17 Years Old

17 Years Old
Penghuni pohon jambu!?


__ADS_3

Berkat kejahilan Aruna, sekarang hubungan Aileen dan Axel semakin membaik sudah satu minggu ini sejak pertama kali mereka saling bertukar pesan. Susah banyak hal yang mereka bicarakan dan sekarang jika mereka berpapasan tidak lagi terasa canggu, walaupun hanya saling melempar senyum tapi itu adalah hal sederhana yang sangat membahagiakan bagi keduanya.


Axel yang awalnya hanya penasaran dengan sosok Aileen sekarang sudah mulai merasakan getaran hebat, tiba-tiba dia merasa ingin semakin mengenal dekat gadis itu.


Bahkan sekarang mereka punya kebiasaan baru yang terjadi secara spontan menjadi sebuah kebiasaan padahal tidak ada satu diantara mereka yang merencanakan hal ini.


Balkon kelas dan pohon jambu, Aileen yang akan berdiri menunggu kedatangan Axel dari balkon kelas dan Axel akan datang ke pohon jambu tepat dibawahnya. Mereka akan saling bertukar tatapan untuk beberapa saat, dan hal ini akan mereka lakukan setiap bubar sekolah.


...🏫🏫🏫...


"Pelajaran untuk hari ini di cukupkan, maaf ya kalian jadi pulang terlambat"


Ucap seorang guru matematika sebelum meninggalkan kelas, hari ini kelas Aileen harus pulang terlambat dari biasanya walaupun hanya maju 15 menit tapi tetap saja itu mengundur waktu kepulangan mereka.


"Hari ini engga bisa liat kak Axel pasti dia udah pulang"


Keluh Aileen dalam hati, bibirnya sedikit maju karena merasa kecewa tidak bisa melakukan ritual nya ini.


"Guru nya yang ngaret eh kita yang kena batunya"


Keluh Tyas menghampiri bangku Aileen dan Aruna.


"Iya ih nyebelin banget jadi engga bisa liat kak Axel"


"Sabar ya, besok lagi"


Tiga serangkai itu keluar kelas bersama dan Azka juga mengikuti mereka dari belakang.


Aileen merasa penasaran dia sedikit menengok ke bawah tapat dibawah pohon jambu.


"Kak Axel"


Teriak Aileen dalam hati menyebut sosok pemuda yang tengah duduk di bawah pohon.


Aileen merasa bingung kenapa Axel ada disitu duduk terdiam apa dia sedang menunggu seseorang. Sungguh tidak mungkin jika Axel menunggu dirinya ini sudah hampir 15 menit dari jam kepulangan, masa iya Axel menunggu Aileen hanya untuk melihat dirinya.


Aileen masih bingung dia takut jika dia terlalu pede bahwa Axel benar menunggunya.


"Leen liatin siapa sih woy ayo pulang" panggil Azka membuat Aruna dan Tyas juga menengok ke belakang.


Dan detik berikutnya kedua gadis itu menengok ke arah bawah dan kedapatan sosok Axel.

__ADS_1


"Cie cie ditungguin tuh"


"Kak Axel sampai segitunya ya, cuman buat liat Aileen"


Azka penasaran dan dia ikut lihat ke arah bawah.


"Kak Axel"


Teriak Azka tanpa permisi, sosok yang dipanggil pun reflek menadahkan kepalanya.


Aileen dan Axel saling bertukar tatapan. Ada senyum yang tergurat dari bibir Axel tapi tidak dengan Aileen dia tampak kaget karena ulah Azka.


Setelah itu Axel berjalan keluar ke arah gerbang sekolah dan Aileen sekarang sedang mengambil langkah seribu untuk mengejar Azka.


"Ih~ Azka nyebelin banget"


"Cie cie Aileen"


"Bau bau bakal jadian nih"


"Kak Axel ya ampun, engga nyangka kalau sampai segitu nya nungguin Aileen"


"Hanya untuk menatap nya walaupun hanya beberapa detik"


...🏫🏫🏫...


"Ko, bakso komplit jangan pake bawang satu porsi,"


Setelah memesan itu Aruna langsung mencari tempat untuk didudukinya. Bukan di tempat bakso mang kribo, kali ini dia sedang berada di tempat bakso Koko Patkai. Bukan bukan, bakso ini bukan terbuat dari daging b*bi hanya karena namanya bakso Koko Patkai. Tapi alasan kenapa dinamai itu ,karena saat sedang tertawa diakhir tawanya si pemilik tempat bakso ini selalu terdengar bunyi 'ngok ngok'.


"Awas aja si Argi kalo sampe ni bakso kaga enak,"


Karena memang untuk sampai tempat bakso ini Aruna harus berjalan kaki selama 10 menit dari sekolahannya. Dan tempatnya tidak terjamah jalur angkutan kota karena masuk ke dalam gang. Dia juga tidak bisa meminta di antar oleh Andra karena tadi kelasnya selesai paling akhir, jadi Andra sudah pulang lebih dulu untuk ke tempat les.


"Ngomong sama siapa," bisik seseorang tepat di telinga gadia itu.


"Kak Axel!"


Aruna yang tadinya berbicara sendiri dengan angin di kagetkan dengan kedatangan Axel yang sudah duduk di sampingnya.


"kamu ngemilnya toa?"

__ADS_1


"Sembarangan, mana ada toa bisa di cemilin,"


"Sakit kuping aku," Axel nampak mengepal tangannya, lalu meniupnya kemudian menempelkan pada kupingnya sendiri berulang-ulang. Membuat Aruna menghempaskan nafasnya jengah saat melihat nya.


"Ini dek pesenannya,"


"Makasih Ko,"


Aruna mulai memakannya dengan pelan. Menikmatinya dengan khidmat. Bukan karena ada Axel, tapi harga bakso ini dua kali dari harga bakso mang kribo. Jadi gadis ini tidak mau menghabiskannya dengan cara makan yang bar-bar. Dan rasa baksonya memang seenak itu.


"Kamu makan disini sendirian?"


Aruna menusukan satu bakso berukuran sedang menggunakan garpu, lalu memberikan itu pada Axel. Pemuda itu sempat bingung tapi dia tetap mengambilnya.


"Berdua, sama kakak," jawabnya kemudian melanjutkan makannya.


"Kakak sendiri ngapain disini ? kok udah pake baju santai,"


Rumah Axel memang berada di daerah dekat tempat bakso ini. Hanya berbeda blok. Pemuda ini pun sebenarnya sekarang sedang dimintai tolong oleh mamahnya untuk membeli bakso ini. Dan kebetulan melihat Aruna yang sedang berbicara sendiri.


Aruna juga baru tahu kalau rumah Axel di dekat sini, pantas saja Aileen menyebut Axel 'Go green boy'. Mungkin karena Axel yanv setiap harinya pulamg pergi dengan berjalan kaki ke kesolah. Mengingat itu Aruna langsung mengulum senyumnya. Dia memperhatikan Axel yang sedang memakan bakso yang ia beri tadi.


"Kak, Kak Axel ga ada niatan buat nembak Aileen gitu ?"


"Keburu diambil orang loh kalo kelamaan," setalah berkata seperti itu Aruna memasukan bakso berukuran kecil ke mulutnya.


"Ada, nanti kamu bantu aku ya,"


Perkataan Axel barusan membuat bakso yang bersemayam dimulut Aruna menggelinding keluar dengan utuh saat mulut gadis itu menganga tak percaya. Apa telinganya tidak salah mendengar.


"Ya ampun Aruna," Axel langsung memberikan beberapa lembar tissue tapi di tolak oleh Aruna. Bahkan dia sempat akan memukul punggung Aruna. Takutnya gadis itu tersedak. Tapi urung saat dengan gerakan cepat Aruna berdiri dari posisi duduknya.


"Tadi kakak bilang apa ??"


Axel menatapnya bingung ,setelahnya menjawab dengan ragu, "Ya ampun Aruna?"


"Bukan itu, sebelumnya," ucap Aruna gemas. Bahkan sekarang dia kembali duduk menghadap Axel.


"Nanti kamu mau bantu aku," ulang Axel sedikit tertahan. Apa kalimatnya tadi kurah jelas di pendengaran Aruna.


"Takbir," ucap Aruna cukup keras. Dia ternyata tidak salah dengar.

__ADS_1


"Allahu Akbar." sahut orang orang yang berada di tempat bakso itu. Setelahnya mereka melihat kearah Aruna. Langit tidak menandakan adanya petir tapi kenapa gadis ini meneriakan takbir.


Setelah mencerna kejadian ini Axel langsung mengambil pesanan bakso miliknya, kemudian menarik Aruna keluar dari sana. Gadis itu hanya diam tanpa penolakan. Dia justru sedang sibuk mencerna kata kata sederhana yang keluar dari mulut Axel tadi.


__ADS_2