
"Oy bocil-!!!"
Tyas yang sedang berjalan menuju kantin seketika menghentikan langkahnya dan berbalik mendapati kakak kelasnya yang tersenyum tengil. Siapa lagi memang yang berani memanggil Tyas dengan sebutan 'bocil' kalau bukan Jamal.
Tyas dengan cepat menarik tangan Jamal ke luar kantin, pemandangan itu pun menjadi bahan gosip bagi sebagian murid sekolah. Apalagi fans Jamal yang kebanyakan anak smp karena katin mereka juga bergabung di bangunan yang sama.
"Ada apa nih Yas"
Tanya Jamal yang merasa heran kenapa dia tiba-tiba menariknya keluar kantin, bukannya Tyas tadi sedang mengantri untuk membeli bakmi.
"Kak Jamal punya pacar ya~"
Pernyataan Tyas membuat Jamal semakin dia buat heran, dia benar-benar tidak tau apa yang dimaksud Tyas.
"Apaan sih"
"Heleh jangan nyangkal"
Tyas menyodorkan ponselnya yang menampilkan foto hasil dari jepretan kamera sebagai paparazzi dadakan kemarin saat di mall.
Mata Jamal langsung terbelalak kaget melihat hal itu dan Tyas merasa bangga atas hasil foto yang jelas menampakkan wajah Jamal.
"Lu dapet dari mana foto ini?"
"Gua foto sendiri lah"
"Lu ngikutin gua ya?"
"Yeh ogah, engga sengaja aja ketemu lu terus gua foto deh lumayan buat bahan gosip kan"
Tyas merampas ponselnya dari Jamal dia takut jika Jamal sampai menghapus foto hasil karya terbaiknya itu.
"Hapus engga"
"Engga mau, kan lumayan nih kak Jamal bisa melejit popularitas nya mengalahkan Aileen"
"Tapi tapi engga gitu caranya"
"Lah kenapa"
"Masalah nya gua takut dikatain pedopil"
Seketika Tyas tertawa terbahak-bahak dia sadar diri kalau seleranya bocil bocil anak smp yang baru menginjak kelas 1 pula.
Terjadi perdebatan, tawar menawar sampai akhirnya
...🏫🏫🏫...
"Eh si Tyas mana ya, tumben kagak keliatan dari jam pertama istirahat" tanya Aruna yang telah kembali dari perpustakaan.
Aileen yang sedang membereskan alat makannya baru tersadar jika Tyas belum kembali ke kelas hanya menggeleng pelan, ia sendiri pun juga belum melihat Tyas sedari tadi.
"Mungkin dikantin penuh, jadi ngantri kali" jawab Aileen asal, dan kembali membereskan alat makannya ke dalam tas.
Saat Aileen dan Aruna sibuk dengan kegiatannya masing-masing, akhirnya orang yang sedari tadi dicaripun menampakan batang hidung nya.
Dengan sumringah, Tyas membawa dua kantong makanan dan berjalan cepat ke arah dua temannya itu dan langsung menyimpan makanan dimeja.
"Wah ada acara apaan nih lu bawa makanan banyak" tanya Aruna yang mulai mengambil makanan didalam kantong tersebut.
"Abis malak kak Jamal nih"
"Ooh abis malak kak Jamal"
Aruna dan Aileen pun hanya mengangguk sebagai jawaban, dan tak lama kemudian
'EH APA ? MALAK KAK JAMAL ?!!' Aileen dan Aruna kompak berteriak
Tyas mengeluarkan semua isi makanan yang ada di dalam kantong dan membiarkannya berserak diatas meja.
"Hasil kerja keras kita sebagai paparazi"
"Paparazzi? Oh kejadian yang kemarin"
Tyas menganggukkan kepalanya sembari membuka salah satu bungkus snack dengan senyum sumringah, merasa teramat bangga.
"Apa kita kerja jadi paparazzi sekolah aja ya"
__ADS_1
Kali ini Aruna mulai bergabung dengan Tyas dengan ikut menyomot salah satu snack.
"Asik juga ya kak Jamal dia royal juga ya"
Puji Aruna karena melihat betapa banyak snack yang dibawa Tyas.
"Aileen kenapa bengong aja ayo pilih kamu suka snack ini kan, ambil ambil aku sengaja beli ini inget kamu"
"Ah iya iya makasih ya, tapi engga apa kan ini"
"Iya engga lah anggap aja ini lagi di traktir kak Jamal"
"Oke deh kalau gitu, makasih ya"
...🏫🏫🏫...
"Aileen~"
Arjuna menghampiri Aileen yang sedang duduk bersama anggota osis lainnya, tengah mengerjakan dekorasi untuk acara sekolah.
"Bisa ikut sebentar, temen-temen Aileen dipinjem dulu ya"
Anggota osis yang satu tim dengan Aileen mempersilakan,
"Nanti pulang sama siapa? Dijemput?"
"Naik angkot kayanya"
"Kakak anter boleh?"
"Engga usah kak, aku naik angkot aja"
Aileen masih sangat segan dengan Arjuna walaupun dia pacarnya tapi bagi Aileen dia itu sosok yang disegani, entah dia selalu merasa canggung dengan Arjuna.
"Kenapa sih Aileen?"
Aileen menatap Arjuna, karena nada bicaranya tidak seperti biasanya.
"Kamu kenapa? Sayang~"
"Kakak!?"
"Jangan panggil gitu di sekolah"
"Emang salah? Kamu kan pacar aku, kenapa kamu engga suka atau kamu masih risih?"
"Jangan bahas itu disini kak, kita masih disekolah"
"Aileen~"
Gibran menghampiri Aileen dan Arjuna yang tengah berbincang didepan sekre osis.
"Maaf kak, ada hal yang harus Aileen selesaikan"
Gibran mengisyaratkan agar Aileen mengikutinya, Arjuna tidak bisa menahan Aileen lebih lama karena memang ini masih dalam kegiatan osis.
Arjuna sudah tidak bisa tahan dengan sikap Aileen, dia tidak bisa bersabar lagi menunggu Aileen sampai bisa bersikap tidak segan, sungkan, canggung atau sikap lainnya yang membuat sosoknya tidak bisa dilihat sebagai kekasih dari Aileen.
"Diantara Gibran, Azka dan aku. Mungkin Azka lah yang cocok dilihat sebagai pacarnya"
Arjuna kembali masuk kedalam sekre osis, bukan hari ini saja Arjuna memperhatikan Aileen dan mendengar kabar burung tentang kekasihnya itu. Ditambah dengan sikap Aileen yang masih terus canggung dengan dirinya membuat Arjuna semakin kuat untuk mengakhiri hubungannya dengan Aileen.
Arjuna berpikir untuk apa menjalin hubungan jika pasangannya tidak merasa nyaman dengan kehadirannya.
...🏫🏫🏫...
Sehabis pulang dari kegiatan osis Arjuna meminta Aileen untuk menemuinya terlebih dahulu. Kini mereka berdua sedang duduk di lapangan sekolah.
"Aileen~"
"Iya, kenapa kak?"
"Kenapa sih cuek sama aku?"
"Cuek ? bukannya aku cuek kak, kan udah pernah aku jelasin sama kakak kan"
"Terus mau sampai kapan kamu kaya gini, sikapnya sama aku?"
__ADS_1
"Maksud kakak?"
"Aku mau kaya pasangan lainnya, memperlakukan kamu sebagai pacar aku walaupun di sekolah. Aku mau kamu manja sama aku, aku mau kita saling perhatian tanpa melihat tanggapan orang lain ke kita"
"Kita udah terlanjur jadi pusat perhatian, aku engga mau bikin kakak jadi dinilai kurang baik, karena kakak itu cerminan untuk siswa lainnya di sekolah"
"Apa kata orang kalau liat sikap kakak yang malah pacaran di sekolah, mengabaikan hal lain demi kasih perhatian buat aku. Yang terpenting aku tau kakak sayang sama aku dan begitu juga kakak tau kan kalau aku sayang sama kakak"
Jelas Aileen kesekian kalinya dengan kalimat yang hampir sama saat Arjuna merasa ragu akan hubungan mereka.
"Kamu anggap kakak sebagai siapa kamu sih Leen"
"Pacar aku, semua orang juga tau itu kan"
"Tapi semua orang yang tau, meragukan perasaan kamu ke aku"
Aileen menatap heran Arjuna,
"Kamu yang cuek itu dan terkesan kurang kasih perhatian buat aku, justru kamu malah lebih keliatan interaktif sama temen cowo lainnya"
"Maksud kakak?"
"Sama Azka, kamu udah terlihat lebih cocok jadi pacar Azka. Kamu lebih sering sama dia dibandingkan sama temen cewe kamu Aruna dan Tyas. Akhir-akhir ini kamu lebih sering bareng dan deket sama dia kan ?"
"Azka itu murid pindahan kak, dia masih harus beradaptasi dengan lingkungan baru "
"Kenapa harus sama kamu? Kan ada anak kelas lainnya?"
"Itu karena mungkin dia lebih nyaman berteman sama aku"
"Nyaman!?"
"Maksud kamu? Dia nyaman sama kamu terus kamu juga sebaliknya"
"Bukan gitu"
"Kalau kamu engga nyaman pasti kamu bakal tolak karena risih, kaya kamu yang terus nolak kalau aku perlakuin kamu seperti pasangan yang lain"
"Kak~"
"Setau ku kamu itu pemalu Leen,"
"Dan sekirannya kamu memang udah ga nyaman dengan hubungan kita dan dengan sikap aku, seharusnya ga gini caranya,"
"Kamu ngelakuin hal yang seharusnya ga seorang pacar lakuin,"
"Kamu malah deket sama cowo, dan itu bukan aku,"
Mata Aileen rasanya ingin mengeluarkan air matanya tapi masih dia tahan, bagaimana bisa jika Arjuna berpikir seperti itu. Dalam lubuk hatinya dia tidak ada maksud untuk menduakan atau tidak menganggap Arjuna sebagai kekasihnya. Dia Hanya tidak mau jika Arjuna terlalu memperlakukan istimewa saat mereka sedang di sekolah. Selebihnya Aileen merasa tidak keberatan jika mereka berpacaran di luar sekolah.
"Apa bener kamu cuman mau populer karena aku ketua osis"
"Kakak~"
Arjuna menundukkan kepalanya, dia masih mencintai Aileen tapi dia juga tidak bisa terus diperlakukan seperti ini.
"Maafin aku kak, tapi —"
Aileen mencoba memberanikan diri meraih tangan Arjuna,
"Kita putus aja"
Seperti petir mengguntur di siang hari,
"P-putus ?? Tapi kenapa kak?"
"Aku engga bisa terus bertahan, maaf Leen aku egois tapi mungkin ini keputusan yang terbaik untuk kita"
Aileen benar-benar menyayangi Arjuna tapi mungkin Arjuna terlalu berekspektasi lebih jika Aileen akan memanjakan dirinya dengan sikap manis yang biasa seorang gadis tunjukkan pada kekasihnya.
"Semester depan juga aku udah naik kelas tiga, pasti bakal jauh lebih sibuk dari sekarang karena harus persiapan masuk univ"
"Soal sikap dingin aku, tolong kasih aku kesempatan kak. Aku beneran sayang sama kakak"
"Aku juga sayang sama kamu Leen, tapi kayanya aku engga bisa bertahan lebih lama lagi. Mungkin kita lebih baik putus, kita fokus ke diri kita masing-masing. Kalau memang perasaan ini engga berubah, kita bakal sama-sama lagi"
"Tapi kak," Aileen masih enggan melepaskan tangan Arjuna.
__ADS_1
"Jaga diri kamu baik-baik ya"
Arjuna mengusak rambut Aileen sebelum pergi meninggalkan gadis itu yang tertunduk dengan perasaannya yang kacau.