17 Years Old

17 Years Old
Remedial


__ADS_3

Tinggal dua pekan lagi menuju pekan olahraga tahun di sekolah. Segala persiapan sudah sangat matang karena tim panitia osis sudah merencanakan kegiatan ini jauh hari bahkan 60% persiapan sudah beres sebelum ujian akhir sekolah yang baru saja seluruh siswa lewati.


Hal ini tim osis lakukan agar persiapan bisa dilakukan dengan matang tanpa mengganggu kegiatan ujian sekolah, sehingga semua bisa fokus mempersiapkan ujian kenaikan kelas tersebut.


Sudah tiga bulan lamanya hubungan Aileen dan Arjuna kandas, kedua masih kerap bertemu karena kegiatan osis. Arjuna yang terkadang masih dibuat cemburu jika melihat keakraban antara Aileen dengan teman laki-laki nya terutama Gibran jika di kegiatan osis di kegiatan diluar osis Azka lah yang sering menyulut rasa cemburu nya.


Memang sudah tidak ada hak Arjuna memiliki rasa itu tapi itu selalu muncul tanpa diundang, bahkan sikap Aileen yang cenderung santai setelah putus dengannya membuat Arjuna terkadang termakan kembali dengan omongan teman-teman nya.


"Aileen kok udah putus dari kamu santai aja dia, kaya engga ngerasa galau gitu"


"Katanya awalnya dia engga terima diputusin kamu, tapi kok nyatanya sikap dia malah makin dingin sama lu sih Jun"


"Liat aja nanti Aileen pasti punya pacar baru. Playgirl juga tuh cewe"


"Belum aja dia setahun loh disini tapi mantan dia udah dua aja"


Perkataan itu yang sering Arjuna dengan dari teman-teman nya, tentu saja membuat risih. Tidak dipungkiri semua pembicaraan itu memang nyatanya benar, ada beberapa perkataan yang menurut Arjuna kurang berkenan tentang Aileen tapi setelah dipikir mungkin hal itu juga akan terjadi,


Sementara, Aileen dia tidak pernah memperlihatkan rasa kecewanya pada Arjuna dia mencoba menerimanya dengan lapang. Sikapnya yang santai bukan berarti dia memang tidak mempunyai rasa dengan hubungannya bersama Arjuna, hal ini karena Aileen tidak mau banyak orang mengetahui rasa kecewanya itu rasa tidak menerima akan sikap Arjuna padanya cukup hanya dia yang tau rasa itu. Orang disekeliling tidak boleh tau, dia hanya ingin menebar kebahagiaan bukan kesedihan nya. Dan sikap ini justru disalah artikan oleh beberapa pihak yang hanya mengenal Aileen sesaat.


Aileen juga membutuhkan waktu untuk melupakan Arjuna, terkadang sepintas ia masih kerap memikirkan pemuda itu dan itu mengundang gelak tawa dalam hatinya. Aileen merasa lucu jika hati kecilnya tidak bisa dibodohi karena masih saja sesekali penasaran tentang Arjuna.


Soal pacar baru, untuk Aileen? Kalian masih ingat kan seberapa populer nya Aileen disekolah tapi semenjak dia menyandang sebagai mantan kekasih Arjuna, tidak banyak pemuda yang mencoba mendekati nya dia sudah minder duluan akan standar Aileen jika patokannya saja mantan dari Arjuna setidaknya ada hal yang harus dilampaui dari sosok Arjuna untuk bisa mendapatkan Aileen itu yang banyak pemuda di sekolahnya pikirkan sebelum mendekati Aileen.


Tapi tidak bagi Argi, pemuda yang sejak awal sangat terobsesi dengan Aileen. Begitu dia mengetahui jika hubungan Aileen dengan Arjuna kandas tanpa pikir panjang dia meminta untuk balikan lagi. Argi dia mana ada pikiran jika Aileen memerlukan waktu untuk sendiri setelah hubungannya kandas.


Argi memang cocok disebut terobsesi dengan Aileen, tapi dia selalu berdalih jika dia sangat mencintai Aileen.


Aileen selalu tertawa karena sikap Argi setiap kali bersamanya, Aileen tau benar jika bukan dirinya saja yang digoda oleh di buaya ini.


Bahkan pernah ada satu moment saat Argi sedang menggoda teman satu angkatan nya di parkiran sekolah, dan kebetulan Aileen sedang lewat bersama Aruna dan Tyas .


Mendadak Argi menghentikan aktivitas rayuannya pada gadis itu saat matanya kedapatan sosok Aileen dan berlari menghampiri Aileen dengan wajah tanpa dosanya itu.


Sudah dipastikan Argi mendapatkan perkataan yang cukup kasar dari kedua teman Aileen, dan Argi lagi lagi akan membela dirinya jika hal yang tadi dilihat tidak seperti yang terlihat.


Aileen hanya tersenyum dan mempersilakan Argi untuk kembali merayu gadis gadis di sekolah sebagai kegiatan favorit nya, karena sejak awal dia memang tidak pernah tertarik dengan sosok Argi dan semakin dibuat ilfeel karena sikapnya yang aneh itu.


...🏫🏫🏫...


Dua minggu menuju pekan olahraga ini diisi oleh kegiatan remedial untuk ujian akhir kemarin. Moment ini juga ajang mempermalukan diri, dimana setiap siswa yang nilanya kurang dan masuk ke daftar remedial akan terpangjang di mading sekolah dan sudah dipastikan akan dilihat oleh seluruh warga sekolah juga akan menjadi bahan gosip.


"Guys di mading udah di pajang hasil ujian kimia"


Salah satu siswa dikelas memberikan pengumuman dan membuat semua siswa di dalam kelas 10 IPA-1 dibuat heboh dan berlarian ke luar kelas menuju mading.


"Aduh aku belum siap"


"Jeblok udah deh kayanya nilai gua"


Tyas sudah pesimis lebih dulu, dengan berjalan santai Aileen, Aruna dan juga Tyas berjalan menuju mading.


Benar saja,


"Tuh kan"

__ADS_1


Nama Tyas terlihat jelas disana, rasa malunya kembali datang ini sudah ketiga kalinya namanya tercantum di daftar remedial.


Tiba-tiba,


Tyas tertawa cukup keras saat dia melihat ada nama Jamal juga disana, Tyas merasa puas mengetahui fakta itu


"Kalian duluan aja ya ke kelasnya"


Aileen dan Aruna hanya mengangguk, keduanya bahkan tidak tau apa yang sebenarnya Tyas tertawakan.


...*****...


"Kak Jamal"


Tyas menghampiri Jamal dikelasnya, pemuda itu sedang bersenandung denga gitarnya bersama teman-teman satu kelasnya.


"Ngapain lu bocil"


"Kakak diremed kimia tau"


Dengan suara cukup lantang Tyas memberikan informasi pada Jamal yang sering kali ogah melihat mading.


"Eh Tyas, ujian kimia udah di umumin"


"Iya baru aja aku lihat tadi"


"Ada nama aku engga


"Hemmm sorry ya kak, aku cuman fokus cari nama kak Jamal"


"Sialan lu pake pengumuman dikelas"


"Niat aku kan baik ih"


"Lu juga di remed kan pasti"


"Iya iya, semua gara-gara kakak jadi aku engga fokus pas ujian kemarin"


"Lah, emang kapasitas otak lu aja kali yang engga mampu"


Tyas hanya berdesis kesal namun tidak menyangkal, setidaknya orang yang akan mengejeknya itu juga di remed


Tinggal Aileen dan Aruna, juga beberapa siswa kelas 10-1 lainnya yang tidak diremedial bisa bernafas lega dan menikmati jam kosong di kelas. Sebagian ada juga yang memilih keluar entah untuk jajan dikantin atau melakukan hal yang mereka mau di area sekolah. Walaupun ujian sudah selesai mereka tetap harus masuk untuk menambah absen dan pulang di jam seperti hari biasa. Sedangkan siswa yang namanya tertera sebagai siswa remedial dalam ujian harus menemui guru bersangkutan untuk memperbaiki nilai mereka.


Aileen dan Aruna berkumpul dengan teman teman yang lain, mereka duduk lesehan di depan papan tulis. Membahas siapa saja siswa kelas mereka yang akan berpartisipasi dalan pekan olahraga yang akan di selenggarakan di sekolahan mereka.


"Tenang, selagi Argi ada di tim ini kita pasti menang," Ujar Argi percaya diri, bahkan sekarang dia membusungkan dadanya, menepuknya kuat beberapa kali percis seperti kingkong di film.


Yang lainnya memberi tepuk tangan kepada Argi serta semangat, meakipun mereka tau kalau dari kelas lain ada yang kemampuan dalam berolahraganya lebih unggul dari pada Argi. Paling tidak dia memjliki ambisi dan semangat yang memebara sebagai siswa berdarah muda. Patut untuk di apresiasi keberaniannya dalam membual.


"Kalau gitu gua tunjuk siapa aja yang bakal mewakili setiap lomba okay,"


"Yang nolak apalagi yang kabur pas hari H, gua pastiin kalian pada ga nyampe ke tangan bonyok pas pembagian nanti," Ancam Aruna.


Kalau tidak diberi ancaman lebih dulu , pasti mereka akan menolak dengan berbagai alasan klasik. apalagi para siswi yang tidak mau berpeluh keringat.

__ADS_1


Aileen bertugas untuk menulis siapa saja yang akan mengikuti porak dan dia juga yang akan memberikannya ke anggota osis nanti.


"Udah semua ?" tanya Aruna memastikan.


Kini mereka sedang berjalan ke lantai 1.


"Udah. Tadi aku kira kamu bakal ikutan partisipasi juga,"


"gua ?" Aruna menunjuk dirinya sendiri.


"Iya, soalnya kamu paling semangat ngatur anak anak, sama kaya Argi, tapi nama kamu ga muncul tuh disini," Aileen memperlihatkan kertas yang berada di tanganya.


Aruna berdecak, "Tau sendiri kan kalau gua ga suka olagraga, makanya tadi sok sok aja, untungnya mereka nurut,"


"Gimana ga nurut, orang di ancam,"


"Mereka aja yang b*go , takut sama omongan kaya gitu padahal mereka tau gua ga punya kewenangan apa apa di sekolah," Aileen hanya menggelengkan kepala, sudah tidak heran dengan mulut pedas Aruna.


"Eh mau kemana ?"


"Ke perpuslah,"


"Kirain mau nyamperin Tyas,"


"Terus ngeliatin dia uwu uwuan sama kak Jamal ? engga deh,"


"Kalau gitu temenin aku ke ruang osis aja, dari pada ke perpus,"


"Ngapain ?? Aruna buka anggota osis Aileen,"


"Iya tau, tapi kenapa sih seneng banget ke perpus, emang di sana ada siapa ??" Aileen menyenggol tangan Aruna bermaksud menggoda temannya itu.


"Disana ada cowo yang lebih ganteng dari kak Juna, lebih cool dari kak Andra, dia juga lebih tinggi dari kak Jamal, dia itu udah kaya pink diamond yang cuman orang orang beruntung yang bisa ketemu sama dia," jelas Aruna panjang lebar dengan bangganya, ya karena salah satu orang beruntung itu adalah dirinya. Membuat Aileen sedikit melongo mendengarnya. Pertama, dia tidak menyangka Aruna bisa memuji orang sebanyak itu. Kedua, sepertinya sedikit mustahil ada orang seperti itu di sekolah ini.


"Masa sih ?? kayanya ga mungkin deh, kamu halu kali kebanyakan baca novel,"


"Serius gua ga bohong, nanti deh gua kasih liat orangnya,"


Kalau sebelumnya Aileen menatap heran, sekarang gadis itu tersenyum mengejek pada Aruna.


"Cie Aruna,"


"Apaan?"


"Cie Cie, punya gebetan ya sekarang,"


"Apaan sih ga jelas, Udah sana entar di cariin anggota osis lu,"


"Eumm iya deh yang ga sabar ketemu gebetannya," Aileen mencolek lengan Aruna beberapa kali saking gemasnya. Ternyata temanya ini normal karena menyukai salah satu siswa disini, walupun belum tau pemuda itu siapa.


"Kasih tau Tyas ahh,"


"Ga jelas," Aruna jalan lebih dulu dengan perasaan kesal.


"Salam buat pangerannya ya," teriak Aileen.

__ADS_1


Aruna yang mendengar itu mengacungkan jari tengahnya dengan tetap berjalan ke arah perpustakaan.


__ADS_2