Ada Cinta Di Kampus

Ada Cinta Di Kampus
PDKT


__ADS_3

"Lid, aku pamit pulang dulu. Kamu istirahat, jangan lupa minum obat." Frans berpamitan dan mengingatkan Lidya untuk minum obat.


Frans pulang dan sampai kos, Frans membuka laptopnya. Frans membuka folder skripsi dan mulai mengetiknya. Tak terasa sudah larut malam, Frans mengambil ponsel dan dilihatnya sudah jam 23.45 WIB. Frans


belum bisa tidur, membuka kembali laptop dan memindahkan beberapa foto kegiatan orientasi dari ponselnya. Dilihatnya satu per satu foto Lidya yang memang sengaja Frans ambil secara diam-diam tanpa diketahui oleh Lidya. Frans tersenyum bahagia memandangi Foto Lidya. Setelah puas memandangi wajah Lidya, Frans mematikan laptopnya dan tidur.


Esok harinya, Frans berangkat pagi ke kampus karena ada janji dengan dosen untuk bimbingan proposal skripsinya. Setelah selesai bimbingan, Frans segera menuju parkiran. Di parkiran Frans ingat untuk menelpon Lidya.


**Frans : Hallo Lid...gimana kamu? sudah sehat?


Lidya : Iya Mas...sudah lumayanlah.


Frans : Mau aku belikan makan apa?


Lidya : Waduh sudah Mas, jangan ngrepotin terus...aku kan jadi ga enak.


Frans : Ya dienakin aja jangan ga enak...


Lidya: Mas Frans ga usah ini mendung lho takutnya nanti malah kehujanan.


Frans : Aku ga takut kok sama hujan, tunggu ya...aku segera ke sana.


Lidya : Ya sudahlah Mas, terserah apa aja. makasih ya.


Lidya merasa tidak enak karena Frans membelikan makanan lagi untuknya. Cuaca sudah mendung dari tadi, tetapi tidak membuat Frans mengurungkan niatnya membeli makan untuk Lidya. Frans justru sangat berharap bisa makan bersama Lidya kembali. Dan benar, akhirnya hujan turun. Frans yang tidak membawa jas hujan, melajukan motornya dengan kencang menerobos hujan yang mulai lebat. Frans sudah menyimpan nasi bungkus dan proposal skripsinya di dalam jok motor. Badannya mulai basah karena kehujanan. Sampai di depan kos, Lidya sudah menunggu Frans dan membawa payung membukakan pagar. Frans melihatnya dan berfikir kalau Lidya sudah menunggunya dari tadi.


"Mas...maaf ya, kan jadi kehujanan," kata Lidya cemas melihat Frans basah kuyup.


"Kamu sudah dari tadi ya nunggu di luar?" tanya Frans penasaran.


"Iya Mas, tadi aku langsung keluar waktu hujan turun. Biar Mas Frans bisa cepat masuk kalau nunggu aku bukain pagar, nanti kelamaan kan hujannya deres gini." Lidya menjelaskan dan mempersilahkan Frans masuk.


"Maaf kalau lama nunggunya," kata Frans sambil melihat celana jeansnya yang sudah basah.

__ADS_1


"Sebentar ya Mas, aku ambilkan handuk" Lidya masuk mengambil handuk untuk Frans.


Lidya mengambil handuk, kemudian membuatkan Frans teh hangat. Lidya kembali ke teras lalu memberikan handuknya untuk Frans. Frans mengeringkan rambutnya dan badannya yang basah kuyup.


"Maaf ya Mas, kamu jadi basah kuyup." Lidya meminta maaf dengan tulus.


"Nanti juga kering, sudah yuk kita makan. Aku sudah lapar tadi pagi ga sempet makan," kata Frans sudah tidak sabar untuk makan.


Mereka makan sambil ngobrol dan bercanda. Tetiba Frans tersedak mendengar pertanyaan Lidya kepadanya.


"Mas...maaf, aku mau tanya apa pacarnya ga marah kalau Mas Frans ke kosku?" tanya Lidya dengan hati-hati karena takut Frans marah.


"Lho Mas...kok kesedak sih?" Lidya bertanya dan kaget melihat Frans tersedak, kemudian mengambilkan minum untuk Frans.


"Kamu ini bikin jantungku copot" Frans kesal dengan pertanyaan Lidya.


"Lho kok copot Mas? Waduh janganlah, nanti aku bisa ditangkep pak polisi kalau jantungmu copot. Langsung masuk berita, seorangan mahasiswi berinisial L......" Belum selesai Lidya berbicara, Frans sudah memotong sambil tertawa.


"Hahaha...kamu ini asik juga ya...ikut stand up comedy ya? kata Frans terus menertawakan Lidya.


"Oh sory...jangan marah dong! Aku takut kalau kamu marah." Frans berhenti tertawa.


"Ah Mas Frans jangan becanda deh." Lidya merajuk sambil terus makan.


"Kamu mau tahu atau mau tahu banget? Panasaran banget ya? hahah..." Frans menggoda Lidya.


"Ga lucu ahh. Yo wis ga usah dijawab," kata Lidya semakin kesal.


"Kalau aku punya pacar, ga mungkin aku makan di kosmu." Frans menjawab singkat.


"Kenapa emangnya?" tanya Lidya lugu.


"Hahaha....ya iyalah masa ya iya dong? Sudah pasti aku lebih memilih makan sama pacarku. Masak aku makan sama pacar orang," kata Frans sambil melirik Lidya.

__ADS_1


"Maksudnya gimana sih?" tanya Lidya bingung.


"Maksudnya, aku ini ga punya pacar. Bukannya kamu ini pacarnya orang? Aku takut kalau pacarmu nanti marah." Frans membalik pertanyaan Lidya.


"Ah...pacar siapa? Aku lho ga punya pacar. Malah belum pernah pacaran." Lidya berkata dengan polos dan jujur.


Mendengar hal itu, Frans kegirangan dalam hatinya. Sungguh polos dan lugunya Lidya. Dia tidak mengerti kalau Frans hanya memancing pertanyaan dan akhirnya mendapatkan jawaban dari Lidya kalau mereka sama-sama jomblo.


"Masak sih? kamu belum pernah pacaran?" tanya Frans semakin penasaran.


"Serius Mas, orangtuaku melarang aku pacaran. Nanti kalau sudah kuliah kata mama begitu." Lidya menjawab pertanyaan Frans seraya meyakinkan kalau dirinya memang belum pernah pacaran.


"Kalau sudah kuliah jadi sudah boleh nih pacaran?" tanya Frans menggoda Lidya.


"Ya...boleh sih seharusnya....tapi...ehm...." Lidya berkata lirih.


"Tapi kenapa Lid?" tanya Frans sambil terus menatap wajah Lidya seraya ingin segera mengetahui jawaban dari Lidya.


"Aku mau kuliah dulu Mas. Aku belum mau pacaran, aku ingin cepat selesaikan kuliahku. Mungkin setelah kuliah nanti aku mau lanjut profesi psikolog." Lidya berkata sambil matanya mulai berkaca-kaca.


Lidya ingat cita-citanya menjadi seorang dokter gigi terhenti karena tidak diterima di Fakultas impiaannya. Lidya mencoba bangkit dan tidak berlarut dengan kesedihan, Lidya sudah memutuskan kelak akan beralih profesi sebagai psikolog. Frans merasakan kesedihan Lidya. Lidya yang polos akhirnya menceritakan semuanya kepada Frans.


"Sudah... jangan sedih, kamu pasti bisa melewati semuanya. Tetap semangat yaa.." Frans menghibur Lidya sambil menghapus air mata Lidya yang sudah menetes di pipinya.


"Makasih ya...maaf aku jadi curhat Mas," kata Lidya sambil mengambil tissu mengusap air matanya.


"Aku juga mau cerita Lid, mungkin kamu lihat cewek yang waktu itu di RM ayam bakar. Namanya Christy, itu bukan pacarku. Lebih tepatnya dia mantan pacarku." Frans menceritakan kepada Lidya, karena Frans mengira kalau Lidya mengetahuinya saat makan berdua dengan Christy.


"Yang mana ya Mas? Sebenarnya aku ga lihat. Riko yang melihatnya" Lidya kembali bertanya kepada Frans.


"Ohh...kamu ga lihat ya? Aku kira kamu lihat Christy waktu bersamaku. Christy itu yang bawa kue waktu aku ulang tahun." Frans menceritakan dengan jujur, berharap Lidya percaya kalau dirinya memang benar jomblo.


"Oh...cantik ya Mas, modis." Lidya mengomentari Christy kepada Frans.

__ADS_1


"Ahh...orang memang cuma lihat dari luarnya. Menurutku kamu lebih cantik kok," kata Frans memuji Lidya membuat Lidya salah tingkah.


Setelah hujan agak reda, Frans pamit pulang. Frana membiarkan Lidya punya banyak waktu untuk istirahat. Saat perjalanan pulang, Frans memikirkan apa yang dikatakan Lidya. Kalau Lidya belum pernah pacaran dan belum mau pacaran. Frans yang masih ragu dengan perasaannya justru semakin penasaran dengan Lidya dan akan terus berusaha mendekati Lidya.


__ADS_2