Ada Cinta Di Kampus

Ada Cinta Di Kampus
Frans Menjemput Lidya


__ADS_3

Siang itu, udara dan panas terasa sangat terik. Langit cerah berawan, mendukung suasana untuk menikmati tidur siang. Frans duduk di antara mahasiswa yang sedang menunggu jalannya wisuda. Frans tampak mulai bosan, kemudian berjalan menuju mini market untuk membeli minuman dingin. Pandangan Frans tertuju pada sepasang mahasiswa, yang sedang duduk bercengkrama menikmati es krim di bawah pohon rindang.


Wanita itu menoleh dan memanggilnya.


"Hai Frans, apa kabar? Lama ya kita tidak bertemu," sapanya sambil berdiri menghampiri Frans.


"Oh baik, kamu apa kabar?"


"Sehat Frans, seperti yang kamu lihat sekarang." Wanita itu terus tersenyum kepadanya.


"Syukurlah kalau begitu, aku senang mendengarnya."


"Kuliahmu apa kabar? Kamu pastinya sudah skripsi kan?" tanyanya lagi.


"Iya ini sudah masuk bab empat, doakan saja tahun depan wisuda," ucap Frans sambil membayar di kasir.


"Oya Frans, aku mau kenalin kamu sama temanku. Ayo, ikut aku sebentar!"


"Ehm....ya boleh," kata Frans singkat.


Frans berjalan di belakang mengikuti Sharly. Sharly adalah teman satu angkatan Frans. Dulunya Sharly pernah jatuh cinta kepada Frans, tetapi Frans hanya menganggapnya sebagai sahabat. Keduanya pernah salah paham. Frans mengira Sharly pura-pura sakit parah supaya menarik simpatinya. Tetapi, Sharly memang ada penyakit gagal jantung sejak kecil.


"Kenalin ini Frans," ucap Sharly memperkenalkan Frans kepada Edo.


"Halo...aku Edo, Sharly sudah banyak cerita tentang kamu."


"Oya? cerita apa?" tanya Frans kepo.


"Hahaha...tenang, cerita hal baik kok tentang kamu," ucap Edo sambil tertawa.

__ADS_1


Frans sudah mengira kalau Edo adalah pacar Sharly. Dalam hatinya, Frans senang melihat Sharly menemukan kekasih seperti Edo.


"Maaf, aku duluan ya...." Frans berpamitan untuk kembali ke auditorium.


Frans meninggalkan Sharly dan Edo. Setibanya di auditorium, acara wisudapun telah usai. Frans mengeluarkan ponselnya untuk menelpon Lidya.


Lidya tidak mendengar ponselnya berbunyi. Lidya masih ngobrol dengan teman paduan suaranya.


"Lidya," panggil Adi.


Lidya menoleh dan tersenyum.


"Ya Mas, ada apa?" tanya Lidya.


"Tadi kita tidak sempat ngobrol, ribet banget persiapan. Oya, maukah kamu makan siang bersamaku? Sebagai ucapan terima kasihku, karena kemarin sudah mengantarku pulang."


"Kita pulang sekarang?" tanya Frans.


Lidya kemudian menoleh, menatap Adi.


"It's oke, lupakan saja. Sepertinya kamu harus segera pulang," ucap Adi penuh kecewa.


"Maaf ya, aku harus pulang ke Jogja."


"Jogja?" Adi berkata sambil melirik Frans.


Rupanya laki-laki ini akan mengantarkan Lidya pulang ke Jogja.


"Kami pulang rame-rame kok. Aku, Mas Frans, Rita dan Bima," ucap Lidya.

__ADS_1


"Kamu? pulang ke Jogja juga?" tanya Adi heran, karena ia tahu kalau Frans bukan berasal dari Jogja.


"Ehm hanya mengantar Lidya, setelah itu langsung ke Jakarta naik kereta dari Jogja."


"Oh...begitu, hati-hati ya...."


"Kami pulang ya, Mas. Sampai ketemu tahun depan."


"Kok tahun depan?" tanya Adi bingung.


"Ya kan kita, ketemu lagi bulan Januari tahun depan, hehehe......" Lidya bercanda untuk mencairkan suasana.


"Selamat liburan ya," ucap Adi.


Adi kemudian melajukan mobilnya.


*******


Cafe XX


Suasana cafe terasa hening. Mama Lia dan Stacy diam tanpa suara. Keduanya saling memandang. Stacy mulai berbicara dengan suara terbata-bata.


"Tante, Stacy......" Stacy kemudian menangis tidak dapat melanjutkan untuk berbicara.


"Menangislah Stacy, keluarkan semua isi hatimu," ucap mama Lia sambil menggenggam kedua tangan Stacy.


Mohon dukungannya ya. Like, komen, vote dan, rate bintang 5, sangat saya nantikan untuk mendukung perfoma novel ini.


Ayo dukung saya, biar semangat melanjutkan ceritanya 😍 ° Happy Good Friday °

__ADS_1


__ADS_2