17 Years Old

17 Years Old
Vlog Jamal


__ADS_3

Aileen menatap layar ponselnya sambil tertidur di ranjangnya, biasanya jam segini Argi pasti mengirim pesan padanya. Mengajukan pertanyaan tidak penting, seperti sudah makan, lagi apa, atau pertanyaan lainnya yang biasa diajukan seorang kekasih.


Bukan karena merindukan hal itu, Aileen menatap room chat nya dengan Argi karena masih kepikiran soal pembicaraan saat di kantin apalagi "karma" sebuah kata yang hanya terdiri dari lima huruf itu sangat membuat perasaan Aileen tidak karuan. Dia benar-benar takut hal itu menimpanya karena telah menyia-nyiakan seseorang yang benar-benar sudah mencintai dirinya.



Bagaikan angin segar bagi Argi saat melihat sebuah pesan masuk dan itu dari Aileen, dengan segera Argi membuka pesan tersebut padahal dia sedang latihan taekwondo yang tidak sengaja melihat layar ponselnya saat sedang mengambil botol minum disebelah ponselnya.


Betapa kegirangan Argi saat mendapat kesempatan itu dari Aileen, bahkan dia melompat-lompat membuat pelatihnya melihat heran. Mungkin pelatih nya akan berpikir jika Argi baru saja mendapatkan hadiah lotre atau sejenisnya.


...🏫🏫🏫 Keesokan Harinya 🏫🏫🏫...


Aileen selalu datang paling pertama di kelasnya, jadi Aileen selalu diam di balkon sekolah melihat ke arah gerbang sekolah yang kebetulan menjadi view dari balkon kelas IPA-1.


Suasana sekolah masih sangat sepi, belum banyak siswa yang datang. Saat sedang asik melamun terbuai alunan musik bergenre klasik, Aileen tidak menyadari jika ada satu teman kelasnya sudah datang dan masuk ke dalam kelas. Karena pandangnya langsung tertuju pada Arjuna yang baru saja datang, matanya tidak bisa berpaling dari sosok pemuda itu.


"Aileen"


Argi teriak dari lantai bawah, padahal Argi masih mengendarai sepedah motornya. Sempat-sempatnya dia melihat ke arah atas, membuat semua orang yang ada disekitar Argi juga ikut melihat ke atas.


Aileen yang merasa malu langsung masuk ke dalam kelas dengan berlari kecil, begitu kagetnya saat Aileen melihat ada sesosok hitam yang tengah duduk.


Aileen berteriak cukup keras sampai sosok yang ia kira penampakan itu mendongkrakan kepala ternyata Gibran yang tengah tertunduk dengan hoodie hitamnya.


"Apaan sih teriak-teriak" Gibran melihat dengan mata tajamnya ke arah Aileen.


"Aku kira penampakan, kamu kapan datengnya" Aileen berjalan ke tempat duduk nya yang bersebelahan dengan tempat duduk Gibran.


"Dari tadi makanya jangan asik sendiri" Gibran menurunkan penutup kepala dari hoodie yang ia pakai.


"Sayang~"


Sebuah kata yang terdengar dari arah pintu masuk kelas, membuat dua siswa di dalam kelas yang tengah berbincang itu menengok ke arah suara.


Dengan berlari kecil, seorang gadis menghampiri Gibran dan memberikan kotak bekalnya.


"Ini buat kamu, dimakan ya" ucap gadis itu dengan senyum merekah diwajahnya.


"Makasih ya" ucap Gibran dengan mengusap punggung tangan gadis itu yang masih memegang kotak bekalnya.


Gadis itu masih siswa di kelas IPA-1, sejak kapan Sandra jadi pacar Gibran. Sandra gadis yang juga teman sebangku Tyas.

__ADS_1


"Sayang"


Kali ini panggilan itu kembali terdengar dari depan pintu kelas. Tapi terdengar lebih berat dari sebelumnya.


Argi masuk ke dalam kelas menghampiri mereka,


"Eoh!? Gibran Sandra" Argi tertohok saat melihat keduanya.


"Kalian pacaran?" tanya Argi


Keduanya membenarkan hal itu, bahkan Sandra menceritakan kapan dan dimana mereka saling menyatakan perasaan satu sama lain. Di tamam dekat rumah Sandra dan kejadiannya baru kemarin sore. Heol apakah kelas ini harus banyak pasangan cinlok di awal tahun ajaran baru.


Aileen tidak habis pikir apakah sangat wajar hal ini terjadi di masa SMA?


"Kalau gitu kapan-kapan kita jalan bareng double date gitu"


Celetukan Argi yang langsung disambut girang oleh Sandra dan Gibran yang menyanggupi. Tidak untuk Aileen yang terdiam membeku.


...🏫🏫🏫...


Jam istirahat pun tengah berlangsung Tyas yang sedang memakan bekalnya sendirian di kelas pun hanya menghela napas, Aileen hari ini tidak membawa bekal alhasil ia ikut ke kantin bersama Aruna.


Saat tengah memakan bekal nya Tyas melihat Sandra dan Gibran menuju kelas. Tyas hanya menatap malas pasangan tersebut dan tak lama Sandra duduk disebelahnya diikuti Gibran yang berjongkok dihadapan Sandra.


Sandra pun hanya menggeleng sebagai jawaban dihiasi dengan wajahnya yang memerah malu.


Tyas yang duduk disebelah Sandra pun akhirnya mau tidak mau melihat adegan roman picisan dihadapannya, entah memang hawa nya yang dingin atau efek samping dari melihat adegan romantis di hadapannya. Tyas pun seketika merasakan mulas diperutnya dan tidak sengaja kentut.


"Untung tidak berbunyi" syukur Tyas dalam hati.


Menyadari jika kentutnya mulai tercium, Tyas pun lantas berdiri "Bau apa nih, lu berdua ngaku deh siapa nih yang kentut" teriak Tyas pada kedua sejoli itu.


Gibran yang mendengeran Tyas berteriak hanya mendengus kasar dan menarik tangan Sandran keluar kelas.


...🏫🏫🏫...


Suara gaduh terdengar dari lorong kelas, bukan karena ada seseorang yang tengah bertengkar atau sedang berebut sembako tapi karena kedatangan geng yang di ketuai oleh Jamal Faresta sedang berjalan masuk ke kelas IPA-1.


"Hai guys balik lagi sama bujang banyak amal,"


"Jamal disini~~"

__ADS_1


"Karena ada sebuah insiden kemarin, jadi kita ga bisa lanjutin vlog yang lagi bahas si Argi. Sekarang waktu yang pas kita introgasi orangnya" Penjelasan Jamal cukup panjang di awal opening vlognya.


"Tapi sebelum kita lanjut jangan lupa subscribe, like and comment channel ku ya"


Argi yang sudah ada di samping Jamal hanya tersenyum tengil melihat kelakuan kakak kelas nya itu.


"Nah disini udah ada orangnya, Argi Dwitama"


"Hai guys gua Argi Dwitama, kalian udah sering liat gua nongol kan di channel Jamal"


"Tapi kali ini spesial karena bakal bahas kehidupan pribadi lu, karena mungkin disana udah banyak yang kepo soal kehidupan lu" sambar Jamal.


"Gitu ya bang? Se famous itukah gua?" ucap Argi so merendah.


"Ga usah banyak basa basi busuk, gimana nih setelah dua hari jadi jombol" ucap Jamal.


Kini Jamal dan Argi tengah duduk di bangku lorong depan kelas IPA-1 ditemani oleh anggota geng lainnya.


"Apa lu kata bang? Jomblo? Siapa yang jomblo" ucap Argi dengan tampang songong nya.


"Lah bukannya lu kemarin bilang baru diputisin sama pacar baru lu siapa namanya tuh"


Jamal yang tiba-tiba pikun, yang langsung disambut kompak oleh teman satu gengnya. Saking kompakmya udah kaya paduan suara.


"Aileen"


"Nah iya itu Aileen"


"Kaga lah gua balikan lagi sama dia, mana ada dalam kamus gua jadi jomblo lama-lama. Balik lagi dia sama gua"


Dengan tingkat kepedean luar biasa Argi berargumen, membuat Jamal tidak percaya dengan apa yang baru dia dengar. Mana ada orang kemarin putus hari ini balikan lagi, buset ini sih durasi tersingkat yang benar-benar terjadi di depan Jamal.


"Serius lu? " Jamal masih tidak percaya


"Iyalah bang, gua serius. Sorry guys gua kaga jomblo" ucap Argi di depan kamera yang sedang Jamal pegang.


Jamal langsung menurunkan kamera dan menatap heran Argi.


"Udah kaga seru sih ini dibuat konten"


Keluh Jamal yang berniat tadinya membuat tranding karena mengangkat kisah miris Argi, tapi sekarang sudah tidak menarik lagi untuk dibahas.

__ADS_1


"Lah kenapa bang, ayo rekam lagi" ucap Argi


"Kalau lu udah putus apalagi diputusin baru hubungin gua. Itu topik jauh lebih menarik dari pada topik kebucinan lu" jelas Jamal sambil menepuk bahu Argi.


__ADS_2