Ada Cinta Di Kampus

Ada Cinta Di Kampus
Frans dan Christy


__ADS_3

"Lidya….."


Lidya terus berjalan dan tidak memperhatikan siapa yang memanggilnya.


"Lidya..." Riko memanggil lagi dengan suara lebih keras.


Setelah beberapa kali dipanggil. Lidya akhirnya menengok dan terkejut.


"Hai...Riko." Lidya menyapa Riko dengan senyumannya.


"Waduh dari tadi dipanggil kok ga denger sih?" protes Riko.


"Wah sory....hahaha" Lidya justru tertawa.


"Dari mana kamu? Udah makan belum? makan yuk!" Riko bertanya sambil mengatur nafasnya karena berlari mengejar Lidya.


"Aku baru pulang dari Jogja. Boleh sih makan, tapi aku pulang kos dulu ya." Lidya menerima ajakan Riko untuk makan bersamanya.


"Oke..aku juga mau pulang dulu ambil motor. Nanti aku jemput kamu di kosmu," kata Riko bersemangat.


Riko berasal dari Lampung, di sini tinggal bersama neneknya. Riko diminta nenek membeli gula di warung. Riko malas mengeluarkan motor dan memilih jalan kaki ke warung. Tidak sengaja bertemu dengan Lidya di jalan. Sampai di rumah, Riko mengambil motor dan meminta ijin kepada nenek untuk makan di luar.


"Nek, Riko keluar dulu ya sebentar, mau makan sama teman," kata Riko berpamitan.


"Hati-hati ya.. Jangan pulang malam!" Pesan nenek kepada Riko.


"Iya Nek, tenang....Riko ga pulang malam. Paling pulangnya besok pagi." Riko menggoda nenek sambil mengeluarkan motornya.


"Mau buat nenek khawatir ya? Awas kamu kalau pulang pagi!" Nenek menaikkan suaranya...karena marah Riko menggodanya.


"Namanya anak muda," ucap Riko santai.


"Nenek pukul ya! Kuawalat sama orangtua!" bentak nenek sambil mengambil sandal dan melemparkannya ke arah Riko.


"Ampun......Nenek jaga rumah baik-baik ya, haha...bye...."

__ADS_1


"Dasar anak muda jaman sekarang."


Riko kemudian melajukan motornya menuju kos Lidya. Riko sendiri belum pernah ke kos Lidya, tapi sudah diberitahu kalau kosnya warna pink no 17B dan itu sangat mudah dicari. Beberapa menit kemudian, Riko sampai di depan kos Lidya. Tampak Lidya sudah bersiap membuka pintu pagar dan menutupnya kembali.


"Ayo Lid! Aku mau ajak kamu makan ayam bakar," kata Riko mengajak Lidya dengan semangat membara.


"Oke deh...." Lidya menjawab singkat karena memang sudah lapar dari tadi.


Riko dengan hati-hati membawa motornya. Riko sengaja melewatkan Lidya ke jalan yang Riko yakin Lidya belum pernah melewatinya. Sambil menunjukkan beberapa tempat. Lidya memang belum pernah keluar dari wilayah kampus, hanya kos dan kampus saja yang menjadi tujuannya. Mungkin ini juga yang membuat Lidya belum nyaman tinggal di kota Semarang. Kurang lebih 30 menit kemudian, sampailah mereka di tempat makan baru yang terkenal enak.


RM. Ayam Bakar


Lidya duduk dekat taman, mereka asik memilih menu makan dan tak jauh dari tempat Lidya duduk, tampaklah Frans sedang menikmati makan malamnya bersama Christy. Frans melepaskan pandangannya ke taman dan melihat Lidya sedang duduk menanti makananya sambil ngobrol dan tertawa seru sekali dengan Riko.


Lho...itukan Lidya? rupanya sudah balik dia dari Jogja, siapa cowok yang bersamanya? sepertinya aku kenal cowok itu. Buset deh...itu kan cowok yang pernah bareng waktu ke kampus. Kelihatannya akrab sekali, perasaanku kok jadi aneh gini ya.


Riko melamun dan memikirkan sesuatu melihat Lidya bersama dengan Riko.


"Frans...sudah selesai makannya?" tanya Christy sambil menepuk tangan Frans yang sedang melamun.


"Frans, bisakah kamu menemani aku membeli bedak sebentar di mall?" Christy meminta Frans menemaninya dan berharap Frans mau menemaninya pergi ke mall.


"Ya udah, tapi harus cepet," kata Frans segera keluar lewat pintu belakang.


Saat Frans keluar, Christy mengejar Frans dan berusaha menggandeng tangan Frans.


"Frans...tunggu dong...buru-buru amat sih," kata Christy kesal karena ditinggal Frans.


Riko yang melihat Frans dikejar wanita cantik langsung berkata, "lho itu kan bang Frans...cantik banget ceweknya."


Lidya lalu mencari di mana Riko melihat Frans dan ceweknya. Tetapi Lidya tidak menemukannya karena Frans sudah keluar menuju parkiran. Lidya kemudian melanjutkan makannya, walaupun sebenarnya Lidya penasaran dengan ceweknya Frans yang Riko lihat tadi.


Mall xxx


Sampai di Mall, Frans memarkirkan motornya, perasaan Frans tak menentu di sisi lain Frans kesal karena melihat Lidya makan bersama Riko, tapi Frans sendiri juga risau kalau-kalau Lidya melihatnya bersama Christy.

__ADS_1


Christy seorang wanita yang menarik, postur tubuhnya seperti model, tinggi, kulit putih dan rambutnya panjang bergelombang. Penampilan selalu modis dengan asesoris kalung dan anting yang menjadi ciri khasnya. Christy adalah anak dari teman papanya Frans di Medan.


Mereka sudah saling mengenal sejak kecil. Keduanya kuliah di tempat yang sama atas saran orangtua Christy. Mama Christy sangat mengenal Frans dan mempercayakan anaknya bersama dengan Frans. Kedekatan mereka awalnya hanya sebatas sahabat, bahkan Frans sudah menganggap Christy seperti saudaranya. Namun, kerena sering bersama maka tumbuhlah cinta di antara mereka. Hanya saja, Frans tidak suka dengan sikap Christy yang manja dan suka berlebihan mengatur hidup Frans. Frans merasa tidak bebas dengan sikap posesif Christy. Frans memutuskan hubungan mereka.


Setelah putus, Frans sering menghindari Christy. Frans mendekati cewek-cewek di kampusnya, apa lagi yang baru masuk. Begitulah caranya untuk menghindari Christy. Hal itu membuat Christy marah, dan mencari pelarian melakukan hal yang sama. Namun, setelah putus dengan pacarnya, Christy baru menyadari kalau Frans adalah laki-laki yang sangat disayanginya. Christy sangat berharap bisa kembali kepada Frans dan Frans bisa menerima kekurangan Christy.


"Frans, kamu mau nonton ga?" Christy mengajak Frans dan sudah berharap Frans mau untuk diajak nonton.


"Gimana ceritanya nonton?? Bukannya tadi kamu bilang cuma mau beli bedak?" Frans mengerutkan dahinya kesal.


"Maksudku, setelah beli bedak Frans, " jawab Christy penuh harapan.


"Kamu lihat jam berapa sekarang? Besok aku ada kuliah pagi." Frans kesal dan merasa Christy hanya alasan saja untuk membeli bedak karena tujuannya sebenarnya mau mengajaknya nonton.


Frans berjalan meninggalkan Christy sambil terus menggerutu.


Flashback on


Frans bertemu dengan Christy, saat Christy sengaja lewat di depan kos Frans.


"Frans....Frans....," panggil Christy yang melihat Frans sedang duduk di halaman kosnya.


"Kamu? Ngapain ke sini?" tanya Frans heran.


"Kebetulan lewat, kamu jangan curiga gitu dong....Cuma kebutulan lewat Frans. Oya Frans, nanti malem makan yuk...Kita kan sudah lama ga keluar bareng. Hanya sekedar makan malam tidak ada salahnya kan Frans? Ya anggep ini makan malam ulang tahunmu yang tertuda." Christy membujuk Frans untuk makan bersamanya malam ini.


"Ehm...." Frans belum menjawab, tapi Christy kembali merayu Frans untuk menerima ajakannya.


"Ada tempat baru Frans, ayam bakarnya juga enak kok. Kamu pasti menyukainya. Ayolah Frans! Cuma makan malam"


Frans yang sedari kemarin galau karena memikirkan Lidya akhirnya memutuskan menerima ajakan Christy untuk makan malam. Pikir Frans, hanya sekedar menghilangkan kegalauannya apa salahnya.


"Gimana Frans? oke ya?" tanya Christy kembali dan sangat berharap Frans mau menerima ajakannya.


"Okelah...nanti aku jemput kamu di kos," jawab Frans dengan terpaksa.

__ADS_1


"Thanks ya Frans, aku tunggu di kos. Aku traktir kamu ya, sebagai tanda terima kasihku. Kamu tahu Frans? Aku senang sekali Frans. Akhirnya, kamu mau makan malam bersamaku. Sampai nanti ya," kata Christy kegirangan.


__ADS_2