nyatet aja ya"
Aileen menganggukkan kepalanya dan Gibran mulai memeriksa kelengkapan atribut Argi.
"Dia engga pake sabuk, nih dasinya juga engga ada" ucap Gibran
"Udah ah"
"Engga bisa buka tas lu"
"Ih apaan sih"
Gibran menggeledah tas milik Argi takut-takut dia bawa barang terlarang seperti rokok contohnya.
Aileen ikut mengintip isi tas Argi, hanya ada satu buku tulis satu pena. Heol dia mau sekolah atau kemana bisa-bisa dia hanya membawa perlengkapan sekolah seperti itu saja, seperti tidak niat bersekolah.
"Udah sana lu masuk kelas" usir Gibran
...*****...
Setelah bel berbunyi bertanda waktu masuk sekolah tiba itu tandanya juga tugas berjaga di depan usai, jika ada murid terlambat itu sudah jadi tugas guru piket mencatat dibuku besar.
Aileen dan anggota osis lainnya kini berjalan menuju sekre osis, semua anak osis yang berjaga di depan hari ini mendapatkan giliran juga memberikan pendampingan pada adik kelasnya yang masih dalam tahap orientasi.
Dari pukul 7 pagi sampai pukul 12 siang, setelah itu anggota osis akan masuk ke kelas untuk mengikuti pelajaran sampai jam 3 sore sangat melelahkan tapi mau bagaimana lagi itu sudah resiko sekaligus tanggungjawab.
Hal ini akan menjadi makanan sehari-hari bagi anggota osis selama dua minggu kedepan walaupun tugasnya bergiliran disetiap harinya tapi terkecuali ketua osis dan wakilnya mereka benar-benar dua pekan full.
Aileen merasa waktu berjalan dengan sangat cepat, satu tahun yang lalu dia yang mendapatkan orientasi tapi sekarang dia yang ikut membantu mendampingi. Ini juga ajang untuk Aileen sedikit keluar dati zona introvert nya.
...🏫🏫🏫...
Saat waktu istirahat tiba, Aileen termasuk orang yang mudah akrab dengan orang lain jika lawan bicaranya bisa menyambutnya dengan baik. Kali ini dia mendapatkan respon yang baik dari para adik kelasnya, membuat dia termasuk kakak kelas yang bisa dikatakan akrab dengan adik kelasnya.
Bahkan Aileen merasa lebih nyaman dengan adik kelasnya dibandingkan kakak kelasnya. Terlebih kakak kelasnya ini didominasi oleh teman sekelas Arjuna saat tahun ajaran kemarin dan itu membuat Aileen kurang nyaman karena setiap kali bergabung topik pembahasan selalu berkutat disitu saja.
Kini Aileen sedang duduk lesehan bersama beberapa adik kelasnya, memakan bekal bersama seraya bercengkrama.
"Kakak habis ini kegiatannya apa?"
__ADS_1
"Teori lagi"
"Aduh cape tangan sama pengel telinga nih dengerin teori mulu"
Aileen tertawa geli, dia tau benar pengapnya masa ini tapi sekarang justru Aileen rindu masa itu.
"Nikmatin aja, ini bakal jadi cerita yang seru bakal kangen lih kalian sama masa ini"
"Oh iya kak, ntar ada demo ekskul kan"
"Iya ada hari terakhir"
"Nah itu pasti seru, oh iya kakak ikut ekskul apa?"
"Pokoknya nanti liat aja, aku engga akan kasih tau sekarang"
"Ih kakak gitu, aku mau ikut ekskul bareng kakak soalnya"
"Kalau ekskul aku debus kamu mau tetep ikut"
"Eh serius kak ada emang"
"Iyakali ada geger ntar sekolah ini jadi ilmu sekolah santet" sambung siswi lainnya.
Aileen dan siswi lainnya tertawa karena lelucon seperti itu.
"Leen ini minum kamu ketinggalan ya"
Gibran tiba-tiba datang menghampiri dengan botol minum milik Aileen ditangannya.
"Eh iya lupa, makasih ya"
Gibran berlalu dengan sebelumnya dia juga berpamitan dengan adik kelasnya yang juga sedang bersama Aileen, ditambah usakan lembut di kepala Aileen yang berhasil menjadi bahan gosip bagi siswi baru itu.
"Cie cie kakak pacartnya kak Gibran ya"
"Eh!? Engga dia temen kok"
"Dih kalau iya juga engga apa"
"Yah gagal deh deketin kak Gibran ternyata pacar kak Aileen" sambung siswi lainnya
"Eh engga kok jangan salah paham. Gibran emang gitu orangnya, rada playboy kalian hati-hati aja ya"
"Bener bukan pacar kak Ailee? "
"Iya bukan kok"
Aileen pun melanjutkan sesi makan nya.
...🏫🏫🏫...
Tepat pukul 12 siang bel kembali berbunyi penanda waktu istirahat sekaligus bertanda jika waktu pendampingan anggota osis berakhir dan mereka harus masuk ke dalam kelas masing-masing untuk mengikuti pembelajaran.
Seluruh anggota osis yang bertugas mengambil tas nya yang mereka simpan di sekre osis, begitu juga Aileen dan Gibran. Walaupun mereka sudah tidak satu kelas lagi tapi kelas mereka bersebelahan maka dari itu mereka berjalan bersama menuju kelas.
Waktu istirahat kedua ini tidak selama yang pertama karena hanya dapat digunakan untuk ibadah atau sekedar bersantai sebentar karena hanya diberikan waktu 30 menit. Semua warga sekolah yang beragama islam akan menunaikan ibadah di mushola sekolah jadi tidak heran suasanya cukup ramai.
Saat Aileen dan Gibran sampai dilorong kelas, mereka bertemu Azka yang hendak pergi ke musholah.
__ADS_1
"Akhirnya Aileen pulang juga"
"Kangen ya
"Males, ayo cepet taro tasnya kita ke musholla bareng"
"Yang lain mana"
"Lagi dapet, eh apa kamu lagi dapet juga"
"Engga kok, tungguin ya"
Saat Aileen hendak masuk ke kelas dengan cepat tangan Gibran menahan tas yang digendong Aileen,
"Kamu aku culik ke kelas aku ya"
Gibran tetap menarik tas milik Aileen dan sedetik berikutnya berubah menjadi merangkul bahu Aileen, lebih tepatnya seperti dekapan dari samping karena tubuh Aileen benar-benar sudah tidak berjarak lagi dengan Gibran.
Azka yang melihat hal itu langsung menarik tangan Aileen, menjauhkan gadis itu dari Gibran.
"Engga bisa"
"Srhari doang dia pindah kelas" Gibran menarik sisi tangan Aileen
"Mana ada" ucap Azka yang kembali menarik tangan Aileen.
"Bisa lah pelajarannya sama aja kan"
"Mana ada, engga bisa"
"Absennya belum dibuat jadi dia bisa kan pindah kesini"
Sekarang Aileen sudah seperti tali tarik tambang, tarik dari sisi kanan lalu ditarik dari sisi kiri terus seperti itu bahkan saat Aileen sudah mengeluh pada dua pemuda itu pun seprtinya tidak dihiraukan. Menjadi pusat perhatian sudah pasti,
"Aileen itu anak kelas IPA-1"
"Sekarang pindah ke IPA-2"
"Sadar lu Gibran peringkat lu turun"
Begitu mendengar hal itu Gibran langsung melepas tangan Aileen begitu saja, karena Azka menarik tangan Aileen dengan tenaga otomatis tubuh Aileen terhempas kearahnya.
Deep
Azka memeluk tubuh Aileen, sedangkan Gibran dia langsung pergi ke kelasnya. Untuk beberapa detik posisinya masih sama, sampai akhirnya
"Eh maaf nya Azka"
"Iya, untung saya belum wudhu"
Aileen pun berlari kecil masuk ke dalam kelas menaruh tas nya dan mengambil alat sholat, lalu pergi ke mushola bersama Azka.
Azka melihat tangan Aileen yang memerah karena kejadian tadi,
"Aileen, maaf ya tadi kamu saya tarik-tarik"
"Iya engga apa kok"
"Tangan kamu sampai merah, nanti kita pulangnya ke uks nya di kompres"
__ADS_1
Aileen hanya mengangguk sambil tersenyum, dia juga melihat kearah lengannya yang sekarang merah lalu menggosok nya karena terasa sedikit perih akibat kedua pemuda itu mencekram tanganya terlalu kuat.