
Saat jam istirahat tinggal tersisa 5 menit lagi, hampir semua siswa sudah masuk ke dalam kelas karena jika dia telat bisa jadi tidak dapet mengikuti pelajaran dan mendapatkan point di buku besar dan pada jumlah point tertentu mereka akan mendapat surat panggilan untuk orang tua nya.
Maka dari itu sebagian siswa lebih memilih mempercepat waktu istirahat di luar dan menghabiskan sisa waktunya di dalam kelas.
"Argi lu masa diem aja si Aileen sama bang Juna"
Ucap salah satu teman akrab Argi, tidak bisa kah hidup Aileen tenang sedikit.
"Tenang aja cuy, sekarang gua biarin dulu aja. Pengen tau, apaan banget bang Juna standar Aileen. Apa bagusnya dia coba?"
Heol ~
Argi engga punya kaca atau dia emang narsis ga ketulangan. Orang-orang juga sudah tau dengan kasat mata Arjuna jauh lebih terpandang dibanding Argi. Dia cuman sedikit terbantu pamornya karena dia seorang atlet saja sisanya dia tukang bikin onar dan ga jelas, sedangkan Arjuna dia salah satu murid pintar di sekolah ini sering ikut olimpiade, terpilih menjadi ketua osis, terkenal di kalangan guru karena sering mondar-mandir sebagai orang perwakilan sekolah.
"Lu emang berani saingan sama bang Juna? "
"Alah apaan bang Juna mah kecil, lu pikir gua berani sama dia"
Aileen melihat kelakuan Argi dengan hanya menggelengkan kepalanya.
Si orang yang sedang dibicarakan pun datang dengan rombongan osis, dengan kotak kardus ditangannya. Jalan ke arah kelas yang sedang membicarakan sosoknya.
Seketika mereka yang membicarakan pun duduk dibangku masing-masing dan suasana gaduh pun terhenti secara tiba-tiba.
"Maaf temen-temen gangguan waktunya"
Ucap Arjuna dengan senyum yang dia tebar saat masuk ke kelas.
"Ganggu banget, mau ngapain sih"
Gerutu Argi yang terdengar sampai bangku Aileen. Tapi itu tidak dihiraukan olehnya karena perhatiannya ada si sosok pemuda di depannya.
Arjuna dan anggota osis lainnya sedang menggalang dana untuk korban banjir, meminta untuk menyisakan sedikit uang bekalnya untuk orang yang sedang membutuhkan.
"Untuk temen-temen semua yang kemarin daftar osis nanti kumpul dulu ya di sekre osis"
Arjuna memberikan pengumuman tambahan tidak lupa juga mengucap terimakasih sebelum keluar kelas.
"Aku berarti pulang duluan ya guys"
Hanya Aruna yang tidak mau ikut osis dia bilang itu hanya menunda waktu untuk dapat merebahkan diri di ranjang. Tyas juga nyaris dia tidak mau ikut osis karena ikut organisasi itu pasti sibuk, tapi berkat bujuk rayu Aileen dia pun luluh.
"Kalau kamu ikut osis kan kamu bisa dikenal warga sekolah jadi kamu famous deh"
Tyas yang ngebet populer menyanggupi ajakan Aileen itu.
__ADS_1
...🏫🏫🏫...
Semua siswa yang mendaftar menjadi anggota osis pada periode jabatan Arjuna pun berkumpul di sekre osis. Mereka semua dikumpulkan dengan maksud untuk diberikan pemberitahuan siapa saja yang berhasil lolos.
Arjuna menyebutkan satu persatu nama yang lolos, sampai akhirnya.
"Gua ga kepilih sebel deh"
Keluh Tyas saat nama terakhir yang Arjuna sebut bukan dia, lama menanti tapi dia tidak kunjung disebut namanya.
Aileen bukannya merasa senang jika dia terpilih menjadi anggota osis tapi dia khawatir karena tidak punya teman untuk berbaur selain Tyas. Rasanya Aileen juga tidak mau melanjutkan ini, dia akan mengundurkan diri saja
"Keputusan ini mutlak hasil diskusi dari semua anggota osis dan guru pembina osis. Mohon rasa hormat atas keputusan yang kami pilih"
Ucap Arjuna diakhir pengumuman,
"Untuk pertemuan hari ini dicukupkan, kalian boleh pulang. Bagi yang belum lolos kalian bisa daftar lagi di periode selanjutnya"
Semua siswa keluar dari sekre, rasanya Aileen benar-benar tidak mau melanjutkan ini.
"Aku bakal ngundurin diri"
"Eh!? Kenapa jangan dong. Aku ga apa Aileen, kamu jangan malah keluar karena aku ga ke pilih"
Mereka berbincang sepanjang jalan membicarakan keputusan Aileen yang akan mengundurkan diri hanya karena dia tidak ada teman.
"Aileen ga mungkin ga kepilih kan doi nya juga ketos"
"Padahal belum tentu dia mau berdedikasi"
Pembicaraan siswa lain membuat risih Aileen, kenapa setiap hal harus dikaitkan dengan sosok Arjuna. Mereka punya kehidupan masing-masing walaupun statusnya sebagai pasangan kekasih,
"Tuh Aileen kamu ga mau kan dianggap kaya gitu, kamu harus buktiin ke mereka kalau kamu sungguh-sungguh"
"Tapi Yas aku —"
"Aileen"
Dengan berlari kecil Arjuna menghampiri Aileen dan Tyas yang sedang berjalan belum jauh dari sekre osis.
"Kamu mau pulang"
Aileen mengangguk kecil, wajah muram nya tidak bisa dia sembunyikan di depan Arjuna,
"Kenapa? Bukannya kamu kepilih kan kenapa mukanya ditekuk gitu"
__ADS_1
"Biasalah lambe nya anak-anak suka ga bisa di jaga. Kenapa sih kak aku ga ke terima bete nih aku sama kakak" keluh Tyas yang juga memasang wajah muramnya.
"Soal itu, sebenernya itu 90% keputusan guru pembina bukan anggota osis kami cuman membantu guru saja"
"Lagian Tyas kamu di awal-awal kan sering banget telat itu jadi salah satu pertimbangan juga"
"Sial gua kalau gitu. Pantesan aja kaga keterima juga" Tyas sekarang sudah mengetahui alasan kenapa dia tidak terpilih.
"Kakak bukannya ada rapat ya, kenapa malah anterin aku"
Arjuna melihat arloji yang ia pakai di pergelangan tangannya. Jika masih ada waktu 10 menit sebelum rapat, jadi dia punya waktu untuk Aileen walaupun sekedar mengantarnya sampai gerbang sekolah.
"Jangan khawatir karena kamu punya aku"
Ucap Arjuna yang bukan memberikan ketenangan bagi Aileen justru itu yang Aileen takutkan. Pandangan orang lain padanya, yang jika dia terus dengar setiap hari itu membuatnya sangat risih. Tidak bisa ia hindari atau tidak ambil pusing soal itu tapi jika setiap saat itu terdengar di telinganya itu membuat batinnya pun bertanya-tanya.
Aileen menganggukkan kepalanya berusaha agar dia tidak membuat Arjuna ikut khawatir dengannya.
Aileen mempertimbangkan apa yang di katakan Tyas. Ia berfikir kalau dirinya keluar begitu saja pasti akan dikira mempermainkan organisasi, mereka hanya akan terus menilai dirinya dengan apa yang mereka lihat dan ketahui saja tanpa mau tau kebenarannya.
"Lah belum pada balik kalian,"
Aruna menepuk kedua orang temannya itu, kemudian membuat Aileen dan Tyas memutar kepala untuk melihatnya.
"Bukanya udah pulang dari tadi ya?"
"Di panggil kepsek dulu tadi tapi orangnya masih disekolah sebelah jadi nunggu besok," jelas Aruna.
"Kalian gimana ?? keterima jadi anggota osis??"
"Aileen doang yang keterima, gua engga,"
"Kasian gagal populer lagi lu, eh tapi kok yang murung malah ibu negara,"
"Biasa mulut netizen," lambe Tyas.
"Ya elah Leen ga usah di dengerin, mereka cuman seonggok daging yang di kasih sumbu *****, ga akan ada habisnya ngomongin orang,"
Aruna menepuk pundak Aileen menenangkan. Tapi sifat Aruna dan Tyas yang cuek berbanding terbalik dengan dirinya yang akan memikirkan hal sekecil apapun.
Aileen melangkahkan kakinya, ia memegangi dagunya sambil berfikir.
"Aku coba,"
Kedua temannya merangkul Aileen, hanya Aruna yang merangkul pundaknya sedangkan Tyas hanya bisa merangkul pinggang Aileen. Setidaknya mereka yang selalu ada untuk membela dirinya di situasi apapun. Aileen akan melakukan yang terbaik dan bersikap profesional nanti, meski kekasihnya adalah ketua osis.
__ADS_1